Ajaib, Bounce Rate Blog Saya 0,99%!

Selamat tahun baru teman-teman! *tiup terompet kenceng-kenceng*

Semoga di tahun baru ini semangat ngeblognya nggak makin turun ya. Tulisan pertama di tahun 2013 nih, saya cuma mau berbagi kebahagiaan singkat saja, bahwa salah satu blog saya secara mengejutkan bounce rate-nya (rasio pentalan) turun drastis dari rata-rata 75% menjadi 1% saja!

Bounce Rate Blog Continue reading “Ajaib, Bounce Rate Blog Saya 0,99%!”

5 Cara Meningkatkan Page View Blog

Saya sudah pernah menulis tentang Arti Page View dan Bounce Rate. Bagi yang belom pernah baca, silahkan dibaca lebih dulu ya. 😉

Page View adalah nilai rata-rata jumlah halaman blog kita yang diakses oleh satu orang dalam satu kali kunjungan.

Dengan rata-rata jumlah pengunjung harian sekitar 100 sampai dengan 150 orang, page view yang diperoleh blog ini berkisar 250an. Artinya, angka page view baru sebesar 2 koma sekian. Sudah lumayan bagus menurut ukuran saya, berhubung jumlah tulisan saya masih sedikit. [Tulisan saya yang lama hilang semua 6 bulan lalu]

Sebelum saya menulis lebih jauh tentang cara meningkatkan page view versi saya, Anda bisa juga membaca tulisan Kang Nawar tentang hal yang sama, 6 Cara Meningkatkan Page View Blog. Ada yang sama, ada pula yang agak beda dengan versi saya.

1. Membuat Read More.

Ini metode yang paling mudah untuk dilakukan. Buatlah tulisan Anda hanya muncul sebagian, dan untuk membaca sisanya, perintahkan mereka memencet satu buah tombol lagi. 😆

Tetapi, ini juga pisau bermata dua. Jika Anda tidak mampu membuat pembaca penasaran melanjutkan membaca sisanya, bisa jadi mereka malah kabur, berpindah kepada blog yang lain lagi.

Jika ada pertanyaan “Kenapa isnuansa.com nggak pakai read more?” Alasannya sangat sederhana. Tidak bisa! 😆 Entahlah, kenapa theme saya ini tidak bisa dibikin read more atau apalah sebabnya, secara manual saja dilakukan tetap tidak bisa. Ya sutralah, demi mengejar nilai page view yang lebih tinggi lagi, cara pertama ini tidak bisa saya terapkan.

2. Deep Linking.

Saya lebih menyukai istilah John Chow ini. Deep linking adalah ketika kita memberikan link kepada postingan kita yang lain, spesifik kepada judulnya, bukan kepada halaman home blog kita.

Sekali lagi, gunakan anchor text dan keyword yang tepat. Tetapi, saya terkadang juga menyukai sedikit kreasi, dengan menggunakan kata-kata yang justru agak tidak berhubungan dengan keyword yang dimaksud.

Memang, untuk sebagian blogger yang membutuhkan informasi tentang tema sejenis, akan kecewa karena mendapati tulisan yang dilink ternyata tidak sesuai harapan. Tetapi setidaknya jika kita menggunakan kata yang menarik minat orang lain untuk mengklik, kita akan memperoleh page view lagi.

3. Berikan Lebih Banyak Alternatif.

Pasang Daftar Tulisan Terbaru, Kategori Tulisan, Tulisan Terpopuler, dan Related Post. Dari daftar-daftar tersebut, memungkinkan pengunjung blog memiliki banyak alternatif tulisan untuk dibaca.

Secara alamiah, jika pembaca blog menyukai gaya tulisan kita, atau menganggap tulisan kita berguna bagi mereka, maka biasanya tidak akan segan untuk membaca tulisan kita yang lain.

Buat daftar-daftar tersebut mudah untuk ditemukan dan dapat pula memakai judul yang mengajak pembaca mengklik lebih jauh. Most Popular Post [tulisan paling populer] biasanya menarik minat blogger lain untuk mengetahui seperti apakah isi tulisan tersebut.

Jangan harap pembaca akan membuka tulisan Anda lebih banyak lagi, jika kualitas tulisan Anda tidak bagus. Tentu, content is the king adalah rahasia yang paling utama.

4. Memberikan Do Follow.

Sudah bukan rahasia lagi, jika status do follow adalah magnet tersendiri untuk para pengejar backlink. Kolom komentar dofollow menjadi incaran banyak blogger, terutama buat para peserta kontes SEO yang sedang melakukan optimasi blognya.

Do follow dapat Anda pilih sebagai batu loncatan untuk mengenalkan blog Anda kepada pembaca yang lebih luas, sehingga mereka akan rajin berkunjung menuju blog Anda sekaligus ‘mengobrak-abrik’ postingan Anda yang lebih lama, untuk mengetahui masih adakah tempat untuk berkomentar yang belum banyak peminatnya.

Tetapi, jenis pembaca seperti itu tidak akan banyak yang loyal, ketika Anda sudah merubah status blog kembali menjadi no follow. Hanya akan ada beberapa ‘yang tertinggal’ menjadi pembaca setia.

Tentu, jika kembali ke content is the king, tidak peduli lagi status do atau no follow yang Anda berikan, pembaca tetap akan berdatangan.

5. Kompetisi Top Komentator.

Memasang link menuju blog pemberi komentar terbanyak, menyebabkan pengunjung Anda berlomba-lomba memberikan komentarnya sebanyak-banyaknya.

Tetapi [:mrgreen: dari tadi tetapi melulu nih], kini pemasangan widget top komentator tidak seampuh dulu lagi dalam menaikkan jumlah page view halaman blog kita. Tanya kenapa?

Alih-alih mereka mengklik membuka tulisan kita yang lain, mereka kini rupanya lebih suka untuk [dengan sengaja?] memberikan komentar berkali-kali pada satu tulisan yang sama! [Bahkan ada yang sampai 5-10 kali!] Mau bukti? Jangan deh. Nanti saya kena amuk massa…

Salah satu teman bahkan memberikan reward khusus kepada top komentator setiap bulannya dengan mereview khusus blog pemberi komentar tersebut. Great idea!

Sepertinya cukup dulu deh, saya belom mampu melanjutkan daftar ini sampai 6, 7 atau bahkan 10. 😥

Semoga bermanfaat. Ada yang tahu cara lain meningkatkan page view?