Komentar Di Tulisan Terbaru Saja, Ya!

Hari ini saya mampir ke sebuah blog. Terasa sepi. Padahal biasanya selalu disesaki oleh komentar. Kebetulan juga, saya iseng berkunjung ke sebuah blog yang sudah hampir setahun tidak saya kunjungi lagi, padahal dulu tulisannya selalu  saya suka. Selalu mengagumi caranya bercerita yang begitu personal. Seperti biasa, blognya juga sepi komentar. Tetapi, rupanya dia masih rajin menulis. Baguslah, kalau masih banyak yang menulis blog tidak sekedar uang, uang dan uang di benaknya. đŸ˜†

Komentar di tulisan kita, bagaimanapun juga mempengaruhi cara kita ngeblog. -Baiklah, selalu saja ada pengecualian. Dan saya acungi jempol buat yang tidak terpengaruh.- Komentar itu seperti beban. Kewajiban untuk berkomentar balik ini rupanya tak jauh beda tingkatannya dengan kewajiban kita menulis yang berguna untuk orang banyak. Sama-sama penting. Yang susah adalah mengalokasikan waktunya, apalagi jika komentar yang kita dapat sudah mulai banyak.

Dan saya mendapat teguran teman blogger karena aturan komentar di blog saya semakin longgar sehingga banyak spam yang masuk. Tapi saya juga sempat dihubungi melalui email saat saya menutup form komentar di tulisan lama. Bingung sebenernya, mau pilih resiko yang mana. Beberapa waktu lalu saya memang mengaktifkan “Automatically close comments on articles older than
days
“. Dan demi mengurangi banyaknya komentar yang tak perlu, saya berencana mengaktifkannya lagi. Maaf.

Trafik Tinggi Tanpa Blogwaking Dan Komentar

Mana bisa tuh! Saya sehari-hari publish tulisan, dilanjutkan dengan blogwalking dan meninggalkan komentar di blog lain. Nggak mungkin bisa mendatangkan trafik tinggi menuju blog kita tanpa melakukan dua kegiatan utama: blogwalking dan komentar.

Itu, cara lama.

Cara lain, ya pake SEO.

Berhasil?

Bisa. Tapi resikonya kehilangan teman. Mau? :mrgreen: