Blogger Kurang Kerjaan

Apa jadinya jika seorang blogger sudah mulai kurang kerjaan? Dia akan menyalurkan kelebihan energinya untuk mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat. Padahal, sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan.

Sudah lama saya mengetahui bahwa selain ada Komentator Yang Menyamar di blog ini, ada pula blogger iseng kurang kerjaan. Apa yang dilakukannya? Membuat blog khusus untuk memposting ulang tulisan saya. Sengaja saya nggak kasih link, nanti rekan-rekan datang ke sana, dia seneng, kerjaannnya dilihat banyak orang, hehehe…

Entah apa tujuan pastinya saya nggak tahu, tetapi saya menebak, dia melakukan itu agar posisi tulisan saya di SERP turun. Tujuannya supaya Google mendeteksi adanya DUPLICATE CONTENT, dan tulisan saya mendapat hukuman diturunkan dari posisi 1 di Google. Kalau sudah turun posisinya, maka pengunjung blog ini menjadi sepi.

Tapi tak semudah itu pelaksanaannya. Toh, setelah beberapa bulan blogger kurang kerjaan itu beraksi, blog saya baik-baik saja. Malah makin bagus. Makin ngetop. :mrgreen:

Yayang Google tetep seneng-seneng saja dengan tulisan-tulisan saya. 😳 Bahkan, mudah-mudahan, dengan semakin banyaknya tulisan saya, makin banyak pula yang naik posisi setelah saya sundul dengan memberikan link [dari blog ini-ini juga].

Yang aneh, minggu kemarin saya mendapati satu lagi blog baru yang melakukan hal yang sama. Malah lebih parah: tulisan saya disandingkan dengan berbagai konten porno. 😯

Weleh, weleh. Ada-ada aja ya otak kotor manusia bekerja.

Saya, meski sedikit jengkel, nggak akan memikirkan hal-hal seperti itu sebagai sebuah hambatan dalam ngeblog. Niatan saya hanya belajar menulis dan menulis. Jika ada yang nggak suka dengan tulisan-tulisan saya, ya kebangetan, wong yang saya tulis ya cuma hal remeh temeh saja kok, nggak ada yang spektakuler.

Energi saya ya hanya akan saya curahkan untuk mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan yang lebih baru. Syukur-syukur jika [sedikit] berguna bagi pembaca lainnya. Jika tidakpun, ya dinikmati sendiri saja, hahaha…

Kembali kepada blogger kurang kerjaan itu tadi, mbok ya, kalo pengen dengan keberhasilan orang lain, dipelajari apa rahasianya, bagaimana cara meraihnya, bukan dengan melakukan hal-hal yang malah menyita waktu dan tidak menghasilkan apa-apa selain dosa. 👿 Itupun kalo kenal dengan yang namanya dosa. 😉

Saya banyak membaca tulisan-tulisan blogger lain yang memasang banner-banner Pay Per Click atau menjalankan bisnis Google Adsense, juga sering diisengi oleh ‘lawan’nya dengan cara mengklik berkali-kali banner atau iklan yang ada, dengan tujuan supaya yang bersangkutan di banned. Itulah makanya, biasanya blog yang digunakan sebagai ‘ladang uang’ dirahasiakan keberadaannya dari blogger lain, supaya tidak ada yang mengisengi dengan sengaja.

Untungnya, pihak penyelenggara juga makin pintar, kecurangan tersebut bisa diatasi dengan peraturan yang hanya menghitung satu klik yang pertama saja, dan klik selanjutnya diabaikan. Si blogger usil tinggal gigit jari, usaha untuk mengerjai lawan sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara tersebut.

Isnuansa dot com sampai saat ini belum mengikuti program-program Pay Per Click atau program semacam Google Adsense yang kini juga sudah ada di Indonesia, karena masih merasa trafik yang ada belum terlalu tinggi. Masih menunggu beberapa waktu lagi sampai siap dipasangi iklan jenis itu.

Yang bisa dilakukan kini ya kembali lagi: menulis. Jika blogger kurang kerjaan berhasil menurunkan peringkat salah satu tulisan saya, setidaknya saya sudah mempunyai banyak stok baru untuk menduduki peringkat yang bagus di mata Yayang Google. Waktu saya masih cukup banyak kok, untuk menghasilkan tulisan-tulisan bagus yang lain, bukan saya buang-buang untuk melakukan hal-hal seperti orang yang kurang kerjaan itu. 😆

Apakah Anda pernah juga diisengi blogger lain?

Pro Dan Kontra Duplicate Content

Banyak yang menyarankan untuk menghindari duplicate content, meskipun ada juga yang tidak peduli dengan hal itu. Duplicate content tentu erat hubungannya dengan yang sering kita sebut copas, copy paste.

Untuk beberapa blogger, menulis bukanlah hal yang sulit. Hanya berbekal komputer dan segelas kopi panas, beberapa tulisan dapat dihasilkan. Tetapi tidak sedikit yang gagal menulis untuk blognya. Jangankan untuk update setiap hari, seminggu sekali saja membutuhkan usaha ekstra keras membuat sebuah tulisan yang layak dibaca oleh orang lain.

Karena sulitnya menulis itulah, praktek copy paste yang menghasilkan duplicate content menjadi marak di dunia maya. Mudahnya cara mendapatkan tulisan dalam tiga langkah praktis: mencari dengan kata kunci tertentu di search engine, mengkopi, dan ‘memastenya’ [entah kata tersebut tepat atau tidak, hehe..] di halaman blog, menjadikan duplicate content menjadi sulit dihindari.

Kita tidak bisa setiap saat memantau, apakah tulisan kita ‘dicuri’ atau tidak oleh orang lain, meski ada alat yang dapat mendeteksinya seperti di website copyscape. Praktek menggandakan sesuatu adalah hal yang sudah dianggap wajar di negara kita, padahal hak cipta [katanya] dilindungi oleh Undang-Undang.

Duplicate content menjadi sebuah hal yang mengkhawatirkan, karena beberapa menyatakan bahwa mesin pencari tidak menyukai hal tersebut. Mereka tidak mau menampilkan hasil pencarian dimana keseluruhan halaman adalah tulisan yang sama. Mereka mau memberikan informasi yang berguna bagi pencarinya.

Lantas, bagaimana jika tulisan kita ternyata ada yang mengkopasnya? Mesin pencari konon mampu membedakan mana tulisan yang asli dan mana yang tukang kopinya. Mereka memiliki rekaman halaman mana yang terlebih dahulu mereka indeks, sehingga yang ‘belakangan’ membuatnya dianggap sebagai halaman tiruannya, duplicate content. Halaman duplicate content memiliki kemungkinan untuk tidak diindeks oleh mesin pencari.

Untuk yang kontra dengan duplicate content, mereka menyarankan menghindari sejauh-jauhnya praktek kopi paste tulisan orang lain.

Tentu saja ada yang pro dengan duplicate content. Mereka tidak terlalu khawatir jika tulisannya disebarkan kembali oleh orang lain. Biasanya dengan syarat memberikan link kepada sumbernya.

Saya sendiri berada pada dua posisi. Tidak ingin tulisan saya diambil sembarangan oleh orang lain. Tetapi juga tidak terlalu khawatir jika ada yang menggunakan tulisan saya di blog mereka. Beberapa blogger bahkan malah menambahkan fasilitas semacam fungsi ‘kopi paste’ jika ingin menggunakan tulisannya pada blog lain. Tentu disertai dengan credit link.

Sebutan pro pada duplicate content dalam diri saya di satu sisi mungkin agak kurang tepat, artinya, saya menyarankan sebaiknya menghindari mengkopi paste tulisan milik orang lain, tetapi jika memang ada yang mau menggunakan tulisan saya pada blog Anda, saya mempersilahkannya selama memberikan link kepada isnuansa.com. Dengan demikian tetap mengakui saya sebagai penulis aslinya. Untuk search engine, saya percaya bahwa mereka pintar membedakan mana yang asli dan mana yang mengkopi.

Toh, sebagai pemilik tulisan yang asli, kita tidak bisa menghindari tulisan kita diambil oleh orang lain [Bisa sih, dengan menggunakan plugin/alat anti kopi paste, tetapi saya belum tahu caranya]. Biarlah search engine yang menentukan hasilnya. Meski saya agak khawatir juga karena pernah membaca sebuah tulisan hasil kopi paste posisinya di search engine lebih unggul daripada website aslinya.

Pilihan ada di tangan Anda, jika tidak mau tulisannya dikopi semena-mena oleh orang lain, coba temukan tukang paste tersebut dan melaporkannya pada search engine dengan fasilitas report as spam. Mudah bukan?

Pernahkan tulisan Anda dikopi paste oleh orang lain sehingga menghasilkan duplicate content?

——————————————————-

Tulisan lain yang perlu Anda baca: