Resep Bekal Piknik Cantik Bareng Balita

Saya pengen piknik di taman ngajak Diana. Beberapa waktu lalu belum bisa terlaksana karena mikirin gimana masak bekelnya. Pengennya sih piknik di hari kerja, supaya taman juga nggak padet-padet amat, karena biasanya taman menjadi penuh orang saat liburan akhir pekan. Pas kesempatan bisa pergi di hari kerja, saya tentu nggak menyia-nyiakannya. Langsung bangun di pagi buta buat masak bekel piknik, sesuatu yang langka banget bisa saya lakukan karena biasanya bangun siang, hahaha.

Bekel piknik ini sudah dirancang yang segampang mungkin dan nggak pakai ribet. Tentunya, juga nggak pakai yang berkuah-kuah ya. Langsung deh, saya cari ide bergerilya menclok sana-sini ke berbagai blog, dan ketemulah sama resep nasi bakar yang kayaknya sedep kalau dibawa piknik. Oke deh kalau begitu, sepulang kerja mampir dulu ke super market buat beli keperluan masaknya. Kebetulan Olive Oil di rumah juga sudah habis, jadi sekalian beli deh.

Memasak Bekal Piknik, Nasi Bakar Sehat
• Prep time: 10 min
• Cook time: 30 min
• Total time: 40 min
• Yield: 3
• Difficulty: easy
• Recipe type: Breakfast

Ingredients:
• 400 gram beras, cuci bersih
• 2 tangkai daun bawang, iris tipis
• 50 gram jamur, iris tipis
• 25 gram teri, goreng
• ½ sendok teh garam
• 100 ml Olive Oil untuk menggoreng teri
• 3 sendok teh Olive Oil untuk menumis
• 250 ml santan
• 500 ml air
• Bumbu halus: 3 butir bawang merah, 2 butir bawang putih, 1 butir kemiri, 2 cm kunyit.
• 1 gulung daun pisang

Directions:
• Tumis bumbu halus dengan Olive Oil sampai harum.
• Masukkan beras, jamur, teri yang sudah digoreng, daun bawang, air, santan dan garam, lalu masak hingga airnya habis.
• Kukus hingga matang menjadi nasi.
• Bungkus nasi dengan daun pisang hingga bentuknya mirip dengan nasi timbel. Padatkan dan semat dengan lidi.
• Bakar nasi sampai berbau harum. Siap digunakan sebagai bekal piknik.

Siiiplah! Sebelum jam 7 pagi, semua sudah siap. Saya siapkan bekal dan memasukkan ke dalam tas, suami bertugas memandikan dan memakaikan baju ke Diana. Jam 8, waktu yang pas buat berangkat piknik. Orang-orang yang ngantor dan sekolah pagi sudah sampai, dan jalananpun sudah agak lenggang dibandingkan hiruk-pikuk di pagi hari.

Sampai Taman Surapati, langsung cari pohon yang rindang dan gelar tiker. Buka bekelnya dan mulai sarapan. Diana lahap bener lho, makan nasi bakar teri ini.  Setelah menyantap bekal, siap-siap deh ngajak Diana jalan-jalan di sekeliling taman. Udara yang segar, perut yang kenyang dengan makanan sehat dan tempat bermain yang luas, jadi bikin piknik bersama keluarga jadi ceria!

Extra Virgin Olive Oil, Sumber Omega 3 Otak Si Kecil

Extra Virgin Olive Oil

Selama ini sudah sering denger kan soal ALA, DHA, EPA yang dibutuhkan oleh pertumbuhan otak si kecil? Yap! Berbagai macam iklan susu formula yang berlomba-lomba menambahkan kandungan minyak esensial itu ke dalam produk mereka. Suplementasi zat-zat tersebut ke dalam susu formula, dikarenakan pada susu sapi, ALA, DHA dan EPA tersebut tidak ada, sedangkan pada ASI ada.

Jadi, apa sebenarnya ALA, DHA dan EPA tersebut?

Mereka adalah 3 tipe utama dari lemak sehat Omega 3. ALA (alpha-linolenic acid), DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid) bersama-sama dengan AA (arachidonic acid) atau Omega 6, sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak bisa diproduksi sendiri. Fungsi lemak Omega 3 ini adalah untuk pertumbuhan sel otak, mengatur sistem saraf, memperkuat sistem kardiovaskular, meningkatkan kekebalan, dan membantu tubuh menyerap nutrisi. Omega 3 juga penting untuk fungsi otak yang sehat dan penglihatan.

Sumber Omega 3 yang selama ini sudah banyak diketahui oleh umum adalah telur, ikan (kembung, kakap, salmon, tongkol, tuna), brokoli, alpukat, kacang (kedelai, kenari), bayam dan susu (yang telah ditambahkan suplementasi tersebut). Oiya, ada satu lagi yang terkenal sebagai suplemen buat si kecil, yang bahannya minyak hati ikan cod. Yang belum terlalu populer adalah belut dan lele, yang juga sumber Omega 3 yang baik. Satu lagi: Extra Virgin Olive Oil. Makanan-makanan tersebut bisa disebut “brain food”.

Olive Oil itu mengandung 9,7% Omega 6 dan 0.76% Omega 3. Menurut BabyCenter, anak usia 1 hingga 3 tahun, setidaknya membutuhkan 7.000 miligram Omega 6 dan 700 miligram Omega 3 dalam sehari. Anak usia 4 hingga 8 tahun membutuhkan 10.000 miligram Omega 6 dan 900 miligram Omega 3 dalam 1 hari. Tetapi kabar gembiranya, kebutuhan tersebut tidak harus dipenuhi setiap hari, tetapi bisa dipenuhi sekaligus dalam beberapa hari atau satu minggu.

Bagaimana memberikan Extra Virgin Olive Oil ke makanan si kecil?

Ini yang paling gampil sebenarnya. Extra Virgin Olive Oil biasanya digunakan untuk dressing salad. Nah, untuk memperoleh manfaat yang paling optimal, Extra Virgin Olive Oil ini bisa langsung ditambahkan ke dalam makanan si kecil, sesaat sebelum diberikan. Contohnya? Saya biasa menambahkan satu sendok Extra Virgin Olive Oil dalam semangkuk sup. Atau dalam semangkuk sayur bayam. Masukkan saja, nggak perlu khawatir rasanya berubah. Justru makin yummy, kok.

Putu Ayu, Diana’s Favorite Traditional Cake

Diana itu makannya nggak terlalu susah. Tetapi, kadangkala memang agak sedikit susah kalau makan nasi. Lebih rakus kalau nyemil. Tiap kali lihat temannya lagi pegang snack, langsung aja pengen. Emaknya yang kelimpungan, karena menghindari Diana terbiasa makan snack instant dalam kemasan. Makanya, harus pinter-pinter bikinin makanan yang sehat, dan agak mengenyangkan, supaya nafsunya ke snack ber-MSG berkurang.

Nah, sengaja saya masak kue tradisional yang gampil. Bahannya juga nggak susah, tinggal beli di warung deket rumah semua ada. Dan yang terpenting, anak saya doyan banget kalau sudah mateng. Yuk, diintip, gimana saya bikin sendiri kue Putu Ayu di rumah.

Memasak Putu Ayu Sendiri Di Rumah
• Prep time: 10 min
• Cook time: 40 min
• Total time: 50 min
• Yield: 15
• Difficulty: easy
• Recipe type: Snack

Ingredients:
• 100 gram kelapa parut ditambah sedikit garam
• 3 butir telur
• 100 gram gula pasir
• 5 sendok makan Ekstra Virgin Olive Oil
• 1 sendok teh emulsifier
• 200 gram tepung terigu protein sedang
• 50 gram santan kental instan
• 50 ml air
• 3 sendok teh Olive Oil
• 3 tetes pewarna hijau
• ¼ sendok teh garam

Directions:
• Campur rata kelapa parut ditambah sedikit garam, lalu kukus sebentar. Sisihkan.
• Kocok telur, gula pasir, Ekstra Virgin Olive Oil dan emulsifier sampai putih dan mengembang.
• Matikan mixer, masukkan sedikit demi sedikit tepung terigu, santan, air, pewarna dan garam.
• Aduk rata, hingga bahan tercampur sempurna.
• Siapkan cetakan, lalu olesi tipis-tipis dengan Olive Oil, masukkan kelapa parut kukus dan sedikit tekan ke dasar cetakan.
• Tambahkan adonan hingga cetakan tersisi ¾ bagian, kemudian kukus selama kurang lebih 15 menit hingga matang. Tips: jangan lupa mengalasi tutup panci pengukus dengan kain, gunanya untuk menghindari uap air jatuh ke adonan dan mengakibatkan kue menjadi bantat.
• Putu Ayu siap dihidangkan menjadi camilan yang sehat buat anak.

Putu Ayu Ala Isnuansa

Catatan:
Di dalam resep, dibutuhkan 2 macam Olive Oil, yaitu jenis Ekstra Virgin dan Olive Oil biasa. Yang Ekstra Virgin Olive Oil, dicampurkan ke dalam adonan, yang bisa memperkaya rasa Putu Ayu. Ekstra Virgin Olive Oil juga merupakan lemak yang sehat, sehingga cocok ditambahkan saat memasak snack untuk anak kita. Sedangkan Olive Oil digunakan untuk mengolesi cetakan supaya tidak lengket saat dikeluarkan.