Mengorbankan Gravatar Demi Bisa Berkomentar

Apa enaknya ngeblog tanpa jalan-jalan membaca tulisan orang lain dan berkomentar? — Nunik, yang lagi kesel sama Matt.

Saya mau protes sama Matt, tapi nanti pasti gantian diprotes; “Emangnya siapa lo?” :mrgreen: Ya sudah, bisanya menerima saja untuk sementara apa yang sudah diputuskannya. Mengalah dengan cara mengorbankan gravatar saya demi bisa berkomentar di blog yang masih numpang di WordPress.Com.

Awalnya, seperti biasa saya berkunjung ke blog-blog yang telah terlebih dahulu memberikan komentarnya di blog saya. Jika tertarik dengan tulisannya, sayapun mencoba mengetikkan komentar. Tiba-tiba ada notifikasi: “That email address is associated with an existing WordPress.com (or Gravatar.com) account. Please click the back button in your browser and then log in to use it.”

Kaget. Karena saya sudah nggak ingat lagi, email saya itu saya pakai untuk mendaftarkan blog yang mana. Setelah saya cek, dengan beberapa kali percobaan memasukkan password (lupa juga saya passwordnya apa), akhirnya bisa login juga. Tapi, dhuaaarrr, itu blog kan sudah bertahun-tahun yang lalu tak pernah lagi saya masuki. Masak setiap kali saya berkomentar saya harus login ke dalam blog yang tidak saya pakai?

Entah alasan logis apa yang menyebabkan Pak Matt memberlakukan peraturan gila semacam itu. Pengen rasanya boikot, nggak usah komentar lagi di blog-blog yang masih numpang sama Matt, tapi kok ya itu kejam namanya. Blogger yang numpang kan nggak bersalah. Mereka harus patuh sama yang punya rumah. Tak mau menyerah, saya mencoba berbagai cara, supaya tetap bisa berkomentar dengan gambar avatar yang selama ini saya pakai demi konsistensi. Bikin gravatar baru dengan email baru. Nggak menyelesaikan masalah, karena tetap syaratnya: harus login! FTW!

Mungkin, ada yang akan nyinyir mengomentari, login aja kok repot! Ya, buat saya memang repot. Kalau komputer kita pakai sendiri sih, mungkin nggak akan masalah, tapi kalau yang masih gantian seperti saya dan suami, yang sama-sama blogger dan sama-sama pengen blogwalking juga, pasti repot! Iya, ini derita saya, lha emang ini lagi curcol kok. 😀

Meski saya tahu betapa pentingnya sebuah gravatar saat blogwalking, demi berkomentar di blog yang masih numpang di Matt, akhirnya saya masa bodoh, komentar tanpa gravatar.