Keuntungan Guest Blogging Dan Tips Mengundang Blogger Tamu di Blog Anda

Menjadi blogger kini seperti halnya menjadi anggota di jejaring sosial, dan semua orang yang melek internet pasti pernah mendengar kata blog. Yup, karena memang tak ada yang susah dari aktivitas blogging. Tinggal menulis, edit dan publish, semudah itu.

Namun setelah beberapa lama, kita pun mulai berfikir lebih jauh. Dapat menulis dan tulisan kita terlihat secara online tak lagi cukup. Kita ingin yang membaca blog kita bukan hanya teman dekat, keluarga atau satu-dua blogger. Kita ingin lebih. Lalu apa yang harus diperbuat?

Dari blogger-blogger senior pasti Anda sering mendengar saran-saran berikut:

  • Tulis konten berkualitas
  • Pelajari dan terapkan SEO
  • Blogwalking dan networking dengan blogger-blogger lain

Ok, saran-saran itu pun kita lakukan. Sebulan, dua bulan, well, ternyata pengaruhnya tak terlalu signifikan.Trafik masih stagnan, dan interaksi dengan blogger-blogger lain – baik lewat komentar, jejaring sosial maupun email – juga tak menunjukkan hal yang menggembirakan. Apa gerangan yang salah? Adakah cara lain tuk lebih meningkatkan visibilitas blog kita di mata blogosphere dan Google?

Jawabnya, ada. Ada dua cara tambahan yang jitu dan kadang terlewatkan oleh para blogger, yaitu: satu, submit artikel ke portal berita yang menampung tulisan-tulisan blogger, seperti Vlog misalnya; dan dua, menulis di blog lain yang memiliki pengunjung loyal cukup banyak.

Cara pertama – bila Anda cukup beruntung dan pihak portal berita menyukai artikel yang kita submit – akan memberikan trafik yang tak sedikit, bahkan kadang bisa melebihi ekspektasi awal. Itu kelebihannya. Kekurangannya? Artikel Anda takkan berumur panjang, alias lambat-laun akan tenggelam oleh artikel-artikel kiriman blogger lain yang tak kalah mempesonanya, karena memang siklus pemunculan artikel baru di sana sangat padat.

Bagaimana dengan guest blogging? Ok, mari kita bahas bersama-sama.

Ya, mengapa harus guest blogging?

Kalau Anda perhatikan di blog Isnuansa.com ini, artikel-artikel yang disajikan tak melulu ditulis oleh sang admin. Ada beberapa artikel hasil tulisan blogger lain yang ikut di-publish, baik itu karena undangan dari admin maupun inisiatif dari pihak si pengirim. Nah, kira-kira kenapa ya adminnya sudi mempublikasikan artikel hasil tulisan orang lain, dan apa pertimbangan-pertimbangan yang mendasarinya?

Saya melihat dari kacamata saya sendiri, yaitu selaku blogger yang juga membuka kesempatan guest blogging di blog Darinholic.com, membuka kran guest blogging memberi banyak keuntungan. Seperti yang pernah saya singgung di artikel Manfaat Guest Blogging Dan Mengapa Kita Harus Memulainya Sekarang Juga, keuntungan guest blogging bagi sang admin adalah:

  • Frekuensi update artikel lebih terjaga, karena terbantu dengan adanya artikel hasil kiriman blogger lain.
  • Blog akan makin berwarna dengan hadirnya artikel dengan gaya penyajian yang berbeda dari biasanya.
  • Mempererat keakraban antara admin dan guest blogger.
  • Menunjukkan bahwa admin adalah blogger yang serius dengan blognya. Karena dengan membuka kesempatan guest blogging, secara tak langsung hal tersebut akan menjadi cikal bakal komunitas networking untuk para blogger, walau masih berskala kecil.

Lalu, adakah keuntungan bagi si blogger tamu? Jangan-jangan ada yang berfikir: lebih enak jadi pihak adminnya dong ketimbang jadi blogger tamunya? Eits, jangan salah. Menjadi blogger tamu di blog lain juga memberikan dampak yang tak kalah mentereng-nya lho, yaitu antara lain:

  • Link berkualitas. Ini tak diragukan lagi, karena – seperti sudah menjadi kode etik yang tak tertulis – admin akan memberikan tautan spesial di tubuh artikel yang menuju ke blog blogger tamu.
  • Visibilitas, atau penampakan blog blogger tamu akan makin terlihat, karena telah memasuki ranah/segmen pembaca yang baru di blog admin. Begitu juga dari sisi SEO, Google akan memberikan kredit pada blog kita saat menemukan tautan di artikel blog lain.
  • Meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis. Ini sudah pasti, karena menulis di blog orang lain tantangannya lebih besar daripada menulis di blog sendiri.
  • Dan tentu saja, hubungan pertemanan dengan admin akan semakin erat.

Guest blogging memang belum menjadi hal yang sering diprioritaskan, tapi bila melihat keuntungan-keuntungan yang telah ditulis di atas, kegiatan ini sudah seharusnya dipertimbangkan,karena baik dari pihak admin maupun blogger tamu sama-sama diuntungkan, alias win win solution.

Hmm, lalu bagaimana ya caranya agar blog saya dapat menerima tulisan blogger lain?

Pertama, blog Anda harus memiliki topik yang sering diangkat. Meskipun blog Anda bersifat personal, tapi pasti ada tema bahasan yang menjadi kesukaan, minat dan menjadi ciri khas. Misal, Anda sering menulis tentang gadget, maka Anda berpeluang untuk membuka kesempatan blogger-blogger yang suka menulis tentang gadget tuk ikut menjadi blogger tamu di blog Anda.

Kemudian umumkan pada khalayak bahwa blog Anda membuka kesempatan guest blogging, baik lewat postingan khusus, jejaring sosial maupun email. Setelah itu, Anda tinggal memadukan cara di tahap berikutnya, yaitu cara aktif dan pasif.

Cara aktif, yaitu Anda secara aktif menghubungi langsung blogger-blogger yang Anda nilai memiliki kemampuan tuk mengulas tentang satu topik di blog Anda. Tema bahasan dapat ditentukan sendiri oleh Anda atau dapat pula mempercayakan pada blogger yang diundang untuk menentukan tema tulisan sendiri. Misal, saat saya tertarik dan ingin mengetahui tentang bagaimana caranya kegiatan berinternet bisa nyaman dan aman, saya menghubungi Cahya Legawa tuk menulis tentang tema tersebut. Hasilnya bisa Anda baca di artikel Internat Nyaman dan Aman – Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan?

Cara pasif, yaitu Anda menunggu tawaran guest blogging yang datang.

Nah, dari dua cara di atas tentu Anda sudah memperkirakan kelebihan dan kekurangannya, kan?

Jadi, tunggu apa lagi. Mari ber-guest blogging ria! 🙂

~~~

Tulisan ini karya blogger tamu Darin, boleh juga lho follow twitternya @darinholic kalau mau kenal lebih dekat. icon wink Pentingnya Memahami Kondisi Psikologis Pengunjung Blog Anda

Ingin menulis di Isnuansa.Com? Baca ketentuannya di halaman Guest Blogger ya. Ditunggu!

Mengapa Orang Mau Menjadi Guest Blogger?

Pernah [atau, berkali-kali] ditolak ketika mengajak tukar link dengan rekan blogger yang lain? Anda nggak sendirian. Karena selain sudah nggak musim :mrgreen:, tukar link bisa dianggap sebagai sebuah kegiatan yang tidak saling menguntungkan. Secara hitung-hitungan kasarnya, sebuah blog yang ber-Page Rank 4 pasti males kalau sidebarnya dipenuhi oleh link-link ber-Page Rank 0.

Nah gambaran di atas akan saya pakai untuk menjawab mention pertanyaan dari seorang teman, “Saya lihat blog Mbak Nunik isinya Guest Post melulu. Gimana sih caranya menarik orang lain supaya mau menulis di blog kita?”

Jawabannya adalah, Guest Post merupakan sebuah kegiatan yang lebih saling menguntungkan jika dibandingkan dengan bertukar link. Tentu saja ada persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh sebuah blog, sebelum dia siap membuka Guest Post di blognya. Jika syarat tersebut belum dipenuhi, ya orang akan malas menulis untuk blog tersebut.

Pada umumnya, sebuah blog sudah layak menerima tulisan dari orang lain jika blognya telah memiliki Page Rank, Alexa, dan trafik kunjungan [pembaca loyal] yang cukup. Hal tersebut penting karena, seorang Guest Blogger akan “dibarter” waktu dan usahanya untuk menulis dengan backlink berkualitas dan kunjungan dari pembaca blog yang menerima Guest Post tersebut.

Dan tidak hanya hitung-hitungan yang bersifat material seperti di atas, proses Guest Blogging juga melibatkan persahabatan. Bisa jadi, tanpa embel-embel Page Rank, backlink, dan trafik, seorang teman akan tetap mau menulis untuk blog kita. Beberapa orang bahkan tak hanya sekali saja menulis untuk saya, Bli Wira, Mas Imron, Satrya, Mas Darin, sudah menulis masing-masing dua judul di blog saya.

Mas Imron Rosyidi memberitahu saya via email, bahwa beliau mau menulis di blog saya salah satunya untuk mengasah kemampuan menulis. Karena blognya bukan tentang blogging, dan di Isnuansa.Com menulis tentang blogging, orang akan mengetahui kapasitas kemampuan menulisnya luas. Guest Blogging juga meluaskan networkingnya. Dan katanya, menulis Guest Post di Isnuansa itu mudah! Beliau pernah menulis untuk blog lain dan ditolak. Di Isnuansa.Com seingat saya, hanya pernah meminta penulis untuk merevisi beberapa tulisannya yang salah ketik [typo] saja.

Bahkan, Mas Darin membuatkan saya artikel khusus [lagi] yang akan tampil tiga hari ke depan dengan judul “Keuntungan Guest Blogging dan Tips Mengundang Blogger Tamu di Blog Anda“. Nantikan, ya!

Atau, teman-teman mau berbagi, sudah pernah menulis Guest Post di blog orang lain? Kenapa mau menulis di sana?

Guest Blogger Perlu Dikaji Ulang?

Pesan: Mohon tidak berkomentar jika Anda hanya membaca cepat (fast reading). Saya harap Anda benar-benar mengerti, baru berkomentar pada tulisan ini. Terimakasih.

Waduh, agak lucu juga kejadian yang saya alami saat blogwalking tadi malam. Saya menemukan hal yang sangat langka kalau saya boleh bilang. Tidak ada maksud apapun dari tulisan saya ini, hanya berbagi cerita saja. Entahlah apa yang bisa dipetik, semoga saja jika yang bersangkutan membaca tidak sakit hati karena saya tidak akan menyebut nama.

Continue reading “Guest Blogger Perlu Dikaji Ulang?”