Pemenang 250 Years Guinness

Sekitar dua minggu yang lalu saya mengikuti sebuah kompetisi penulisan blog yang diadakan oleh Guinness Indonesia untuk memperebutkan hadiah jalan-jalan ke Dublin merayakan 250 Tahun berdirinya Guinness.

Saya mengetahui informasi adanya kompetisi tersebut dari beberapa rekan yang saya ikuti perkembangan blognya melalui feed reader saya, dan di sana diposting tulisan tentang Dublin. Karena penasaran, saya segera meluncur ke blog penyelenggara lomba.

Setelah membaca persyaratannya yang tidak terlalu rumit, saya kemudian memutuskan untuk mengikuti kompetisi dan bersaing dengan beberapa nama yang sudah begitu terkenal di kalangan blogger.

Ada satu yang saya sadari mungkin sebagai kelemahan saya dalam mengikuti penulisan blog tentang Guinness ini. Pemasangan banner sebagai syarat keikutsertaan lomba tidak saya cek dengan teliti. Karena sidebar saya tidak bisa dipasang widget, untuk menambahkan widget saya harus mengedit halaman Sidebar.php dengan benar. Karena terburu-buru, mungkin banner saya tidak bisa muncul dengan sempurna.

Dalam beberapa hal, seperti sitemeter, meskipun di komputer saya tidak bisa muncul, ketika saya buka di komputer lain akan muncul. Entah ini disebut apa, saya kurang begitu mengerti. Makanya saya berasumsi saja: Banner Guinness-nya nggak bisa muncul hanya di komputer saya saja. Toh, sitemeter juga begitu, tapi di buka di komputer lain ada. Dan saya merasa sudah benar dan tepat dalam mengedit halaman Sidebar.php.

Cerobohnya, saya tidak memastikan apakah banner tanda keikutsertaan tersebut benar-benar bisa muncul dan terlihat di sidebar atau tidak. Saya hanya percaya sepenuhnya kepada asumsi saya.

Dan beberapa hari yang lalu, seharusnya sudah diumumkan siapa pemenang kompetisi Guinness tersebut. Di websitenya sih, saya cari belom ada, tetapi karena katanya pemenangnya dihubungi lewat telepon, dan saya sampai sekarang tidak ditelepon, berarti saya belom menang.

Buat siapapun yang menang.
Selamat ya!

Meski saya belum beruntung, saya tetap semangat untuk mengikuti kompetisi yang lainnya, siapa tahu bisa menang di tempat lain. Sekarang ini saya sedang menunggu pengumuman Kompetiti Penulisan Blog dalam rangka Ulang Tahun Ke-11 DetikCom. Tulisan saya bisa dibaca di Blogdetik saya. Doakan ya, teman-teman. 😉

Perjalanan 250 Years Guinness

Arthur Guinness

arthur-guinness

Pusat dari seluruh bisnis GUINNESS adalah Sir Arthur Guinness, pendiri perusahaan, anak dari pasangan Richard dan Elizabeth Guinness. Lahir di Celbridge, County Kildare, Irlandia tahun 1725.

Pada usia 27 tahun Arthur Guinness memperoleh warisan dari Ayah baptisnya, Pastur Arthur Price sebesar 100 poundsterling. Arthur Guinness mendirikan pabrik pembuatan bir dari uang warisan tersebut, di Leixlip, 17 kilometer dari Dublin.

Arthur kemudian menyewa pabrik dan mulai membuat bir di St. James’s Gate, Dublin, pada tahun 1759. Inilah awal dimulainya bisnis GUINNESS di seluruh dunia hingga kini memasuki tahun ke 250.

Arthur Guinness meninggal pada usia 78 tahun dan mewariskan kemampuan meracik bir kepada sang anak, Arthur Guinness II.

Proses Pembuatan Bir GUINNESS

Bahan utama pembuatan bir GUINNESS adalah barley dengan kadar malt tinggi yang dibakar, ekstra hops, ragi khusus dan air. GUINNESS sendiri mengakui bahwa bahan utama pembuatan bir, selain yang disebutkan di atas adalah: inspirasi dan proses penyempurnaan.

Ada sembilan langkah utama dalam pembuatan bir GUINNESS yaitu meliputi pemilihan bahan baku, penggilingan, penggerusan, pemisahan, pendidihan, fermentasi, penyempurnaan, proses pengemasan dan kemudian dapat dinikmati.

The Beer

Ada tiga jenis bir GUINNESS yaitu The Extra Stout [yang tidak dijual di Indonesia], The Foreign Extra Stout yang diramu dari ekstra hops dan roasted barley [jenis Extra Smooth dari The Foreign Extra Stout tidak dijual di Indonesia], dan yang terakhir adalah Draught Guinness [tidak dijual di Indonesia].

Iklan GUINNESS

GUINNESS membuat banyak iklan untuk memasarkan produk. Iklan pertama yang dipublikasikan adalah slogan “GUINNESS is Good For You”. Iklan GUINNES terbaru di Indonesia adalah “Tipping Point” versi Irlandia karya sutradara Nikolai Fuglsig, yang menceritakan kejadian berantai dari penyaluran energi kehidupan dari dalam kaleng GUINNES Draught. Masyarakat merayakan dengan melakukan ‘toast‘ sebelum meminum GUINNESS mereka.

Pabrik GUINNESS

Yang pertama didirikan di luar Irlandia adalah di Park Royal, London. Sedangkan pabrik pertama yang dibangun di luar Irlandia dan London adalah di Nigeria, tahun 1963. Selanjutnya, Malaysia adalah negara tempat dibangunnya pabrik GUINNESS tahun 1965 dan diresmikan langsung oleh PM Tengku Abdul Rahman 19 Maret 1966. Di Indonesia, GUINNESS mendirikan PT. Guinness Indonesia di bawah kepemimpinan Patrick Lawlor. Pabrik GUINNESS di Indonesia dibangun atas kesepakatan dengan PT. Multi Bintang Indonesia.

Pasar GUINNESS di Indonesia

Menurut John Galvin, Technical Advisor GUINNESS Indonesia, pasar bir hitam sudah 34% dikuasai oleh GUINNESS. Sebuah pencapaian yang baik, Indonesia adalah pasar terbesar GUINNESS di Asia Pasifik, dan masuk pasar ke-6 terbesar di dunia. Wow!

Lima negara penjualan bir GUINNESS tertinggi selain Indonesia adalah berturut-turut: Inggris, Irlandia, Nigeria, Amerika Serikat dan Kamerun.

Meskipun saat ini masyarakat Indonesia masih lebih memilih mengkonsumsi minumal beralkohol jenis bir putih seperti Vodka dan JackDaniels, penjualan GUINNESS di Indonesia semakin meningkat.

Master Brewer

Salah satu Master Brewer yang dimiliki oleh GUINNESS adalah Fergal Murray. Murray bergabung dengan GUINNESS tahun 1983 dan sepuluh tahun kemudian, 1993, lulus dari salah satu institut pembuatan bir di London dan bergelar sarjana pembuat bir [brewing degree].

Perayaan G250

Dalam rangka merayakan 250 tahun GUINNESS [1759-2009], GUINNESS memberikan kesempatan kepada Anda semua untuk mengikuti kompetisi foto dan penulisan blog dengan hadiah terbang ke Dublin merayakan G250 bersama rekan-rekan dari seluruh penjuru dunia.

Reference:

1. Wikipedia Indonesia
2. Guinness
3. mix.co.id
4. Perempuan.com