Makan Daging Kelinci Bikin Ketagihan

Masih banyak yang belum menyadari bahwa daging kelinci adalah sumber protein yang tinggi. Saya juga termasuk, awalnya. Tapi sekarang setelah tahu, pengen lagi bisa makan daging kelinci lebih sering lagi.

Pasti setelah lihat gambar di slide show saya, bakalan banyak yang bilang “Iiiih, lucuuuu… *sambil memonyongkan bibir* Kan kasihan kalo disembelih…” dan komentar-komentar yang mirip dengan kalimat itu.

Sama. Saya awalnya juga begitu. Tapi ketika dipaksa, hanya disediakan makanan hasil olahan kelinci, tanpa bisa meminta makanan lainnya, ya terpaksa dimakan juga. Dan ternyata, rasanya luar biasa enak! Kalaupun daging kelinci dijual secara umum di pasar seperti daging ayam atau daging sapi, jelas saya pilih kelinci.

Lebih mahal sih memang dari daging ayam, karena sekilonya (dengan tulang) Rp. 25.000,- dan yang daging mulus tanpa tulang Rp. 50.000,- Kemarin saya nyoba yang dimasak rica ala Manado dengan dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar. Maknyus!

Kelinci makannya daun-dauan, tidak seperti ayam yang sekarang ini terlalu dipaksakan harus bisa dijual dalam waktu 30 hari, sehingga makanan dan obat-obatan yang disuntikkan supaya si ayam cepat gemuk bisa mengganggu kesehatan kita. Tidak juga seperti lele yang sudah pada tahu sendirilah makanannya apa.

Ini saya kok jadi semangat sekali gini ya cerita tentang manfaat daging kelinci? Soalnya saya baca tabel kandungan nutrisi yang ada di daging kelinci sih. Dan setelah saya google beberapa sumber, memang kelinci bagus. Ah, tapi kalo sudah ketagihan gini, di mana bisa beli daging kelinci kiloan? Yang ada penjual kelinci hidup. Masak saya harus nyembelih sendiri. 😥