Mudik Ke Klaten

Mendekati Lebaran seperti ini, seluruh isi rumah pasti repot. Bukan lagi melakukan rutinitas membeli baju baru seperti puluhan tahun lalu. Tetapi ada satu yang nggak bisa diubah, dari waktu ke waktu: mudik.

Berhubung kedua orang tua saya berasal dari Klaten, kami sekeluarga tak perlu repot untuk menentukan harus kemana mudik tahun ini. Tujuannya cuma satu: Klaten.

Beberapa sodara selalu ribut membahas harus kemana dahulu mereka pulang kampung. Ada yang ke luar pulau Jawa [tentu saja harga tiket menjadi salah satu faktor penentu], ada juga yang mengikuti selera anak-anaknya pengen ke rumah Simbah dari Papa atau Mama mereka dahulu.

Rasanya selalu tak sabar untuk segera meluncur menuju Klaten. Tetapi keluarga saya memiliki kebiasaan pulang mudik ketika Lebaran sudah selesai. Lho, kok?

Iya. Kami sepakat untuk menyusuri jalanan Pantura ketika lalu lintas mulai sepi. Bertahun-tahun kami sudah mencoba berbagai keadaan dengan pulang kampung pada saat H-7 sampai H-1 dan dengan bulat mengambil kesimpulan: macet total.

Sampai akhirnya sejak lima tahunan yang lalu selalu pulang kampung pada saat Hari Raya Idul Fitri sudah selesai. Hanya membutuhkan 12 jaman untuk berkendara menuju Klaten.

Buat teman-teman Blogger, tungguin blog saya ya selama saya mudik Lebaran. Saya akan segera kembali secepatnya… 😳