Sudahkah Memilih Lampu Yang Tepat?

Apa sih, yang menjadi bahan pertimbangan kita dalam memilih lampu untuk pencahayaan ruangan dan halaman di rumah kita? Jujur, sampai dengan sekarang ini ya baru soal harga dan keawetannya saja. Saya tak begitu mempermasalahkan ketika harga produk A lebih mahal sedikit daripada produk B, tetapi jika digunakan jauh lebih awet dan lama rusaknya.

Selain itu, memang belum terlalu kepikiran. Apalagi harus membedakan bahwa penerangan untuk ruang tamu itu berbeda dengan ruang makan, ruang keluarga, ruang kerja, apalagi ruang tidur. Itu juga karena kalau tidur saya memiliki kebiasaan mematikan lampu. Gelap-gelapan, gituuu:mrgreen:

Philips Home Lighting Store at PLAZA KENARI MAS
Philips Home Lighting Store at PLAZA KENARI MAS, F1 floor Blok E 032-G, Jakarta Pusat

Baru kemaren saat pembukaan branded store ke-4 Philips saya dapat pencerahan, kalau pemilihan lampu di ruang kerja itu setidaknya mempertimbangkan hal-hal seperti:

  • Dapatkah kita membaca terus menerus tanpa mengalami mata merah?
  • Dapatkah sebuah lampu mempermudah pekerjaan kita?
  • Dapatkah kita memusatkan perhatian semudah menyalakan lampu?
  • Dapatkah kita melalui waktu kerja yang panjang dengan mudah?

Artikel dari Kompas tentang Pencahayaan Tepat di Ruang Kerja ini juga patut dibaca. Dan ohya, saya kemarin langsung ngiler dengan koleksi Philips Kidsplace yang ada di branded store-nya Philips di Kenari Mas. Lucu-lucu! Tak hanya dirancang berdasar fungsi cahaya semata, tapi desainnya juga keren-keren abis. Dedek di dalam perut seperti nunjuk-nunjuk semua barang, “Aku pengen yang itu, aku pengen yang itu!” Sayang sungguh sayang ya, harganya itu kok ya bisa bikin kantong langsung bolong… 😥

Nah, kalo soal biar ngeblognya nyaman, saya bakalan pakek Desk Lights Philips FDS511 yang dikasih kemarin. Makasih ya, Philips dan Vari udah ngundang saya. 😀

Ngeblog Nyaman Dengan Lampu LED

Hayo, siapa di antara teman blogger yang dulunya nggak pakai kacamata, sekarang matanya sudah mulai kriyep-kriyep nggak jelas lagi ketika menatap layar monitor? Kayaknya perlu mulai pakai kacamata tuh. Trus, siapa juga yang kacamatanya sekarang lebih tebal dari setahun atau dua tahun lalu? Saya membaca beberapa blog yang curhat kalau semakin lama intensitas ngeblognya makin parah. Semacam sudah adiksi. Nggak bisa melewatkan seharipun tanpa ngeblog beberapa jam. Nulis, menjawab komentar dan blogwalking ke blog-blog tetangga. Bisa-bisa tiga jam mata sudah nggak berkedip menatap layar monitor.

Ada nggak, yang persiapan ngeblognya sampai detail? Seperti memikirkan bagaimana pencahayaan yang bagus selama ngeblog, demi menjaga kesehatan mata?

Posisi dan kebiasaan ngeblog kita menentukan lho. Kan ada tuh yang biasa ngeblog sambil leyeh-leyeh di dalam kamar tidur (ayo, yang anak kost biasanya begini nih), ada juga yang sambil nonton televisi di ruang tengah, dan ada juga yang ‘tertib’ dengan duduk di meja kerja (bukan saya nih kalo yang kayak gini, 😆 ).

Faktor pencahayaan dan penerangan dalam ruangan yang kita gunakan untuk ngeblog, itu sepele tapi penting juga lho. Karena proses ngeblog itu kan relatif lama dan terus menerus bertahun-tahun. Kalau nanti lama-lama mata rusak, ya kita sendiri kan yang bakalan rugi?

Yang enak, kalau kamar di rumahnya punya jendela yang cukup lebar, atau kaca yang bisa ditembus oleh sinar matahari secara langsung di pagi dan sore hari. Kondisi itu sangat cocok buat nulis curhatan panjang lebar di blog deh. Tapi, kalau yang kondisi kamarnya atau ruangan yang dipakai ngeblog emang kecil, dan tak ada sinar matahari yang bisa masuk, ya terpaksa harus disesuaikan pencahayaannya dengan lampu. Cat ruanganpun sebaiknya dikondisikan agar memantulkan sinar secara maksimal.

Lampu LED
Salah satu contoh lampu LED

Bicara soal pencahayaan maksimal dari lampu, sekarang ini sudah jamannya memakai lampu LED yang hemat energi. LED (Light Emiting Dioda) saat ini disebut-sebut sebagai lampu penerangan yang paling hemat energi. Panas yang dikeluarkan oleh lampu ini lebih kecil bila dibandingkan dengan lampu bolam model lama, sehingga biasanya ukuran daya lampu LED ini lebih kecil.

Sayangnya, harga lampu LED ini lumayan tinggi, sehingga di rumah-rumah yang lebih sederhana biasanya masih memakai lampu bolam atau lampu neon yang berharga lebih murah. Padahal, jika dikalkulasi dengan seksama, justru lebih hemat dengan memakai LED, karena daya tahannya bisa 60 kali lipat lebih lama sehingga mengurangi biaya penggantian lampu sampai berkali-kali. Selama usia bolam yang lama tersebut, pemakaian listriknya juga jauh lebih hemat. Jadi, bolam dan neon hanya murah di awalnya saja, tetapi LED secara keseluruhan lebih hemat.

Warna lampu LED yang cocok untuk ngeblog menurut saya, putih dan kuning. Warna putih akan memberikan kesan terang, sedangkan warna kuning memberikan kesan hangat dan temaram. Menciptakan suasana nyaman untuk ngeblog di rumah memang bukan hanya bisa melalui lampu saja, tetapi bisa juga dengan hal-hal lainnya seperti menata sofa tempat duduk, meja, rak buku, atau juga dengan menambahkan aksesori seperti lukisan dan patung yang bisa menambah keindahan ruangan.

Mulai sekarang, apa masih mau lagi ngeblog dengan posisi sembarangan? Jangan suka gelap-gelapan ya. Buruan beli lampu LED biar ngeblognya makin nyaman dan tagihan listrik nggak makin gede. Sttt, lampu LED yang merk Philips, bagus lho…