10 Postingan Ketika Malas

Seringkali kita merasa sangat malas ketika tiba waktunya untuk melakukan update blog. Entah karena tidak ada ide, hanya memiliki sedikit waktu, atau malas untuk menulis yang panjang-panjang.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk menyiasati? Supaya kita tetap bisa melakukan update blog, tetapi waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama, ada beberapa jenis postingan yang saya sarankan ketika Anda terserang penyakit malas.

Kesepuluh jenis postingan tersebut adalah:

1. Award / PR.

Tugas kita hanya mengkopi paste award yang diberikan dan meyelesaikan tugas yang ada bersamaan dengan award tersebut. Cukup mudah dan tidak memerlukan terlalu banyak pemikiran, apalagi sampai harus melakukan riset segala.

2. Gambar / Foto.

Yang Anda lakukan adalah cukup ‘membongkar’ koleksi foto di folder Anda dan menguploadnya ke dalam blog. Tambahkan dengan sedikit cerita dibalik foto tersebut, dan jadilah postingan!

3. Puisi.

Pernah memiliki koleksi puisi? Tidak harus buatan Anda sendiri lho. Siapa tahu adik Anda atau sahabat yang membuatnya, atau bahkan mengupload puisi Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono [tulis sumbernya] yang mungkin jarang dibaca oleh orang lain.

Psstt, sayangnya, meski saya menyukai puisi, saya selalu kebingungan harus berkomentar apa pada setiap postingan yang berupa puisi, karena menurut saya puisi hanya enak dinikmati, bukan dikomentari…

4. Screenshot.

Mau buka-bukaan? Jika Anda sering melakukan chatting, kepikiran nggak buat ‘membaginya’ dengan pembaca blog Anda?

Kadang saya menemukan blog yang memuat screenshot hasil chatting dengan teman-temannya, atau bahkan pacarnya. Gampang kan, tinggal ambil screenshot, langsung publish deh!

5. Humor / Joke.

Cerita lucu di kehidupan sehari-hari pasti banyak dong. Tulis aja secara singkat salah satunya. Kalo pembaca bisa tertawa, mereka biasanya dengan senang hati memberikan komentarnya. Tetapi, kadang bisa bikin menyebalkan karena semua komentar hampir sama, hanya berisi: Hahahaha….

6. Sekilas Gossip.

Kenapa acara infotainment di televisi selalu laris manis? Karena sudah sifat manusia dari sononya pengen tahu segala sesuatu mengenai kehidupan pribadi orang lain.

Nggak ada salahnya, sekali waktu menceritakan sedikit tentang gossip yang menimpa Anda. Jika perlu, dibumbui dengan garam dan penyedap rasa biar makin enak. 😉

7. Statistik Blog.

Cukup buka pengukur statistik blog Anda dan tulislah postingan tentang berapa banyak unique visitors, page view, subscribers, followers, nilai Google Page Rank, Alexa Rank, Technorati Rank, Google indexed, Yahoo indexed, jumlah backlink dan lain sebagainya.

8. Link.

Buka arsip blog Anda yang sudah terpendam lama, tawarkan lagi dalam bentuk resume berupa link-link dengan sedikit keterangan.

Atau search dari blog-blog lain tentang topik tertentu, kemudian buatlah sebuah postingan yang berisi daftar link-link yang menurut Anda merupakan postingan terbaik yang Anda temukan.

9. Polling.

Anda hanya perlu membuat satu pertanyaan dan beberapa kemungkinan jawaban. Selanjutnya, biarkan pembaca blog yang menjawabnya.

Sangat mudah!

10. Permohonan Maaf.

Yang ini makin mudah lagi. Tulislah: Mohon maaf ya, untuk sementara waktu saya tidak bisa menulis di blog ini. Nantikan saya kembali! 😉

Diantara kesepuluh jenis postingan di atas, mana yang akan Anda pilih jika kelak Anda malas membuat postingan?

———————————————————–
Tulisan lain yang perlu Anda baca:

Alexa Links In Rank

4-alexa-links-in-rank

Seingat saya, ada dua orang yang secara langsung bertanya kepada saya: “Mbak, bagaimana caranya supaya nilai Links In di Alexa Rank segitu banyaknya?”

Waktu itu saya jawab, tidak tahu, dan sampai saat ini pun belum benar-benar tahu, tetapi setidaknya mungkin ada sedikit yang bisa saya bagikan di sini.

Nilai site links in pada gambar di atas saya ambil dari blog lain, karena saat saya menulis postingan ini, saya tidak terhubung ke internet dan hanya gambar itu yang ada di PC saya.

Jika nilai Alexa Rank semakin ramping [kecil] semakin baik, berbeda dengan nilai site links in. Links in yang semakin besar adalah semakin baik.

Alexa sendiri bilang, site links in menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap suatu halaman website. Mirip dengan Page Ranknya Google barangkali.

Google juga menunjukkan tingkat kepercayaannya [Page Rank] berdasarkan pada jumlah halaman yang me-link menuju pada website kita.

Nah, nilai site links in saya pada saat PakDhe Cholik bertanya adalah 166. Jika saya tidak salah lihat, kemarin nilainya sudah bertambah menjadi 186. Lumayan nambah 20 lagi.

Dari mana saya dapat?

Saya sendiri tidak tahu pasti jawabannya. Jika dilihat dari blog saya, tidak ada trackback baru menuju isnuansa.com, artinya dari nilai 166 yang diberikan Alexa kepada saya menjadi 186 [berubah 20 point], dalam kurun waktu tersebut, saya tidak menerima trackback. Tidak ada link menuju blog saya.

Kegiatan saya paling hanya blogwalking dan meninggalkan komentar di blog orang lain. Satu kebiasaan saya, saya tidak berganti-ganti nama dan link dalam ‘beriklan’. Selalu meninggalkan link pada halaman HOME, bukan menuju ke postingan.

Contoh:

Name [required]: Isnuansa. Mail [will not be published] [required]: xxx@xmail.com Website: www.isnuansa.com

Meskipun saat ini saya mengikuti kontes SEO Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang, saya tidak berusaha untuk meninggalkan link berupa http://isnuansa.com/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di-pandeglang/ di kolom komentar blog lain. [Toh, hampir semua kolom komentar blog adalah Nofollow]

Saya lantas mencoba menelusurinya.

Saya membuka Alexa, menuju ke Site Info, dan melihat daftar “ Sites Linking To Isnuansa.Com ”

4-alexa-linking-sites

Seperti yang bisa Anda lihat, di sana semua daftar boleh Anda ketahui. Saya bahas satu per satu ya.

Nomer 1 ada dari halaman Kaskus. Sepertinya saya tidak pernah join di forum tersebut. Jadi bingung juga kenapa ada link menuju blog ini dari sana.

Yang ke dua dari who.is bla bla bla MegawatiDotNet adalah ketika saya ingin mengetahui atas nama siapa domain tersebut dipesan. Masa sih, hanya ngecek aja bisa ‘mendatangkan’ link? Kan pada saat ngecek, nggak perlu masukin alamat website kita segala seperti saat meninggalkan komentar di blog. Makanya, saya juga nggak tahu jawabannya.

Nomer 3, forum di Kompas, yang itu pasti saat Megawati [lulusan SMA] harus berdebat dengan SBY yang lulusan S3, saya komentar di sana.

Nomer 4 dari blognya Pak Sawali. Mungkin sudah 2 tahun lebih saya komentar di blognya Pak Sawali. Kalo dihitung lebih dua puluh postingannya saya komentari. Tapi entah kenapa, hanya satu yang ‘memberikan’ link menuju blog ini yaitu yang ‘berat’ tulisannya: Dilema Peran Kaum Perempuan Pasca Jawa. Tertanggal bulan Januari tahun 2008.

Nomer 6, saya hanya membaca, kok ada link menuju blog saya?

Nomer 7 dari Anangku. Komentar di blognya Anang saya molai jauh lebih lama lagi. Saya komentator ‘tetap’ juga di Anangku selain di Pak Sawali. Bukan begitu, Nang? 😉

Jadi kesimpulan saya, semua itu hanya murni saya dapatkan dari blogwalking. PakDhe Cholik saya amati jauh lebih lama waktunya dalam melakukan aktivitas blogwalking ketimbang saya. Itulah sebabnya nilai Alexa Ranknya lebih ramping: lebih banyak trafiknya, lebih banyak blogger yang mampir ke blognya. Tinggal tunggu waktu saja PakDhe, mendapatkan nilai site links in. Sabar dan konsisten ngeblog adalah kuncinya.

Berapa nilai site links in Alexa Anda? Sudah dicek belum?

———————————————————–
Posting Terkait:
1. Mengenal Objek Wisata di Pandeglang, Banten: Apa saja objek wisata di Pandeglang yang Anda tahu?
2. Hubungan Page Rank, Alexa dan SEO: Memangnya Page Rank, Alexa dan SEO terlibat cinta segitiga?
3. Tidak Perlu Shoutbox: Kenapa shoutbox perlu dihilangkan?