Membangun Kepercayaan Blogger

We believe we could build a better search. We had a simple idea, that not all pages are created equal. Some are more important. [Sergey Brin, Co Founder Google]

Google memberikan ‘nilai’ terhadap setiap halaman blog yang Anda buat. Yang selama ini kita ketahui dengan nama Page Rank.

Tidak setiap halaman dibuat setara. Beberapa diantaranya lebih penting daripada yang lainnya.

Bagaimana Google bisa mengetahuinya?

Hal yang paling simple adalah: link, link dan link.

Orang akan memberikan respond yang berbeda terhadap halaman yang dianggap penting oleh mereka. Orang akan nyaman berada di halaman yang penting. Orang akan melink kepada halaman yang dianggap penting. Orang akan lebih sering berkunjung lagi ke halaman yang dianggap penting. Makin banyak lagi orang yang memberikan link ke halaman yang penting.

Dan Google menggunakan seluruh informasi tersebut untuk memberikan nilai mereka. Jika orang menganggap halaman tersebut penting, Google akan berpikir hal yang sama.

Bagaimana caranya agar bisa memperoleh perhatian dari orang supaya mereka menganggap halaman blog kita penting sehingga memberikan link pada kita?

Jawabannya, kita harus memperhatikan seluruh aspek dari blog kita. Yang paling utama, kita harus menyediakan tulisan yang sarat dengan informasi yang paling dibutuhkan orang.

To rank well, build a site so fantastic that it makes you an authority in your niche. [Matt Cutts, Head of Google Web Spam Team]

1. Tunjukkan keahlian Anda dalam menulis. Selalu ingat prinsip: Apa yang orang katakan tentang Anda lebih penting daripada apa yang Anda sendiri katakan tentang diri Anda.

2. Menjadi berbeda dengan orang lain. Kita bisa mendapatkan perhatian orang jika berbeda dari ‘kebanyakan’ orang. Dengan menempatkan posisi kita berbeda dengan orang lain, unik , mejadikan kita mudah diingat. Dapat dimulai dari hal-hal yang kecil seperti pemilihan nama yang mudah diingat, gravatar yang berbeda, theme blog dan lain sebagainya.

3. Konsentrasi untuk selalu memberikan nilai tambah pada orang lain. Konsep ‘mendidik’, menulis artikel ‘How To’, gaya menulis informatif, biasanya menarik lebih banyak lagi orang untuk melink kepada Anda.

4. Berteman dengan orang-orang yang berpengaruh dalam ngeblog. Jalinan pertemanan membuat mereka bisa ikut membantu mempromosikan diri Anda. Kita semua suka ‘mencari detail’ dari ‘temannya teman’, bukan?

5. Belajar SEO selalu berguna. Ketidaktahuan tentang hal-hal kecil [seperti misalnya penggunaan DASH dan UNDERSCORE dalam URL berbeda artinya], mungkin akan berpengaruh pada ranking Anda di Google. Saya menyarankan Anda membaca langsung blognya Matt Cutts.

Sudahkah Anda merasa blogger lain menaruh kepercayaan terhadap blog Anda? Apa alasannya?

—————————————————————
Posting Terkait:
1. Struktur URL Bagus Dalam SEO: Seperti apa sih struktur URL yang bagus dalam SEO?
2. Mengenal Objek Wisata di Pandeglang, Banten: Apa saja objek wisata di Pandeglang yang Anda tahu?
3. Komentar Spam: Berapa banyak komentar Spam yang Anda dapatkan, dan bagaimana mengatasinya?

Alasan Tidak Arisan Link

Don’t participate in link schemes designed to increase your site’s ranking or PageRank. In particular, avoid links to web spammers or “bad neighborhoods” on the web, as your own ranking may be affected adversely by those links.

Tanpa saya tambahi dan kurangi, seperti itulah pesan Mbah Google kepada kita, para pemilik blog. Jadi mohon maaf, jika saya tidak bisa meneruskan award yang telah diberikan dengan segenap niat baik.

Saya akan sedikit bercerita tentang bagaimana blogger bertukar link untuk mendapatkan kepercayaan dari Google sehingga bersedia memberikan nilai Page Rank.

Ada yang secara terbuka mengajak bertukar link [blogroll] melalui kolom komentar. Saya lebih suka memberikannya lewat postingan [review] blog kawan-kawan.

Salah satu blogger terkenal negeri ini mengajukan syarat: Anda terlebih dahulu memasang link menuju blog ini, harus di side bar, harus di halaman utama [home], bukan di halaman baru [seperti halaman tentang saya, halaman arsip dan halaman yang dibuat khusus untuk blogroll].

Beberapa pernah ada yang menemukan, link hanya terpasang selama beberapa saat, setelah itu dihilangkan kembali. Toh, jarang ada yang ngecek kan, di blog mana-mana saja link kita terpasang. [Emang waktu kita cukup ya, hanya untuk memikirkan hal itu?]

Dulu saya memiliki daftar blogroll sampai ratusan link, tetapi semenjak blog saya rusak, saya belom mengaktifkan lagi blogroll yang saya punya. Agak menyita waktu juga membangun blog memulainya dari awal kembali. Dan saya merasa prioritas saya belum ke situ karena fungsi blogroll telah tergantikan dengan Feed Reader. Saya mengunjungi blog Anda bukan karena Anda ada di blogroll atau tidak, tetapi karena Anda menulis postingan.

Alasan lain tentang ‘keseimbangan’ jelas dikatakan oleh Google. Jika memiliki blogroll, kita tidak mungkin ‘pilih-pilih’ teman bukan? Jika ada dua blogger meminta bertukar link, satu kita terima, satu lagi tidak, penilaian apa yang akan ‘dicapkan’ kepada kita? Padahal Google bilang: “Avoid links to bad neighborhoods”.

Dengan adanya daftar –yang-setengah-dipaksakan-dan-mau-tidak-mau-harus-kita-terima-sebagai-sebuah-kesatuan-skema- kita tidak bisa menghindari jika blog-blog dalam daftar diatasnya adalah web spammers or “bad neighborhoods”.

Google telah mengungkapkan hal itu di Google Webmaster Guidelines. Itu baru salah satu point. Masih banyak yang lain lagi. Parahnya: If you believe that another site is abusing Google’s quality guidelines, please report that site at https://www.google.com/webmasters/tools/spamreport. Orang lain boleh melaporkan pelanggaran kepada Google. Jika ada yang sirik, itu bisa dijadikan senjata. Saya berharap sih, tidak sampe segitunya ya…

Ada rencana sih, buat melaporkan beberapa website yang telah mengkopi paste tulisan saya tanpa menyebutkan sumbernya.

Link di Postingan Review

Sejak beberapa waktu yang lalu, tidak ada blogroll di sidebar isnuansa dotcom. Website saya ini memang menghilang beberapa saat dan isinya raib tak berbekas. Sampai sekarang, belum sempat lagi untuk menyusunnya satu per satu. Karena memang, fungsi blogroll yang ada di sidebar sudah tergantikan oleh feed. Saya lebih suka mendaftarkan semua blog yang saya ingin baca melalui bloglines, sehingga tidak perlu lagi mengunjungi satu per satu dengan memencet nama yang tertera di samping website saya. Setiap mereka updet, saya langsung bisa mengetahuinya. Jika mereka memberikan full feed, saya lebih sering membacanya di bloglines, tetapi jika hanya sebagian dan isinya memang menarik, maka langsung meluncur ke lokasi. Cukup menghemat waktu bila harus dibandingkan dengan blog walking ke sana ke mari tanpa tujuan yang jelas.

Yang bikin saya merasa nggak enak, blog ini sudah lumayan banyak di link oleh beberapa kawan. Sedangkan saya sama sekali tidak memberikan link kepada satu orang kawanpun. Memang sih, kelihatannya blog jadi lebih rapi. Jujur saja, kadang saya agak terganggu dengan tampilan beberapa blog yang demi menyusun blogroll, tampilannya jadi semrawut. Blogroll-nya panjang banget, jauh melebihi panjangnya halaman utama untuk postingan. Atau, kadangkala pemasangan banner website teman-temannya malah membuat loading blog mereka lama sekali.

Saya tertarik untuk memberikan link kepada teman-teman melalui review blog mereka yang mudah-mudahan bisa saya lakukan satu minggu sekali melalui blog ini. Bila ada yang berminat blognya untuk saya review, kontak saya di isnuansa@gmail.com atau melalui kolom komentar di bawah ini. Tetapi, tidak semua blog bisa saya review lhoh, kan kemampuan saya juga terbatas karena saya harus membaca blognya dulu. Waktu yang dibutuhkan lumayan juga kan.

————————————————————-

Nunik yang lagi pengen bikin postingan review 🙂