Beberapa teman bertanya, kok saya punya banyak waktu menulis? Entahlah. Saya sendiri berpikir, saya ini tak pandai menulis. Menulis hanya bisa jika ada pemicunya. Ada inspirasi dari tulisan orang lain. Jika saya membaca, maka saya bisa menulis. Sebaliknya, tanpa membaca, saya tak bisa menulis apa-apa. Seringkali,
Halah. Tiba-tiba saja terlintas sesuatu saat di jalan melihat kemacetan: sebuah hal yang biasa terjadi di Jakarta dan sudah menjadi makanan sehari-hari. Tapi saya melihat kemacetan itu dari sebuah jembatan penyeberangan tak jauh dari perempatan besar. Kebetulan memang lagi jam mendekati masuk kerja.
Ini hanyalah tanya yang diajukan pada diri sendiri. Jika ada yang merasa memiliki kesamaan, ya berarti saya tidak sendiri. Kenapa saya terkesan malas? Setidaknya ada 3 alasan utama yang dapat dikategorikan sebuah kemalasan. 1. Tidak Produktif Awalnya, saya menganggap aktifitas saya sebagai facebooker
Bagaimana Anda menulis postingan Anda? Pernahkah terpikir untuk membuang tulisan Anda yang sudah jadi? Saya baru saja mengalaminya. Satu buah postingan yang lumayan panjang, sekitar 400 kata, sudah selesai dan tinggal dipublish, urung saya terbitkan. Awalnya, sudah saya jadwalkan. Begitu saya punya tulisan
Tiap orang saya yakin punya kebiasaan sendiri sendiri ketika menulis blog. Ada yang serius karena ngeblog adalah mata pencahariannya, ada pula yang sambil cengengesan karena ngeblog hanya buat gaya gayaan. [saya tipe ke 2] Nah, saya punya 5 kebiasaan yang bisa disebut juga syarat buat menulis blog. Nggak
Saya sering membaca sebuah blog yang bahasanya tingkat tinggi. Perlu mengernyitkan kening beberapa kali dan berkedip kedip mata demi memahami apa yang beliau maksudkan. Tetapi tak jarang pula saya membaca sebuah blog yang cara penyampaiannya menggunakan bahasa yang sangat mudah dipahami, padahal apa