Kuliner Ketika Mudik, Wedang Ronde dan Teh Poci

Wedang Ronde

Teh Poci

Baru ngerasa keren kalo nongkrong di rumah makan mewah, nggigit steak, atau ngunyah sushi? Ya nggak masalah kalau kantong Anda tuebel. Buat saya yang belom sanggup makan begituan sehari-hari, yang dicari ya makanan yang murah meriah sahaja. 😀

Waktu mudik kemarin, ada dua yang saya nikmati. Dua-duanya sebenernya minuman sih, bukan makanan. Yang satu Wedang Ronde, dan satu lagi Teh Poci.

Wedang Ronde, seporsi cuma limaribu rupiah. Wedang Ronde berisi ronde (bulatan ketan), kacang goreng tanpa kulit, dan potongan roti tawar dalam air rebusan jahe dan sereh. Dimakan panas-panas, hmmm, yummy!

Yang kedua adalah Teh Poci. Sebenernya ya sama saja dengan Teh biasa, cuma dibikinnya di dalam Poci, bukan di teko plastik atau di dalam gelas beling. Dan minumnya dengan gula batu, bukan gula pasir. Sambil lesehan dan ngobrol, pasti lebih asyik.

Saya ketemu dengan dua teman dari twitter sewaktu di Klaten, @koestomo dan @sajakrerindu. Ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia online, yang memperkenalkan kami. Nggak ada yang saya sukai selain kegiatan-kegiatan yang membumi seperti itu.

Makanan atau minuman apa favorit Anda ketika mudik?

Rekor Mudik Baru, Jakarta Klaten 30 Jam

Siapa sih dulu ya yang paling pertama memulai tradisi mudik? Ada yang tau asal usul atau cerita sejarahnya? Kenapa sekarang ini seolah menjadi hal yang wajib untuk balik ke kampung halaman ketika merayakan Idul Fitri?

Saya sendiri, merasakan berbagai macam duka cita sepanjang perjalanan pulang ke Klaten setiap tahunnya. Mulai dari jaman dulu ketika masih harus bersusah payah umpel-umpelan naik kereta api bersama pemudik lainnya, sampai saat ini sudah bisa menikmati jalan sendiri bersama keluarga.

Tahun ini, tercipta lagi rekor perjalanan baru: 30 jam waktu tempuh Jakarta – Klaten! Padahal di hari-hari normal hanya dibutuhkan tak lebih dari 10 jam.

Penyebab utamanya adalah waktu libur yang relatif sama dan mepet dengan hari raya. Libur resmi adalah mulai hari Rabu, 8 September. Hari Selasa 7 September masih masuk kerja. Jadi ketika keluar rumah Selasa malam jam 19.00, jalanan penuh dengan lautan sepeda motor dan mobil yang hendak menuju tujuan yang sama: Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untunglah, meski harus 30 jam di jalanan, saya dan keluarga menikmatinya dengan gembira. Jika jalanan sudah macet dan nggak gerak sama sekali, lebih baik menepi dan istirahat. Gelar tiker, keluarin bantal, dan tidur. Camilan dan minumal bekal perjalanan yang disediain dari rumah pun tak cukup, berhenti beberapa kali untuk jajan dan makan.

Meski telat, akhirnya tadi sampai juga di Klaten dengan selamat. Sekarang kumpul dengan keluarga besar, dan saatnya keliling silaturahmi ke tetangga dan sanak famili. Mohon maaf atas segala khilaf.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H buat semua teman blogger yang merayakan! Cerita apa yang menarik tahun ini?

Mudik Ke Klaten

Mendekati Lebaran seperti ini, seluruh isi rumah pasti repot. Bukan lagi melakukan rutinitas membeli baju baru seperti puluhan tahun lalu. Tetapi ada satu yang nggak bisa diubah, dari waktu ke waktu: mudik.

Berhubung kedua orang tua saya berasal dari Klaten, kami sekeluarga tak perlu repot untuk menentukan harus kemana mudik tahun ini. Tujuannya cuma satu: Klaten.

Beberapa sodara selalu ribut membahas harus kemana dahulu mereka pulang kampung. Ada yang ke luar pulau Jawa [tentu saja harga tiket menjadi salah satu faktor penentu], ada juga yang mengikuti selera anak-anaknya pengen ke rumah Simbah dari Papa atau Mama mereka dahulu.

Rasanya selalu tak sabar untuk segera meluncur menuju Klaten. Tetapi keluarga saya memiliki kebiasaan pulang mudik ketika Lebaran sudah selesai. Lho, kok?

Iya. Kami sepakat untuk menyusuri jalanan Pantura ketika lalu lintas mulai sepi. Bertahun-tahun kami sudah mencoba berbagai keadaan dengan pulang kampung pada saat H-7 sampai H-1 dan dengan bulat mengambil kesimpulan: macet total.

Sampai akhirnya sejak lima tahunan yang lalu selalu pulang kampung pada saat Hari Raya Idul Fitri sudah selesai. Hanya membutuhkan 12 jaman untuk berkendara menuju Klaten.

Buat teman-teman Blogger, tungguin blog saya ya selama saya mudik Lebaran. Saya akan segera kembali secepatnya… 😳