Google Webmasters Dan Google Analytics

Ada yang bisa ngasih penjelasan nggak, kenapa keyword yang tercatat di dalam Google Webmasters bisa berbeda dengan yang di Google Analytics?

Kemarin saya baru download semua keyword yang dari Google Webmaster, dan saya print [18 halaman F4!]. Yang dari Google Analytics memang belom saya print, tetapi saya baca sekilas, kok berbeda.

Padahal mereka seharusnya sama-sama merekam keyword yang dipakai untuk mengakses sebuah website, bukan?

Sebagai salah satu contoh saja, dari Google Webmasters saya masih menemukan keyword seperti:

  • Dunia sex rudi
  • Cara ngemut
  • Contoh bikini
  • Burung cowok
  • Foto ABG Facebook

Padahal dari Google Analytics saya tidak melihat adanya keyword-keyword seperti itu. :mrgreen: 😆

Nembak Keyword

Nembak Keyword? Apaan itu?

Harus jujur saya akui, berdasarkan data Google Analytics saya, meskipun 65% sumber trafik blog ini datang dari Search Engine, saya belum puas karena mereka datang bukan pada tulisan-tulisan saya yang ‘baik’.

Tulisan ‘baik’ di sini yang saya maksudkan adalah yang berkualitas, saya tulis dalam waktu yang cukup lama, dengan sumber referensi yang cukup dan pengeditan yang maksimal, dengan harapan pembaca dapat puas dengan informasi yang saya suguhkan.

Tetapi ternyata sebagian besar dari mereka yang datang dari Search Engine kesasar kepada tulisan yang saya buat dalam waktu hanya 10 menitan tanpa editing yang bagus dan hanya memang sekedar test ‘nembak keyword’.

Bagi Anda yang tahu jenis tulisan saya ‘yang biasa’, pasti bisa mengetahui tulisan mana yang saya maksud dengan ‘nembak keyword’.

Tulisan ‘nembak keyword’ tersebut sekaligus saya pergunakan sebagai sarana belajar SEO, karena ternyata, tanpa harus ngotak-ngatik meta tag, tanpa memasang satupun plugin SEO di blog ini, dengan hanya mengulang keyword beberapa kali dalam tulisan, blog ini mampu tampil di halaman pertama keyword yang saya bidik.

Memang bukan keyword yang bisa mendatangkan uang dan dan tingkat persaingan masih rendah, tetapi setidaknya saya berpikir, blog ini bisa saja saya maksimalkan trafiknya jika mau. Tetapi harus berkorban sangat besar: tulisan menjadi ‘Nano-Nano’ -rasa manis-asem-asin- dan tidak lagi dengan niche blogging.

Saya paling senang jika ada yang kesasar ke blog ini langsung pada tulisan saya yang sudah terpendam lama, bahkan judul tulisan sudah tidak diiklankan di sidebar. Berarti memang dia butuh informasi tentang tulisan saya itu. Apalagi sampai meninggalkan komentar, berarti suatu pertanda baik, tulisan saya ‘bermutu’.

Tapi saya nggak begitu yakin akan menang di kontes SEO dengan keyword Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang, nih…

Bagaimana dengan Anda? Apakah sering membuat postingan yang hanya sekedar ‘nembak keyword’?

—————————————————————
Posting Terkait:
1. Struktur URL Bagus Dalam SEO: Seperti apa sih struktur URL yang bagus dalam SEO?
2. Mengenal Objek Wisata di Pandeglang, Banten: Apa saja objek wisata di Pandeglang yang Anda tahu?
3. 5 Penyebab Blog Anda Sepi: Setiap blogger pasti ingin blognya memiliki trafik tinggi. Apa saja sih yang menyebabkan blog Anda sepi?
4. Komentar Spam: Berapa banyak komentar Spam yang Anda dapatkan, dan bagaimana mengatasinya?