[Komik] Apa Sih Asyiknya Ngeblog?

Iya, apa sih asyiknya ngeblog?

Pertanyaan itu bukan hanya sering datang dari teman-teman kita yang belum mengenal apa itu blog, bahkan bagi kita yang sudah dibilang uzur di dunia blogging pun kadang secara tak sadar kerap menanyakan hal yang serupa: apa sih ya asyiknya ngeblog?

Jawabannya pasti tak selalu sama, karena memang masing-masing blogger memiliki sudut pandang dan passion sendiri mengenai dimana letak keasyikan blog. Nah, mungkin komik sederhana berikut bisa menjelaskannya, check it out!

Asyiknya Ngeblog

Sudah jelas?

Belum? Kalau begitu segera buka dahsboard blog Anda dan publish tulisan sekarang juga. Eits, bukan hanya sekarang. Besok, lusa, esoknya lagi, esoknya lagi, pokoknya menulis dan publish setiap hari.. dan – seperti bapak yang satu itu selalu bilang – perhatikan apa yang terjadi.

Happy blogging! 🙂

~~~

Komik ini karya blogger tamu Darin, boleh juga lho follow twitternya @darinholic kalau mau kenal lebih dekat. 😉

Mengapa Tetap Ngeblog Meski Backpacking?

Saat ini entahlah saya sedang berada di mana. Kenapa entahlah? Karena saya menulis ini sebelum saya berangkat jalan-jalan ke Bali. Saya menjadwalkan tulisan ini.

Dalam benak saya, blog ini tetaplah harus apdet meski pemiliknya sedang dilanda kesibukan, sakit, tugas ke luar kota, atau alasan-alasan lainnya. Blog yang apdet dengan reguler, memiliki kelebihan dibanding jika kita terlantarkan begitu saja.

Ada salah satu blogger terkenal yang rajin apdet meski isinya ‘standar’, ‘nggak jelas’, ‘gitu-gitu doang’, dan istilah-istilah lain sejenis. Memang ini sangat mudah diperdebatkan, karena setiap blogger bebas memilih untuk tetap menjaga kualitas tulisannya (itu berarti hanya menulis jika dirasa tulisannya akan membawa manfaat buat orang lain), atau tetap menjaga blognya terbaharui secara berkala.

Dan saya lebih suka memilih yang kedua, meski dengan berat hati akhirnya saya hanya mampu menulis seperti ini.

Hanya berharap pembaca tersuguhi dengan informasi terbaru dari saya yang [juga] ‘standar’, ‘nggak jelas’ dan ‘gitu-gitu doang’. Jangan kecewa ya…

Ikuti apdet terbaru dan juga foto-foto selama perjalanan di facebook saya.

Saatnya Mengakui, Isnuansa Blogger (Yang) Bodoh

Setelah selama ini saya (lebih sering) menulis dengan gaya-gaya narsis ala Isnuansa (hehe…), sekarang giliran mengakui kebodohannya. 😛 Bukan, bukan berarti saya kehabisan bahan untuk memuji diri sendiri, tapi memang harus ada saatnya menertawai diri sendiri juga. Mumpung momennya juga lagi ada.

Masih berhubungan dengan kopdar yang saya ikuti di Cempaka Mas kemaren. Ketemu dengan blogger-blogger yang lebih belakangan ngeblognya. Menjadikan saya bukannya terlihat makin keren, tapi malah lebih bodoh. Kenapa?

Jika ditanya sudah berapa lama ngeblog, jawabannya pasti sudah lama sekali. Tahun 2005 awalnya. Trus sampe sekarang udah bisa ngapain? Udah bisa apa saja? Udah jadi master dong? Udah dapet duit banyak dong? Udah bisa ngajarin blogger lain dong? Udah bikin buku dong? Udah punya banyak penggemar dong?

Hahaha, jawabannya sama sekali Tidak. Itulah kenapa saya bilang bodoh. Ya masak dari dulu begitu-begitu doang. Majunya dikit doang. Ilmu yang diserap nggak nambah-nambah. Keahliannya ya cuma bikin artikel doang, belum tentu dibaca lagi, sama orang lain, hahaha. Dan lain sebagainya.

Saya menulis seperti ini, karena salut sama Mas Casrudi, yang baru setahunan ngeblog, tapi sudah bisa (dibilang) sebagai blogger profesional. Memang sih, ngeblog saya yakin uang bukanlah sebuah parameter, tapi kalo tau jumlah $ yang sekarang ini sudah mampu dikumpulkan Mas Casrudi, semua bakalan ngiller, termasuk saya. Tenang, saya nggak akan membuka dapur orang kok Mas Rud, hehehe…

Merasa termotifasi sekaligus juga menyadari kebodohan diri sendiri yang tidak mau memulainya dari dulu. Selalu meragukan cara yang (padahal) dalam kenyataannya memang benar-benar bisa menghasilkan.

Maaf buat yang membaca tulisan ini, mungkin bingung, karena saya nggak bisa menjelaskan secara konkrit di mana letak kebodohan saya dalam ngeblog. Ya maklum, saya kan sudah akui dari judul awal: Isnuansa (ternyata) memang blogger bodoh. 😆