Pribadi Blogger Seperti Apa?

Saya belum mengenal banyak blogger secara pribadi. Dan saya tidak terlalu menginginkannya. Sudah cukup saya mengetahui kepribadian banyak orang dalam dunia nyata -ditambah gosip artis di televisi yang mereka umbar-, sehingga saya ingin mengenal blogger melalui karyanya, bukan -melulu- kehidupan pribadinya. [Nunik]

Boleh kan ya, punya quote sendiri? Meskipun kata-katanya mengarang bebas, tetapi maksudnya bisa ketangkep kan?

Meski tidak menutup mata kadang di antara blogger terjadi ‘huru-hara’ seperti diantaranya ada blogger yang ketangkep tulisannya kopi paste, ada yang bela ada kubu yang menentang, ada pula yang saling jatuh cinta dan blogger di sekitarnya menjadi heboh sendiri, ada juga yang mengungkap jati diri blogger yang dianggapnya ‘memalsukan identitas’ dan lainnya.

Selama ini memang kadang saya terbawa arus mengikuti kisah-kisah pribadi para blogger, karena suatu keasyikan tersendiri mengetahui kepribadian orang lain. Itulah alasannya begitu banyak acara gosip di televisi -yang kesemuanya laku keras ditonton-.

Seberapa banyak dari blogger teman yang Anda kenali secara pribadi di dunia nyata? Saya tidak punya banyak. Hanya beberapa saja.

Sisanya, saya hanya mendapatkan ‘gambaran’ dari apa yang blogger lain tulis, menyimpan memorinya dari waktu ke waktu dan berusaha mengambil ‘kesimpulan pribadi’ atas seluruh informasi yang ada.

Berbeda sekali dengan kehidupan nyata dimana saya tahu kepribadian teman, ada yang kaya banget tapi pelit, ada yang buat makan saja kadang kesulitan tetapi masih bisa menolong temannya yang membutuhkan bantuan.

Detail seperti itu tentu tidak dapat kita ketahui dari kehidupan blogger lain karena dari tulisannya dapat dipastikan tidak akan membongkar keburukannya sendiri.

Bagaimanapun, saya tetap senang berteman, baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya.

Anda juga, kan?

—————————————————————
Posting Terkait:
1. Mengenal Objek Wisata di Pandeglang, Banten: Apa saja objek wisata di Pandeglang yang Anda tahu?
2. Tidak Perlu Shoutbox: Kenapa shoutbox perlu dihilangkan?

7 Kenyataan Tentang Komentar Blog [Akuilah!]

Tentu di sini saya tidak sedang berusaha melakukan generalisasi terhadap semua blogger. Jika Anda termasuk salah satu yang tidak merasa melakukannya, bukan masalah besar, saya mengungkapkan yang pada umumnya terjadi. Siap tidak siap, terimalah kenyataan di bawah.

1. Berkomentar adalah aktifitas ‘barter’.

Seperti halnya jual beli, dimana suatu barang ditukar dengan barang lain atau dengan uang, maka aktifitas berkomentar juga sama. [Setidaknya blogger berharap hal yang sama] Blogger memberikan komentar dan berharap Anda juga memperlakukan mereka dengan hal yang sama.

2. Tinggalkan komentar sebanyak-banyaknya.

Tujuannya agar orang lain tau keberadaan kita. Hal tersebut sangat benar, tetapi jika dilakukan dengan sedikit sopan santun. Jangan sampai nafsu berkomentar amat menguasai diri Anda, sehingga menjadi fast reader sejati dan meninggalkan sampah di mana-mana. 😉

3. Baca sedikit saja.

Pasalnya, makin lama blogger makin bernafsu mendapatkan komentar di blognya. Berapa jumlah komentar yang Anda inginkan ada di blog Anda sampai akhirnya menulis sebuah postingan baru? Semakin Anda tidak puas, semakin sedikit waktu Anda untuk membaca postingan orang lain. Anda ingin berkomentar di sebanyak mungkin blog, jadi pilih yang postingannya singkat-singkat saja.

4. Your comment awaiting moderation is suck!

Buat beberapa blogger tidak mempermasalahkan komentarnya dimoderasi. Saya juga termasuk yang tidak terlalu mempermasalahkan. Saya juga pernah menerapkan. Tetapi beberapa dengan terang-terangan menyayangkan kenapa harus dimoderasi? Apa yang ditakutkan? Mereka ingin komentarnya muncul saat itu juga! Jika Anda hampir setiap saat online, tidak masalah untuk moderasi, tetapi jika 3 hari sekali, doh, memang tidak sabar menunggu 😛

5. Dari komentar, Anda bisa mendapatkan ide.

Berawal dari sebuah komentar yang Anda terima pada salah satu postingan, Anda bisa menuliskannya menjadi satu postingan yang baru. Saya pernah.

6. Tidak hanya pemilik blog yang membaca komentar Anda.

Selain pemilik blog yang Anda komentari, pembaca lain juga kadangkala membaca komentar yang Anda tinggalkan. Itulah sebabnya, ada beberapa pengunjung yang direferensikan dari blog yang pernah Anda kunjungi dan Anda komentari.

7. Sesama komentator juga bersaing.

Persaingan yang paling terasa adalah menjadi yang Pertamax. Menjadi yang teratas dalam berkomentar memberikan kepuasan tersendiri bagi blogger, dan juga bisa memperoleh sedikit lebih banyak pengunjung baru menuju blognya.

Kini dengan Top Comment Plugin, blogger juga bersaing untuk mendapatkan ’gelar’ top komentator supaya namanya secara khusus bertengger di sidebar blog orang lain.

—————————————————————
Posting Terkait:
1. Guru Blogger: Memangnya Anda siapa? Mengajari blogger lain tentang apa yang ’harus dilakukan’ dan apa yang ’tidak boleh dilakukan’?
2. Sumber Ide Tulisan: Tenang. Ada 5 sumber yang bisa Anda andalkan untuk memperoleh ide segar menghasilkan tulisan blog Anda.