Cara Membuat Blog Terkenal

Tips Membuat Blog Terkenal

Tidak ada cara yang instan untuk menjadikan blog Anda tiba-tiba menjadi blog terkenal kecuali memang dari awal sebelum Anda memiliki sebuah blog, Anda sudah terlebih dahulu menjadi orang terkenal.

Jika Anda seorang artis dengan berderet judul film laris yang pernah Anda bintangi, atau pakar di bidang tertentu yang telah memperoleh banyak penghargaan, atau tokoh kontroversial –yang-meski-terkenal-tetapi-tidak-memiliki-prestasi-apapun-, Anda selangkah lebih mudah menuju tangga blog terkenal.

Tidak masuk dalam kategori di atas? Ya harus usaha lebih keras! Promosi yang dilakukan dapat melalui promosi offline, maupun promosi online. Offline dapat dilakukan antara lain seperti melalui menuliskan alamat blog pada stiker, topi, kaos, kartu nama dan lain sebagainya. Online dapat dilakukan dengan blogwalking meninggalkan jejak di komentar dan shoutbox, memperdalam ilmu SEO agar blog terkenal di search engine, pasang iklan baris atau banner di blog orang lain, menyelenggarakan kontest, memberikan award, menulis guest post di blog orang lain, dan sebagainya.

Ada yang baru belakangan saya tahu bahwa beberapa hal sederhana juga bisa menjadi faktor yang mempermudah blog menjadi terkenal. Seperti contohnya pemilihan nama domain. Mana yang lebih mudah diingat antara mugzinderth.com atau menulis.com? Nama blog yang singkat, dapat dilafalkan dan mudah diingat juga membuat blog kita lebih mudah terkenal. Jika orang dapat dengan baik mengingat blog Anda, lebih besar kemungkinannya mereka akan kembali lagi [dan lagi dan lagi] ke blog Anda.

——————————————————-

Tulisan lain yang perlu Anda baca:

Menulis Online Atau Ofline?

Sejak saya memutuskan untuk menulis tentang blogging, saya tidak lagi menulis secara online. Semua tulisan saya dikerjakan secara ofline.

Dulu, saya lebih sering mengetikkannya langsung sambil online, meskipun kadangkala saya menulis curhatan secara ofline di handphone. Saya buka blog, dan tulisan langsung mengalir lancar menjadi sebuah postingan.

Ya, karena tulisan hanya berupa curhatan, apa yang ada di kepala dengan mudah bisa langsung dituangkan ke dalam bentuk tulisan.

Kini, tidak bisa lagi menulis sambil online. Banyak sekali bahan bacaan yang musti dipelajari sebelum menghasilkan satu tulisan. Sangat melelahkan. Puluhan judul tulisan dan berbagai artikel dalam bahasa Inggris perlu saya baca terlebih dahulu sebagai bahan referensi tulisan.

Kadangkala, sudah sangat lama dan berpuluh halaman dihabiskan, tidak satupun yang bisa ditulis menjadi sebuah postingan. Jika sudah begitu, biasanya saya malah istirahat sama sekali.

Sumber bacaan saya sebagian dalam bentuk soft copy, sebagian lagi sengaja saya print supaya mata tidak lelah menatap layar komputer terus menerus selama satu hari non stop.

Tumpukan hard copy saya buanyak sekali hingga satu box plastik besar, dan bisa saya baca ulang jika sudah tidak memiliki bahan tulisan lagi. Baca online sana sini sudah mentok, tumpukan lama pun saya bongkar ulang.

Menulis secara online sangat mudah dilakukan jika berupa curhatan. Paling lama hanya memerlukan 30 menit untuk tulisan yang agak panjang, dan bahkan hanya 10 sampai 15 menitan jika tulisan pendek.

Konsentrasi dalam jangka waktu pendek seperti itu tidak akan mengganggu waktu online saya. Membaca email masuk, membuka facebook, membaca bloglines dan lain sebagianya bisa dilakukan setelah itu.

Untuk tulisan blogging, saat ini saya memerlukan minimal satu jam untuk menulisnya. Dan jarang sekali satu kali duduk jadi. Satu minggu lagi bahkan bisa baru benar-benar selesai. Memang membuat judulnya mudah, sekali duduk bisa sampai 5 ide tulisan muncul, tapi menyelesaikannya memerlukan proses.

Jika proses menulis dicampuradukkan dengan waktu online, malah nggak bisa konsentrasi sama sekali. Jadi saya online hanya betul-betul untuk mengupload tulisan, blogwalking sebentar dan mencari referensi, selebihnya saya habiskan untuk membaca dan menulis secara ofline.

Bagaimana kebiasaan menulis Anda? Apakah Anda menulis secara online?

—————————————————————
Posting Terkait:
1. Etika Menulis: Anda tentu bebas menulis apa saja. Toh, blog itu milik Anda. Tapi, apa iya?
2. 7 Hal ‘Keterlaluan’ Dalam Menulis Blog: Setiap blogger pasti ingin blognya memiliki trafik tinggi. Tetapi jangan sampai tujuan tersebut membuat Anda masuk daftar blogger ‘keterlaluan’!
3. Mengenal Objek Wisata di Pandeglang, Banten: Apa saja objek wisata di Pandeglang yang Anda tahu?
4. Personal Blog: Seperti apa sih personal blog itu?

Ketika Harus Offline

Berapa lamanya Anda online dalam satu hari? Apakah Anda selalu online setiap harinya?

Meskipun jawabannya pasti berbeda-beda antara satu dengan yang lain, tetapi saya yakin Anda online setiap hari selama minimal satu jam lebih!

Dan apa yang Anda rasakan ketika secara terpaksa mau tidak mau harus offline, tanpa Anda bisa merubahnya?

Ke luar kota di tempat tidak ada jaringan internet. Modem atau Laptop Anda rusak. Habis batere atau pemadaman listrik bergilir seharian penuh. Dan lain-lain alasan yang bisa mengakibatkan Anda harus libur berinternet.

Anda akan ngotot mencoba melakukan koneksi, atau mengomel-ngomel nggak ada ujung pangkalnya, atau memilih melakukan suatu kegiatan yang lebih produktif?

Beberapa yang bisa Anda lakukan selama offline yang mungkin masih berhubungan dengan ngeblog diantaranya adalah:

1. Menulis Postingan.

Anda tidak diharuskan terhubung dengan jaringan internet ketika menulis postingan untuk blog Anda.

Saya menulis beberapa tulisan sekaligus untuk diposting secara terjadwal ketika saya dapat berhubungan kembali dengan internet.

Menulis beberapa tulisan sekaligus juga bisa Anda lakukan ketika Anda merencanakan sebuah jadwal libur ngeblog yang relatif lama, sehingga blog Anda tetap bisa diupdate secara reguler meskipun Anda sedang menikmati waktu libur Anda.

Tidak ada ruginya memiliki stok tulisan untuk jangka waktu tertentu. Tetaplah menulis meskipun Anda tahu tidak bisa segera menguploadnya ke blog Anda.

2. Mengatur Strategi.

Saya yakin Anda memiliki strategi terhadap blog yang dijalankan agar cita-cita Anda dalam aktifitas ngeblog tercapai.

– Bagaimana blog Anda berjalan selama ini?
– Siapa sajakah yang membaca tulisan Anda?
– Berapa banyak komentar yang Anda dapatkan?
– Adakah saran dari sahabat atau pembaca untuk blog Anda?
– Sudah sejauh mana yang telah Anda capai?
– Adakah peluang ke depan yang bisa dimanfaatkan?
– Apa langkah selanjutnya yang akan Anda kerjakan?

Anda dapat meluangkan waktu untuk mereview apa yang selama ini telah Anda lakukan dalam mengelola sebuah blog. Dan menyusun rencana apa yang akan Anda lakukan ketika Anda bisa terhubung kembali dengan koneksi internet.

3. Menyusun Pertanyaan Interview.

Pernahkan terbayang untuk melakukan wawancara pada blogger lain? Ketika Anda terpaksa ‘libur’ ngeblog, kenapa tidak memanfaatkan waktu untuk menyusun dan menulis pertanyaan-pertanyaan interview?

Tentu saja masih banyak lagi kegiatan yang Anda bisa lakukan, termasuk benar-benar cuti dari ngeblog dan memanfaatkannya untuk santai bersama keluarga, olahraga, berkebun, membaca, Liburan di Pandeglang dan lainnya. 😉

Apa saja kegiatan Anda ketika terpaka harus offline?

—————————————————————
Posting Terkait:
1. Mengenal Objek Wisata di Pandeglang: Apa saja objek wisata di Pandeglang yang Anda tahu?
2. Full Feed Lawan Partial Feed: Anda memberikan feed secara penuh atau sebagian? Mana yang lebih baik?
3. Mendatangkan Trafik Tinggi Ke Blog Anda: Setiap blogger pasti ingin blognya memiliki trafik tinggi. Apa saja sih yang bisa dilakukan?
4. 7 Alasan Tidak Update Blog: Mengapa blogger sering kali mengungkapkan alasan-alasan untuk tidak mengupdate blog mereka?