Padi di Pekan Raya Jakarta

Saya tak pandai berkata-kata. Saya juga bukan Sobat Padi yang selalu mengikuti kehidupan pribadi artis yang saya kagumi. Hanya berusaha menikmati karyanya, yang kini sudah 13 tahun bersama.

Padi, 28 Juni lalu tampil di Pekan Raya Jakarta. Sayang modal saya hanya kamera handphone tanpa lampu blitz, jadi maaf, dari begitu banyaknya gambar yang saya coba tangkap, hanya inilah yang dapat mewakilinya. Continue reading “Padi di Pekan Raya Jakarta”

Menjadi Bijak

Betapa ini sangat berarti
Membagi gelisah dengan dirimu kawan

Kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur

Ada benarnya ucapan katamu
Memang hidup itu harus begini adanya

Kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama tertidur

Terukir
Lebih baik hidupku

–Padi, Menjadi Bijak–

Semoga! Terima kasih semuanya…

Janji Suci

Waktu sudah pagi, 00:58, saya bolak-balik memutar Akon – Sorry, Blame It On Me, dan Eminem – Mockingbird. Dua-duanya lagu tentang betapa cintanya kedua penyanyi tersebut pada keluarga, terutama anaknya.

Berulang-ulang sampai gila. Goyang mengikuti irama rapnya. Menulis postingan ini. Mengikuti lagunya. Entah nanti jadi cerita seperti apa.

Sambil mengingat-ingat, lagu apa lagi yang sejenis dengan dua lagu itu. Yang secara spesifik menceritakan tentang cinta pada keluarga dan anaknya. Di negara kita, ada nggak ya? Perasaan, hampir semua lagu lokal belum ada yang liriknya sedalam lagu-lagu itu. Jualannya hampir sama: cinta pada kekasih hati.

Hmm, jadi ingat, kemarin dinyanyikan Menanti Sebuah Jawaban [Padi], Raja [/Rif], Hitam, Main Hati [Andra and the Backbone] dan lagunya Tompi. Makasih ya.

PS: Yovie, pinjem judul lagunya ya!

—————————————————————-

Nunik yang masih pengen dinyanyiin lagunya Pasto 😉