Pantai Kuta, Tujuan Wisata Utama Bali

Pantai Kuta, adalah salah satu tempat ‘wajib‘ yang harus dikunjungi jika Anda jalan-jalan ke Bali. Karena jika tidak, Pantai Kuta bisa membuat Anda seperti mendapat ‘cap‘ belum ke Bali. Sama seperti ketika Anda ke Makassar dan tidak ‘mampir’ ke Pantai Losari.

Sebenernya sih udah bosen, tiap kali ke Bali, ke Kuta melulu, tapi apa daya, kunjungan terakhir kemaren harus mengikuti jadwal rombongan, ya terpaksa harus kembali jalan-jalan ke Pantai Kuta [lagi]. Bahkan dalam dua hari berturut-turut saya ke Pantai Kuta.

Yang pertama, rencananya menikmati sunset. Nggak tahunya, mataharinya sembunyi ketutup awan tebal karena langit mendung. Jadi sma sekali nggak bisa melihat matahari terbenam. Ya sudah, terpaksa hanya leyeh-leyeh di atas pasir saja.

Yang kedua, datang ke Pantai Kuta untuk pamitan dengan Bali. Sudah mau ke Bandara, eh, mampir lagi buat makan siang di Kuta.

Yang menarik dari Pantai Kuta adalah kendaraan shuttle bus nya. Selama ini saya naik taksi ke sana, jadi nggak tahu kalo ternyata di sepanjang jalan menuju Pantai Kuta, bus dilarang masuk. Jadi jika Anda bersama rombongan dalam satu bus pariwisata, Anda hanya dapat parkir di area yang telah disediakan (masih jauh dari Pantai Kuta) dan naik shuttle bus menuju Pantai.

Shuttle bus yang ada adalah dari mobil semacam L-300 yang sudah dimodifikasi jadi terbuka, dan bernama KOMOTRA. Entah apa singkatannya, lupa. Tapi saya dan kawan-kawan sepakat menamainya dengan odong-odong. Hahaha… Sebutan yang sama mungkin jika Anda pernah naik kereta api jemputan (KRD/KRL).

Seperti ini nih wujudnya odong-odong.

Untuk dapat menaikinya, kita harus beli tiket seharga Rp. 3.000,- Bolak-balik jadi Rp. 6.000,- Dan KOMOTRA ini baru akan jalan jika penumpangnya sudah ada minimal 20 orang! Siap-siap menunggu lama deh!