Feed Blog Yang Mati = Suck!

feed-blog-gambar-dari-photldotcom
Di saat saya blogwalking, biasanya saya secara otomatis menambahkan blog-blog dengan isi yang berkualitas ke dalam daftar feed saya. Jadi, saya tidak perlu bolak-balik mengunjungi websitenya hanya sekedar untuk mengetahui apakah si pemilik sudah mengupdate blognya atau belum.

Tetapi, ada beberapa blog yang sangat saya inginkan untuk dapat berlangganan, ternyata mematikan fasilitas feed blog mereka untuk dapat diakses melalui feed reader saja. Kita ‘dipaksa’ untuk selalu mengunjungi blognya secara langsung jika ingin mengetahui perkembangannya.

Perdebatan soal Full Feed atau Partial Feed sudah pernah saya tulis sebelumnya. Ada blogger yang memberikan seluruh isi tulisannya melalui feed, ada juga yang hanya memberikan separuh / sebagian saja. Jika ingin membaca sampai tuntas, kita harus berkunjung ke blog.

Blogger yang sama sekali tidak memberikan fasilitas feed ini, mungkin berpikir bahwa dia tidak mau memberikan tulisannya secara cuma-cuma. Memang melalui feed, kita akan memberikan ‘begitu saja’ tulisan kita kepada pembaca.

Jika tidak mengunjungi blog, bagi para internet marketer, mungkin ini sebuah kehilangan peluang, iklannya tidak jadi di klik oleh pengunjung.

Sekarang coba untuk melihat dari sisi yang lain.

Jujur, saya memang tidak selalu mengunjungi semua blog langganan saya. Tetapi saya membaca hampir semua feed dengan baik. Anda tidak akan menyangka jika ingatan saya tentang sebuah blog, apa isi tulisannya dari waktu ke waktu, saya ketahui. Jauh lebih banyak jumlahnya daripada yang saya komentari dan datangi blognya. Sesekali, baru saya akan berkunjung.

Nah, jika saya menemukan sebuah blog yang mematikan fasilitas feednya, mungkin saya akan terpukau oleh tulisannya, tetapi bagaimana caranya saya akan kembali lagi ke blog beliau?

Ratusan blog yang harus saya baca [saya berlangganan 500++ blog], dan sangat tidak mungkin saya mengingat dan menyimpan memori seluruh alamat blog di dalam otak saya.

Makanya satu-satunya jalan saya akan kembali kepada blog yang mematikan fasilitas feednya tersebut, jika dan hanya jika saya kembali ‘tersesat’ ke blognya. Dan itu kemungkinannya adalah kecil, karena waktu blogwalking adalah sangat terbatas, dan selalu mencari blog-blog baru, siapa tahu ada tulisan bagus di tempat lainnya.

Sebuah kehilangan yang jauh lebih besar bukan?

Jika blogger tersebut memberikan feednya meskipun hanya sebagian, tentu kemungkinan saya kembali mengunjungi blognya akan lebih besar. Dan siapa tahu saya justru akan mengklik iklannya di kunjungan-kunjungan berikutnya?

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memberikan full feed, partial feed, atau bahkan malah mematikan feed blog Anda?

Full Vs Partial Feed

Feed: disebut juga feed web atau feed news, adalah sebuah format data yang digunakan di dunia internet untuk memudahkan penggunanya mendapatkan updates artikel dari situs atau blog favoritnya. Terdapat dua jenis format utama feed: RSS Feed dan Atom Feed.

[Diambil dari “Kamus Istilah Blogger” ciptaan Mas Medhy Aginta]

Feed akan memudahkan Anda untuk mendapatkan updates posting blog terbaru dari blog yang Anda ingin baca tanpa harus mengunjungi blog tersebut. Tidak mungkin bukan, Anda seharian bolak-balik ke ratusan blog, hanya untuk sekedar mengecek apakah mereka memiliki posting baru atau tidak. Waktu Anda akan benar-benar terbuang percuma ketika sudah capek berusaha mengunjungi blog, ternyata posting yang ada masih artikel minggu lalu.

Feed adalah solusinya. Anda bisa berlangganan lewat email, atau feed reader. Saya sendiri berlangganan melalui Bloglines. Caranya mudah.

1. Buka Bloglines.

2. Sign Up untuk memiliki account dengan email Anda.

Lantas, apakah Anda akan memberikan full feed atau partial feed?

Full feed adalah feed yang diberikan oleh pemilik blog secara penuh kepada pembacanya. Jika isi postingannya adalah artikel dengan panjang 2000 kata, seluruhnya akan bisa dibaca oleh pelanggannya melalui feed reader tanpa harus mengunjungi blog tersebut.

Partial feed adalah feed yang diberikan kepada pelanggan hanya berupa ringkasan atau potongan atau sebagian dari artikel asli yang di publish oleh pemilik blog.

Banyak pro kontra diantara bloger tentang perlunya memberikan full feed atau partial feed dari blog mereka. Saya sendiri memberikan full feed kepada pembaca Isnuansa Dot Com –meskipun-baru-ada-5-orang-yang-berlangganan-. 😉

Alasan saya: Saya juga suka dengan blog-blog yang isinya menarik dan memberikan full feed blognya. Sejak berlangganan 200+ blog, dan setiap harinya mereka selalu aktif update, saya akan perlu lebih banyak waktu untuk sekedar mengunjungi blognya membaca sisa artikelnya.

Sebagai gambaran: Saya kadang kala kesal jika membaca koran dan menemukan artikel menarik di halaman depan dengan judul sangat menggiurkan, namun diakhiri dengan tulisan BERSAMBUNG ke halaman sekian kolom sekian. Anda juga?

Ya, memang ada beberapa yang beralasan bahwa memberikan hanya sebagian artikel, bisa membawa pembaca feed untuk berkunjung ke blog [dan ini berarti trafik yang tinggi, page view]. Tetapi ini hanya terjadi bila apa yang Anda tulis adalah artikel yang cukup bagus untuk TERUS dibaca. Jika postingan blog terbaru Anda hanya masuk kategori biasa-biasa saja, maka yang ada adalah pembaca skip melanjutkan membaca feed selanjutnya. [ingat tentang koran, saya JARANG membaca halaman sambungannya!]. Anda rugi dua kali jadinya, blog Anda tidak mendapat kunjungan, tulisan Anda pun tidak sepenuhnya dibaca orang. Anda menulis untuk dibaca orang lain, bukan?

Kelemahan untuk memberikan full feed juga ada. Tulisan Anda akan lebih mudah dicuri, dikopi paste dan dipublish oleh para plagiat. Tulisan saya 7 Hal Keterlaluan Dalam Menulis juga langsung dikopi dan dipublish beberapa saat setelah posting. Ada cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi, yaitu dengan tidak lupa memberikan deep linking atau tautan kepada beberapa postingan lama di blog Anda. Sehingga jika tulisan Anda dikopi paste, setidaknya link-link dalam postingan Anda akan ikut terkopi dan memberikan pingback kepada blog Anda.

Untuk membedakan link dengan deep link pikirkan ini: Link adalah jika Anda memberikan tautan kepada http://isnuansa.com/ sedangkan deep linking adalah jika Anda memberikan tautan kepada salah satu judul postingan seperti http://isnuansa.com/newbie-belajar-seo/.

Saya lebih memilih untuk memberikan full feed kepada pembaca blog agar mereka merasa nyaman, tidak ada keharusan untuk mengunjungi blog secara langsung. Itu adalah salah satu bentuk pelayanan dalam bersosialisasi dengan bloger lain.

Untuk cara mensetting full feed di wordpress adalah dengan membuka bagian setting lalu buka reading  pilih for each article in a feed, show: Full Text.

————————————————————-

Nunik yang berharap subscribernya bertambah banyak 😉