Perlukah Cetak Tebal Semua Keyword Di Blog?

Dalam salah satu tulisan di blognya yang pernah saya baca, Brokencode menyentil pelaku SEO yang hobinya menebalkan, memiringkan, menggarisbawahi, membesarkan ukuran, dan membuat warna norak norak bergembira di hampir semua keyword yang digunakannya. Pernah lihat blog seperti itu? Atau malah Anda pelakunya?

Pertanyaannya, seberapa efektifkah hasil yang didapat setelah melakukan semua itu?

Tebal sudah. Miring ada. Garis bawah banyak. Ukuran besar beberapa. Warna warni pelangi dipakai. Trus?

Apakah tulisan Anda jadi nomer satu di Google? Ah, itu kan susah. Okelah. Apakah tulisan Anda setidaknya muncul di halaman pertama? Belum juga?

Kalaupun muncul di halaman pertama. Berapa banyak yang mengklik tulisan Anda dibanding yang lain, yang sama-sama ada di halaman pertama?

Jikapun tulisan Anda di klik, setelah itu apa?

Saya nggak akan terlalu jauh membahas pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Balik lagi ke topik, mengapa harus tebal, miring, garis bawah, dan berpelangi?

Lho, memangnya ada cara lain yang lebih efektif dalam SEO?

Entahlah, saya sendiri nggak tahu. Belum memutuskan bereksperimen membuat jenis tulisan seperti itu dan membandingkannya dengan teknik lain. Tentu saja, bisa jadi cara itu cukup ampuh, terbukti ada juga pengikut alirannya.

Tapi saya tidak sedang membicarakan sisi SEOnya. Saya hanya merasa kok menulis dengan cara itu terkesan kurang profesional aja.

“Huuuu, enak aja lo ngomong. Gw kan blogger, bebas, suka suka gw dong.”

Fine. Itu kalimat yang memang saya tunggu. Saya menulis nggak sedang menyalahkan, kok. ๐Ÿ˜‰

7 Tulisan Maut

Ternyata oh ternyata, saya memiliki lebih dari 7 buah stok postingan dengan judul Angka 7 di depannya. Saya dapat ide untuk membuat kompilasi ini, pada saat saya membuka halaman Google Analytics, dan mendapati salah satu postingan saya membuat ratusan pembaca bertahan selama 10 menit lebih dalam postingan tersebut.

Senang juga rasanya, mengetahui bahwa tulisan saya benar-benar dibaca. Indikasinya ya itu tadi: dalam satu judul tulisan saja, pembaca bertahan lebih dari sepuluh menit. Bangga, tulisan saya ternyata ada yang baca.

Kini, saya urutkan ketujuh tulisan yang memiliki judul Angka 7 di depannya, siapa tahu saja dari Anda semua yang hadir kali ini, belum membacanya. Nggak perlu di klik semua, kok. Kalo sudah pernah baca, ya nggak usah baca lagi. ๐Ÿ˜†

Sementara itu, saya juga akan berbagi tulisan dengan judul mengandung Angka 7 yang ditulis oleh blogger lain, yang saya temukan melalui search engine. Jangan khawatir, tulisan ini sudah saya sortir, dan hanya saya tampilkan yang berasal dari blogger-blogger mumpuni. Nggak akan rugi deh, jika Anda meluangkan sedikit waktu [lagi] untuk membaca tulisan tulisan di bawah ini. Tapi ingat, setelah baca tulisan saya ya… :mrgreen: ๐Ÿ˜†

  • 7 Tips Ngeblog Dari Seleb Blogger – Oleh: Masim Vavai Sugianto. [Apa kabar, Mas?]
  • 7 Tips Menjalankan Program Afiliasi Dengan Blog Pribadi – Oleh Medhy Aginta ‘Blogguebo’ dimana saya pernah menulis sebagai Guest Blogger di blognya.
  • 7 Tips Menjaga Reputasi Online – Oleh Fariez. Saya udah bolak-balik seluruh halamannya, Tentang Saya-nya nggak ada. Nggak ‘kenalan’ deh… *mengulurkan tangan*
  • 7 Tips Sehat Minum Kopi – Oleh dokter Deddy Andaka. [Saya minum kopi bisa sampe 3 cangkir sehari, dok, masih aman kan?]

Hyyaaa, pasti ada yang protes, kenapa tulisan blogger lain hanya ada 4 saja? Gini alasannya: saya sudah cek sampe halaman 15 hasil pencarian, dan hanya menemukan itu saja. Trus, tukang protes pasti protes lagi: “Itu kenapa tulisan terakhir yang direkomendasikan bukan tentang blogging?”

Saya sebenarnya bingung mau jawab apa. Trus, saya minta petunjuk Gus Dur. Dibisikin sama dia: Gitu aja kok repot. Tinggal jawab saja: Ini kan blog saya, nggak suka ya nggak usah dibaca! ๐Ÿ˜†

*ditempeleng massa*

10 Postingan Ketika Malas

Seringkali kita merasa sangat malas ketika tiba waktunya untuk melakukan update blog. Entah karena tidak ada ide, hanya memiliki sedikit waktu, atau malas untuk menulis yang panjang-panjang.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk menyiasati? Supaya kita tetap bisa melakukan update blog, tetapi waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama, ada beberapa jenis postingan yang saya sarankan ketika Anda terserang penyakit malas.

Kesepuluh jenis postingan tersebut adalah:

1. Award / PR.

Tugas kita hanya mengkopi paste award yang diberikan dan meyelesaikan tugas yang ada bersamaan dengan award tersebut. Cukup mudah dan tidak memerlukan terlalu banyak pemikiran, apalagi sampai harus melakukan riset segala.

2. Gambar / Foto.

Yang Anda lakukan adalah cukup โ€˜membongkarโ€™ koleksi foto di folder Anda dan menguploadnya ke dalam blog. Tambahkan dengan sedikit cerita dibalik foto tersebut, dan jadilah postingan!

3. Puisi.

Pernah memiliki koleksi puisi? Tidak harus buatan Anda sendiri lho. Siapa tahu adik Anda atau sahabat yang membuatnya, atau bahkan mengupload puisi Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono [tulis sumbernya] yang mungkin jarang dibaca oleh orang lain.

Psstt, sayangnya, meski saya menyukai puisi, saya selalu kebingungan harus berkomentar apa pada setiap postingan yang berupa puisi, karena menurut saya puisi hanya enak dinikmati, bukan dikomentari…

4. Screenshot.

Mau buka-bukaan? Jika Anda sering melakukan chatting, kepikiran nggak buat โ€˜membaginyaโ€™ dengan pembaca blog Anda?

Kadang saya menemukan blog yang memuat screenshot hasil chatting dengan teman-temannya, atau bahkan pacarnya. Gampang kan, tinggal ambil screenshot, langsung publish deh!

5. Humor / Joke.

Cerita lucu di kehidupan sehari-hari pasti banyak dong. Tulis aja secara singkat salah satunya. Kalo pembaca bisa tertawa, mereka biasanya dengan senang hati memberikan komentarnya. Tetapi, kadang bisa bikin menyebalkan karena semua komentar hampir sama, hanya berisi: Hahahaha….

6. Sekilas Gossip.

Kenapa acara infotainment di televisi selalu laris manis? Karena sudah sifat manusia dari sononya pengen tahu segala sesuatu mengenai kehidupan pribadi orang lain.

Nggak ada salahnya, sekali waktu menceritakan sedikit tentang gossip yang menimpa Anda. Jika perlu, dibumbui dengan garam dan penyedap rasa biar makin enak. ๐Ÿ˜‰

7. Statistik Blog.

Cukup buka pengukur statistik blog Anda dan tulislah postingan tentang berapa banyak unique visitors, page view, subscribers, followers, nilai Google Page Rank, Alexa Rank, Technorati Rank, Google indexed, Yahoo indexed, jumlah backlink dan lain sebagainya.

8. Link.

Buka arsip blog Anda yang sudah terpendam lama, tawarkan lagi dalam bentuk resume berupa link-link dengan sedikit keterangan.

Atau search dari blog-blog lain tentang topik tertentu, kemudian buatlah sebuah postingan yang berisi daftar link-link yang menurut Anda merupakan postingan terbaik yang Anda temukan.

9. Polling.

Anda hanya perlu membuat satu pertanyaan dan beberapa kemungkinan jawaban. Selanjutnya, biarkan pembaca blog yang menjawabnya.

Sangat mudah!

10. Permohonan Maaf.

Yang ini makin mudah lagi. Tulislah: Mohon maaf ya, untuk sementara waktu saya tidak bisa menulis di blog ini. Nantikan saya kembali! ๐Ÿ˜‰

Diantara kesepuluh jenis postingan di atas, mana yang akan Anda pilih jika kelak Anda malas membuat postingan?

———————————————————–
Tulisan lain yang perlu Anda baca: