Live Tweet Pasti Lancar Djaja!

Sudah dua kali saya berganti Blackberry. Pertama adalah Blackberry Curve 8530 yang saya beli sendiri hasil menabung. Sedangkan yang kedua adalah Blackberry Torch hasil menang lomba foto simPATIzone Friday Movie Mania. Banyak enaknya lho, memakai Blackberry. Yang pasti, untuk update blog nggak perlu pusing lagi. Ada WordPress for Blackberry. Tinggal ketik, masukin foto, dan publish. Nggak perlu nunggu bisa duduk di depan komputer dulu.

Dan sekarang, blogger nggak cukup cuman browsing bahan tulisan trus ngetak-ngetik postingan blog doang. Tetep harus narsis juga di sosial media supaya gaul dan tahu banyak informasi terkini. Sharing di sosial media itu menyenangkan. Contohnya di twitter, kita nggak harus punya konten sendiri seperti di blog. Kita bisa me-retweet konten milik teman jika kita anggap isinya layak dibagikan kepada follower. Continue reading “Live Tweet Pasti Lancar Djaja!”

Blogger Wajib Narsis

Kalo nggak narsis, nggak dapet bahan postingan. Itu semboyan saya, karena blog ini sebagian besar isinya ya hanya curhatan nggak penting pemilik blog. Pas kemarin dapat kesempatan jalan-jalan ke Singapore nonton Bareng Harry Potter 7, ini nih sebagian foto-foto narsis saya.

Changi, Singapore
Foto bareng seluruh rombongan begitu tiba di Changi.
Di Changi Airport
Salah satu peserta nobar, @harrismaul
Kia Hiang, Bukit Merah Singapore
Makan Siang di Kia Hiang, nyaaammm...
Di Singapore Flyer
Narsis di atas ketinggian 165 meter di Singapore Flyer
Singapore Flyer
Di depan Singapore Flyer, nunggu peserta yang lain
Merlion
Meski nggak sampai 30 menit di Merlion, yang penting pose!
Universal Studio Singapore
Piss... 5 Blogger beraksi.
Universal Studio Singapore
Ulang, ulang, ulang, bloggernya pada teriak

 

Naaah, seperti janji kemarin mau nampilin foto sama karakter Universal Studio,  monggo…

Bettlejuice
Nggrook, nggrook, suaranya si Beetlejuice
Kung Fu Panda
Pundakku berat bener digencet tangannya si Panda.
Frankenstein
Udah mau keluar USS, lihat Frankenstein, foto dulu aahhh…

Salah satu hal yang bisa saya amati selama di Singapore kemarin adalah kotanya yang bersih. Bersih bukan hanya karena dedikasi yang amat tinggi dari para petugas kebersihannya, tetapi juga didukung kesadaran masyarakatnya yang tertib pada peraturan. Membuang sampah pada tempatnya. Tidak merokok di sembarang tempat.

Hmmm, habis ini diajak ke mana lagi sama brand apa lagi ya? *disambit*

~~~

Terimakasih @simPati yang udah ngajak jalan-jalan, dan @KevinWinsonata buat kiriman foto-fotonya. :-*

Simpatizone Friday Movie Mania Singapore: Nobar Harry Potter 7


Semua foto hasil jepretan saya.
Mata saya masih lengket, tapi alarm hand phone sudah berbunyi. Itu tandanya saya harus bangun dan segera bergegas ke bandara. Jalanan lumayan lancar, sehingga janjian jam 7 pagi, setengah jam sebelumnya saya sudah di Bandara Soetta. Sudah banyak peserta yang tiba sebelum saya. Ada @KevinWinsonata dan @harrismaul. Dua blogger lainnya, @indiraDharma dan @chikastuff belum terlihat. Tapi mereka nggak telat, karena tak lama, keduanya muncul juga. Semua peserta kenalan dan dibagiin tiket serta tas ransel dan kaos dari Simpati.

Jalan-jalan kali ini sangat enak karena semua sudah diurus. Tinggal duduk manis, nggak usah mikir nanti harus ngapain, ke mana, makan apa dan tidur di mana, sama siapa. 😆 Rombongan yang berangkat ke Singapore dalam rangka Simpatizone Friday Movie Mania Nobar Harry Potter 7 selain 5 blogger pemenang, juga ada pemenang kuis SMS, panitia dari Simpati dan tim dari majalah Total Film Indonesia, dengan total 31 orang. Rame kan? Sampai pulang aja saya masih belum hafal semua nama-nama peserta. *sungkem*

Semua wajah tampak ceria ketika menaiki Garuda, karena sudah nggak sabar nonton Harry Potter and The Deathly Hallows part II di Singapore. Yeay! Sayangnya, penerbangan nggak mulus. Bukan karena delay, tapi karena saat mau mendarat di Changi, cuaca sedang buruk, sehingga pesawat hanya muter-muter terus selama hampir satu jam, sebelum akhirnya diperbolehkan mendarat. Singapore yang biasanya panas, mendadak adem karena hujan deras pagi itu. Selisih waktu satu jam dengan Indonesia, menjadikan saat tiba di Singapore sudah saatnya isi bensin.

Dengan sebuah bus yang nyaman, rombongan dibawa menuju restoran Kia Hiang di daerah Bukit Merah, ditemani local tour guide bernama Said yang sangat lucu. Keturunan campuran Malaysia dan Singapore, rahasia Said lancar berbahasa Indonesia adalah karena menonton sinetron Cinta Fitri setiap hari. 😆 Sepanjang jalan, Said menjelaskan secara singkat sejarah Singapore dan bangunan-bangunan yang kami lalui sepanjang jalan. Total penduduk Singapore hanya 5 juta dan 20% diantaranya adalah expatriat. Sedangkan total kunjungan turis adalah 24 juta orang per tahun, menjadikan Singapore cukup bergantung pada bisnis pariwisata dan sangat serius menjadikan kotanya sebagai tujuan wisata bagi setidaknya kawasan Asia Tenggara.

Habis makan siang, rombongan diajak jalan-jalan ke Singapore Flyer dan Merlion Park. Yeay! Yang pasti, puas foto-foto. Dengan tinggi 165 meter dan satu putaran penuh, menjadikan seluruh kota Singapore dapat dilihat dari dalam kapsul Singapore Flyer. Harga tiket untuk dewasa dibanderol S$ 29.50 atau setara Rp. 210.000,- per orang. Lumayan mahal ya, buat sekedar naik satu putaran penuh, hehe… Kalo foto-foto di Merlion Park, gratis. Belom ke Singapore katanya kalo belom foto di depan Merlion sambil berpose unyu, melet atau dua jari membentuk Victory.

Dari Merlion, tergesa-gesa menuju Cathay Platinum Cineplex buat acara puncak yang ditunggu-tunggu: nonton bareng Harry Potter and The Deathly Hallows part II. Yihaaa! Mau dikasih spoilernya nggak? *dipentung* Saat nonton, di studio yang dipesan khusus, dikasih makanan yang super uenak! Sayang, perut masih kenyang habis makan siang tadi, jadi nggak habis deh. Eh, keluarnya dari nonton film, langsung makan malam. Ini makan muluk dari tadi perasaan. :mrgreen:

Makan malamnya juga nggak kalah mantep. Di resto all you can eat Seoul Garden, masih di deket Orchard, saya udah nggak sanggup makan nasi. Cuma ngerecokin makanan @harrismaul dan @chikastuff. Minumnya teh tarik, dan makanan penutupnya es krim. Sluuurpp. *elus-elus perut*

Setelah semua kenyang, rombongan dibawa ke Park Royal Kitchener dan masuk ke dalam kamar sekitar jam sepuluh. Setelah cuci muka dan ganti baju, semua pada jalan-jalan dalam kelompok-kelompok kecil. Saya dan Nia menyusuri Mustafa Center yang berada satu blok dengan Park Royal Kitchener Hotel, dan baru masuk kamar jam satu dini hari. Nggak banyak sih yang saya beli sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Tiga kotak makanan yang nggak ada di Indonesia dengan total harga tak lebih dari S$30. Sepulang jalan-jalan, baru mandi berendam air panas, dan tidur. Simpan tenaga buat esok hari.

Jam 08.00 pagi saya turun untuk sarapan pagi di hotel. Sengaja nggak makan nasi karena kemarin perut bener-bener kepenuhan makan mulu. Ngambil roti dan segelas teh manis, cukup untuk isi perut. Yang banyak malah ngambil foto-foto makanan di hotel, karena sedikit berbeda dengan menu yang ada di hotel di Indonesia. Ada menu-menu khas India, karena penduduk Singapore 15%nya adalah keturunan India. Tapi nggak berani nyobain, karena takut kalo makan kari dan kawan-kawan, nanti bisa-bisa mules di tengah hari.

Saatnya jalan-jalan ke Universal Studio! Tiketnya S$72 per orang dewasa saat wiken. Saran saya sih, beli sekalian tambahan tiket Express Pass seharga S$ 68 biar nggak usah antri kalo mau nyobain permainan yang ada. Soalnya, antriannya lebih parah dari Dufan, bo’. Bisa sejam lebih untuk nyobain satu permainan. Kaki gempor duluan buat ngantri doang. Yah, memang mahal sih jadinya, tapi enak juga kan kalo semua wahana bisa dicobain tanpa antri. 😆

Galactica Universal Studio SingaporeSaya nyoba Galactica yang Human (warna merah)! Itu roller coaster beneran mantaaapp. Dan saya nyobainnya sendirian. Buat bukti kalo saya udah berani naik, terpaksa deh nebus selembar foto seharga S$ 18 (hampir Rp. 130.000,-). Meheeelll. 😥 Foto-foto narsis saya di tulisan selanjutnya ya. Saya sempet foto sama Kungfu Panda, Beetlejuice dan Frankenstein. Tapi nanti dipasangnya…

Jam lima sore, berkumpul lagi di bola dunia sesuai dengan janji sebelum pisah di dalam Universal Studio. Rombongan langsung menuju Changi buat pulang ke Indonesia dan mengakhiri liburan di Singapore. Peserta masih saja pada belanja menghabiskan uangnya di Changi, mulai dari coklat, tas, sepatu dan minyak wangi. Hmmm, kasih tau nggak ya, siapa yang tas belanjaannya paling banyak… Sayang, pesawat delay 1,5 jam karena cuaca buruk. Sampai jakarta sudah jam 10 malam lewat, dan saya masuk rumah (Cikarang) jam 1 dini hari. Capek, tapi gembira! Trimakasih Simpati!
*bersambung*

~~~

Catatan: Jalan-jalan ke Singapore ini dibiayai oleh Simpati, kecuali uang saku untuk jajan dan membeli oleh-oleh. Penyebutan brand selain Simpati, tidak mendatangkan keuntungan materi secara langsung buat saya.