Jean Yip: Testimonial

Setelah saya cerita terdahulu tentang Radio Tripollar Treatment dari Euroskinlab seharga dua juta yang gratisan itu, kini saya akan memberikan testimonial yang lain.

Masih tetap tentang perawatan muka yang berharga mahal. Yang tidak akan mampu saya bayar sendiri kecuali dikasih gratis. 😉

Namanya Dermasilk + FSP Teraphy. Harga satu paketnya satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah. Saya punya 4 lembar voucher gratisnya, jadi kalo ditotal seharga Lima Juta rupiah.

Sudah saya gunakan sebanyak dua kali. Dan jika ditanya kesimpulannya, saya cukup puas dengan treatment dari Jean Yip tersebut.

Ada dua tempat yang bisa kita datangi jika ingin mencoba treatment di Jean Yip, yaitu di Mall Pondok Indah 2 dan Mall Kelapa Gading 3. Saya coba yang di Mall Kelapa Gading 3.

Berada di lantai 2, Jean Yip adalah salah satu tempat perawatan kecantikan terkemuka franchise dari Singapura.

Ketika masuk, saya disambut dengan ramah dan ‘manusiawi’, tidak seperti di kebanyakan tempat yang menilai orang dalam 10 detik, lantas memicingkan matanya sebagai tanda ‘tidak selevel’ dengan mereka.

Melihat harga-harga yang ditawarkan, paket kecantikan yang biasanya berharga puluhan juta [10 hingga 30an juta], tentu yang biasa masuk ke dalamnya adalah perempuan-perempuan dengan kantong tebal, berkulit mulus dan berpakaian mahal.

Untuk pemakai jasa gratisan seperti saya ini, harus menyiapkan mental terlebih dahulu jika akan masuk ke tempat-tempat seperti itu. Tapi ternyata sambutannya baik, kok. 🙄

Saya dituntun ke depan rak sepatu, dan harus mengganti sepatu saya dengan sendal yang telah mereka siapkan. Selanjutnya di bawa ke dalam ruangan treatment. Seperti biasa, berukuran sekitar 1,5 x 3 meteran, dengan dinding berwarna putih bersih dan alunan musik klasik terdengar menenangkan.

Selanjutnya saya dipersilahkan mengganti pakaian dengan kemben, berbaring di tempat tidur untuk memulai treatmentnya. Sorot lampu untuk menyinari wajah diarahkan di samping sebelah kanan, dan mungkin terapistnya melihat banyak noda di muka saya dengan jelas. 😉

Terapist kemudian menyiapkan mesin steamer, menambahkannya dengan air, dan mata saya kemudian ditutup dengan kapas. Muka dibersihkan dengan cleansing toner dan diangkat kotorannya dengan spons. Ketika mesin steamer berbunyi, muka saya kemudian diuapi agar pori-pori menjadi terbuka.

Agak sesak napas juga karena uap yang keluar sangat banyak dan di dalam hidung saya sampai berembun. 😉

Selanjutnya adalah facial; mengangkat komedo dari muka. Dan saya selalu menangis jika difacial. Sakitnya minta ampun! Tetapi hasilnya tentu sebanding dengan rasa sakit yang diderita, karena komedo yang berwarna hitam sirna dari muka saya.

Setelah selesai facial, baru dimulai treatment yang disebut dermasilk. Treatment tersebut menggunakan alat yang fungsinya seperti vacuum cleaner saya rasa. Karena mata tertutup, ya hanya bisa merasakan saja.

Alat tersebut berkeliling di seluruh bagian muka dan saya dapat merasakan kulit seperti ‘dihisap’ oleh alat tersebut. Entah apakah kotoran bisa terangkat seperti debu yang tersedot oleh vacuum cleaner… 😉

Lantas, menggunakan alat yang disebut dermabration, seperti alat bor yang memiliki mata bor dengan ukuran tertentu [bagian permukaan mirip amplas] dan berputar, tetapi masih memiliki efek seperti vacuum cleaner juga.

Dengan bahasa lain, muka diamplas sambil disedot kotorannya. 😳

Licin dong ya, hasilnya? Pasti!

Dan terakhir, dilakukan masker. Maskernya dingin banget, dan setelah ditunggu 30 menit, masker langsung dapat dilepas [peel off]. Dibersihkan dengan spons dan langsung diberi pelembab.

Selesai deh. Treatment satu jam tersebut berharga normal Rp. 1.250.000,- satu kali treatment dan saya mendapatkannya gratis. Kemarin saya sudah pakai 2 kali.

Terimakasih ya, Jean Yip!

Stttt, saya masih punya voucher ‘Whole Body Treatment’ dari salah satu tempat SPA di Hotel Sultan, yang harganya Rp. 5.000.000,- an, tetapi belom siap mental untuk memakainya. Padahal tinggal ‘lompat’ doang ya dari kantor…

—————————————————————
Posting Terkait:
1. Mengenal Objek Wisata di Pandeglang, Banten: Apa saja objek wisata di Pandeglang yang Anda tahu?