Kenapa Trafik Meningkat Tajam?

Sudah agak lama saya nggak ngecek Analytics saya. Kemarin, saya iseng melihat, karena ingat koreksi Mas Iskandaria jika page view blog ini rata-rata 340an, sedangkan yang saya tahu hanya berkisar 250. Dan inilah hasil screenshotnya:

Trafik Meningkat Tajam

Dari situ saya tahu, blog ini yang biasanya hanya dikunjungi 150 sampai [hampir mencapai tapi masih dibawah] 200 orang, mulai tahun baru 2010 tiba-tiba melonjak ke angka di atas 500. Tepat di pergantian tahun bahkan sampai 700an orang. Page viewnya turun menjadi 1,59 saja per kunjungan. 🙁

Belom punya cukup waktu untuk menyelidiki dan menganalisa: Kenapa trafik meningkat tajam? Kira-kira kenapa ya?

Trafik Tinggi Ke Blog Anda: Bisa?

Trafik yang paling tinggi berasal dari search engine. Jika Anda hanya berharap dari jaringan pertemanan [via blogwalking] dan sosial media, seberapa banyak yang bisa Anda tarik untuk mengunjungi blog?

Hal yang menjadi kewajiban untuk mendatangkan trafik tinggi ke blog Anda adalah sebagai berikut:

1. Gunakan SEO. Jika Anda belum paham Search Engine Optimization, sebaiknya Anda mempelajarinya terlebih dahulu. Dengan belajar SEO, blog Anda bisa berada di halaman depan Search Engine seperti Google, yang kemungkinan akan banyak didatangi oleh mesin pencari. Trafik tinggi dari search engine adalah modal dasar.

Apa yang bisa dilakukan?

– Tulis apa yang dibutuhkan orang.
– Berikan informasi tentang hal yang banyak dicari orang.
– Gunakan keyword dalam judul.
– Buatlah backlink sebanyak-banyaknya.

2. Buat orang berlangganan. Jika Anda sudah mampu membuat orang datang ke blog Anda dan berkomentar, tugas selanjutnya adalah membuat mereka selalu kembali lagi ke blog Anda secara teratur. Trafik baru dari search engine ditambah pembaca loyal sama dengan trafik tinggi ke blog Anda.

Bagaimana membuat orang kembali?

– Gunakan tampilan blog profesional. Desainlah blog Anda seperti ketika Anda akan menghadiri wawancara. Bukan berarti harus kaku, tapi rapi.
– Gunakan bahasa dan kalimat yang tepat. kalimat yang mengalir, runut, dan tanpa kesalahan ejaan menjadikan tulisan Anda mudah dibaca. Baca tulisan ini untuk mengetahui kesalahan yang sering dilakukan oleh bloger.
– Gunakan gambar. Manjakan mata pembaca. Daripada hanya disuguhi deretan kalimat tanpa tahu kapan harus berhenti membaca, tampilkan gambar untuk selingan dan menambah penjelasan isi tulisan.
– Buat daftar / list seperti tulisan ini. 🙂 Lebih mudah membacanya kan?

————————————————-
Selamat mencoba, semoga bisa mendapatkan trafik tinggi ke blog Anda.

Full Vs Partial Feed

Feed: disebut juga feed web atau feed news, adalah sebuah format data yang digunakan di dunia internet untuk memudahkan penggunanya mendapatkan updates artikel dari situs atau blog favoritnya. Terdapat dua jenis format utama feed: RSS Feed dan Atom Feed.

[Diambil dari “Kamus Istilah Blogger” ciptaan Mas Medhy Aginta]

Feed akan memudahkan Anda untuk mendapatkan updates posting blog terbaru dari blog yang Anda ingin baca tanpa harus mengunjungi blog tersebut. Tidak mungkin bukan, Anda seharian bolak-balik ke ratusan blog, hanya untuk sekedar mengecek apakah mereka memiliki posting baru atau tidak. Waktu Anda akan benar-benar terbuang percuma ketika sudah capek berusaha mengunjungi blog, ternyata posting yang ada masih artikel minggu lalu.

Feed adalah solusinya. Anda bisa berlangganan lewat email, atau feed reader. Saya sendiri berlangganan melalui Bloglines. Caranya mudah.

1. Buka Bloglines.

2. Sign Up untuk memiliki account dengan email Anda.

Lantas, apakah Anda akan memberikan full feed atau partial feed?

Full feed adalah feed yang diberikan oleh pemilik blog secara penuh kepada pembacanya. Jika isi postingannya adalah artikel dengan panjang 2000 kata, seluruhnya akan bisa dibaca oleh pelanggannya melalui feed reader tanpa harus mengunjungi blog tersebut.

Partial feed adalah feed yang diberikan kepada pelanggan hanya berupa ringkasan atau potongan atau sebagian dari artikel asli yang di publish oleh pemilik blog.

Banyak pro kontra diantara bloger tentang perlunya memberikan full feed atau partial feed dari blog mereka. Saya sendiri memberikan full feed kepada pembaca Isnuansa Dot Com –meskipun-baru-ada-5-orang-yang-berlangganan-. 😉

Alasan saya: Saya juga suka dengan blog-blog yang isinya menarik dan memberikan full feed blognya. Sejak berlangganan 200+ blog, dan setiap harinya mereka selalu aktif update, saya akan perlu lebih banyak waktu untuk sekedar mengunjungi blognya membaca sisa artikelnya.

Sebagai gambaran: Saya kadang kala kesal jika membaca koran dan menemukan artikel menarik di halaman depan dengan judul sangat menggiurkan, namun diakhiri dengan tulisan BERSAMBUNG ke halaman sekian kolom sekian. Anda juga?

Ya, memang ada beberapa yang beralasan bahwa memberikan hanya sebagian artikel, bisa membawa pembaca feed untuk berkunjung ke blog [dan ini berarti trafik yang tinggi, page view]. Tetapi ini hanya terjadi bila apa yang Anda tulis adalah artikel yang cukup bagus untuk TERUS dibaca. Jika postingan blog terbaru Anda hanya masuk kategori biasa-biasa saja, maka yang ada adalah pembaca skip melanjutkan membaca feed selanjutnya. [ingat tentang koran, saya JARANG membaca halaman sambungannya!]. Anda rugi dua kali jadinya, blog Anda tidak mendapat kunjungan, tulisan Anda pun tidak sepenuhnya dibaca orang. Anda menulis untuk dibaca orang lain, bukan?

Kelemahan untuk memberikan full feed juga ada. Tulisan Anda akan lebih mudah dicuri, dikopi paste dan dipublish oleh para plagiat. Tulisan saya 7 Hal Keterlaluan Dalam Menulis juga langsung dikopi dan dipublish beberapa saat setelah posting. Ada cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi, yaitu dengan tidak lupa memberikan deep linking atau tautan kepada beberapa postingan lama di blog Anda. Sehingga jika tulisan Anda dikopi paste, setidaknya link-link dalam postingan Anda akan ikut terkopi dan memberikan pingback kepada blog Anda.

Untuk membedakan link dengan deep link pikirkan ini: Link adalah jika Anda memberikan tautan kepada http://isnuansa.com/ sedangkan deep linking adalah jika Anda memberikan tautan kepada salah satu judul postingan seperti http://isnuansa.com/newbie-belajar-seo/.

Saya lebih memilih untuk memberikan full feed kepada pembaca blog agar mereka merasa nyaman, tidak ada keharusan untuk mengunjungi blog secara langsung. Itu adalah salah satu bentuk pelayanan dalam bersosialisasi dengan bloger lain.

Untuk cara mensetting full feed di wordpress adalah dengan membuka bagian setting lalu buka reading  pilih for each article in a feed, show: Full Text.

————————————————————-

Nunik yang berharap subscribernya bertambah banyak 😉