Perlukah Cetak Tebal Semua Keyword Di Blog?

Dalam salah satu tulisan di blognya yang pernah saya baca, Brokencode menyentil pelaku SEO yang hobinya menebalkan, memiringkan, menggarisbawahi, membesarkan ukuran, dan membuat warna norak norak bergembira di hampir semua keyword yang digunakannya. Pernah lihat blog seperti itu? Atau malah Anda pelakunya?

Pertanyaannya, seberapa efektifkah hasil yang didapat setelah melakukan semua itu?

Tebal sudah. Miring ada. Garis bawah banyak. Ukuran besar beberapa. Warna warni pelangi dipakai. Trus?

Apakah tulisan Anda jadi nomer satu di Google? Ah, itu kan susah. Okelah. Apakah tulisan Anda setidaknya muncul di halaman pertama? Belum juga?

Kalaupun muncul di halaman pertama. Berapa banyak yang mengklik tulisan Anda dibanding yang lain, yang sama-sama ada di halaman pertama?

Jikapun tulisan Anda di klik, setelah itu apa?

Saya nggak akan terlalu jauh membahas pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Balik lagi ke topik, mengapa harus tebal, miring, garis bawah, dan berpelangi?

Lho, memangnya ada cara lain yang lebih efektif dalam SEO?

Entahlah, saya sendiri nggak tahu. Belum memutuskan bereksperimen membuat jenis tulisan seperti itu dan membandingkannya dengan teknik lain. Tentu saja, bisa jadi cara itu cukup ampuh, terbukti ada juga pengikut alirannya.

Tapi saya tidak sedang membicarakan sisi SEOnya. Saya hanya merasa kok menulis dengan cara itu terkesan kurang profesional aja.

“Huuuu, enak aja lo ngomong. Gw kan blogger, bebas, suka suka gw dong.”

Fine. Itu kalimat yang memang saya tunggu. Saya menulis nggak sedang menyalahkan, kok. 😉

Kalah Oleh Blog

Dengan suara ogah-ogahan, menjawablah dia: “Say, lagi maen game nih, telponnya entar aja ya…

Campuran yang tepat antara memelas dan menjanjikan prospek lebih bagus di waktu lain. Sama pasnya dengan takaran kopi dan creamer yang biasa aku buat dan bikin ketagihan, sehingga nggak bakalan nolak jika tersaji di depan mata.

Iya deh, jam berapa?” aku ngalah juga.

Lagipula emang nggak ada yang terlalu penting, hanya kangen doang.

Jam 10 ya. Daaah…” sahutnya cepat, disusul bunyi tut tut tut.

Seperti biasa, aku pasrah aja menerima nasib: dikalahkan oleh game.

~~~

Mungkin hanya akan menunggu waktu saja, kamu akan aku kalahkan oleh blog. 👿

7 Tulisan Maut

Ternyata oh ternyata, saya memiliki lebih dari 7 buah stok postingan dengan judul Angka 7 di depannya. Saya dapat ide untuk membuat kompilasi ini, pada saat saya membuka halaman Google Analytics, dan mendapati salah satu postingan saya membuat ratusan pembaca bertahan selama 10 menit lebih dalam postingan tersebut.

Senang juga rasanya, mengetahui bahwa tulisan saya benar-benar dibaca. Indikasinya ya itu tadi: dalam satu judul tulisan saja, pembaca bertahan lebih dari sepuluh menit. Bangga, tulisan saya ternyata ada yang baca.

Kini, saya urutkan ketujuh tulisan yang memiliki judul Angka 7 di depannya, siapa tahu saja dari Anda semua yang hadir kali ini, belum membacanya. Nggak perlu di klik semua, kok. Kalo sudah pernah baca, ya nggak usah baca lagi. 😆

Sementara itu, saya juga akan berbagi tulisan dengan judul mengandung Angka 7 yang ditulis oleh blogger lain, yang saya temukan melalui search engine. Jangan khawatir, tulisan ini sudah saya sortir, dan hanya saya tampilkan yang berasal dari blogger-blogger mumpuni. Nggak akan rugi deh, jika Anda meluangkan sedikit waktu [lagi] untuk membaca tulisan tulisan di bawah ini. Tapi ingat, setelah baca tulisan saya ya… :mrgreen: 😆

  • 7 Tips Ngeblog Dari Seleb Blogger – Oleh: Masim Vavai Sugianto. [Apa kabar, Mas?]
  • 7 Tips Menjalankan Program Afiliasi Dengan Blog Pribadi – Oleh Medhy Aginta ‘Blogguebo’ dimana saya pernah menulis sebagai Guest Blogger di blognya.
  • 7 Tips Menjaga Reputasi Online – Oleh Fariez. Saya udah bolak-balik seluruh halamannya, Tentang Saya-nya nggak ada. Nggak ‘kenalan’ deh… *mengulurkan tangan*
  • 7 Tips Sehat Minum Kopi – Oleh dokter Deddy Andaka. [Saya minum kopi bisa sampe 3 cangkir sehari, dok, masih aman kan?]

Hyyaaa, pasti ada yang protes, kenapa tulisan blogger lain hanya ada 4 saja? Gini alasannya: saya sudah cek sampe halaman 15 hasil pencarian, dan hanya menemukan itu saja. Trus, tukang protes pasti protes lagi: “Itu kenapa tulisan terakhir yang direkomendasikan bukan tentang blogging?”

Saya sebenarnya bingung mau jawab apa. Trus, saya minta petunjuk Gus Dur. Dibisikin sama dia: Gitu aja kok repot. Tinggal jawab saja: Ini kan blog saya, nggak suka ya nggak usah dibaca! 😆

*ditempeleng massa*