Perlukah Guru Blogger?

guru-blogger

Memangnya Anda siapa? Mengajari blogger lain tentang apa yang ’harus dilakukan’ dan apa yang ’tidak boleh dilakukan’?

Jika menemui sebuah blog, pernahkan Anda merasa bahwa pemilik blog tersebut adalah orang yang ’sok tahu’ menjelaskan tentang suatu hal?

Atau Anda sudah merasa cukup pintar dan lebih banyak tahu daripada yang dijelaskan oleh blogger lain di blognya tersebut?

Saya termasuk blogger yang haus ilmu. Bagi saya, blogger lain saya jadikan sebagai ’guru’. Tempat saya menimba ilmu. Apapun yang mereka tulis. Tentu, filternya ada pada diri kita sendiri.

Memang, blog Anda adalah milik Anda dan bebas mengisinya dengan apa saja. Tetapi jika kita mau jujur, dalam ngeblog, kita melakukan sekumpulan kegiatan yang lebih kompleks daripada ’sekedar’ menulis postingan.

Menulis postingan, hanya sebagian kecil dari pada kegiatan blogging itu sendiri. Jika kita hanya menganut ilmu ”Tulislah apa yang mau Anda tulis” apakah kita sudah bisa disebut sebagai blogger?

Memiliki sebuah blog tidak melulu urusan mengisinya dengan postingan. Seandainya Anda mampu menulis setiap hari secara rutin, tetapi membiarkannya begitu saja tanpa ada yang mengunjungi, apalagi membacanya, blog Anda tak ada bedanya dengan buku diary yang gemboknya Anda pegang sendiri.

Ada tahapan selanjutnya yang diperlukan oleh blogger agar tulisannya dibaca oleh orang lain. Agar orang memberikan komentarnya terhadap tulisan kita. Dan itu ada ilmunya tersendiri. Semakin lama kita berharap pembaca blog semakin banyak. Jika sudah ribuan orang dan blog kita lebih terkenal ada langkah-langkah lain lagi yang bisa kita lakukan. Semua itu ada ilmunya. Tingkatan-tingkatan yang harus kita pelajari.

Saya perlu banyak guru yang mengajarkan apa yang ’harus dilakukan’ dan apa yang ’tidak boleh dilakukan’ dalam blogging.

Siapa saja guru saya? Dalam postingan yang akan datang saya akan memberitahukan kepada Anda.

Bagaimana dengan Anda? Siapa guru Anda?

Peluang Mendatangkan Trafik Tinggi

Kepala saya sering dipenuhi dengan pertanyaan “Bagaimana sih, bisa mendatangkan trafik tinggi ke dalam blog kita?”

Saya blogwalking ke beberapa situs profesional penghasil dollar, dengan susah payah belajar menerjemahkan apa yang beliau maksudkan. Meskipun jauh dari apa yang disebut mengerti –karena-banyak-sekali-istilah-yang-bahkan-saya-sendiri-tidak-mengerti-apa-artinya-, saya menangkap bahwa sebenarnya masih ada peluang dengan menulis beberapa tutorial yang didasarkan pada banyaknya “bloger awam” –istilah-saya-sendiri-, yang merupakan potensial pembaca blog Anda!

Anda pasti bertanya, “Bagaimana bisa, saya yang sangat sangat sangat bodoh dan miskin pengetahuan tentang website, mengajarkan sesuatu kepada para pembaca?”

“Apakah mereka nantinya justru tidak akan menertawakan hasil karya yang dengan susah payah saya kerjakan?”

Ya, tentu saja para programmer dan webmaster akan tertawa ngakak -berguling-guling-di-tanah- [well, saya terlalu hiperbola], terpingkal-pingkal dengan tutorial yang Anda buat, yang merupakan sesuatu yang sangat mendasar untuk membuat sebuah website.

Tidak, para newbie akan berterimakasih kepada Anda atas ilmu dasar yang telah Anda berikan.

Bayangkan, jika ada ribuan orang baru di luar sana [ingat, perkembangan internet di Indonesia potensial menghasilkan banyak bloger baru], yang memiliki tingkat kebodohan –yang-katakanlah-sama-dengan-saya, hendak belajar untuk membuat sebuah blog. Mereka akan memulainya dari awal. Dan untuk belajar langsung pada webmaster dengan tingkat kemampuan advance, mereka –orang-orang-seperti-saya-tersebut- tentu sangat kebingungan dengan bahasa-bahasa tutorial tingkat tinggi.

Kita mengalami ketika masih belajar, seorang dengan gelar Profesor, belum tentu lebih kita mengerti ajarannya dibandingkan dengan dosen bergelar Sarjana saja, bukan?

Jika ada yang menawarkan tutorial untuk tingkat pengetahuan terendah -tentu-saja-mudah-sekali-dipahami-dan-diterapkan- serta sangat gampang diikuti, apakah ribuan orang itu akan memilih yang susah mereka mengerti?

Lho, jadi blog ini akan berubah jadi blog tutorial?

Jelas saja tidak –meskipun-saya-mungkin-satu-dua-akan-mencoba-menulis-tentang-tutorial-bagi-bloger-awam-. Saya hanya berpikir tentang peluang menulis artikel –yang-mungkin-bisa-mendatangkan-banyak-pengunjung-.

So, apakah Anda tertarik untuk membuat tutorial? Sepanjang yang saya tahu, tutorial adalah salah satu artikel dengan trafik tinggi!

[Gambar diambil dari Bloggingly.Com]

—————————————————————
Nunik sedang tertarik membuat tulisan tutorial 😉