Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Menulis Artikel

Dalam tulisan saya sebelumnya, Polling: Berapa Lama Menulis Artikel? saya menanyakan kepada pembaca blog ini, akumulasi waktu untuk membuat sebuah artikel yang akan di publish di blog.

Maaf jika saya membuat bingung, karena pertanyaannya kurang spesifik, apakah termasuk didalamnya proses mencari data dan bahan, sampai dengan artikel tersebut terbit.

Terimakasih, karena ternyata ada banyak sekali yang telah memberikan jawabannya di kolom komentar. Biar adil, saya absen saja ya satu per satu mulai dari awal. Terimakasih buat: Agus Siswoyo, Hakim, Rauff Risharasakti, Ifan Jayadi, DimasAngga, Alamendah, Ikkyu_San, Dewa Bantal, Budiastawa, Casrudi, Kaka Akin, Didot, Wigati, Gus Ikhwan, I Made Wira, Julie, Batavusqu, Aldi, Tukangpoto, dan Si Gen.

*meluruskan tangan yang pegal setelah memasukkan 20 link*

Jawaban yang masuk memang berbeda-beda bagi masing-masing orang. Ada yang 15 menit, 30 menit, 45 menit, kurang lebih 1 jam, sekitar 1 sampai 2 jam, maksimum 2 jam, 5 jam, 3 hari, bahkan yang paling lama menjawab ada yang sampai 1 bulan.

Mengapa saya bertanya berapa lama waktu yang Anda alokasikan setiap hari untuk menulis? Saya sadar, jumlah waktu yang lebih lama tidak serta merta berbanding lurus dengan kualitas tulisan yang tercipta. Hal tersebut sama halnya dengan banyaknya komentar yang diterima dalam setiap tulisan, juga tak serta merta menunjukkan kualitas tulisan. Pun panjang pendeknya tulisan Anda.

Lantas, kenapa bertanya?

Saya sebenarnya lebih tertarik pada alasan Anda kenapa harus membutuhkan waktu begitu lama untuk menulis. Proses apa saja yang Anda lalui ketika menulis. Bagaimana cara Anda menulis dan lainnya. Itulah mengapa saya berpesan, jangan menjawab asal-asalan. 😆

Setidaknya ada beberapa point yang bisa saya dapatkan dari berbagai jawaban yang masuk.

1. Mood masih mempengaruhi dalam menulis.
Masih banyak yang mengungkapkan bahwa proses menulis dipengaruhi oleh mood, bukan sebuah kebiasaan ataupun kebutuhan. Jika mood sedang baik, maka proses menulis menjadi lebih lancar. Jika moodnya sedang jelek atau turun, maka sebuah tulisan urung terciptakan. Dapatkah menulis secara teratur tanpa terpengaruh mood?

2. Mempersiapkan materi, bahan, data, dan statistik pendukung dalam tulisan dengan baik.
Meski tidak seluruhnya melakukannya, setidaknya proses ini sangat baik jika dilakukan sebelum memulai sebuah tulisan. Kecuali jika tulisan kita berupa curhat pribadi.

3. Gambar adalah elemen penting dari tulisan.
Tulisan tidak harus selalu berupa kata-kata saja. Meski saya terkadang melupakan gambar [dan sempat beberapa kali diprotes sama Mbak Imelda, hehehe] namun saya tahu bahwa gambar pendukung juga penting dalam memperjelas apa yang kita tuliskan. Tentu proses pencarian gambar, dan jika perlu harus kita edit terlebih dahulu, membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

4. Proofread-lah tulisan Anda.
Dari jawaban polling yang saya terima, banyak yang menyatakan waktunya habis untuk beberapa kali mengedit dan membaca ulang tulisan yang sudah jadi. Ini juga menjadi kelemahan saya belakangan ini. Dulu, saya selalu membaca ulang [bahkan beberapa kali] tulisan sebelum dipublish. Sekarang, lama-lama agak malas. :mrgreen:

5. Koneksi juga mempengaruhi.
Yang ini, kita tidak bisa pungkiri. Jika koneksi yang kita miliki layaknya jalan tol, maka kita bisa berhemat di proses pencarian data, mengunggah gambar dan mempublish tulisan. Tetapi jika koneksi lemot, ya musti lebih sabar lama.

Sekali lagi, terimakasih semua teman! Ada yang mau menambahkan? Atau mau protes? Monggo…