Polling: Berapa Lama Menulis Artikel?

Kalo pertanyaan di atas saya tanyakan pada MasHengky, pasti jawabannya 5 menit saja. Ngapain lama-lama menulis sebuah artikel? Banyak yang harus dikerjakan dalam satu hari, kalo kelamaan buat nulis, siapa yang jagain lapak? Siapa yang menjawab pertanyaan dan komentar nggak penting dari pelanggan yang masuk? Dan lain-lainnya. Yang pasti, blogger yang satu itu suibuk banget deh, makanya waktu menulisnya hanya 5 menit. 😆

Kalo kita tanyanya sama Mas Casrudi, jawabannya juga sama: 5. Bukan menit, tapi jam! 😆 Kok bisa? Lhah, saya juga heran. Tapi percayalah bahwa jawaban tersebut sangat valid. Lha wong saya beberapa waktu lalu kopdar kok sama beliau. Dan angka itu adalah berdasarkan pengakuan beliau sendiri. Kalau saya mengada-ada, saya takut juga nanti bisa disomasi.

Nah, pertanyaannya, berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menulis sebuah artikel di blog Anda? Kasih penjelasan dan alasannya ya… Seperti biasa, buat beberapa jawaban yang nggak asal-asalan, pasti akan dapat backlink dari saya di postingan selanjutnya.

Yuk, mariii dijawab. Monggo…

Waktu Terbuang Dalam Membalas Komentar

Menulis Komentar

Saya baru menyadari, banyak sekali waktu saya yang tebuang dalam membalas komentar. Kenapa? Karena saya membaca komentar dua kali.

Lihat bagaimana saya menghabiskan banyak waktu dalam online, tanpa hasil yang signifikan:

  • Menit ke 0 sampai menit ke 30. Membuka email. Membaca satu per satu email yang masuk. Padahal seluruh komentar dan notifikasi facebook dikirimkan ke email. Membalas email penting yang ada.
  • Menit ke 30 sampai menit ke 45. Membuka Facebook. Meski tabnya dibuka bersamaan dengan email, tetapi nggak bisa dibaca bersamaan kan? 😉 Membaca notofikasi [lagi]. Sekilas membaca status teman di Beranda, komentar 1 atau dua status. Cek komentar di status dan foto, membalas. Menerima pertemanan. Mengucapkan ulang tahun. Tutup Facebook.
  • Menit ke 45 sampai menit ke 90. Buka blog. Baca komentar [lagi]. Tadi padahal sudah baca satu per satu via email. Balas semua komentar yang masuk. Upload postingan terjadwal [jika ada].
  • Menit ke 90 sampai menit ke 150. Buka Bloglines. Cek blog teman-teman yang update, jika ada yang menarik, kunjungi, tinggalkan komentar. Tetapi kebanyakan dibaca dari Feed Reader saja, terutama blog-blog bule, karena nggak pernah komentar di sana, cukup disedot ilmunya.
  • Menit ke 150 sampai menit ke 180. Googling, blogwalking, cari referensi dan ide tulisan baru.

See?

Anda juga bisa menuliskan daftar kebiasaan online Anda untuk mengetahui efektifitas kegiatan ngeblog Anda. Jangan pernah berkata “Wah, saya baik-baik saja tuh!” sampai Anda mencobanya. Sediakan kertas dan ballpoint ketika Anda duduk online dan tuliskan apa yang Anda kerjakan selanjutnya. Gunakan sebagai evaluasi. Sudah sesuaikah dengan tujuan [goal] yang ingin Anda capai dan usaha [waktu] yang Anda gunakan? Saya sudah mencoba dan ternyata memang ada yang salah.

Sekarang, saya membalik urutan saya dalam ngeblog, dengan membuka blog dan Facebook terlebih dahulu, baru membuka email untuk menghindari terbacanya komentar dan notifikasi dua kali.

Bagaimana dengan kebiasaan Anda?

——————————————————-

Tulisan lain yang perlu Anda baca:

Jangan Buang Waktu Percuma

Pelajaran terpenting dari bisnis online ngeblog dapet duit yang saya pelajari adalah: jangan hanya menjalankan satu blog.

Nias Zalukhu memiliki 30 buah.
Badoer memiliki 15 buah.

Salah satu sebabnya adalah proses dari ngeblog itu sendiri yang membutuhkan waktu untuk menunggu.
1. Menunggu blog Anda untuk diindeks mesin pencari.
2. Menunggu beberapa blog Anda memiliki cukup umur supaya bisa menghasilkan.
3. Menunggu hadiah Page Rank, Alexa Rank, dan pengukur lain.
4. Menunggu tawaran pekerjaan dari advertiser, dan tanggal pembayarannya [gajian] bulan depan.

Apakah selama waktu menunggu tersebut Anda hanya akan duduk diam?

Kenapa tidak membuat blog baru yang tiga bulan lagi siap digunakan untuk mencari uang?

———————————————————–