Tanyaken Apa?
Di sebuah Desa, ada penduduk yang baik, ramah dan alim. Sebut saja namanya Bunga. Tetangganya, hidup sederhana. Suatu hari, Bunga memberikan bantuan uang kepada tetangganya tanpa diminta. Tetangganya menerima bantuan itu, meski dalam hatinya merasa tersinggung karena meskipun sederhana, dia merasa masih mampu menghidupi keluarganya sendiri. Biaya makan dan sekolah anaknya, walopun dengan susah payah, masih bisa dipenuhinya.
Hari yang lain, Bunga memberikan nasehat kepada sebuah keluarga. Memang hanya nasehat umum tentang agama untuk kebaikan dan disampaikan secara halus. Namun, tetap saja, keluarga itu menganggap bahwa selama ini dia telah menjalankan syariat agamanya dengan baik. Jadi nggak perlu “dikuliahi” supaya ketaqwaannya lebih baik lagi.
Bunga baru kepentok ketika ada tetangga yang menyindirnya tentang salah satu prinsip hidupnya yang dianggap tidak lazim oleh lingkungannya. Bunga bertanya-tanya apa yang salah pada dirinya?
- - - - - - -
Gajah di seberang lautan nampak, kuman di pelupuk mata tak tampak.
Bagaimana menurut Anda?
March 5th, 2008 at 12:46 pm
salahnya….? tak ada cermin di rumahnya…
March 5th, 2008 at 1:17 pm
menurut Carik’e? wah..wah..jelas tuh lha gajahnya besar, kumannya kecil,iccuNunik.
Lha ini yang cocok, Gajah dan Kuman di depan mata tak tampak. 3 paragraph sama single line kalimat tak tampak.
March 5th, 2008 at 1:26 pm
Kalo di catur ada lukir, ini pakai lukir juga yak?
- $ -
Haiiyyah… Semua protes karena saya nulis peribahasa salah. Maap, nilai pelajaran Bahasa Indonesia saya merah…
March 5th, 2008 at 3:19 pm
Menasehati tapi yang dinasehati merasa gak dinasehati, menyantuni tetapi yang disantuni gak merasa disantuni, memberi tanpa pamrih, dan menerima tanpa berharap….susahkan….makanya gak mudah menjadi orang baik…..maka lebih baik menjadi orang yang mudah..saja
March 5th, 2008 at 3:35 pm
ah yang penting kan niat bunga lurus, gak usah peduli sama bisik bisik tetangga
March 5th, 2008 at 5:02 pm
bner stuju dengn heru
semua kan tergantung niat
March 5th, 2008 at 5:50 pm
yah biasa manusia seperti itulah..
sebaiknya ya kita berusaha untuk selalu belajar dalam segala hal..
March 5th, 2008 at 5:54 pm
mo berbuat baik itu memang banyak tantangannya kok, mbak is. tapi apa yang Bunga lakukan itu bagus2 aja kok. kalau diteliti sih, manusia mana yang ndak punya kekurangan? kesempurnaan itu hanya milik Allah semata. bener ndak mbak Is?
- $ -
Iyah…
March 5th, 2008 at 6:18 pm
karena kumannya kecil sih…kalo gajah khan gede. eh emang sengaja dibalek ya pribahasanya ? hehehhe
- $ -
Nggak sengaja dibalik, emang nggak sadar kalo kebalik, Maap…
March 5th, 2008 at 8:38 pm
tergantung keadaannya sih…
gak ada salahnya kan menerima masukan..walau masukan itu terdengar basi dan tdk diperlukan. Anggap saja ambil pahala sudah mendengarkan sesuatu yg baik dr orang lain …
selagi niatnya baik…yah tak apalah… apalagi kalo dikasih duit , kalau dia kasihnya ikhlas… gak ada salahnya tooh… kalaupun kita gak butuh..kan bisa kasih duit itu ke yg lain yg lebih membutuhkan dr kita
March 6th, 2008 at 12:09 am
susah yaa jd orang baik
March 6th, 2008 at 1:20 am
prinsip hidup yang mana yang tidak lazim?
March 6th, 2008 at 2:28 am
Saya jadi bingung, ini yang ndak bener si Bunga apa tetangganya toh?
*btw itu peribahasanya emang gitu yah?
- $ -
Maap-maap, kebalik…
March 6th, 2008 at 12:42 pm
prinsip hidup yg tak lazim? wah, aku koq ikut2an gak bisa ngeliat kumannya ya? maksudnya gak bisa ngeliat prinsip yg dimaksud
March 14th, 2008 at 11:03 am
gue cuma comment, huh kanapa untk hidup bertetangga susah ya, kemanakah budaya orang indonesia??
March 14th, 2008 at 7:36 pm
I think the problem is only a miss perception… we can help people but don’t even try to be their savior. you should not save them even you could, because when you start trying to save them, it is automatically you interfering their life.
that’s my opinion… helping people is not by solving their problems, but it is by supporting them solving their own problems.