Telor Bebek Ala Tukar Nasip

Nonton tipi, kadangkala membuat saya geregetan. Yang paling utama adalah banyaknya sinetron di malam hari. Menjadikan rakyat Indonesia makin minim pilihan untuk menjadi smart. Mereka hanya disuguhi sedikit sekali tayangan yang bisa memperluas pengetahuan. Bagaimana mau maju jika yang dipertontonkan adalah adegan perebutan harta warisan dan ABG berantem gara-gara pacar?

Anyway, saya bukan mau cerita sinetron karena saya memang nggak pernah mengikuti satupun sinetron di Indonesia. Saya mau cerita soal acara yang baru beberapa episode tayang, dan saya sempat menontonnya: Tukar Nasip.

Entah ditayangkan oleh stasiun tipi apa, saya sudah lupa. Tayangan itu menceritakan tentang dua buah keluarga, yang satu adalah keluarga kaya dan satunya lagi keluarga miskin.

Dua keluarga tersebut mendapatkan tantangan untuk saling merasakan nasip menjadi orang dalam posisi sebaliknya. Yang miskin menempati rumah gedong milik si kaya, yang kaya tinggal di rumah reyot si miskin. Ada beberapa adegan yang menyedihkan –meskipun saya pikir agak sedikit dipaksakan- dan ada juga adegan yang menggelikan ketika si miskin terbengong-bengong dengan megahnya rumah si kaya.

Dalam episode yang kebetulan saya tonton itu, ada satu yang membuat saya pada kesimpulan bahwa setiap tayangan televisi kita terlalu banyak dibumbui oleh hal-hal yang hanya mengejar “rating” semata. Supaya kelihatan benar-benar prihatin menjadi orang miskin. Menjual “ketidakmampuan” semata dilihat sebagai suatu komoditi. Menabrak hal-hal yang seharusnya bisa mendidik.

Pada hari pertama pertukaran nasip, keluarga si kaya dikisahkan harus menggembala bebek ke sawah. Istrinya mengantarkan makan siang yang hanya berupa nasi putih ke sawah. Sepulangnya dari sawah, bebek dimasukkan ke dalam kandang. Apa selanjutnya? Jam 14.30 si istri “memanen” telur bebek untuk diantarkan ke warung.

Weleh-weleh. Sejak kapan bebek bertelur siang hari?

Pantesan, -mungkin banyak juga diantara teman-teman yang nggak tahu- semakin hari semakin banyak generasi penerus kita yang pengetahuan umum tentang alamnya payah banget. 😛

——————————————-

Ke kandang dulu ah, ngecek telor bebek ada berapa. 😉

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

8 thoughts on “Telor Bebek Ala Tukar Nasip”

  1. hebat euee..
    mbak nunik masih perhatian ama bebek-bebeknya…
    emang rality show di indonesia rata2 rekayasa….
    membohongi publik yang sudah keasyikan menikmati kebohongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge