Unfollower Dalam Tukar Link Antar Blog Dapatkah Dideteksi?

Belakangan ini saya asyik maenan twitter. Bahkan untuk update blog saja rasanya malas. Saya keasyikan bersosialisasi dengan teman-teman memakai media 140 karakter saja.

Di blog, sudah sering banget kan Anda mengalami permintaan bertukar link secara tiba-tiba? Tak ada angin, tak ada hujan, entah muncul dari mana asalnya, bahkan mungkin belum benar-benar membaca apa yang Anda tulis, serta merta langsung mengucapkan: tukar link yuk. πŸ˜†

Yang sudah ratusan kali berkunjung ke blog ini, baca tulisan-tulisan nggak penting saya, komentar dengan cara-cara yang baik saja belum saya pasang link blognya di sini, kok yang tiba-tiba muncul dari dalam tanah langsung minta tukar link. πŸ˜†

Label atau cap yang akan dialamatkan ke saya, nggak akan ngaruh tuh. Di facebook sempat ada yang keki dengan saya dan nggak seolah nggak percaya bahwa di dunia ini ada blog yang tak memiliki blogroll. πŸ˜†

Udah ah, pendahuluannya kok bikin saya keketawaan aja dari tadi. Intinya, sekedar mengulang pernyataan saya: maaf, saya tidak menerima ajakan bertukar link.

Nah, di twitter, saya sering menemui kalimat seperti ini:

I recently lost a follower, and thanks to who[dot]unfollowed[dot]me, I know it was @xxxx #whounfollowedme

Itu salah satu kemudahan di twitter, bisa segera mengetahui jika ada yang berhenti berlangganan timeline yang kita miliki.

Saya kok langsung teringat dengan tradisi bertukar link diantara sesama blogger. Taruhlah kita memang hobi bertukar link, lantas kelemahannya, adakah jaminan bahwa blogger tersebut tetap akan memajang link blog kita di blognya?

Kita tentu saja tidak bisa mendeteksinya dengan berkunjung dan mengecek satu per satu setiap harinya hanya untuk memastikan link blog kita masih ada di tempatnya.

Adakah alat seperti who[dot]unfollowed[dot]me, yang bisa mendeteksi dengan cepat, siapa-siapa saja blogger yang mencopot link kita dari daftar blogrollnya?

Jika ada, tentu itu salah satu pertimbangan untuk dapat melakukan aktifitas tukar link, tentu saja dibarengi dengan syarat-syarat lainnya yang mendukung seperti tema tulisan dan kualitas blog. πŸ™‚

33 thoughts on “Unfollower Dalam Tukar Link Antar Blog Dapatkah Dideteksi?

  1. diawal2 ngeblog emang rajin nanggepin klo ada rekans yang mampir diblog jablaiku cuma mau minta tukaran link. kadang2 juga kecewa, yang kita tulis ntah dibaca apa ngak.

    tapi klo sekarang klo ada yang minta banyak yang aku cuekin, update blog aja jarang.. hahaha

  2. Saya memiliki halaman untuk pranala keluar (sejenis blogroll) tapi hanya untuk situs/blog tertentu yang memang direkomendasikan atau daftar blog saya sendiri.

    Saya memang tidak menyediakan tukaran pranala/link blog, karena itu tampak konyol. Tapi gara-gara pengembangan fitur XFN, itu jadi trend juga πŸ˜€

    Tapi sudah lama saya tidak memasang blogroll di sidebar, karena memang saya rasa itu tidak perlu. Dan mengurangi aksesibilitas blog bagi mereka yang menggunakan metode tabbing untuk berselancar.

    Tapi ya terserah, kalau ada yang mau memasang pranala ke blog saya ya silakan – hanya saja saya tidak memasang pranala balik. Itu sudah konsep yang diusung di blog saya πŸ™‚
    Cahya selesai posting Maaf Saya Datang Menutup Mata

  3. Itu tergantung dari yang punya blog saja dah mbak..walaupun saya cuman dikunjungi sekali oleh mbak is, tapi saya tetap memasang link mbak dlm blogroll πŸ™‚ karena itu sudah komitmen saya, tulisan yang saya anggap mengena di hati langsung saya pasang, tapi kalau tidak, πŸ™‚ masih butuh proses, takutnya nanti, tidak sempat mengunjungi (karena terlalu banyak link)
    budiarnaya selesai posting Cinta Empat Musim

  4. Mungkin ada Mbak, tapi saya belum tau.
    Kalau saya ya main perasaan.
    Kalau mereka sering nongol di blog kita, meskipun dianya nggak masang kita blogroll, saya nggak pikirin.
    (Nyatanya Mbak Nunik juga rajin berkunjung ke tempat saya…)

    NB.
    Saya senang tampilan blog ini, yg ramping tanpa sidebar itu…
    Bener2 antibiasa πŸ˜€
    marsudiyanto selesai posting Black Competition I

  5. menurut saya ada dua pilihan ngeblog sih,, kalau blog yang personal dan orientasinya cuma cuap cuap saya tidak pernah menolak untuk bertukar link, bahkan khusus untuk teman tidak di minta pun saya biasa pasang link kok,, kalau untuk blog pencari receh saya belum pasang link sih tapi itu karena tempatnya yang sempit di jejali iklan dan beberapa yang minta link itu blog dari luar jadi gak saya pasang.

    kalau soal dia melepas link kita saya malah gak kepikiran untuk ngecek, namun jika secara tidak sengaja melihat link saya di cabut atau membuat link kita nofollow,,, saya tentu mencabut juga link nya dari blog saya,,

    link itu seperti jalinan silaturahmi, sama dengan orang mengajak salaman,, kalau kita udah ulurkan tangan dan orang yang kita ajak itu menarik tangannya apa perasaan kita?

    sejujurnya begitu perasaan saya waktu saya minta tukar link di blog mab nunik, waktu itu blog saya masih PR 0 (**** dendam hehehehee)

    Ada yang bilang bertukar link dengan blog yang PR nya lebih buruk akan berpangaruh buruk juga pada PR kita itu sih wallahu alam,, PR blog itu rahasia google,, para pakar pun tak tau pasti alogaritma apa yang di pake google untuk menentukan PR namun faktanya link di blog rol saya semuanya blog tak ber PR, tapi nyatanya Blog saya ber PR 2, dan sub dimain blog saya berPR1 gak buruk buruk amat kan?

    Fakta lainnya blog ber PR 2 punya saya dapet visitor cuma 200 UV perharinya, tapi blog saya yang ber PR 0 punya pengunjung hingga beberapa ribu,, yang penting buat pencari recehan seperti saya itu visitor,,,soal dia mbaca apa tidak apa yang kita tulis juga gak penting,, yang penting dia ngeklik iklannya heheheheee
    Haryantoblog selesai posting Komentar lucu Maria Eva soal Video Ariel Luna

  6. wahh padahal newbie mau ajak tukeran link πŸ˜€
    keliatannya ada plugin yg mendeteksi link.. namanya blogroll checker.. tp lama sekali loadingnya karena dia akan mengecek smua linknya πŸ˜€

  7. Lama gak nongol, Mbak.

    Saya merasa kurang nyaman jika ada yang sekali nongol langsung meminta tukar link. makanya selalu saya acuhkan. Saya lebih menganggap link sebagai penghormatan kepada sahabat.

    Satu lagi, saya enggan untuk memulai mengajak bertukar link (moga saya belum pernah mengajak Mbak Nunik). Namun jika ada sahabat blogger yang telah beberapa kali berkunjung dan berkomentar di blog saya kemudian mengajak bertukar link mungkin akan saya layani (mbak Nunik mau mengajak??)
    alamendah selesai posting Wereng Batang Coklat- Hama Padi yang Sulit Dibasmi

  8. Saya tahu mbak Nunik ini gak seneng tukeran link. Tapi meski begitu, saya sendiri langsung pasang link-nya isnuansa.com di blogroll saya.

    Tapi kapan hari mbak Nunik pernah ngasih backlink di salah satu artikelnya. Itu lebih dari cukup buat saya πŸ™‚
    budiastawa selesai posting Twitter-an dengan Echofon di Firefox

  9. jadi inget dulu saya ngejar2 Om soewoeng waktu pengen tukeran link dulu, yaitu ikutin syaratnya ngikutan tebak2an gokill di blognya, hasilnya sampe sekarang masih nongkrong diblognya Beliyyaw, jadi seberapa kali ganti templet linknya Om soewoeng nggak akan ditinggalin (moga ampe akhir ngeblog nggak)
    lha tentang alatnya saya nggak tahu mas, emang di twitter kek gitu yak.. πŸ˜€

  10. Kayaknya kalo blognya pake feedburner, follower atau listener bisa dideteksi deh. Soalnya saya beberapa kali juga menerima email dari feedburner yang isinya berupa notifikasi bahwa ada yang melakukan unsubscribe atas blog kita. Sedih sih, tapi belajar “legowo”. Itu kan hak mereka… Bener ga mbak?
    Nasir selesai posting Hati-hati Duduk di Atas Kloset Duduk

  11. Iya Mbak, kini sy sudah memasang link blogger dalam daftar blog sahabat di halaman khusus, bukandi blogroll sidebar lagi.

  12. Sepertinya ada plugin yang mendeteksi link kita di blog lain deh, saya lupa namanya. Cari aja di WordPress.org. πŸ˜†

    Tapi menurut saya, kok niat bener nyari tau link kita dihapus atau kagak. Mending biarin aja, toh mbak nunik ga pasang blogroll lagi kan?. 😳

    Kalau saya ga mau ah tukeran link di blog ini, jadi guest blogger aja deh, nulis satu posting aja, pasti bakal dipasang link saya :mrgreen:
    rismaka EA selesai posting Bloggering 11- Realign and Restructured

  13. saya sebenarnya juga agak gimanaaaaa gitu kalau ada pendatang baru langsung bilang “tukar link” tanpa ada komentar dulu pada artikel.

    saya tak pernah cek apakah link saya dicopot atau tidak mbak.saya juga tak pernah mencopot link mereka kok, maklum sibuk ngurusi negara.

    Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara :
    1. ” Kontes Menulis Opini ”
    2. ”The Amazing Picture ”,
    3. ”The Twin Contest”
    4. β€œ Kontes Menulis Peribahasa β€œ
    dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
    Terima kasih
    BlogCamp selesai posting Trip to Paris Van Java

  14. Kalau saya tukaran link hanya melihat dari kualitas dia ngeblog. Apakah dia sayang dengan blognya atau gak. Walaupun jarang diupdate, tapi artikel bermanfaat seperti sebuah tutorial saya biasanya tetap pasang link-nya di blog saya.
    Agung Prasetyo selesai posting Butuh Saran Sebelum Pindahan

  15. Berarti sama dong dengan saya yang tidak melayani tukeran link,mbak..bukannya mau sombong atau apa, tujuan saya hanya mau berbagi saja dan jika ada yang merasa blog saya berguna silahkan di follow…gitu aja :mrgreen:
    tukangpoto selesai posting Foto close up

  16. emang nyatanya banyak blogger yang cuma nyari backlink dengan tukeran link, saya masih ingat ketika awal saya ngeblog, sulit sekali untuk tukeran link kecuali dengan blog2 seangkatan dengan PR yang sama.
    Tetapi setelah blog ber PR 3 mudah sekali teman blogger meminta tukeran link.
    Kalo menurut saya tukeran link bukan hanya dengan niat untuk backlink tapi harus lebih kepada untuk saling bersilaturahmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge