Urgent: Peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar Pada Rokok!

Sebelumnya, saya mau tanya dulu ya, soalnya kontroversi dan debat soal rokok seperti nggak pernah ada habisnya, selalu ada argumentasi yang baik dari pihak yang pro dan yang kontra.

“Apakah membatasi kebebasan setiap orang untuk memilih untuk merokok merupakan pelanggaran hak asasi manusia?”
“Bagaimana bila pilihan tersebut memiliki dampak negatif bagi masyarakat sekitar, termasuk lingkungan hidup?”

Jawabannya saya dapatkan di Seminar Peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar “ Mendorong Kemandirian Untuk Hidup Sehat”
Menuju Persamaan Hak: Rokok Indonesia dan Rokok Ekspor, yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Selasa 11 Januari 2011 di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta.

Seminar Picture Health Warning

Dari pemaparan Ibu Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, SH, MA, terungkap bahwa hal tersebut bukan pelanggaran hak asasi manusia. Ibu Harkristuti Harkrisnowo adalah Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Kementrian Hukum dan HAM, jadi beliau bicara dengan berbagai dasar hukum yang relevan.

Selain Ibu Harkristuti, pembicara yang hadir antara lain: Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), DTMH, MARS [Direktur Jenderal P2PL Kementrian Kesehatan RI], Dr. Domilyn C. Villarreiz [mewakili South East Asia Tobacco Alliance – SEATCA], Dr. Anie Rahman (dari Kementrian Kesehatan Brunei Darussalam] dan Dr. Zarihah Zain [Kementrian Kesehatan Malaysia].

Seminar Picture Health Warning

Di Brunei, semua industri rokok termasuk rokok impor dari Indonesia patuh terhadap aturan untuk menerapkan peringatan kesehatan bentuk gambar seluas 50% di bagian atas permukaan depan dan belakang bungkus rokok sesuai waktu yang ditetapkan. Industri rokok diberikan tenggang waktu 6 bulan untuk menyesuaikan bungkusnya. Penegakan hukum tidak sulit karena komitmen pemerintah cukup tinggi dan adanya kerjasama efektif dengan instansi terkait, cukai, perijinan dan kepolisian kesultanan Brunei.

Produsen rokok Indonesia telah memproduksi bungkus rokok dengan peringatan kesehatan bergambar untuk rokok ekspor sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara tujuan. Tak lama lagi kemasan rokok yang beredar di Indonesia akan sama seperti di Luar Negeri, dilengkapi Peringatan Kesehatan Berbentuk gambar pada kemasannya seperti bunyi pasal-pasal dalam RPP.

Seminar Picture Health Warning

Pemerintah saat ini sedang merampungkan peraturan pemerintah tentang pengamanan zat adiktif produk tembakau sebagai mandat UU Kesehatan No. 36/2009 yang salah satu pasalnya adalah peringatan kesehatan di bungkus rokok. Indonesia sudah menerapkan peringatan berbentuk tulisan kecil di bagian bawah permukaan belakang bungkus rokok sejak 1999.

Peringatan tertulis yang memuat sederetan gangguan kesehatan akibat rokok ini terbukti tidak efektif disamping sulit dibayangkan wujud penyakitnya, pesan tidak pernah diganti tidak membuat perokok percaya akan bahayanya. Ini terbukti dengan terus meningkatnya jumlah perokok. Perokok remaja 15-19 tahun naik 150% selama tahun 2001-2007 sementara perokok pemula usia 10-14 tahun naik hampir 2 kali lipat selama periode yang sama.

Penelitian di banyak negara menunjukkan bahwa peringatan kesehatan berbentuk gambar lebih efektif meningkatkan pemahaman tentang resiko merokok merokok daripada bentuk tulisan. Di Singapura, 1 dari 6 perokok mengaku mereka tidak lagi merokok di depan anak-anak, sementara di Thailand, lebih dari 50% mengatakan peringatan kesehatan bentuk gambar membuat mereka berpikir tentang resiko kesehatan.

Bungkus rokok bertujuan menciptakan keinginan membeli dan mencoba, pemerintah punya tanggung jawab mengedukasi masyarakat tentang dampak merokok bagi kesehatan. Dengan terbatasnya sumber daya pemerintah untuk menjangkau masyarakat sampai ke pelosok-pelosok termasuk yang buta huruf dan remaja yang tidak mendapatkan pengetahuan cukup tentang bahaya merokok peringatan kesehatan bentuk gambar akan meningkatkan pemahaman sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab, proporsi gambar terbesar di dunia adalah 80% luas bungkus rokok di bagian depan dan belakang.

Gambar berfungsi mencegah perokok pemula mencoba pertama kali merokok. Gambar efektif mengurangi jumlah perokok.

Agar efektif, peringtan kesehatan pada kemasan rokok hendaknya jelas, mudah dilihat, relevan dan mudah diingat. Praktek terbaik di berbagai negara mensyaratkan:

1.       Peringatan kesehatan dibungkus rokok dalam bentuk gambar.

2.       Berwarna, dengan pesan tunggal.

3.       Luasnya 50% dari permukaan bagian depan dan belakang bungkus rokok.

4.       Ditempatkan pada bagian atas bungkus rokok.

5.       Tidak tertutup selubung atau terhalang apapun.

6.       Diganti secara periodik.

Mengapa Perlu Peringatan Kesehatan?

Salah satu argumen tentang konsumsi rokok adalah bahwa perokok sendiri yang membuat keputusan untuk membeli rokok berdasarkan pengetahuan yang cukup tentang produk yang dibelinya. Argumen ini didasarkan pada teori ekonomi tentang kedaulatan konsumen yang mengatakan bahwa konsumen sendirilah yang berhak menentukan bagaimana membelanjakan uangnya dengan dasar pengetahuan yang cukup tentang biaya dan manfaat dari pembelian produk tersebut dan konsumen sendiri akan menanggung beban biaya akibat pembeliannya.

Kedua asumsi itu tidak berlaku bagi konsumen produk termbakau karena calon perokok tida sepenuhnya sadar bahwa produk yang dibelinya akan menjeratnya seumur hidup karena bersifat adiktif, beresiko terkena penyakit dan kematian dini, serta memberikan beban ekonomi dan kesehatan langsung atau tidk pada orang lain.

Pemerintah berkewajiban untuk melindungi remaja dan masyarakat umumnya dengan memberikan informasi yang jelas dan benar tentang dampak konsumsi produk tembakau. Sarana informasi yang memiliki akses luas menjangkau seluruh lapisan masyarakat adalah peringatan kesehatan di bungkus rokok yang dipersayaratkan bagi produk tembakau untuk mencantumkannya.

Mengapa Perlu peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar?

Seminar Picture Health Warning

Pemberian informasi dan edukasi bagi masyarakat dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran.

Efektifitas pesan peringatan kesehatan berbentuk tulisan di bungkus rokok yang beredar di pasaran Indonesia telah dievaluasi melalui studi yang dilakukan PPK, UI tahun 2007.

Hasilnya menunjukkan bahwa lebih 90% responden pernah membaca peringatan kesehatan bentuk tulisan di rokok, masing-masing 97% perokok dan 83% bukan perokok. 43% tidak percaya karena merasa tidak terbukti, 26% tidak termotivasi berhenti merokok dan 20% mengatakan tulisannya terlalu kecil dan tidak terbaca. Dari studi ditemukan bahwa 76% responden menginginkan peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan, sepertiga jumlah perokok bahkan menginginkan pesan yang spesifik dan menakutkan.

Praktek terbaik yang dilakukan di berbagai negara mensyaratkan peringatan kesehatan di bungkus rokok berbentuk gambar dan tulisan. Hanya satu gambar disertai pesan tulisan yang sesuai dengan gambarnya di masing-masing bungkus rokok. Luas gambar minimal adalah 50% dari permukaan depan dan 50% di permukaan belakang, ditempatkan pada bagian atas bungkus rokok, tidak boleh tertutup selubung dan diganti secara periodik. Pada setiap seri produksi akan dikeluarkan 5 jenis gambar untuk setiap merek dari setiap jenis produk.

Semoga Pemerintah RI segera menyusul 40 negara lain yang telah mempraktekkan tindakan serupa: menerapkan peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok.

PS: Untuk foto-foto gambar bungkus rokok dan seminar lainnya, bisa di lihat di Facebook saya.

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

57 thoughts on “Urgent: Peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar Pada Rokok!”

  1. Dengan peringatan yang berbentuk gambar, memang lebih efisien dan menjangkau semua kalangan. Baguslah kalau di Indonesia juga diterapkan metode seperti ini. Saya yang perokok pun sepakat dengan ini.

  2. setuju bangeeet.. dan kalau gambar nya kek gitu.. kek nya beneran menakutkan deh.
    dan beneran perlu
    tapi gemanah yah sama mereka yang beli rokok ketengan mbak nu?

    anak – anak SMP dan SMA itu kek nya banyakan beli nya yang ketengan deh…

    1. Waw, pertanyaan menarik!

      Rokok ketengan. Ya, sebagian besar perokok memang membeli ketengan di warung atau pedagang asongan. Tapi, setidaknya, kalau di kemasan ada gambarnya, kita sudah selangkah maju ke depan.

  3. Baru tau bungkus rokok yang beredar di Malaysia kayak gitu. Tapi sepertinya percuma. Klo udah doyan dengan yang namanya rokok, peringatan apapun gak mengendurkan minat untuk tetap merokok.
    Oya, aku sendiri BUKAN PEROKOK. Gak suka dengan bau asapnya.

  4. Wah, kalo saya jadi produsen rokoknya, dilematis banget dong. Yang namanya orang jualan kan supaya laku. Kalo kemasan barang yg saya jual justru menjijikan, percuma juga dong saya jualan. Yang namanya orang jualan kan supaya laku.

    Bagi saya nggak logis kalo mengizinkan rokok tetap diproduksi, menikmati keuntungan dari penjualan rokok… sekaligus mengkhawatirkan nasib generasi perokok & membuat jijik orang yg mau merokok.

    Kalo pemerintah mau generasi ini membaik ya stop produksi rokok.

  5. Peringatan memang akan lebih efektif bila disertai gambar, walau asumsi yg diterima pasti akan berbeda-beda tapi setidaknya akan sangat berpengaruh pada orang yg melihatnya.
    Semoga pemerintah kita bisa lebih maksimal dalam melakukan upaya ini.

  6. Perwakilan dari sang perokok….
    saya setuju kalo bungkus rokok seperti itu….saya aja yang sehari bisa abis setengah bungkus (sebungkus kalo ada duit lebih) jiji liatnya… saya yakin, dengan adanya gambar itu, ABG yang mo nyoba-nyoba ngerokok mengurungkan niatnya…. hehehehe…

    Mungkin cuma satu pesan yang saya dapat dari abah saya… “Didik anak agar tak merokok kalo belum bisa nyari duit sendiri, en selalu bangun pagi dan gerak pagi kalo ngerokok…” (hehehe… padahal saya sendiri baru bisa bangun pagi 2 kali seminggu…).
    Bgenk selesai posting Permainan Masa Kecil

  7. gambar serem tentang bahaya sudah saya pasang dikantor mbak sebelum di bungkus rokok, untuk bungkus rokok saya setuju tuh….

    kami sendiri belum sukses dalam melakukan kampanye bahaya merokok

  8. Saya setujuh kalau rokok itu di haramkan karena banyak efek negatifnya daripada positifnya. Mengenai yang pro rokok terutama dari pejabat dan ulama yang tidak mau memberikan fatwa / aturan tentang rokok karena ada efek yang besar bagi dirinya sendiri. 😆 karena mereka juga perokok aktif dan sehari menghabiskan 3 bungkus.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
    Sugeng selesai posting Tulisalah Semaumu Namun Jangan Dihapus

  9. Memang, gambar yang serem itu mungkin membuat calon perokok mikir mikir untuk mencoba..
    Tapi bagi seorang yang telah terbiasa menghisap rokok saya rara tidak perlu juga gambar gambar seperti itu untuk menghentikan kebiasaan tersebut..
    Bagaimanapun mereka telah merasakan sendiri dimana nikmatnya merokok,keuntungan dan kerugianya..

  10. Serem juga kalo lihat gambarnya.. Btw, kalau mau berhenti merokok sepertinya emang kudu ada niat dari diri masing2 dan yang penting usahakan mengindar dari lingkungan perokok, biar ga ngiler pengen ngerokok lage… 🙂
    goceng blog selesai posting DOWNLOAD SOFTWARE GRATIS

    1. semua itu tergantung pribadinya sendiri2……kalau kita jujur seharusnya menyadari bahwa pendapatan yg terbesar di Indonesia adalah dari rokok. Perusahaan yang paling banyak memperkerjakan SDM adalah industri rokok jg.
      maka dari itu jika merokok jadilah perokok yang bijak….

  11. Ketika saya study tour ke spore kemarin, kebetulan saya sedang melihat2 menu makanan. disamping etalase makanan terdapat etalase rokok. ternyata ngeri banget gambar dari berbagai merk rokok disana. hampir 60% bungkus rokok yang ada ditutupi gambar mengerikan akibat merokok. hehehe…. pengennya beli tapi gak kuat lihat gambarnya…. 😀 Semoga Indonesia mengikuti jejak negara lain yang sudah menerapkan itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge