ustad
Dari tanggal 5 sampai dengan 9 Juni kemaren gw menghilang lagi dari peredaran. Karena DPP partai menugaskan harus menjadi Panitia Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, yang kali ini pesertanya 71 orang pimpinan Pondok Pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Senang sekali bisa bertemu dan melayani Al Ustad yang sehari-harinya mengajar santri, kali ini giliran partai kami yang membagikan sedikit ilmunya untuk mereka. Dilihat dari latar belakang mereka yang berasal dari lingkungan pondok pesantren, buat sebagian orang mungkin agak membingungkan karena image Partai yang selama ini terbangun selalu yang negative yang jauh dari jalan kebenaran.
Tetapi ternyata tidak seburuk yang banyak dibayangkan oleh sebagian besar benak rakyat Indonesia, karena nyatanya sampai saat ini sudah kelima kalinya pelatihan ini dijalankan, Pengasuh Pondok Pesantren dengan antusias menghadirinya. Dengan rata-rata 65 peserta per angkatan, berarti sudah 325 orang dari Pondok Pesantren pernah mengikuti Pelatihan Pemberdayaaan Ekonomi Rakyat yang diselenggarakan oleh DPP partai.
Angkatan ke lima ini diikuti oleh pimpinan pondok pesantren yang berasal dari Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara), Kepahyang (Bengkulu), Bengkulu Utara, Muaro Jambi, Tulang Bawang, Tanggamus, Bandar Lampung, Lebak, Tangerang, Jakarta Utara, Bogor, Sukabumi, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Cirebon, Indramayu, Semarang, Kudus, kendal, Banyumas, Purworejo, Brebes, Situbondo dan Banyuwangi. Memang bukan pondok pesantren besar dan modern yang memiliki ribuan santri yang bersedia hadir atas undangan partai kami, karena memang pesantren yang dekat dengan wong ciliklah yang menjadi target yang biasanya belum dibina oleh partai lain.
Dari para Ustad dan Kyai ini terungkap memang, gambaran dari orang luar melihat kepada konstituen partai yang sebagian besar sifatnya selalu hanya dapat disebutkan dengan kata yang konotasinya negatif: preman, penjudi, tukang mabok, anak jalanan, pengangguran, putus sekolah, tidak berpendidikan, bodoh, tukang berantem, dan lainnya yang mungkin juga terlintas di pikiran anda ketika membayangkan partai ini.
Tetapi ketika diberi penyadaran bahwa inilah tugas mulia para Ustad dan Kyai untuk berjihad (bekerja keras), menyebarkan ajaran untuk memperbaiki seluruh sifat-sifat buruk yang dimiliki oleh kader dan konstituen partai kami, di situlah sebenarnya, lahan yang bisa mendatangkan jauh lebih besar pahala karena tugas mulia itu sangatlah berat.
Yang mencengangkan, ketika berdiskusi masalah Indonesia, yang tidak cocok dengan dikotomi Dar al Islam dan Dar al Harb, namun yang lebih cocok adalah Dar al salam, malah ada Kyai yang sudah lebih Nasionalis bahwa yang benar adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila 1 Juni. Jadi tidak ada lagi pemikiran bahwa Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Bali, Maluku dan Papua halal diperangi karena mayoritas non muslim, sehingga bom dan atau konflik berkepanjangan antar agama terus terjadi di beberapa daerah tersebut. Juga bukan merupakan konsep yang benar, yang tengah diperjuangkan beberapa golongan dimana mengakibatkan daerah yang dianggap Dar al Islam perlu memformalitaskan hukum-hukum agama.
Dalam Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat ini Partai memberi kesempatan mendapatkan keterampilan dan peluang usaha di bidang agrobisnis guna meningkatkan taraf hidupnya. Materi pelatihan yang diberikan antara lain:
• Teknik Pemijahan dan Budidaya Ikan Air Tawar (Praktek)
• Teknik Budidaya Tanam Jamur (Teori dan Kunjungan Lapangan)
• Teknik Pembuatan Tahu dan Tempe (Praktek)
• Teknik Pembuatan Bio-gas dan Biodek (Praktek)
• Teknik Pertanian Terpadu
• Teknik Membuat Virgin Coconut Oil (VCO) (Praktek)
• Sumber-sumber Pembiayaan bagi Pondok Pesantren
• UMKM dan Koperasi
• Pluralisme dalam Kebangsaan Indonesia
• Program Asuransi Kesehatan bagi Masyarakat Miskin
• Program Kemitraan Bina Lingkungan
• Program Lembaga Mandiri, Mengakar di Masyarakat
Diantara sekian ratus moment yang gw abadikan dengan kamera, salah satu yang gw suka adalah kerelaan para ustad untuk ”diangkut” dengan bak terbuka menuju masjid ketika hendak sholat Jum’at.
(maaf ya, foto menyusul, susah uploadnya)
June 12th, 2007 at 3:58 am
Kalo mikir partai saya nyerah aja mbak, kalo eceran lain lagi…(just kidding)
June 12th, 2007 at 9:54 am
haduhh partaii…hikz hikz no comment
June 12th, 2007 at 11:31 am
Huah.. nemuin juga akhirnya blog punya aktivis partai. Salam kenal dan Salam perubahan!!
Pengen diskusi banyak nih, tapi untuk pertama ini pengen tau aja pendapat mbak tentang paradigma awal yang sudah terbentuk di kalangan konstituen di grassroot bahwa image partai tuh negatif (seperti postingan diatas). Saya sependapat dengan opini seperti itu, meskipun tidak nyaman karena seharusnya dalam sistem ketatanegaraan kita, ujung tombak politik adalah parpol. Trus juga kemungkinan di 2009 nanti golput bakal naik signifikan. Realita ini bisa dilihat dari (diawali dengan) kemenangan kepala daerah no-partai dalam pemilihan Gubernur di Aceh. Trus juga yang lagi hangat adalah usulan calon independent dalam pencalonan Gub.DKI Jakarta.
Tukar pemikiran aja mbak. Nggak ada unsur saling menjatuhkan, bangsa ini sekarang udah kekeringan orang yang bia toleransi. Jadi sebagai aktivis mudan, toleransi dengan porbedaan kayaknya harus mulai ditumbuhkan kembali.
Salam kenal ^_^
(oia, btw kenapa pilih PDIP? Hehe..)
Sincerely,
wayangwong
June 14th, 2007 at 12:41 am
he..he.. ternyata orang politik je.. tapi acara2 yang d adakan partai kamu bagus juga.. selain memberikan peluang usaha juga sekaligus sebagai ajang “promosi” :d
June 14th, 2007 at 3:40 am
Makasih ya yang udah pada comment di postingan ini. Fiz, Ranny, Wayangwong dan Agung.
Wayangwong –> Kalo mo diskusi, kirim no HP ke isnuansa@gmail.com, biar nanti gw telpon.
Agung –> Bener banget!
June 14th, 2007 at 7:47 am
wah, sayah ketinggalan berita, maklum, urusan saya hanya urusan yang kecil2 aja, gak kayak njenengan yang urusannya besar2 hehehehe… gak ngeledek lhoo… kenyataan kok…
btw, kayaknya perlu banyak orang macam njenengan untuk menjadikan bangsa ini lebih baik lagi..
andaikata, bagi2 laptop di DPR yang akhirnya gak jadi itu, dibagikan kepada njenengan dan orang macam saya, mungkin lebih bermanfaat, anda gak perlu lagi libur nge-blog seperti kemarin.. heehehehe..
June 14th, 2007 at 8:15 am
Mas Abdul –>
Nanti kalo saya mampu, beli laptop sendiri aja, trus kalo masih bisa beli satu lagi, saya kasih ke bos, soalnya bos saya batal dapet pembagian laptop dan sampai sekarang belum beli laptop sendiri. hehehe…
trims ya kunjungannya!