Weekend Trip Ke Cirebon Bareng Anak; Itinerary, Akomodasi dan Budget

Akhir minggu lalu, kami bertiga jalan-jalan ke Cirebon. Napak tilas jaman masih pacaran dulu pernah maen ke sini, tapi sekarang ngajak anak. Nggak terlalu banyak berubah sih, kalau dari pengamatan saya. Setidaknya itu terlihat dari beberapa tempat yang pernah kami datangi. Yang terlihat perbedaannya bahwa kota ini makin banyak lagi kafe dan tempat kulinernya. Makin rame tentu saja. Dulu kami ke mana-mana jalan kaki, kunjungan yang kemarin kami memilih menjelajahi kota udang ini dengan kendaraan.

Keraton Kasepuhan Cirebon

Karena hampir semua tempat wisata yang direkomendasikan untuk didatangi jika jalan-jalan ke Cirebon sudah pernah saya datangi, trip lengkap bareng keluarga kali ini tentunya lebih santai. Nggak ada itinerary yang padat, kami menyesuaikan dengan kenyamanan Diana saja. Berangkat dari Jakarta menggunakan kereta api pagi Tegal Ekspres yang murah meriah (hanya Rp. 45.000,- saja per orang) kami sudah tiba di Cirebon pukul setengah dua belas. Mengurus sewa kendaraan sebentar, kami langsung meluncur ke Istana Kasepuhan.

Istana Kasepuhan Cirebon

Di sini kami nggak begitu lama, berkeliling sekitar satu jam saja, karena cuaca panas Diana pengen banget bisa segera ke hotel. Padahal anaknya juga lumayan seneng juga di Keraton Kasepuhan, tapi ya gitu deh, cepet bosenan juga. Mau diajarin sejarahnya ya belom masuk juga. Paling dijelasin yang dasar-dasar aja, seperti keraton itu rumah tinggalnya raja, gitu-gitu deh.

Kasepuhan Cirebon

Pohon Beringin di Keraton Kasepuhan Cirebon

Yang pasti, tetep wajib lah ya foto narsis. Abis itu langsung meluncur ke hotel yang sudah kami pesan. Hotel ini saya pesan pakai potong poin juga, seperti pengalaman tahun lalu. Hanya saja karena tahun ini saya tidak begitu banyak melakukan perjalanan, poin yang saya milikipun tidak sebanyak tahun lalu. Lumayanlah, dengan potongan sebesar seratus lima puluh ribu rupiah, harga hotel yang saya bayarkan hanyalah sekitar Rp. 170.000,- saja.

Hotel Cordela

Hotel Cordela ini recommended. Dengan harga segitu, sudah termasuk sarapan untuk berdua dan gratis biaya parkir kendaraan juga. Lokasinya juga dekat dengan mall Cirebon Superblock di Jalan Cipto Mangunkusumo. Kami istirahat sampai tiba waktunya makan malam. Makan malam waktunya wisata kuliner. Kami random saja memilih restorannya. Sempat lewat yang dekat Grage, tetapi akhirnya kami memilih yang di Jalan Slamet Riyadi No. 1, Empal Gentong Krucuk.

Suami pilih Empal Gentong, kalau saya dan Diana memilih Empal Asem. Selain itu kami juga pesan tahu gejrot dan es durian (ini buat suami sih, kalo saya nggak doyan, hehehe). Kenyang dari situ, saya ajak Diana ke alun-alun. Lumayan rame malam itu, pas malam mingguan yah, jadi banyak yang ajak anak-anaknya jalan-jalan. Diana seneng, dengan modal sepuluh ribu bisa beli mainan lampu yang dilempar ke atas dan bisa berputar itu. Saya dan suami ngemil kacang rebus yang dijual mamang di pintu masuk alun-alun.

Alun alun Kota Cirebon

Setelah dari alun-alun, kami berkeliling Kota Cirebon, menikmati kota di waktu malam. Banyak sekali terlihat warung makan kaki lima di sepanjang jalan. Setiap sudut menawarkan berbagai macam kuliner mulai dari Nasi Jamblang, Mie Koclok, Mie Get, hingga kuliner kekinian yang menjamur di mana-mana, Ayam Geprek. Kami juga melewati daerah pelabuhan, melipir juga ke daerah kota tuanya Cirebon, sampai akhirnya balik lagi ke Jalan Cipto Mangunkusumo ke Hotel Cordela. Buat yang tidak tahan dengan suara live music, saya sarankan tidak menginap di sini (sebelahnya tempat billyard kali yah? CMIIW). Tapi yang asyik-asyik saja dengan suara musik dan menikmatinya, Hotel Cordela sih saya rekomendasikan. Nasi uduknya juara, dan wifinya kenceng.

Wisata Cirebon Gua Sunyaragi

Keesokan paginya, hanya ada satu lokasi wisata lagi yang kami datangi, yaitu Gua Sunyaragi. Jadi ya kami santai saja check out dari hotel setelah jam 10.00 pagi. Sampai di Gua Sunyaragi sudah panas, bo! Kalau jam 08.00 sampai sini, mungkin bisa puas foto-foto di semua sudutnya. Karena sudah panas, ya paling beberapa spot saja yang kami singgahi, nggak semuanya kami jelajahi.

Gua Sunyaragi Gie Wahyudi

Dari Gua Sunyaragi, suami balikin kendaraan dulu, sementara saya nungguin sambil ngadem di Grage. Jaadwal kereta masih jam 15.15, sedangkan kendaraan kami sewa hanya sampai jam 12.00 saja. Nongkrong di JCo ngopi, setelah suami datang kami makan siang di Warung Nasi Jamblang Bu Sayem yang ada di seberang Grage Mall. Kalau nasi jamblang memang kami hanya pernah nyobain yang di kaki lima doang, belom pernah ke warung nasi jamblang yang hits-hits ituh.

Pose di Gua Sunyaragi Cirebon

Sunyaragi Dari Atas

Setelah kenyang makan siang nasi jamblang, barulah kami bertiga jalan kaki santai ke Stasiun Prujakan. Mayan juga ya tengah hari bolong, hihihi. Di depan stasiun baru Diana merengek minta dibelikan oleh-oleh buat sepupunya. Beli deh Bakpia Atom Kocir, dan ternyata kata temen rasanya boleh juga. Saya ngerasain yang dipanggang di tempat, isinya ayam, enak juga. Jadi kalau jalan-jalan ke Cirebon dan nggak sempat mampir toko oleh-oleh, bisa cobain Tomcir ini, lho.

Jadi, kalau disusun itinerary ke Cirebon kemaren kayak gini nih:

22 September 2018
07.30-11.30 Kereta menuju Cirebon
12.00-13.30 Karaton Kasepuhan Cirebon
14.00-18.30 Check in Hotel Cordela, istirahat
18.30-19.30 Makan malam di Empal Gentong Krucuk
19.30-20.00 Alun-alun Cirebon
20.00-21.00 Keliling Cirebon di malam hari
21.00 Kembali ke hotel

23 September 2018
10.00 Check out
10.00-11.30 Gua Sunyaragi
11.30-13.00 Grage Mal
13.00-14.00 Nasi Jamblang Bu Sayem
14.00-14.30 Jalan kaki ke Stasiun Prujakan
15.15-19.30 Kereta menuju Jakarta

Trus budget-nya berapa? Murah meriaahh. Kereta PP bertiga hanya Rp. 270.000,- Hotel semalam Rp. 330.000,- biaya tiket masuk dan parkir kendaraan Rp. 70.000,- sewa motor Rp. 85.000,- per 24 jam, totalnya jadi Rp. 755.000,- saja bertiga (di luar biaya makan dan oleh-oleh ya). Biaya makan, jajan dan oleh-oleh juga jatohnya hampir sama sih kemaren kalau saya hitung-hitung, Rp. 756.000,- karena sempat nongkrong di JCo juga. Mayan murmer kan? 😉

Abis ini mau jalan ke mana lagi ya?

6 thoughts on “Weekend Trip Ke Cirebon Bareng Anak; Itinerary, Akomodasi dan Budget

  1. ih seneng deh kulineran kayaknya enak-enak di cirebon yak. pas ke cirebon terakhir malah banyakan kerjanya daripada jajannya. tahu gitu lebih banyak jajannya ketimbang kerjanya hahaha…kapan waktu ah mau mampir makan nasi jamblang yang banyakan
    rike selesai posting Jalan Ke Mana Aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge