6 Alasan Kenapa Artikel Tamu Anda Tidak Diterima

Apakah Anda pernah mengirim artikel tamu? Jika iya, selamat buat Anda. Guest posting merupakan salah satu cara terbaik untuk membangun traffic blog dan membuat blog kita mendapatkan pengunjung baru. Anda ingin mendapatkannya?

Artikel ini akan membantu Anda melakukan guest posting, dengan menjelaskan alasan kenapa artikel tamu Anda tidak diterima.

Ya, tidak semua artikel kita diterima. Saya sendiri berulangkali mengalaminya, misalnya di postingan tamu saya di blogodolar – blognya Kang Yudiono. Meski pun pada akhirnya diterima, awalnya Kang Yudiono meminta saya memperbaikinya.

Jika artikel tamu kita ditolak, kita mungkin akan bertanya dalam hati, “Kenapa artikel saya tidak diterima?” Setelah berulangkali melakukan guest posting dan berulangkali ditolak, saya cukup belajar banyak dari sana. Saya ingin berbagi 6 alasan mengapa posting tamu kita ditolak:

1. Apakah Artikel itu Bermanfaat?

Ketika kita mengirim sebuah tulisan kepada blogger tertentu, yang selalu memberikan manfaat kepada pembacanya dan terus menjaga performence-nya, salah satu kendala yang kita hadapi adalah nilai kemanfaatan artikel itu kepada pembaca tidak jelas, atau kadang-kadang tidak menarik. Ketika kita ingin menulis artikel tamu, coba bertanya kepada diri Anda, “Apa yang akan saya bagi kepada pembaca? Mengapa mereka butuh membacanya?”

2. Apakah Posting Kita Terlalu Pendek? (Atau Terlalu Panjang?)

Ini merupakan masalah yang sering saya alami. Bukan karena saya tidak membaca aturan guest blogger mereka, tetapi karena kebiasaan saya ketika menulis adalah tidak memikirkan seberapa panjang dan pendek tulisan itu. Prinsip saya jika ide saya selesai saya jelaskan, maka tulisan itu juga harus diakhiri. Masalahnya beberapa blogger memiki aturan khusus untuk panjang dan pendeknya artikel tamu.

3. Artikel Anda Tidak Terstruktur

Struktur di sini berarti artikel itu sistematis dan mudah dipahami. Tidak perlu seperti makalah mahasiswa, loh? Intinya adalah artikel Anda jangan sampai bertele-tele. Saya tahu beberapa dari kita, memiliki kemampuan menulis humor bagus. Tapi jika Anda tidak mempunyai sense humor tinggi, niat kita baik -bercanda- tapi jika tidak mengena apa yang terjadi? Membosankan.

4. Anda Tidak Memiliki Gaya Menulis

Saya tahu Anda tidak perlu menjadi penulis hebat. Tetapi jika Anda memiliki pengetahuan yang cukup tentang sastra, saya rasa itu akan banyak membantu. Artikel Anda enak untuk dibaca. Alasan kenapa artikel Anda ditolak, mungkin karena blogger yang kita harapkan meng-aprove guest post kita menganggap dan berkata begini, “Loh, gaya tulisan ini kok kayak blogger itu, ya?”

5. Anda Membahas Topik Lama Tanpa Memberi Nilai baru

Ketika Anda membahas topik lama, semisal update alogaritma Google Panda yang anggaplah sudah dibahas habis-habisan oleh sang blogger. Tebak apa yang akan terjadi? Saya yakin mereka akan menolak artikel Anda. Cobalah untuk membaca arsip blog target Anda, dan temukan apa yang belum mereka bahas. Itu cara yang paling mudah. Yang lebih sulit, Anda menulis topik lama tetapi Anda membahasnya dengan menambah atau bahkan mendebatnya. Hal ini sering saya temui di Daily Blog Tips (Blognya Daniel Scocco), beberapa guest post di sana seringkali beradu pendapat.

6. Anda Menulis Topik yang tidak Anda Kuasai

Ketika Anda menulis sesuatu yang tidak memiliki banyak pengetahuan di sana, artikel Anda akan kekurangan nilai. Baik dari segi kedalaman pembahasan sampai gaya bahasanya. Tidak masalah jika Anda bukan penulis profesional. Menulis sesuatu berdasarkan pengalaman akan membuat Anda mendapat kepercayaan, kredibilitas dan kepercayaan pembaca.

Terlepas dari semua itu, ada banyak blog bagus di Indonesia. Mereka menerima artikel blogger- blogger terkenal, mungkin saja mereka menulis artikel lebih baik dari kita.

Tapi jangan khawatir dan sedih jika ditolak. Gunakan artikel itu di tempat lain, dengan sebelumnya memberi tahu bahwa artikel kita, kita ambil kembali. Kemudian kirim ke blog lain.

Atau bisa juga Anda gunakan untuk mengisi konten blog Anda. Apa pendapat Anda? Anda memiliki tips lain bagaimana cara agar posting tamu kita diterima? Beritahu saya di kolom komentar.

~~~

Syaiful Bahri, seorang penulis lepas dan part time blogger. Hari ini dia akan melaunching blog barunya: Pengunjug Blog –yang membahas tentang bagaimana membangun dan meningkatkan lalu lintas blog. Follow juga kicauannya di twitter: @PengunjungBlog.

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

38 thoughts on “6 Alasan Kenapa Artikel Tamu Anda Tidak Diterima”

  1. Masuk akal sekali jika penyebabnya adalah salah satu dari poin-oin di atas. Pernah juga saya menemukan postingan penulis tamu yang isi idenya kurang punya sesuatu yang baru atau beda dari tulisan-tulisan bertopik sejenis yang sudah lebih dahulu ada (walaupun ditulis dengan gaya khas sang penulis, tapi inti idenya tetap sama saja).

    Padahal seperti yang Anda katakan di atas, kita bisa membuat tulisan yang isinya mendebat ide-ide yang pernah ditulis sebelumnya. Saya rasa itu lebih baik, asalkan bukan sekedar mendebat tanpa punya pondasi yang kuat.

    1. Terima kasih Mas Iskan atas tanggapannya.

      Yup, kita bisa memilih beradu pendapat dengan posting lama di sana. Lebih baik ketimbang tidak memberi sesuatu yang baru..Pondasi kuat dengan sendiri terjadi jika kita telah memutuskan tidak setuju dengan argumen sebelumnya, bukan? tinggal disusun sajam saya kira..

    1. terima kasih mas..Mencari keunikan sendiri itu sendiri sulita ya mas? saya sendiri agak kurang percaya diri…

  2. salah satu yang sangat saya takutkan
    poin nomor 5.

    tidak tahu bahwa artikel yang dikirim
    sudah dibahas sebelumnya.

    karena kadang ada blog yang tidak menyertakan arsip
    jadinya kan binung juga
    ada atau belum artikel yang membahas tentang itu.

    1. Pengalaman kalau bloggernya baik dia membalas dan memberi tahu alasan kenapa dia menolak, mas..jadi tak usah takut..Ada cara lain melihat daftar isi blog, lewat rss feed..

  3. Satu tambahan dari saya adalah coba lihat topik bahasan apa yang ada pada blog yang menerima artikel tamu.

    Nggak lucu kalau kita menguasai photoshop tapi kita berminat menjadi blogger tamu yang membahas tentang curhat…he…he…he…
    Rudy Azhar selesai posting Macam Type Blogazine

  4. Tambahan, mungkin juga karena faktor hubungan relationshipnya, gak lucu dong kalau misalnya baru beberapa hari komen di blog target udah langsung ngajuin guest post? hehe… 😛

  5. Mantep-mantep… terutama poin nomer 5 tuh saya baru ngeh. Jadi kita harus bongkar habis arsip si pemilik blog ya, sebelum menjadi penulis tamu. Makasih sharingnya, Gan. 🙂
    Buat Mbak Isnuansa, makasih juga udah mengaprove postingan Mas Saiful ini. 🙂
    Nando selesai posting Mullenweg Moves, Check Matt….

  6. Saya suka point nomer 5. *Membahas Topik Lama Tanpa Memberi Nilai baru*
    Mungkin akan banyak sekali blogger yang ter #mention dengan point ini.
    Karena bagi saya pribadi, akan lebih menyenangkan bila menulis Topik baru kemudian membandingkannya dengan Topik kama dalam satu halaman tulisan.
    Dengan begitu tulisan tersebut akan menjadi lebih berwarna.
    CMIIW
    :))
    TOPAN selesai posting Cara membuat video dari Timeline Facebook

  7. Saya belum pernah menjadi penulis tapi, kesemua poin diatas bisa menjadi rambu2 buat kita2 yang ingin menjadi penulis tamu
    nice share mbak ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge