Lagi Perlu Dana Darurat? Baca Pengalaman Saya Dulu Ya..

Pengeluaran terbesar sebagian besar orang biasanya adalah pada saat hari raya dan saat kenaikan kelas anak. Kebutuhan menjadi meningkat untuk mudik ke kampung halaman, merayakan hari besar, apalagi jika waktunya berbarengan dengan masuk sekolah seperti tahun ini. Membayar uang pangkal sekolah, seragam dan membeli peralatan sekolah membutuhkan biaya yang lumayan besar.

Saya termasuk yang harus menanggung dua pengeluaran besar tersebut sekaligus di tahun yang sama. Selain mudik Lebaran, Diana juga masuk sekolah tahun ini. Kebutuhan untuk kedua hal tersebut sih sudah saya persiapkan sebelumnya, jadi sebenernya nggak ada masalah yang berarti.

Kunci sukses menabung dari saya simpel banget, cuma butuh dua hal yang harus dilakukan yaitu dengan berhemat pengeluaran sehari-hari dan dengan menaikkan pendapatan. Hidup sederhana sajalah, nggak perlu konsumtif, dan sebisa mungkin jika ada penghasilan di luar gaji bulanan (seperti dari menulis) selalu ditabung.

Pulang kampung tahun ini lumayan singkat buat saya. Hanya sekitar 2 minggu. Saat di kampung itulah, tiba-tiba ada hal tak terduga yang membutuhkan biaya yang amat besar. Papa mengabari saya kalau ada temannya akan menjual sawahnya untuk biaya masuk perguruan tinggi. Anaknya diterima di fakultas kedokteran. Di kampung, sangat jarang orang menjual sawah. Ibaratnya, meskipun ada uangpun, barang yang akan dibeli itu nggak ada yang jual.

Beli Sawah

Continue reading “Lagi Perlu Dana Darurat? Baca Pengalaman Saya Dulu Ya..”

Ketika Libur Panjang Telah Usai

Mohon maaf lahir dan batin ya, teman-teman.

Libur panjang telah usai. Buat saya sih nggak panjang-panjang amat. Lebih pendek dibanding dua tahun dan tahun lalu. Hanya 2 minggu, nggak bisa nambah karena tugas saya di kantor sekarang makin banyak.

Jadi saya balik duluan ke Jakarta sendirian, sedang Diana dan suami masih nambah liburan hingga sekitar 10 hari ke depan di Klaten.

Jelas banyak bedanya tahun ini. Yang kerasa ya rumah di Jakarta jadi sepi. Tapi saya jadi nggak perlu masak nasi sekalipun. Karena ya buat apa nyapek-nyapein doang, mending beli nasi bungkus aja, tinggal lhep. Kalau kerjaan lainnya sih tetep, nyuci baju, setrika dan bersihin rumah emang semua biasa dikerjain sendiri, nggak punya ART. Continue reading “Ketika Libur Panjang Telah Usai”

1000 Tamu VVIP Bukber Adaro Dihibur JKT 48

Semenjak ada Diana, saya sudah lupa gimana rasanya buka puasa bersama selain dengan keluarga. Buka puasa bersama saya di luar rumah, kalau saya nggak salah ingat, yang terakhir kali adalah 5 tahun lalu, tepat sehari sebelum Diana lahir.

Setiap kali ada ajakan berbuka puasa di luar rumah, selalu ribet mikirnya. Perjalanan pulang pergi ke lokasi yang bisa dipastikan macet, bikin saya berhitung, berapa lama akan meninggalkan bayi di rumah. Dan berakhir dengan menolak semua ajakan berbuka puasa di luar rumah tersebut.

Tahun ini, Diana sudah mau sekolah. Sudah nggak terlalu repot ninggalinnya. Dan Adaro melalui Simbok Venus yang pertama ngajakin saya berbuka puasa di luar rumah. Langsung saya iyakan, karena kegiatan ini nggak asing bagi saya, tahun lalu @giewahyudi juga diajak mengikuti kegiatan CSRnya Adaro Grup ini.

IMG_20170609_163554

Continue reading “1000 Tamu VVIP Bukber Adaro Dihibur JKT 48”