1000 Tamu VVIP Bukber Adaro Dihibur JKT 48

Semenjak ada Diana, saya sudah lupa gimana rasanya buka puasa bersama selain dengan keluarga. Buka puasa bersama saya di luar rumah, kalau saya nggak salah ingat, yang terakhir kali adalah 5 tahun lalu, tepat sehari sebelum Diana lahir.

Setiap kali ada ajakan berbuka puasa di luar rumah, selalu ribet mikirnya. Perjalanan pulang pergi ke lokasi yang bisa dipastikan macet, bikin saya berhitung, berapa lama akan meninggalkan bayi di rumah. Dan berakhir dengan menolak semua ajakan berbuka puasa di luar rumah tersebut.

Tahun ini, Diana sudah mau sekolah. Sudah nggak terlalu repot ninggalinnya. Dan Adaro melalui Simbok Venus yang pertama ngajakin saya berbuka puasa di luar rumah. Langsung saya iyakan, karena kegiatan ini nggak asing bagi saya, tahun lalu @giewahyudi juga diajak mengikuti kegiatan CSRnya Adaro Grup ini.

IMG_20170609_163554

Continue reading “1000 Tamu VVIP Bukber Adaro Dihibur JKT 48”

7 Perubahan Baik Setelah Berolahraga Teratur

IHIY. Pengakuan dulu ya, saya newbie banget di olahraga. Baru 2 mingguan ini secara teratur setiap hari jalan kaki antara 3 hingga 6 kilometer. Lumayan lah ya, buat newbie yang nggak pernah olahraga sebelumnya. *menghibur diri*

Dalam hati sih saya punya tekad, nanti pelan-pelan ditingkatin jadi lari. Sekarang ini larinya masih selang-seling. Dua puteran jalan cepat, satu puteran lari santai. Dua puteran lagi jalan cepat, satu puteran lari santai. Itu aja udah lumayan ngos-ngosan. HAHAHAHA.

Yang penting bisa konsisten, berlanjut terus olahraganya, nggak cuma semangat di awal aja.

Olahraga Lari Pagi Continue reading “7 Perubahan Baik Setelah Berolahraga Teratur”

Selalu Kangen Keindahan Pantai Di Gunung Kidul

Yogyakarta itu kota yang hampir tiap tahun saya kunjungi buat liburan. Ya gimana enggak, kotanya tentanggaan banget sama kota tempat saya mudik setiap Lebaran. Yogyakarta bukan destinasi incaran, tetapi pasti sejenak mampir menjelang atau setelah Idul Fitri.

Dulu saya lebih sering jalan-jalan di bagian kota seperti berbelanja dan wisata kuliner di Malioboro, atau ke keraton dan benteng, atau main ke Gembira Loka dan Candi Prambanan. Tetapi makin ke sini saya lebih jatuh cinta dengan pantai-pantai di pesisir selatan Gunung Kidul.

Alasan utamanya lebih suka dengan pantai di Gunung Kidul adalah karena jalanan dari Kota Klaten menuju Kota Yogyakarta makin macet saat libur hari raya tiba. Saya nggak kuat lagi menunggu antrian berjam-jam di jalan raya Yogya-Solo yang lebih parah daripada kemacetan Jakarta. Jadi alternatifnya, menuju Gunung Kidul langsung dari Klaten melalui Cawas atau Bayat.  Continue reading “Selalu Kangen Keindahan Pantai Di Gunung Kidul”