Bagaimana Cara Mempengaruhi Influencer Agar Mau Mempromosikan Blog Anda

 

Guest BloggerSetelah semua, tujuan utama anda sebagai blogger adalah mendapatkan perhatian pengguna web.

Hanya setelah meraih tujuan tersebut anda baru bisa mencapai tujuan sekunder lainnya.

Masalahnya, usaha menuju kesana boleh jadi agak menakutkan.

Data SalingSilang.com menemukan bahwa ada sekira 5.270.658 blog di Indonesia per Desember 2011. Artinya anda sekarang berada ditengah kerumunan blogosphere.

Jika anda figur berpengaruh, tentu sangat mudah keluar dari kerumunan tersebut.

Anda cukup promosi blog melalui status atau tweet, mengumumkan posting terbaru anda disertai link menuju kesana. Dalam sekejap anda bisa menikmati lonjakan traffic.

Tapi seperti kebanyakan dari kita, anda bukan siapa-siapa. Benar?

Dalam situasi seperti ini anda mungkin berpikir, kalau begitu  mengapa tidak mencoba memanfaatkan pengaruh orang lain (influencer)?

Apa Nilai Tukar Anda ?

Kedengarannya cerdas.

Anda cukup mempengaruhi satu orang yang bisa mempengaruhi 10.000 orang untuk kepentingan anda.

Siapa tahu, mungkin ada figur influencer dari kalangan sosialita, atau selebriti seperti Sherina yang bisa membantu promosi blog anda.

Namun prosesnya tidak segampang itu.

Cara ini mungkin bukan masalah bagi merek atau institusi bisnis. Mereka bisa menyewa jasa influencer guna mempromosikan situs mereka.

Tapi bagaimana dengan anda ?

Bagi kebanyakan blogger, tagihan internet sudah cukup menguras kantong. Jadi opsi menyewa influencer sepertinya kurang bijaksana.

Dan yah, mari kita bisa berasumsi.., wajah anda tidak seganteng Bripda Saeful Bahri.

Jadi ?

Jangan khawatir.

Pada intinya anda hanya perlu sebuah nilai yang bisa dipertukarkan. Kemudian anda menunjukkan nilai tersebut kepada influencer bersangkutan, sehingga mereka dengan senang hati mau mempromosikan blog anda.

Dan itu tergantung pada siapa influencer sasaran anda.

Bagaimana caranya ?

Teruskan membaca.

Memberi Sebelum Menerima

Apapun niche blog anda, selalu ada influencer di dalamnya.

Ijinkan saya mengambil contoh kasus salah satu blog saya yang fokus pada topik menulis dan menerbitkan fiksi.

Seperti anda tahu, ada banyak penulis fiksi top dengan pengaruh luas di social media.

Ketika melakukan ini, sasaran pertama saya saat itu adalah penulis senior, Eka Kurniawan.

Berhasil.

Eka Kurniawan akhirnya tweet salah satu posting di blog saya yang kemudian memicu serentetan tweet ulang.

Sekarang anda bertanya, apa nilai yang saya pertukarkan?

Cukup klise, sebenarnya.

Yang saya lakukan hanya mengulas situsnya.

Eka Kurniawan kebetulan punya situs pribadi. Saya memasukkan situsnya dalam posting di blog saya yang berjudul Daftar 5 situs fiksi terbaik Indonesia.

Lalu saya mention link posting tersebut ke akun dia sesaat setelah dipublikasikan.

Bukan hanya itu…

Saya tahu Eka Kurniawan adalah suami dari Ratih Kumala yang juga penulis populer. Maka link posting yang sama juga saya mention ke Ratih Kumala.

Hasilnya, retweet dari pasangan suami istri yang ramah itu memicu lebih 20-an tweet di posting blog tersebut.

Memang, angka yang tergolong kecil bagi blogger besar.

Tapi angka itu cukup fantastis bagi blog gurem seperti milik saya. Maklum, sebelumnya setiap posting di blog saya cuma di-tweet oleh dua orang –saya dan…. pacar saya.

Jujur, sebenarnya Eka Kurniawan tidak mendapat keuntungan apapun dari ulasan di sebuah blog kecil. Namun dia tidak bisa mengabaikan nilai yang saya berikan.

Saya meluangkan waktu untuk menulis posting blog tersebut. Itu wujud penghargaan saya kepada figur-figur yang telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan dunia fiksi tanah air.

Dan penghargaan, dari manapun asalnya, hanya memicu satu hal.

Penghargaan balik.

Menjadi Fasilitator

Entah kebetulan atau bukan.

Saya sering menemukan satu sifat identik pada diri figur-figur berpengaruh.

Mereka umumnya senang berbagi manfaat, baik pengalaman, pengetahuan atau minat terbesar mereka kepada orang lain.

Anda mungkin juga sering melihat kecenderungan itu pada status atau tweet mereka.

(saya tidak bertanggungjawab kalau anda sampai berkesimpulan Sherina punya minat besar pada cowok ganteng).

Jadi inilah rahasianya.

Jika anda bisa menfasilitasi kecenderungan itu, maka anda menciptakan nilai tersendiri dimata mereka.

Disini anda hanya perlu membantu mereka berbagi pengetahuan melalui blog anda, dan mereka akan membantu mempromosikan blog anda.

Dengan cara ini, pakar creative writing Naning Pranoto & penulis cerita anak Vanda Yulianty, pernah membantu mempromosikan blog saya kepada penggemarnya melalui sosial media.

Yang saya lakukan adalah meminta mereka berbagi pengetahuan mengenai cara menulis kreatif dan menulis cerita anak lewat blog saya.

Yah, sebuah posting wawancara.

Saya mengirimi mereka pesan sesaat setelah wawancara tersebut dipublikasiikan. Tak lama kemudian saya melihat mereka berbagi link posting tersebut di akun facebooknya.

Dan hasilnya… masing-masing posting wawancara itu dibagikan ulang sebanyak lebih 40 kali di facebook.

Lumayan, setelah selama ini hanya saya dan….. pacar saya yang tertarik melakukannya.

Saya kemudian mengulangi metode ini beberapa kali. Diantaranya dengan mewawancari Aulia Halimatussadiah (founder nulisbuku.com), Novelis Maggie Tiojakin & Laura Khalida, serta Merry Magdalena (chief editor Top Career Magazine).

Hasilnya sama.

Influencer Juga Manusia

Pada hakikatnya manusia adalah mahluk penolong. Tanpa kecuali para influencer.

Mungkin diantara mereka ada yang mau membantu mempromosikan anda karena uang atau ketampanan anda. Tapi saya kira jauh lebih banyak yang bisa membantu anda bukan karena kedua hal tersebut.

Anda bahkan tidak perlu mengancam akan telanjang dimuka umum untuk mendapatkan bantuan.

Anda hanya perlu menunjukkan nilai anda kepada mereka. Sebuah alasan mengapa mereka merasa berkepentingan untuk membantu mempromosikan blog anda.

Sesederhana itu.

Atau mungkin anda punya pengalaman sendiri mengenai cara meminta bantuan influencer untuk mempromosikan blog anda?

Harap beritahu saya pada kolom komentar.

Oh yah, jika anda merasa ini bermanfaat, jangan ragu membagikannya melalui social media.

Tentu, saya sangat mengapresiasi anda jika melakukan keduanya. 😉

 

——————————————————————————————————————

Rusdianto adalah copywriter freelance. Anda bisa mengunjungi blognya writepreneurs.com. Disana dia berbagi posting unik & mendalam mengenai copywriting & content marketing untuk pemasaran online.

51 thoughts on “Bagaimana Cara Mempengaruhi Influencer Agar Mau Mempromosikan Blog Anda”

      1. Salam kenal Mas,

        Wawancara memang cara termudah untuk nebeng beken dari orang-orang yang sudah punya nama (influencer). Saya sudah mencoba hal ini dengan mewawancarai beberapa diantaranya Mavis Nong dan John Paul Aguiar. Hasilnya? tentu pengikut mereka pun mulai menjadi follower saya di twitter, pengikut mereka mulai berkunjung ke blog saya dsb.

        Namun seperti halnya disebut oleh Mas sendiri, influencer juga manusia. Hasil dari suatu wawancara online tidak bisa diprediksi. Wawancara saya dengan Mavis Nong adalah salah satu yang mendapat respon facebook, twitter, linkedin dan g+ yang sangat baik.

        Namun hasilnya tidak begitu bagus dengan hasil interview dengan Gregory Ciotti (sang Pendiri sparringmind.com dan sophisthefunk.com)
        Okto selesai posting Apakah Unique Selling Proposition itu ? Apakah Semua Sependapat?

  1. Kebetulan saya membuat sebuah file PSD yang saya bagikan secara gratis mas. Tapi saya memberlakukan sistem tweet to download. Jadi untuk mendapatkannya, orang-orang harus tweet, promosi halaman download file PSD di blog saya dulu baru bisa download.

    Ya, saya tahu cara ini tidak elegan, tapi seperti blogger lainnya, saya juga ingin ekspos.

    Sekarang ini statistik download saya mencapai 2452 kali download. Itu berarti halaman download blog saya ditweet sebanyak 2452 kali (belum termasuk retweet). Sepertinya saya mendapat ekspos yang saya inginkan :).

    Intinya…… bila kita memiliki sesuatu yang bernilai yang tidak bisa ditemukan di tempat lain, kita bisa membujuk orang untuk mempromosikan blog. Saya yakin mereka tidak memiliki kepentingan atas blog saya, tapi manusia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan, jadi manfaatkan itu.
    Leo Ari Wibowo selesai posting Mencoba Blogazine Sebagai Sarana Hobi Utak-Atik Blog

          1. Cuma ingin berbagi :

            Bagi yang memiliki blog dengan platform WP bisa gunakan commentluv premium.

            Dengan fasilitas commentluv premium pemberi komentar bisa memilih “10 link artikel terakhir” untuk ditampilkan di blog tuan rumah.

            (kalo Isnuansa pake commentluv standar (sama halnya dengan blog saya) jadi hanya “link artikel terakhir” yang muncul)

            Untuk bisa menggunakan fasilitas comment luv premium pemberi komentar “diwajibkan” memberi tweet, like, atau + terlebih dahulu.
            Okto selesai posting Apakah Unique Selling Proposition itu ? Apakah Semua Sependapat?

          2. aku pun pakai comment luv. bisa memilih 10 artikel yang mau kita share tapi hanya 1 bisa dicantumkan.

            salah satunya yang aku lakukan, nge-share di twitter dengan cara memention beberapa temen blogger yg sekiranya mau menerima mention-an link blog saya 😀
            Aditya Eka P selesai posting Horeee.. Belajar Levitasi

  2. Blog saya berkutat masalah desain & kreatif. alhamdulillah selesai posting saya twit ke Pak Adez Aulia (founder @kerjakreatif), orangnya supel dan suka retwit balik, alhasil traffic ke blog saya meningkat. Saya cukup bersyukur, bagi blogger pemula (baru 2 bulan) ini.
    thanks.

    1. kaku gimana yah ?
      bisa dijelaskan.maksudnya ?

      Tapi selera orang memang berbeda-beda, seperti komentar mas Budiono diatas yang menilai sebaliknya. Seorang penulis tidak bisa memuaskan semua selera pembaca.
      maaf kalo mengecewakan anda.

      klo anda merasa hasil terjemahan, mohon diberi link sumber terjemahan darimana yah ???
      aneh juga, padahal ini kisah pribadi.. dari huruf pertama sampai terakhir ?
      tolong baca baik-baik deh mas.data dan fakta dalam isi posting ini.

        1. jabat tangan, mas Muftlich.

          maaf, iya saya agak jauh menafsirkan kalimat mas. Mungkin respon saya yang agak berlebihan.

          saya minta maaf telah membuat mas muflich merasa tidak enak juga.

          sekal lagi, saya minta maaf.

          salam hangat.

          1. repon mas emang udah sewajarnya kalo gitu, karena saya yang buat mas tersinggung duluan dengan menuduhnya…

            padahal saya cuman pembaca yang gak tau diri mas #sadar

            Iya mas..
            Makasih dah maafin saya..

  3. ini tips yang berguna… kadang kadang dengan mereview buku buku best seller, juga sering di retweet sama penulisnya.. maka dengan sendirinya influencer akan mempromosikan blog kita ke seluruh fansnya…

    saya pernah seperti ini juga.. tidak sengaja sih..
    applausr selesai posting Di Hari Ulang Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge