Belum Jadi Blogger Berkualitas

Sebagai blogger, sudah beberapa kali kompetisi menulis yang saya ikuti. Dan kesemuanya kalah; alias masih belum berhasil mendapatkan hadiahnya. Artinya, ya apalagi kalau bukan kualitas tulisan saya yang masih belum bagus. (*dadah-dadah ke admin kompetisi menulis, siapa tahu ada yang baca curcol saya ini dan suatu saat dimenangin* 😆 )

Saya nggak patah semangat kok, kalau suatu saat masih ada kompetisi menulis, mulai dari yang diadakan teman-teman blogger dan hanya berfungsi memeriahkan acara, sampai yang berhadiah iPad, iPhone dan gadget-gadget keren lainnya, saya akan terus ikutan. Entah sampai kapan tulisan saya bisa berkualitas dan memenuhi kriteria penyelenggara kompetisi sehingga bisa jadi pemenangnya. 😳

Seperti kompetisi blog yang diadakan oleh Telkomsel (baca tulisan saya: Simpatizone FMM Nobar Gratis Pasti Seru) yang juga berakhir dengan kekalahan. Kecewa, meskipun pada akhirnya saya juga mendapat hadiah utamanya, tetapi bukan itu yang saya pengen. Saya pengen menang di kategori Blog Competition, bukan di Foto. Kok malah foto narsis saya yang menangin lombanya. 😳

Foto saya di bawah ini nih, yang berhasil membuat saya memperoleh hadiah Blackberry Torch. Padahal awalnya saya tidak begitu bersemangat datang ke acara Simpatizone Friday Movie Mania ini karena lemes dan pengen cepet-cepet pulang. Tetapi membaca twit dari @Nobarsimpati yang mengabarkan akan ada lomba menulis blog, saya kembali bersemangat. Untungnya masih kebagian tiket, padahal mendaftarnya udah malam.

Itu foto diambil juga sebenernya lebih kepada persyaratan buat nulis blog, bukan buat ikut lomba fotonya. Karena disebutkan dalam informasi lomba fotonya diharuskan mendapatkan like sebanyak-banyaknya, di mana bukan rahasia umum lagi kalau like di Facebook mudah dibeli dengan harga murah. Ribuan like bisa didapat dalam satu hari. Peserta lainpun banyak yang like-nya berjumlah ribuan. Saya mendapatkan 226 like atas foto tersebut, dan nggak nyangka bakal menang, ngalahin yang like-nya ribuan itu. :mrgreen:

SimPATIzone%20%281%29 SimPATIzone FMM, Nobar Gratis Pasti Seru

Saya dapat kabar untuk ambil hadiahnya pas masih di Hongkong, dan diminta mengambilnya hari Senin, 21 Maret 2011. Jam 02.00 dini hari baru tiba di rumah, siangnya sudah harus jalan lagi ke kantornya Telkomsel. Masih setengah kliyengan deh. Tapi gembira! \m/

Dan Jumat lalu, ada lagi program Simpatizone Friday Movie Mania. Seperti biasa, saya ikutan nonton lagi meskipun sudah nggak ada blog competition-nya. 😥 Bocoran dari Mbak yang jaga stand, program nonton bareng ini akan ada setiap minggu di hari Jum’at. Yeay! Siap-siap nonton gratis setiap minggu. Terimakasih, Telkomsel! :-*

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

81 thoughts on “Belum Jadi Blogger Berkualitas”

  1. Jadi foto narsis itu menghasilkan BB torch? *iri saya*
    Jadi maunya menang foto, mau menang juga tulisannya?
    Terus yang lain kebagian apa? Xixixixi
    Bagi2 gitu lho jeng
    saya juga mau dibagi *gemana coba klo ga ikutan kompetisi hahaha*

    Tetap semangat, lain kali pasti menang!

    1. Iyaaa, makasih ya waktu itu dibantuin nge-like. Memang semua teman satu per satu saya “paksa” buat nge like. Capek juga ternyata cari like ya… 😀

  2. Whaaa… hampir rata-rata postingan teman2 narablog belakangan ini isinya berita gembira semua, atau lebih tepatnya berita yang bikin ngiri…
    – yang jalan2 lah..
    – yang dikirimin buku lah
    – yang dapet hadiahlah…
    – yang menang kontes ini dan kontes itu lah..

    *sayanya kapaaaaann… ❓

  3. He he…, kalah kan tidak berarti tidak berkualitas Mbak. Kalau begitu buatan dalam negeri yang saat banyak kalah bersaing berarti tidak berkualitas dong :).

    1. Setuju!

      Tapi ya, paling tidak memang belum sesuai dengan kualitas yang diharapkan dari penyelenggara lomba. *susah ngikutin kemauan mereka*

      Hmm, berarti, soal selera aja kan yah, Bli? *menghibur diri*

    2. Saya juga setuju dengan pendapat Dr. Cahya. Menurut saya, yang ikut lomba itu semuanya berkualitas dan bagus-bagus semuanya. Menang dan tidaknya itu hanya masalah kesempatan dan keberuntungan.Tulisan mbak Nunik semuanya bagus ( I like ) *bukan ngerayu* he he.

      Tapi aku iri sama Blackberry Torch-nya itu lho 🙁 Kapan ya saya bisa menang seperti mbak Nunik….
      budiastawa selesai posting Membuat Sendiri Iklan Teks Mirip Google Adsense

  4. terus berusaha, sis. jangan pernah menyerah untuk setiap kegagalan yang kita peroleh, karena kegagalan itu hanyalah sebuah kemenangan yang tertunda. semangat terus untuk menulis pada blog-nya, sis. nanti lama-lama karena terbiasa menulis blog juga bisa jadi terbiasa saat ikut competisi selanjutnya siapa tau blog tulisan sis bisa menang. selamat yah atas kemenangan fotonya. wow dapat hadiahnya blackberry torch pula……..

  5. pokoknya selalu semangat dan tidak pantang menyerah..
    sampai saat ini sering mengikuti kontes menulis blogger
    namun belum pernah menjadi juara…
    tapi itu semua tak menjadikan saya patah arang

  6. mbak Nunik biar nggak menang kompetisi nulis tapi kan beruntung terus lho,
    ke Hongkong udah, ke pulau seribu udah, dapat BB pulak… pengen ah seperti mbak Nunik
    monda selesai posting Ayo Sekolah

  7. saya selalu ikuti lomba kalau itu sesuai mood saya, saya terkadang tak peduli dengan hadiahnya karena saya tahu diri juga karena ga mungkin menang klo masalah SEO jadi paling banter dapat hadiah souvenir dan itu akhirnya jadi kebanggaan krn di daerah saya, biasanya cuma saya yang makai baju begitu krn jrang menemukan teman ngoBlog satu daerah, xixixi
    shaleh selesai posting Kiriman dari IdBlogNetwork

  8. setiap proses memang terasa panjang dan melelahkan, tapi semua itu takkan pernah sia-sia…..hanya saja memang kita belum menemukan pemaknaannya!

  9. aya belum pernah mengikuti kompetisi, saya hanya iseng menuliskan pengalaman saya di blog, daripada menulis di buku harian kan,

    tapi saya secara tidak sadar belajar menulis, meski setelah 3 tahun ngeblog tidak terasa ada kemajuan, hehehe

    salam
    jarwadi selesai posting Bukit Sodong- Pesona Paliyan

  10. Kebetulan saya baru saja menulis tentang tips agar blog lebih menarik untuk dibaca, silahkan kunjungi 🙂

  11. wew, saya kesasar kesini apakah dikasih BB juga’ ya… di syukuri aja mbak, lha wong saya yg pingin dapet BB aja ga bisa-bisa… situ foto2 malah dapet BB…. alhamdulillah…

  12. waduh,, seorang “guru blog” aja bikin judul kaya gini “Belum Jadi Blogger Berkualitas”
    lha saya apalagi mbak? “blogger setengah jadi” kali ya 😀

  13. betul kata mas Rizky mbak sungguh beruntung sudah punya pengalaman ikut lomba ,saya yakin suatu saat mba akan berhasil

  14. kalo saya jadi mba, tetep seneng bangetttttttttt dapet BB gratis..hohohoh

    mudah2an kualitas blog kita akan terus meningkat yak, saya anak baru 😀
    awalnya menulis di blog hanya untuk konsumsi sendiri, tapi akhir tahun kemarin, kepikiran untuk mempublish blog saya terang-terangan 😀 tapi ada tanggung jawab lain jadinya, bermanfaat kah tulisan kita?

    salam kenal 🙂
    aniel selesai posting Melukis Impian

  15. Kalah lomba ngeblog DERENG SAGET KAGEM ukuran kualitas tulisan mbak, karena ini sifatnya kualitatif, bukan kuantitatif. Terus bersemangat sajah.

  16. hehehehhhehehehee.. samma mbak, aku juga beberapa kali ikut baru menang satu kali,
    tapi emang jadi semacam ‘pemicu’ buat belajar nulis lagi biar tulisannya lebih baik
    🙂
    selamat yah mbak buat hadiahnya
    ais ariani selesai posting rupa-rupa hari ini

  17. Hehe… menang di lomba foto juga keren banget, Mbak… itu kan bagian dari karya juga 🙂
    (sama kayak saya yang gak pernah menang blog competition, tapi pernah dapat hadiah di lomba foto 😀 )

  18. salut sama usahanya mbak,
    nggak menyerah sampai ada hasil sesuai dengan yang diharapkan ya,

    BBnya itu buah dari kegigihannya itu kali mbak,
    sukses

  19. kenapa berkualitas gak-nya blogger ditentuin ama menang lomba? saya perhatikan yang berkualitas adalah yang konsisten menulis. dan isinya mencerahkan. saya perhatikan banyak blogger terjebak ama definisi2 mereka sendiri, pakem yang mereka buat. padahal gak ada konvensi blogger nasional maupun internasional dalam ranah blogging. misal banyak blogger mengganggap profesional ketika udah punya domain sendiri, blogger profesional emoh ngomentari newbie atau berkunjung kembali ke blog pengomentar. padahal blogger itu berkualitas ketika mampu menanggapi komentar2 pengunjung dengan memuaskan dan mengunjungi kembali sebagai bentuk pertemanan. tapi itu tidak ada buat blogger ‘profesional’. mereka telah mendahulukan ego ketimbang karya2 berkualitas. salam
    guru rusydi selesai posting Kemandirian Intelektual

    1. Soal berkunjung baik, itu soal kemampuan saja saya pikir. Buat yang sudah merasakan mendapat banyak komentar, dan waktu terbatas, ya nggak mungkin bisa nulis kalau waktunya hanya dihabiskan buat berkunjung baik satu per satu.

      Karena SETIAP KUNJUNGAN, TIDAK SAMA. Ada yang berkunjung hanya sebentar, baca fast reading, dan komentar seadanya, tentu berbeda dengan yang berkungjung dan membaca dengan baik, meninggalkan komentar yang semestinya.

      Saya sepakat, kalau hanya sekedar untuk pertemanan, ya ada baiknya saling kunjung mengunjungi. Tapi kan tujuan orang ngeblog berbeda-beda. Cmiiw.

      1. saya agak setuju dengan komentar mas rusyidi diatas…soal keterbatasan waktu/kesibukan yang menjadi alasan selebblog saya rasa bukan alasan yg tepat, karena yang saya perhatikan selama ini,para selebblog ini kok punya waktu eksis buat ngeTweet diakunnya…Kalau gak bisa blogwalking ya minimal selebblog jawab komentar pengunjung kayak mbak Isnuansa ..jangan kayak blogger yg taglinenya (sorry) ndahe atau kambing ***** yg saya rasa mereka terlalu angkuh untuk menjawab komentar diblog mereka,padahal mereka eksis ngeTweet..salam agak pedes..hehehe soalnya agak miris ngelihat newbie yg lagi mulai ngeblog dicuekin oleh beberapa blogger senior(tapi mbak Isnuansa gak angkuh loh) 😀

        1. Saya biasanya mengunjungi balik blog yang berkomentar di blog saya. Soal saya nggak komentar balik, ada beberapa alasan:
          1. Saya nggak ngerti apa yang ditulisnya.
          2. Tulisannya nggak menarik.
          3. Dari pada saya OOT dan hanya meninggalkan komentar nggak berguna, biasanya saya berlalu saja.

          Bukan mau membela seleb ya. Di kehidupan nyatanya, mereka memiliki kesibukan lain yang juga menyita waktu. Blog, berbeda dengan twitter. Kalau sudah melakukan keduanya, pasti tau deh, bedanya. Ngetweet itu nggak butuh 30 detik buat nulisnya. Dan yakin deh, di twitter, ribuan followernya merasakan hal yang sama: Si Seleb sombong karena mention-nya tak satupun dibalas.

          Jadi ya, kalau saya memilih berbaik sangka saja. Toh, saya yakin, komentar kita dibaca kok, sama mereka. Kalau soal dikomentari balik, saya berpikir: “Apakah blog saya sudah cukup baik untuk dikomentari?”

          Sebagai contoh, ada lho, blogger yang sudah 3 atau 4 tahun yang lalu saya rajin komentari, dan baru bertahun-tahun sesudahnya berkomentar di blog saya. tapi, saya nggak menyalahkan beliau, malah berpikir, bagaimana cara membuat beliau mau berkomentar? Di sini nih ceritanya: http://isnuansa.com/naluri-berkomentar-paman-tyo/

          1. hehehe blogosphere memang selalu penuh warna ..salam blogger aja..ternyata terbukti mbak Isnuansa bukanlah selebblog angkuh,mau jawab komentar blogger cupu seperti saya..xixixi 😆
            yoszca selesai posting Kiat Hadapi Wawancara Kerja

  20. Saya belum pernah menulis untuk lomba, apa harus cobain kali yaa? 😀

    btw mbak isnuansa.. itu kok tulisannya in : Curhat / 68 Comments ya.. apa ga kebanyakan ? apa lagi error ya ?

  21. Wahhh…
    Congratulation ya.
    Wah, sebagai seorang blogger, saya bisa mengerti perasaanmu Nik. Tentu saja kita maunya menang di sesi Blog, bukan foto, karena profesi kita kan di situ. Terlepas dari beberapa pendapat tentang bagaimana bisa menilai blog itu bagus atau tidak, tapi untuk seorang blogger, apresiasi (biarpun kecil) adalah yang didambakan.
    Sekali lagi selamat ya…!

    1. Sip, Mbak. Itu yang saya maksud. Bukan berarti menilai blog bagus/tidak, berkualitas/tidak, —hanya sekedar dari menang/tidak di sebuah kompetisi.

      Tapi setidaknya saya secara pribadi masih merasa belum berkualitas —menurut ukuran saya— sebagai seorang blogger. 😀

  22. IMO tidak menang lomba nggak berarti seorang blogger tidak berkualitas. Kalo ukurannya begitu kan artinya kita bukan saja mengangap yang gak menang = gak bagus, tapi juga mengabaikan begitu banyak blogger yang tidak pernah berminat ikut lomba. :mrgreen:

    Pembaca memang gak bisa ngasi iPad atau Blackberry, tapi mereka2 yang setia datang dan menikmati tulisan itulah bukti kalo tulisan kita bagus. 😉

    Congratz buat BB barunya. Dah punya no. HP saya? 😛 *dilempar sendal*
    jensen99 selesai posting Dirgahayu Israel

    1. Sesekali, ikut lomba itu juga urusan “nyali”. Kompetisi kan tantangan ya? Kalo berhasil menang, artinya ya paling baik — setidaknya di antara peserta saja, bukan keseluruhan blogger yang tak pernah ikut lomba. 😀

  23. Blogger yang bener2 blogger mah,bukan diliat dari jumlah visitors or banyak artikel yang dimuat tetapi blogger sejati selalu memeberikan informasi yang berguna bagi orang banyak dengan cara penyampaian yang simple & tidak berbelit 🙂

  24. saya malah belum pernah ikutan kompetisi, soalnya masih newbie ngeblog dan blog saya juga masih sepi, kiranya suhu2 sudi mampir ke blog newbi….www.jualcdtutorial.com…maaf ini bukan toko online lhooo

  25. saya ngeblog karena suka nulis..

    daripada dikomentarin: ngeblog itu tunggu keyword google yg pas, biar bisa dibaca google.
    hais…trus? saya ngga ngejar itu kok. saya ngejar hadiah, eh, haha.. yg penting bisa nulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge