Apakah Konten Tetap Selamanya Menjadi Raja ?

Content is the kingAnonymous

Saya yakin Anda sudah begitu familiar dengan quote yang satu ini. Tak jarang pula Anda temui blog-blog yang sekiranya tak pernah bosan membahasnya.

Namun sayang, sepertinya semua orang terlalu percaya dengan ini.

Konten yang bagus, sempurna sekalipun, tidak akan bisa menjadi raja.

Kenapa ?

Karena sehebat dan sepintar apapun seorang raja, yakinlah bahwa raja butuh lebih dari dirinya.

Apa itu ?

Kerajaan. Ya, seorang raja butuh sebuah kerajaan untuk wilayah kekuasaannya. Ia butuh prajurit untuk melindungi dirinya. Ia butuh rakyat untuk menunjang ekonominya. Ia butuh seorang penasihat untuk membantu memikirkan rakyatnya. Ia butuh beberapa panglima untuk mengatur siasat dan memimpin jalannya perang. Bahkan, ia pun butuh permaisuri yang bisa menghilangkan rasa khawatir, stres dan sedih yang dialaminya.

Sama halnya dengan urusan blogging. Mungkin benar konten adalah raja. Namun, apa yang terjadi saat tak ada satupun orang yang membacanya ? Saat bagian penting dari kerajaan itu sendiri tidak ada ?

Ya. Anda benar. Lebih baik bila Anda menyebut bahwa konten memang berharga, konten juga penting. Tapi bukan berarti konten adalah segalanya.

Konten adalah raja yang melayani pengunjung sebagai rakyat. Konten juga butuh social media sebagai ratu pemerhati sang raja. Terakhir, konten butuh search engine sebagai lahan ekonomi kerajaan.

Bayangkan! Saat sang raja berdiri sendiri dengan gagahnya tanpa itu semua, apa seluruh orang di dunia ini mengenalnya sebagai raja yang sesungguhnya ?

Bagaimana menurut Anda ?

 

Hal yang sebaiknya Anda lakukan selanjutnya: Cobalah untuk meluangkan sedikit waktu anda untuk membagikan artikel ini, setidaknya kepada seorang teman anda, sehingga mereka juga bisa mengerti dan segera paham bagaimana nasib konten sebagai raja bila hanya mengandalkan kemampuannya sendiri.

Atau, anda hanya ingin berbagi pendapat dengan saya ? Ayo berkomentar!

Salam sukses.

 

Muflich Kamil 😀

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

68 thoughts on “Apakah Konten Tetap Selamanya Menjadi Raja ?”

  1. Konten saya rasa tidak memerlukan search engine, justru sebaliknya – SE yang memerlukan konten bermutu. Jika SE gagal menghadirkan konten bermutu maka dia akan mulai ditinggalkan.

    Jangan mau tunduk pada SE dan SEO – jadilah Raja di atas Raja, yang lain akan datang dengan sendirinya :D. #eh.
    Cahya selesai posting Flashback Trojan di Ms Word pada Mac OSX

  2. Maksudnya mungkin: konten itu makanan bergizi bagi raja, dan rajanya itulah blog.
    Kalau konten banyak tak bermutu, jadilah rajanya kurus kering dan sakit-sakitan. Beda kalau sering diasupi dengan konten bergizi, tentu rajanya jadi gagah perkasa kan? 🙂

  3. waduh berat.. aku seh selama blog masih eksis pasti akan terus menulis walo ganti2 blog :p walaupun gak mau ngurus juga kerajaan atau segala macamnya..

  4. Menurut saya konten tetap menjadi raja, terlebih dengan adanya google update. Hanya konten yang benar2 berkualitas yang akan ditampilkan google nantinya.

    (terpaksa menyebut nama google karena memang kenyataannya search engine ini mendominasi)

    Sepertinya saya sependapat juga dengan Mas Cayo, sebuah konten yang baik akan menyebar dengan sendirinya.

    Terlepas dari search engine atau tidak, tentu pembaca memiliki pendapat. Maka jika sebuah konten dapat mengetahui selera pembaca dengan baik tentu konten itu akan menjadi raja 🙂
    Okto selesai posting Google Update? 4 Simple Tips to Survive It Forever

  5. Bagi saya, raja sesungguhnya ya saya sendiri! 🙂
    Persetan dengan SEO, jumlah pengunjung, jumlah komentator, bahkan persetan pula dengan isinya/kontennya… yang terpenting aku puas sudah menulis karena aku adalah raja yang butuh pelampiasan yaitu menulis 🙂

    Kerajaan? Ya dunia ini… lahan kerjaku.. keluargaku dan semuanya, kerajaanku.

    Sudahkah aku menjadi raja dihatimu? LOL
    DV selesai posting Gaga(L)

  6. Wah enak ya jadi mba is, penulis tamunya silih berganti, fans-nya banyak (malah nge-junk). Kalau blognya para pemula, SEO itu sangat penting (yang belum punya ranking alexa), tapi bagi blog dengan traffic segini, SEO tidak lagi penting, benarkah?

  7. yang bener adalah konten harus bener bukan asal asalan… tapi diatas semua itu semua adalah sebuah persahabatan yang terjalin antar blogger… jadi walaupun tulisannya ga mutu buat kita tapi orangnya lucu ya boleh aja kita kunjugi terus…

    so be a good person…. or good blogger
    applausr selesai posting Anda sedang jatuh cinta?

  8. Menurut saya….

    Sebuah konten yang bagus dan banyak dicari orang (baik itu berbentuk artikel, gambar, maupun sebuah file sekalipun) akan menyebar dengan sendirinya. Tanpa perlu dipasarkan-pun, pengunjung situs atau blog mas akan sukarela jadi salesnya.

    Kesimpulannya….

    Benarkah konten itu raja? Ya. Tanpa konten, tidak akan ada yang datang ke situs atau blog tersebut. Apakah konten adalah segalanya? Ya. Jika kita membuat situs atau blog, konten adalah segalanya. Jika kita tidak mempunyai konten, lalu buat apa membangun situs atau blog?
    Leo Ari Wibowo selesai posting Memasang Rich Snippets Musik Untuk Blog

  9. Menyambung komentar mas Leo …
    Memang betul konten blog adalah segalanya, untuk penafsirannya boleh dikatakan Raja atau apa saja …
    Ibarat kita membuka sebuah toko, tapi di tokonya ga ada barang jualan satupun … Apakah akan ada pembeli untuk membeli … ?

  10. Sangat menarik mba. Ijinkan saya bertanya, apakah konten bermutu=unique konten atau bukan?. Dan yang menjadikannya masuk dalam kriteria bermutu apa mba?. Menurut saya SE “tidak buta aksara”, itu pula yang menjadikan salah satu perusahaan penyedia spinner article BacksKing (tidak perlu saya sebutkan lengkap namanya) hampir gulung tikar karena deindex oleh google penguin. Ini hanya intuisi saya saja, tapi saya teramat yakin jika grammar dan penulisan kata yang salah (misalnya: yg, sperti, mngkin, dsb) justru yang jadi perhatian serius bagi SE (dlm hal ini google) terlepas konteks bermutu atau tidaknya seperti yang mba bilang tadi. Lagi-lagi menurut saya lho, google tidak mengenal artikel bermutu, google hanya mengenal istilah unique konten dengan tata bahasa dan grammar yang benar dengan mengacu pada descripsi blog, meta tags, niche, relevansi konten dan judul, dsb. Inilah yang menjadi semacam parameter “kategori mutu” dan juga nilai “informatif” bagi SE. Sedangkan Mutu bagi saya adalah “cita rasa atau taste” dan saya yakin robot2 SE tidak memiliki cita rasa. Jika mba bisa menjelaskan kenapa artikel jelek (yang tidak bermutu bagi pembaca) yang terdiri hanya 1 sampai 2 paragraf bisa ada di posisi terhormat SERP dibandingkan yang berpuluh-puluh paragraf, berarti anda hebat, hehehe. Nah, masihkan content is a king? No, a king is unique content with great niche. CMIIW. Terima kasih, pembahasan yang menarik dan inspiratif sekali..Salam kenal mba Is.
    Tri Haryadi selesai posting Motor matic injeksi irit harga murah – Yamaha Mio J

  11. bagi saya, konten tetaplah raja mbak, karena jujur saja mbak (mungkin pendapat saya agak mblabur) karena jika konten yang kita buat itu menarik, maka yakinlah, Ratu dan kekuasaan itu akan datang dengan sendirinya. Jika konten kita bagus, maka akan banyak pembaca yang suka dengan blog kita, jika pembaca blog kita banyak, maka tak mustail akan ada satu-dua, atau tiga visitor blog kita yang ngeshare postingan kita (tanpa harus kita memohon pada mereka untukshare artikel kita),

    Selain itu, dengan banyaknya konten bagus yang kita sajikan, maka google juga pasti akan memperhitungkan blog kita. terlebih lagi sekarang algoritma google terbaru, yaitu penguin lebih menekankan pada konten berkualitas. sehingga besar kemungkinan, blog dengan konten yang bagus dan original akan banyak nangkring di hasil penelusuran google.

    Jadi dengan anda menjadi Raja baik, maka Lahan dan Ratu sendirilah yang akan menghampiri anda.
    Agus Mulyadi selesai posting Masyarakat Pro Kewajaran

    1. aya contohin blognya bung Roso daras (rosodaras dot wordpress dot kom), Blognya simpel, saya lihat tak terlalu menggunakan ilmu SEO on page, bung roso juga jarang sekali men-share konten2 blognya di sosmed. Tapi berhubung konten-konten di blognya yang serba bung karno sangat unik, menarik, serta original, maka pengunjung datang dengan sendirinya, dan kemudian menjadi pembaca setia, yang tanpa disuruh pun akan selalu ikhlas untuk menunggu postingan-postingan berikutnya.

  12. konten itu raja cuman omong kosong mattcutt
    coba kalo pakenya dedicated server, konten cuman 10 baris langsung nongol di page 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge