Berbagi Pengalaman: Dibayar Tanpa Dikasih Pekerjaan

Kalau mau nulis yang negatif-negatif, sebenernya lebih banyak lagi bahan saya untuk berbagi pengalaman. Tapi, saya malas melakukan hal itu, bukannya apa-apa, nggak mau menyinggung pihak lain yang sudah pernah bekerjasama dengan saya aja. Padahal ya kesel juga ya, kalau klien melanggar kontrak kerjasama dan yang paling sering adalah mundur jadwal pembayarannya. Bahkan rekor sampai ada yang mundur 8 (delapan) bulan lhooo

Daripada ngomongin yang itu, mending berbagi pengalaman yang asyik-asyik aja soal rejeki. Terhitung dua kali saya mendapatkan pekerjaan menulis dari klien asing. Yang pertama, menyenangkan. Yang kedua, menyenangkan banget meskipun buat saya jadi beban. Begini ceritanya. Klien pertama seperti biasa, mengontak saya melalui formulir kontak di blog ini. Saling berbalas email dan dalam waktu singkat segera sepakat. Saya harus menemui perwakilan mereka di Indonesia sini untuk mengambil honornya. Cuma tanda tangan di selembar surat tanda terima, dan pulang. Langsung tulis, selesai. Bayaran di depan, enak banget ya…

Nah, yang kedua ini nih yang sampai sekarang saya sudah dibayar tanpa dikasih pekerjaan. Awalnya seorang yang bernama seperti dari negara Brazil (mirip pemain sepakbola terkenal deh) berkirim email. Bahasa Inggrisnyapun tak kalah acak-acakan sama saya. πŸ˜† Ternyata, dia bekerja di negara tetangga, bukan di negara asalnya sana. Setelah berbalas email hingga 15 kali, tercapailah kesepakatan. Dan sama seperti klien dari luar negeri yang pertama, “si mirip pemain sepak bola ini” juga membayar di depan.

Saya kirimkan invoice ke dia, dan dalam beberapa hari masuklah sejumlah dana ke rekening saya sesuai dengan kesepakatan. Karena di dalam kesepakatan sudah diatur, bahwa di awal bulan (Februari!) saya harus mempublish artikel tersebut, ya saya tunggu saja instruksi selanjutnya. Tunggu punya tunggu, nggak dikirim. Saya tanya, nggak dibalas. Lhaaahh

Sabar. Saya kembali nunggu dikasih pekerjaan. Dan seperti yang saya cerita di paragraf sebelumnya, bahwa Bahasa Inggris kami sama-sama ancurnya, saya baca lagi, siapa tahu saya salah mengerti. Jelas di situ tertulis, awal bulan. Saya berpikir positif aja, owh, mungkin awal bulan Maret kali. Makanya belum lama ini saya kembali mengirimkan email, mempertanyakan kewajiban saya mana? Sampai saat ini saya belum dikasih pekerjaan, padahal bayarannya sudah [lama banget] saya terima. Dan, email saya tidak dibalas! *apes*

Kalau menurut teman-teman, apa yang harus saya lakukan?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

51 thoughts on “Berbagi Pengalaman: Dibayar Tanpa Dikasih Pekerjaan”

  1. Mungkin si pemberi order itu orang budiman yang lagi bagi2 rejeki Mbak, atau dia mengamalkan teori membayar sebelum yang dimintai bantuan berkeringat…
    Kalo biasanya sich membayar sebelum yang dibayar keringatnya kering
    marsudiyanto selesai posting Tanggung

    1. Tapi sebagai orang Timur biasanya kita gak enak ati ya Mbak, kalau terima gaji tapi gak kerja. Orang bilang kita makan gaji buta.
      Tapi dengan sudah berusahanya Mbak Is email dia dan dianya diam saja, saya pikir beban kita sudah berkurang
      marsudiyanto selesai posting Tanggung

  2. He he he, lucu juga pengalaman mbak Nunik. Kalau menurut saya, lebih baik mbak Nunik ber-email lagi ke dia sekali lagi. Kalau nggak ada jawaban juga…. Ya tunggu aja. Tapi jangan terlalu dipikirin mbak. Toh juga kita sudah usaha kirim email 2 kali.

    1. Saya mau aja ngembaliin, tapi repot juga sepertinya ya, transfer antar rekening antar negara. Saya terus terang belum punya pengalaman gimana caranya. πŸ˜₯

  3. Wahhh … enak sekali … dapat rezeki nomplok yg halal bin halalan … πŸ™‚
    menurut hematku … menunggu aja ‘pesan/perintah selanjutnya … yg pasti itu ‘rezeki nomplok yg halalan … P

  4. Cari tahu keberadaan klien, entah lewat jejaring sosial maupun orang-orang terdekatnya. SIapa tahu dia sakit, sibuk, atau malah dideportasi balik ke negaranya. Jangan lupa Mbak minta no rekeningnya, untuk mengembalikan uang jikalau project dibatalkan. Kalau menemui jalan buntu, anggap saja rejeki nomplok πŸ™‚
    Fiz selesai posting Hidangan Istimewa Kampung

    1. Iya, nanti di email berikutnya saya bakalan nanya nomer rekeningnya. Kalau memang nggak jadi kerjasama, biar ditransfer balik.

      Makasih, Fiz, sarannya! πŸ˜€

  5. Aku tak bisa menduga jenis pekerjaan apa yang kamu terima Nik, sampai dibayar di depan… enak bener hehee… Secara normallynya dibayar di belakang haha..
    Tapi kalau aku jadi dirimu ya aku juga gak akan nyaman kalau belum menyelesaikan kewajiban.
    zee selesai posting Perform Pertama Vay

    1. Memang hanya dua orang klien itu kok Mbak, yang bayarnya di depan. Dua-duanya dari negara tetangga. Yah, mungkin memang kebiasaan di negaranya begitu ya..

  6. waahh asyik banget mbak.. pingin deh dapet job kayak mbak nunik.. gimana seh caranya mbak? *prnasaran* hehehehe..

    kalau aku ya ditanyain terus lewat kontak yg ada.. atau klo udah kelamaan mungkin uangnya dikembalikan aja.. atau dilupakan? :p

  7. Yang harus dilakukan : tunggu-dengar. Mungkin dia sibuk sekali, lupa atau ada keadaan lain yang mengakibatkan job tak kunjung tiba.

    Mungkin juga itu suatu blessing in disguise dari Tuhan, yang ngasih rejeki kepada pengantin baru.

    Salam hangat dari Suroboyo
    Pemilik Restoran Surabaya selesai posting Restoran Ria Indonesia Bistro

    1. Soal jenis pekerjaannya apa, sudah jelas, Bu. Menulis. Tapi kan belum ada arahan selanjutnya menulis apa. Walaupun website yang akan ditulis sudah saya ketahui, kan nggak mungkin ngarang sendiri. πŸ˜€

  8. Ya harus bersabar aja mbak.
    Gak mungkin kan dikembaliin duitnya, karena jelas2 sudah sesuai kesepakatan.
    Yang terjadi kan pihak mereka yang tidak ada tanggapan, bukan dari si mbak πŸ˜€
    Saya mau dong yang begituan juga #ngarep πŸ˜†
    Zippy selesai posting Wabah KPop Menyerangku!

    1. Iya juga sih, kan kontraknya dia bayar, setelah itu dia ngasih kerjaan [nulis]. Kalau sampai dia nggak ngasih kerjaan, kan ya bukan salah saya.. πŸ˜€

  9. asikkkk bgt.
    tpi untuk seorang profesional (*ngalem nih ceritanya) mungkin ndak enak ya mbak ndak melakukan pekerjaan kayak gitu.
    ditunggu aja kali mbak. yang penting bayaran dah nyampe. huehehe…
    Lilih Prilian Ari Pranowo selesai posting Pasar, Idealisme, dan Konsep

  10. We appreciate you any educational site. Where different may I buy that sort of info coded in this kind of best implies? I’ve a starting that we are right now jogging on, and I’ve been in the design away pertaining to such information.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge