Berkeliling Taman Bunga Nusantara Cipanas

Taman Bunga Nusantara Puncak

Tiba-tiba saja tercetus ide untuk jalan-jalan dan nginep di Puncak. Sudah lama banget saya nggak nginep di sana, terakhir waktu masih jadi mahasiswa kali ya, sekitar tahun 2000an. *ketauan umurnya deh* *banting KTP*

Dan karena punya bayi, nggak mungkin pula kalau bawa motor ke Puncak, jadinya ngajak rombongan sirkus keluarga biar bisa nebeng mobil si Babeh. Persiapan piknik kali ini lumayan rempong karena selain saya, suami dan Diana, ada Mama dan tiga orang adik saya. Jumat malam semuanya sudah kumpul di rumah saya, biar bisa berangkat pagi-pagi ngindarin macet.

Bungalow sudah saya booking seminggu sebelumnya, dan packing juga nggak bisa dadakan karena niatnya bawa segala macem, tapi nggak tahu nanti bagasinya muat apa enggak, hehehe… Yang paling penting sih, browsing tempat wisatanya, karena bingung juga jalan-jalan ke Puncak bawa bayi ini mau ngapain? Tempat wisata yang banyak permainan anak-anak ya nggak mungkin karena Diana belom bisa main. Jadilah Curug Cilember alternatif utama yang pengen saya datengin. Sudah baca puluhan blog yang menulis tentang Curug Cilember, dan udah mantep mau ke sana.

Ternyata, rencana tinggalah rencana, karena pas berangkat dari rumah sudah ketemu macet di pintu tol. Tak lama kemudian, jalanan kena tutup satu arah dari atas. Untungnya sedang berhenti mampir beli jajanan di pinggir jalan. Tepat pukul 9 jalanan dibuka untuk arah naik, kamipun cabcus. Tiba-tiba langsung kepikiran buat naik terus ke atas sampai Cipanas, dan sampailah ke Taman Bunga Nusantara ini, dengan alasan jalan menuju Curug Cilember-nya males. Padahal setelah sampai Taman Bunga Nusantara ya jalan kaki juga mengelilingi taman yang luasnya sekitar 30 hektar ini.

Dengan tiket masuk Taman Bunga Nusantara seharga Rp. 25.000,- per orang, pengunjung bisa menikmati American Garden (tanaman dari benua Amerika), Rose Garden (berbagai jenis bunga mawar), Water Garden (untuk tanaman air), French Garden (Tanaman dari Perancis, trus ada Musical Fountain-nya), Mediterranean Garden (untuk palm & cactus), Palm Garden (koleksinya sampai 100-an varietas palm), Japanese Garden (kolam ikan di dekat pintu masuk, pagoda dan gazebo), Balinese Garden, Dutch Green House (untuk masuk bayar tiket tersendiri) dan Labyrint Garden.

Saat di pintu masuk, kami ditawari paket permainan (yang belakangan saya tahu namanya Alam Imajinasi), wahana permainan yang ada seperti Go-Kart, sepeda air, kereta-keretaan, bumper boat, kuda tunggang, baby excavator, ATV, bombom car dll dengan biaya bervariasi dari Rp.5000- Rp. 15.000. Diana mah belom bisa kali maenan itu, ya saya nggak masuk ke Alam Imajinasi.

Salah satu kekurangan dari Taman Bunga Nusantara ini adalah tempat makannya. Di dalam area wisata yang seluas alaihim gambreng itu, cuma saya lihat ada beberapa booth penjual hot dog. Meski saya lihat mereka menjual mie instan dan beberapa merek minuman ringan, tetep saja nggak ada alternatif lainnya selain itu. Jadi disarankan emang bawa bekel dari rumah dan menggelar tikar di area piknik yang adem.

Plusnya, (dan ini yang paling saya suka) Taman Bunga Nusantara ini bersih banget. Namanya juga banyak pohon-pohon gede, pastinya daun-daun sebentar-sebentar rontok dan bakalan terlihat kotor ya, tapi petugas kebersihan dengan sigap sering-sering membersihkannya, sehingga nyaman dipandang mata tamannya. Hawanya juga adem. Yaiyalah, kan di Puncak.

Oiya, satu lagi. Orang banyak yang mikir kalau Cipanas itu masih Puncak (Bogor). Salah. Cipanas itu masuk ke Kabupaten Cianjur. Jalan akses menuju objek wisata ini BURUK BANGET! Kalau sopirnya nggak lihay, mobil sedan kegasrok-gasrok deh saking dalemnya lubang jalanan. Kalau Kabupaten Bogor sih sudah relatif baik ya infrastrukturnya, ini kebangetan deh Cianjur, punya tempat wisata yang potensial, tapi nggak didukung infrastruktur yang memadai. Untungnya, papan penunjuk jalan banyak tersedia, kalau tidak, orang pasti putar arah karena mengira akan tersesat! :mrgreen:

Sampai sore kami di Taman Bunga Nusantara, dan turun ke bungalow yang saya sewa di Cikopo buat nginep semalem. Keesokan paginya, cuma males-malesan aja sambil banyak makan dan ngajak Diana berenang. Lumayan puas liburan Sabtu-Minggu kemarin. Murah meriah, bisa kumpul satu keluarga.

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

55 thoughts on “Berkeliling Taman Bunga Nusantara Cipanas”

  1. Asyik jalan-jalan bersama keluarga besar. Taman bunga masih cantik ya mbak..walau tak semeriah Bu Tien masih hidup

  2. Wah, liburannya asyik, Mbak!

    Saya sudah lama banget nggak ke puncak. Terakhir kalau nggak salah umur 8 tahun. Dulu perjalanan ke sana dari Jakarta masih belum terlalu macet, hehe….
    Ditter selesai posting Kuliah dan Kerja

  3. Wah lama ga komen kesini mbak,, udah Jalan-jalan ama adek bayi aja,,,

    wah tamannya menarik ..trus jadi keinget main zootycon kalo kurang ngasih foodstand,,, pengunjung pada marah,,, 😀
    Rizal selesai posting Semacam Gudang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge