Curhat

Curcol Boleh Ya?

Saya mau sekedar berbagi pengalaman saja seputar kegiatan ngeblog belakangan ini. Kalau yang sudah sering wara-wiri ke blog saya, pastinya tahu dengan kategori advertorial di isnuansa.com. Ya, saya memang semakin laris saja menerima tulisan berbayar di blog ini. Awalnya karena blog saya nggak rame dengan keyword-keyword maut, sehingga nggak ada brand yang mau pasang iklan banner di sini saya nggak mau memasang iklan banner. Kalaupun pernah mencoba pasang banner pay per click, ujung-ujungnya dari sepuluh ribu pembaca, cuma satu yang ngeklik banner. Akhirnya sampai saat ini hanya menerima iklan dalam bentuk tulisan.

Sekaligus juga mau minta maaf nih, kalau semakin banyak saja tulisan jenis advertorialnya sampai sampai ada yang kangen dengan tulisan saya yang normal. Tapi saya akan mulai konsisten kok, memasukkan kategori advertorial saat saya menerima bayaran atas tulisan saya tersebut. Kalau masuk ke dalam kategori lain, ya berarti saya tidak dibayar meski ada nama brand disebut di dalamnya.

Soal banyaknya tulisan berbayar itu, ada dua sebab utama. Satu, saya sibuk di dunia nyata alasan klasik ya sehingga nggak sempat mengimbangi dengan tulisan curcol saya yang nggak penting itu. Kedua, saya masih belum mampu menghindar dari rayuan agensi permintaan menulis [advertorial]. Jadi, ya gituuu dehh…

Kalau ada yang tanya, kok bisa dapat banyak tawaran nulis padahal blognya biasa biasa aja? Saya sendiri juga nggak tahu secara pastinya apa alasannya. Orang agensilah yang lebih tepat buat menjawab. Mungkin memang tema blognya cocok dengan target pembacanya. Mungkin juga dengan sikap profesional yang saya tunjukin; tepat waktu dalam mengerjakan dan membuat laporan analytics. Atau justru karena tampilan blognya yang sederhana dan rapi [inget kan, soal penampilan saat wawancara kerja?]. Kadang juga karena dapat rekomendasi dari teman blogger yang lain. Atau karena kualitas tulisan. Banyak faktor yang pasti.

Blog yang reguler update dengan tulisan-tulisan terbarunya, pasti juga disukai karena ”lebih hidup” daripada yang cuma nulis sekali dua kali dalam sebulan. Makanya, diantara kegiatan saya di dunia nyata, saya mencoba tetap menulis meskipun kualitasnya terus menurun. Ada janji di dalam hati, bakalan kembali serius nulis jika kesibukan sudah mereda.

Gimana dengan blog teman-teman? Seberapa sering menulis dibayar?

58 thoughts on “Curcol Boleh Ya?

  1. Kalau di internet atau di blog, saya belum pernah menulis tulisan yg dibayar, hehe….

    Wah, saya mau belajar dari Mbak Isnuansa, ah. Tetap berusaha utk menulis di blog walaupun kegiatan di dunia nyata cukup menyita waktu. Mudah-mudahan ada hal positif yg bisa didapat dari upaya itu, entah untuk saat ini maupun yg akan datang…. πŸ™‚
    Ditter selesai posting Bangun Siang

  2. Saya suka alasannya..tapi ya blognya sudah ramai pengunjung dan mungkin orang agensi lebih suka tulisan yang bersifat user experience. kalau di blog ini belum pernah, wong baru dibangun πŸ™‚

  3. masing-masinb blogger punya alasan masing-masing kan mbak
    tapi tidak masalah, apapun alasannya selama tidak saling singgung menyinggung apalagi saling menyakiti saya pikir tidak ada masalah

    pokoknya curcol dehc

  4. aku pernah di minta nulis gitu mbak sama netwoker gitu *yang udah terkenal kata orang* πŸ˜› Tapi aku kira dapet bayaran, sampe sekarang gak pernah tuh di singgung2 lagi. Padahal waktu minta aku nulis pake ditelpon segala dan aku nulis tepat waktu.. Ah, apa ada yang salah dengan syarat2nya yak? rasanya sih gak deh.. *eh aku yang malah curcol* hehe
    Niee selesai posting PR yang Mirip

  5. Jadi kepingin juga mendapat uang tambahan dengan membuat tulisan berbayar kek gitu, cuma posting aj jarang jarang.

    Semoga makin sukses blognya πŸ˜€

    Salam.. .

  6. sampai detik ini belum pernah merasakan kucuran bayaran hhh, maklum ngeblognya masih tahap merangkap dan belum menemukan sesuatu yang pas.
    Membaca tulisan ini, menjadi bersemangat untuk berkarya, walo ndak ada yang mo mbayar yang penting tujuan utama saya bisa bisa menulis, udah puas. Mudah-mudahan suatu saat bisa kayak sampean, amin
    Djangan Pakies selesai posting Gampang Lepas

  7. Justru karena blognya sederhana, bahasa yang digunakan mudah dicerna, dan tulisan yang bertemakan advetorial tidak terlalu memaksa dan nyaman dibaca, makanya banyak yang meminta tulisan bertema iklan πŸ˜€
    oma selesai posting Egalia Preschool

  8. OOT: Saya juga heran. di dashboard tercantum bahwa isnuansa.com berada di puncak blog’s traffic source. Mungkin benar, karena blog ini tenar πŸ™‚
    Selamat untuk blognya dan terima kasih Mbak… πŸ™‚
    Fiz selesai posting Kilas Balik

  9. Wow! Untuk sampai ke tahap itu (menulis dan dibayar) sangat susah. Salah satu tantangannya adalah harus konsisten menulis. :). Blog ini cocok menerapkannya karena memang hidup dan nggak pernah sepi. πŸ˜‰
    *Ngomong-ngomong, paragraf terakhir nampar saya Mbak….hahaha…
    Semangat teruus….
    Tamba Budiarsana selesai posting Ice Breaking

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge