Di Mana Meletakkan Link Yang Cocok?

Dalam link building, cara yang paling gampang untuk diterapkan adalah memberikan link dari blog kita sendiri, dari tulisan yang kita buat menuju postingan lama yang memiliki relevansi.

Dan membuat backlink dengan anchor text yang tepat saja belum cukup untuk membuat orang tertarik meng-klik link yang kita berikan. Seperti yang kita tahu, jika berhasil membuat orang lain membuka link tersebut, berarti page view blog kita akan naik, dan otomatis nilai bounce rate-nya akan turun. 😉

Anchor Text yang menarik
Tebak, di antara 2 link di atas, manakah yang lebih banyak di-klik?

Dan saya kok semacam memiliki keyakinan jika link yang ditempatkan di awal tulisan lebih sedikit untuk di-klik, dibandingkan dengan yang ditempatkan di akhir tulisan. Soalnya, ada beberapa kemungkinan seperti cara membaca cepat, terlewat, atau terlalu asyik membaca sampai akhir tulisan. Makanya, menurut saya lebih efektif menempatkan link yang ingin lebih banyak mendapatkan klik di akhir tulisan.

Gimana menurut teman-teman?

51 thoughts on “Di Mana Meletakkan Link Yang Cocok?

  1. Ujung-ujungnya kembali ke masalah traffic juga, bagi saya yang penting tautan/pranala/link itu tidak menipu, mudah untuk dimengerti kalau itu sebuah tautan/link.

    LInk yang terlalu panjang penjelasannya juga kurang nyaman untuk dilhat seperti contoh yang diberikan diatas.

    Saya tidak mengerti (atau belum) tentang backlink, anchor text, bounce rate. Fokus utama saya saat ini hanya kenyamanan untuk pembaca, itu saja titik
    Rudy Azhar selesai posting Hey You!!

    1. Yang nomer dua itu justru yang paling banyak di klik orang untuk dibaca lho, Mas.

      Soal kurang nyaman untuk dilihat, mungkin iya, tapi penjelasan yang panjang dan kalimat menarik yang digunakan, justru membuat orang penasaran buat membukanya.

  2. yang penting jangan banyak banyak … kalau banyak kadang kadang juga males ke klik.. tergantung topik juga sih… kalau pas cocok ya pasti di klik… tipsnya bagus. kalau saya paling satu artikel satu link…

  3. klo saya sih biasanya pada kata-kata tertentu yg berhubungan dgn postingan lama.
    pilihan tempat diusahakan paragraf pertama, tengah, dan akhir…
    memang sih lebih bagus diakhir, biar yg asik membaca gak kepikiran ama link itu…
    kadang saya ketika membaca postingan org lain, ketika mendapat link, saya buka dulu (new_tab)…selesai membaca baru dilihat deh….
    Opan selesai posting Tool Marketing Menggunakan Facebook FanPage

    1. Akur kalau begitu sama saya. Tapi nggak semua link juga tujuannya supaya di-klik sih, jadi di awalpun nggak masalah sebenernya. 😀

      *plinplan*

  4. Menurut saya jika melihat contoh link yang diberikan diatas, kemungkinan pembaca akan mengklik adalah karena link itu berupa jawaban atas suatu permasalahan, jadi pembaca penasaran untuk mengetahuinya.

    Bandingkan saja antara link “Mas Hendro Prayitno Yang Memiliki Blog dengan Blogazine
    ” dengan link kedua “teman saya …. blogger penuh waktu”.

    Secara kasar saya dapat bilang : peduli apa saya sama bloggazinenya Hendro Prayitno? Tapi tentu saya penasaran kenapa ada orang bergaji $2000 berhenti dari kerjanya demi menjadi blogger penuh waktu. Apa yang salah dengan pekerjaan bergaji $2000?

    Artikel ini memberi saya inspirasi ….. , terima kasih Mba Is
    Okto selesai posting Motor matic injeksi irit harga murah – Yamaha Mio J

    1. Ya, meski tidak se-spektakuler orang yang bergaji $2000 dan berhenti, buat orang yang peduli soal perkembangan blog, blogazine juga menarik buat diketahui, Mas.. Soalnya waktu pertama kali baca istilah itu, saya juga tertarik buat ngeklik link soal tulisan blogazine. 😀

  5. kalo menurut saya nih mba, biasanya orang akan meng-klik link yang membuat pengunjung penasaran, terserah dimana letaknya. Depan oke, belakang juga oke. :D. Dan kalo melihat contoh, pasti akan banyak yang klik anchor kedua *mata duitan :p*

    Salam kenal mba Is 😀
    Abdul Hakim selesai posting Belajar Ngeblog Lagi ah..

  6. Kalo saya asal jangan banyak” link aja.. ambil pada fokusnya dan disesuaikan dengan Judul tentunya.. 😀

  7. jika melihat dari contoh di atas, kemungkinan yang banyak diklik menurut saya link yang kedua, alasannya karena anchor textnya panjang dan juga terletak di akhir.
    apabila ada pengunjung yang fast reading sambil nye-croll, dia akan terhenti karena itu merupakan sebuah link. apalagi jika diberi title sepanjang anchornya tentu kecenderungan klik akan lebih tinggi.

    saya setuju dengan pendapat #kaget, kembali lagi kepada minat si pembaca untuk ngeklik

  8. Halo mbak salam kenal,
    ngomong2 soal link internal kalo menurut saya sih bebas koq mau di taro di paragraf awal – boleh, di tengah artikel nggak masalah, di akhir tulisan juga nggak apa2.
    Yang penting kan tautannya jangan terlalu banyak, contohnya lihat aja halaman wikipedia atau blog nya Google sendiri.
    Mr. Sharz selesai posting Ayam Ketawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge