<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>isnuansa.com</title>
	<atom:link href="http://isnuansa.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://isnuansa.com</link>
	<description>Tempat Curhatnya Isnuansa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 17:24:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Waktu Yang Tepat Untuk Mudik</title>
		<link>http://isnuansa.com/waktu-yang-tepat-untuk-mudik/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/waktu-yang-tepat-untuk-mudik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 17:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nunik Banget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=2466</guid>
		<description><![CDATA[Sudah bukan barang yang aneh kalau kita terjebak macet berjam-jam di Jakarta. Bahkan untuk jarak yang hanya beberapa ratus meter saja dibutuhkan waktu yang lama jika macet. Udah biasa, jadi saya pun jarang mengeluh lagi. Tapi, saat mudik, rasanya akan jadi berkali-kali lipat keselnya jika harus terjebak macet di jalan. Sudah pengen cepet-cepet ketemu sanak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah bukan barang yang aneh kalau kita terjebak macet berjam-jam di Jakarta. Bahkan untuk jarak yang hanya beberapa ratus meter saja dibutuhkan waktu yang lama jika macet. Udah biasa, jadi saya pun jarang mengeluh lagi. Tapi, saat mudik, rasanya akan jadi berkali-kali lipat keselnya jika harus terjebak macet di jalan. Sudah pengen cepet-cepet ketemu sanak saudara di kampung, jadinya marah aja kalau macet.</p>
<p>Nah, seminggu menjelang Lebaran kaya gini, tambah satu kerjaan saya: cari informasi lalu lintas untuk memutuskan kapan waktu yang tepat untuk mudik. Mulai gonta-ganti saluran televisi yang menayangkan pantauan langsung arus mudik. Terutama jalur Pantura, karena memang lebih suka lewat sana daripada lewat jalur selatan (nagrek).</p>
<p><span id="more-2466"></span></p>
<p>Sudah pernah merasakan pulang mudik dari mulai H-7 sampai dengan pas hari H, dan mengalami berbagai cerita masing-masing hari tersebut. Kebanyakan sih tetep sama saja: macet! (Ya iyalah, namanya juga banyak banget yang mudik, ya pasti jalanan macet) Waktu yang normalnya bisa ditempuh dalam 10 jam (Jakarta &#8211; Klaten, plus istirahat) bisa saja menjadi 24 jam atau bahkan lebih. Kalau persiapan nggak bagus, bisa kacau. Apalagi masih bawa anak kecil (keponakan) yang rewel, wuih, mantap deh rasanya!</p>
<p>Sampai saat ini yang paling dihindari adalah mudik H-1 di jalan. Soalnya dengan target malam sampai di kampung, sering terjebak iring-iringan takbir keliling di daerah Semarang, Salatiga dan Boyolali. Bisa 5 jam lebih di satu tempat doang demi menunggu jalanan macet akibat takbir keliling yang malah seperti sengaja di jalan jalur mudik. Nggak lagi-lagi deh. </p>
<p>Dan pengalaman yang menggelikan adalah pas mudik di hari H! Kami pengen nyoba, bener nggak jalanan lancar kalau pulangnya pas hari H. Dan benar. Jalanan memang lumayan lancar, hanya butuh kehati-hatian ekstra, karena di banyak tempat, orang-orang lokal menyeberang jalan untuk silaturahmi antar kampung yang lokasinya berseberangan jalan. </p>
<p>Saya dan keluarga udah seneng aja dengan kondisi jalanan yang nggak macet. Sampai tibalah saatnya makan siang. Dari pagi belom sarapan pula. Cuma ngemil makanan kecil dan roti-roti yang memang dibawa untuk menemani perjalanan. Tapi kan perut ini perut Indonesia, yang belum makan kalau bukan nasi. Jadilah semua celingak-celinguk nyari restoran yang buka. Nggak ada. Sampai sore, tetep nggak ada juga. Saat Lebaran, ternyata semua restoran sepanjang jalur mudik tutuuuup!</p>
<p>Jadilah semua orang dalam mobil lemes semua. Nggak ada semangat. Udah stress berat nggak makan dari pagi. Dan saat itu akhirnya nemu juga warung bakso di daerah Semarang. Hwah, dari Jakarta sampai Semarang baru nemu warung makan. Itupun bakso, bukan nasi! Ya sudahlah. Daripada enggak sama sekali.</p>
<p>Tahun ini, entah kapan saya akan mudik. Lihat situasi dulu. Semoga saja nggak salah pilih hari.</p>
<p>Ada yang punya cerita, kapan waktu yang tepat untuk mudik?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/waktu-yang-tepat-untuk-mudik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perubahan Cara Membaca Blog</title>
		<link>http://isnuansa.com/perubahan-cara-membaca-blog/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/perubahan-cara-membaca-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 17:57:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/perubahan-cara-membaca-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan saya dalam menghabiskan waktu selama online kini banyak berubah. Ya twitter, tentu saja. Entah kenapa sepertinya bahan omongan saya jadi twitter, twitter dan twitter.
Yang mau saya bahas sekarang adalah tentang cara membaca blog. Dulu, meskipun tidak aktif banget blogwalking, saya masih selalu menyempatkan membaca blog-blog yang saya langgani feed-nya melalui Bloglines. Dari sekitar 500an [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan saya dalam menghabiskan waktu selama online kini banyak berubah. Ya twitter, tentu saja. Entah kenapa sepertinya bahan omongan saya jadi twitter, twitter dan twitter.</p>
<p>Yang mau saya bahas sekarang adalah tentang cara membaca blog. Dulu, meskipun tidak aktif banget blogwalking, saya masih selalu menyempatkan membaca blog-blog yang saya langgani feed-nya melalui Bloglines. Dari sekitar 500an alamat blog yang saya daftarkan, selalu ada beberapa puluh judul tulisan baru yang harus saya baca setiap harinya. (Nggak semua dibaca sih, kadang skip judulnya aja kalau nggak menarik)</p>
<p><span id="more-2465"></span></p>
<p>Makin hari, daftar bacaan saya di Bloglines-pun juga makin berkurang. Padahal jumlah blog langganan saya tetap, tidak saya kurangi. Berarti, bukan hanya saya saja yang kecanduan social media (dalam hal ini twitter) yang berkurang frekuensi posting tulisannya, mereka juga. Entah apa alasan mereka: kekurangan ide, sibuk di dunia nyata, ataukah juga dilanda demam social media? Atau ngeblog sudah mulai nggak asyik?</p>
<p>Nah, meski saya nggak setiap hari lagi membuka feed reader (Bloglines), tetapi saya tetap membaca beberapa blog kok! Dari mana? Dari twitter. Asyik juga, membaca blog dan berita yang dibagikan oleh orang lain, bukan lagi sesuatu yang sudah disetting ingin kita baca. Bacaan yang dibagikan atau direkomendasikan oleh orang lain bisa sangat berbeda dengan apa yang kita biasa ingin baca.</p>
<p>Hanya cara mendapatkan informasinya saja sih yang berbeda. Kalau dulu melalui blogwalking dan feed reader, kini lebih banyak membaca rekomendasi orang lain di twitter. Apalagi dengan adanya fasilitas tweetmeme, topsy dan sejenisnya yang bisa menghubungkan blog dengan twitter. </p>
<p>Bagaimana cara Anda mengetahui posting terbaru blog orang lain? Masih relevankah memasang tombol berlangganan RSS dan email di blog saat ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/perubahan-cara-membaca-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Mandi Saat Jalan Jalan</title>
		<link>http://isnuansa.com/tentang-mandi-saat-jalan-jalan/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/tentang-mandi-saat-jalan-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 18:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nunik Banget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=2463</guid>
		<description><![CDATA[Hedeh. Makin nggak jelas aja apa yang saya tulis dari hari ke hari. *lirik tagline blog, owh aman*
~~~
Saya memang tukang jalan-jalan amatiran ya, nggak kaya Trinity yang udah keliling dunia, tapi pengen juga berbagi cerita yang saya alami.
Kali ini soal mandi, satu diantara beberapa hal yang kadangkala malas saya lakukan ketika berada di rumah.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hedeh. Makin nggak jelas aja apa yang saya tulis dari hari ke hari. *lirik tagline blog, owh aman*</p>
<p>~~~</p>
<p>Saya memang tukang jalan-jalan amatiran ya, nggak kaya Trinity yang udah keliling dunia, tapi pengen juga berbagi cerita yang saya alami.</p>
<p>Kali ini soal mandi, satu diantara beberapa hal yang kadangkala malas saya lakukan ketika berada di rumah. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Tapi kalo lagi jalan, justru bawaannya pengen mandi yang bersih, soalnya kan badan gampang banget kotor dan bau.</p>
<p><span id="more-2463"></span></p>
<p>Nggak usah dibahas soal mandinya kalau nginep di hotel bintang, udah pasti ada bathtub yang bisa dipakai berendem dengan garam mandi buat meluruhkan semua daki dan pegel-pegel yang ada di badan. Plus air panasnya bikin betah sejam berada di dalam air tengah malam sebelum tidur.</p>
<p>Kalau mandi di tempat umum, bisa dilakukan di stasiun, terminal, atau di masjid yang ada kamar mandinya. Pengalaman mandi di stasiun Gubeng Surabaya, lumayan bersih. Di stasiun Jatinegara juga lumayan bersih. Lhah, kok di Jatinegara mandi? Kenapa nggak di rumah aja? Lupa saya waktu itu pulang jalan dari mana, sampai di Jatinegara masih subuh, dan badan lengket banget, ya udah mandi sekalian. Sambil nunggu matahari muncul.</p>
<p>Yang enggak banget, kamar mandi di kapal laut deh kayaknya. Waktu itu saya ke Padang dan ke Makassar dengan Pelni. Nggak tau ya kondisi kapal laut sekarang kayak apa, soalnya sudah 8 atau 9 tahun yang lalu saya naiknya. Pengen naik kapal laut lagi, tapi harus ambil cuti paling enggak 2 minggu kalo niat mau jalan-jalan via laut. Dengan penumpang sebanyak orang satu kampung, bisa dibayangkan kondisi kamar mandi dalam kapal laut. Ih, mending nggak usah mandi selama di atas kapal. Beneran.</p>
<p>Yang paling berkesan soal mandi adalah saat di stasiun Banyuwangi. Saya jalan sendirian, sampai di stasiun udah jam 12an malam. Awalnya cuma kebelet pipis doang. Nggak ada toilet umum di stasiun itu. Saya celingak-celinguk nyari, akhirnya karna nggak tahan, minta ijin numpang di ruang kantor stasiun (namanya apa ya?).</p>
<p>Hanya ada satu orang petugas di situ, ngatur lalu lintas kereta, keluar masuk ruangan. Saya boleh numpang, Alhamdulillah. Saya berhitung, sejak kemarin pagi baru mandi sekali. Padahal udah puter-puter seharian di Surabaya. Cium ketek, bau juga. Ah, sekalian mandi aja. Lihat ke sekiling kamar mandi, nggak ada gantungan baju. Nggak ada paku. Pintu juga ga ada pegangannya, hanya pake selot.</p>
<p>Waduh, ransel saya gimana? Uang saya gimana? Saya kan tipe yang kalo jalan, duit buat transport dan makan dibawa cash, cukup sampai pulang, jadi nggak perlu repot nyari dan bolak-balik ke ATM. Kalau mandi, tas terpaksa ditaruh di luar. Pasti ada yg protes, kenapa dompet ga dibawa masuk kamar mandi? Ga bisa Cyn, kan uang udah ditata sedemikian rupa di dalam baju, di posisi yang nggak gampang diraih dengan mudah, males dong bongkar ransel. Dompet luar, duit seadanya aja.</p>
<p>Jadilah saya mandi sambil deg-degan. Tas ada di luar. Kalo hilang, tamat riwayat. Untunglah nggak ada masalah. Keluar dari ruang kantor stasiun, orang-orang masih banyak yang tidur di emperan, menunggu pagi. Saya, jalan kaki sepuluh menit menuju pelabuhan. Ngisi perut sebelum naik ke atas Feri jam 2 pagi menuju Bali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/tentang-mandi-saat-jalan-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Saya DiUnfollow?</title>
		<link>http://isnuansa.com/mengapa-saya-diunfollow/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/mengapa-saya-diunfollow/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 18:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/mengapa-saya-diunfollow/</guid>
		<description><![CDATA[Jadi, akhirnya saya berencana juga meng-unfollow beberapa orang yang selama ini saya ikuti. Alasannya ada beberapa. Ada yang memang jarang sekali nge-tweet, ada yang mengganggu karena menjadi RT abuser, ada juga yang tweetnya kurang nyaman saya baca. 
Kemarin, banyak juga yang membahas tentang fitur mute yang ada di Ubertwitter, sebuah aplikasi yang bisa dinikmati pengguna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi, akhirnya saya berencana juga meng-unfollow beberapa orang yang selama ini saya ikuti. Alasannya ada beberapa. Ada yang memang jarang sekali nge-tweet, ada yang mengganggu karena menjadi RT <em>abuser</em>, ada juga yang tweetnya kurang nyaman saya baca. </p>
<p>Kemarin, banyak juga yang membahas tentang fitur <em>mute</em> yang ada di Ubertwitter, sebuah aplikasi yang bisa dinikmati pengguna handphone Blackberry, sebagai sebuah ‘solusi’ untuk menghilangkan tweet tak berguna dari seseorang tanpa kita perlu untuk meng-unfollow. Tidak enak hati karena yang akan di-unfollow adalah seorang teman, itu sebagain besar alasan yang dikemukakan oleh tweeps kenapa menghindari memencet tombol unfollow.<br />
<span id="more-2460"></span></p>
<p>Padahal, unfollow sebenarnya bukan akhir dunia. Bukan akhir persahabatan. Bukan akhir percakapan. Dengan memfollow orang (tanpa kita di-follow balik), kita tetap bisa melakukan komunikasi kok. Dan untuk membuat kita di-follow balik kuncinya hanya satu: buat tweet-tweetmu cukup berharga untuk dibaca orang lain, cukup berharga untuk di-RT oleh follower kita. Siapa tahu teman yang me-retweet status Anda saya follow juga, jadi masih bisa saya mention kan? *halah mbulet*</p>
<p>Berikut ini, beberapa alasan saya dan juga senada dengan orang-orang yang saya himpun dari membaca di berbagai tempat:</p>
<p><strong>Merasa terganggu dengan pembicaraan yang tidak seharusnya saya baca. </strong><br />
Contohnya: saya memfollow Anda karena sama-sama blogger. Saya berharap akan membaca tweet berupa informasi seputar <em>blogging</em>. Tetapi teman-teman Anda tidak hanya dari lingkungan blogger. Ada juga dari seputaran politik, misalnya. Atau orang-orang dengan hobi sepak bola. Lantas pada saat yang bersamaan, Anda juga hobi membalas dengan RT. Itu artinya Anda memaksa saya membaca tentang politik dan sepakbola, dua hal yang paling saya benci di dunia. Salahkah jika akhirnya saya tak kuat menahan siksaan Anda pada mata saya? *pencet unfollow*</p>
<p><strong>Suka memaki tanpa batas. </strong><br />
Pernah mendengar bahwa sebuah senyum bisa mengubah dunia? Buat saya, yang negative juga. Jadi jika Anda suka memaki, ada baiknya diimbangi pula dengan lelucon disaat lain. Jika Anda suka menceritakan keluh kesah dan kebencian terhadap orang lain, jangan lupa berbagi cerita betapa Anda mencintai orang lain. Yang seimbang. Jangan menularkan energi negative secara terus-menerus.</p>
<p><strong>Jualan, jualan, jualan. </strong><br />
Jualan di sini dalam artian luas. Bisa berwujud barang, bisa juga hanya sekedar menawarkan tulisan. Ya, karena saya seorang blogger, saya banyak mengikuti blogger lain. Tapi akhir-akhir ini makin bingung dan bertanya-tanya dengan motivasi teman yang dalam hitungan menit sudah beberapa kali memencet tombol tweetmeme yang berbeda. Tunggu, tunggu. Dengan akses internet yang secepat cahaya pun, saya belum selesai membaca tulisan yang link-nya Anda berikan sebelumnya. Ini sudah diperintah untuk membaca 5 tulisan lagi? *mute sementara*</p>
<p><strong>Berkicau tanpa henti dan tanpa arti, plus RT info yang disukai. </strong><br />
Dalam blog, saya memasang akismet, alat untuk menangkap spam. Di aplikasi Ubertwitter juga ada mute. Tapi jika sedang online di web, agak terganggu juga dengan kecepatan kicauan yang lebih dari 10 per menit. Pengalaman saya, diperburuk dengan RT info yang merupakan hobinya. Misalnya mengikuti sebuah akun ramalan bintang, makan akan me-retweet semua ramalan tentang bintang kepada followernya semua, seolah-olah followernya pasti memiliki hobi yang sama dengannya. Oke, kalau hanya satu atau dua tweet nggak ada masalah. Lebih dari 20 dalam waktu yang sangat singkat? *klik*</p>
<p><strong>Tulisan Alay. </strong><br />
Nggak usah panjang kali lebar, <a href="https://twitter.com/mentarimentari/status/21926306167/" target="_blank">begini contohnya</a>. </p>
<p><strong>Monolog. </strong><br />
Status tetep terupdate, tapi nggak pernah komunikasi. Di mention, ditanya, dimintain tolong, nggak pernah jawab. Asyik dengan dunia sendiri seolah-olah followernya boneka atau tak pernah ada.</p>
<p>Nggak merasa seperti itu, berarti untuk sementara Anda lolos dari seleksi. Namun nggak menutup kemungkinan, suatu saat kena tombol juga, jadi jangan tanya saya <strong>Menggapa Saya DiUnfollow</strong> ya? Tapi sekali lagi, unfollow buat saya bukan keputusan final. Suatu saat bisa follow lagi selama Anda juga berubah, dan saya butuh informasi atau hiburan (dari tweet-tweet lucu). Selama tidak melebihi batas kesabaran saya, dijamin nggak akan di-unfollow kok. Malah saya nyari-nyari akun yang layak untuk diikuti, karena dini hari seperti ini biasanya timeline sepi. Siapa yang mau diikuti?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/mengapa-saya-diunfollow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pernahkah Jalan Sendiri?</title>
		<link>http://isnuansa.com/pernahkah-jalan-sendiri/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/pernahkah-jalan-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 17:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nunik Banget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/pernahkah-jalan-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[
Pertanyaan di atas adalah salah satu yang ditanyakan pada saya ketika wawancara  ACI Detikcom  beberapa hari yang lalu. Buat yang belum tau ACI Detikcom, sila dibaca di websitenya. Sebuah kontes yang bertemakan cinta Indonesia dan berhadiah jalan-jalan gratis selama 14 hingga 21 hari keliling Indonesia. Dan pemenang utama mendapatkan 100 juta rupiah. Wow! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2010/05/CIMG4041-225x300.jpg" alt="Anak Pencari Kerang di Pantai Losari" title="Anak Pencari Kerang di Pantai Losari" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-2070" /></p>
<p>Pertanyaan di atas adalah salah satu yang ditanyakan pada saya ketika wawancara <a href="http://aci.detik.com/" target="_blank"> ACI Detikcom </a> beberapa hari yang lalu. Buat yang belum tau ACI Detikcom, sila dibaca di websitenya. Sebuah kontes yang bertemakan cinta Indonesia dan berhadiah jalan-jalan gratis selama 14 hingga 21 hari keliling Indonesia. Dan pemenang utama mendapatkan 100 juta rupiah. Wow! Pengen menang? Tentunya.</p>
<p>Balik lagi ke pertanyaan: &#8220;Pernah jalan sendiri ke mana?&#8221; Saya terus terang seneng banget dapet pertanyaan itu. Seneng banget! Kenapa? Karena banyak di antara kita pastinya yang biasa jalan-jalan dengan keluarga atau rombongan teman. Jadi saya bisa sedikit mengobati rasa kecewa saya yang merasa kurang nilainya di saat sesi take video. Saya dengan mantap menjawab bahwa saya pernah jalan-jalan sendiri!</p>
<p>Cih! Apanya yang dibanggakan, cuma jalan-jalan sendiri aja! Eh, coba dulu dong, hayoo, siapa yang sudah pernah tunjuk jari. Tuh kan saya lihat cuma sedikit yang tunjuk jari. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya sih pengennya juga sama, kalau jalan tuh ada temennya, tapi terkadang ada saja kendalanya. Seperti jadwal yang nggak nyambung. Saya bisa, kawan harus kerja. Kawan bisa, saya yang nggak bisa. Huh. Akhirnya saya memutuskan jalan sendiri saja.</p>
<p>Jalan bareng teman tuh yang paling kerasa manfaatnya adalah soal biaya-biaya yang bisa di share. Bayar hotel dibagi, sewa kendaraan dibagi, kalau perlu makan-pun dibagi (untuk porsi makanan yang besar tentunya). Kalau jalan sendiri, tentu semua biaya juga harus ditanggung sendiri. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang berkesan saat jalan sendiri adalah ke Bali via darat. <a href="http://isnuansa.com/naik-kereta-api-ekonomi-pilihan-sendiri/" target="_blank">Naik kereta api ekonomi pula</a>. <a href="http://isnuansa.com/di-atas-gaya-baru-malam-selatan/" target="_blank">Sempet ngeblog di atas kereta </a>. Nyebrang pelabuhan jam 2 pagi, hehehe. Untungnya, selama di Bali sama enaknya ketika jalan-jalan bareng dengan teman-teman. <a href="http://isnuansa.com/ngeblog-bisa-sangat-mahal/" target="_blank">Ini cerita ngeblog dari Bali</a>. <a href=" http://isnuansa.com/ayam-betutu-di-renon-enak/" target="_blank">Tulisan saya tentang Ayam Betutu, makanan Khas Bali</a>.</p>
<p>Satu lagi masalah jika jalan sendiri. Kejadian ketika saya jalan ke Makassar. Foto yang di dapat adalah foto objek wisatanya saja. Saya nggak bisa terlalu banyak narsis, karena nggak selalu ada orang yang bisa saya mintain tolong untuk mengambilkan gambar. Nggak semua objek wisata yang dituju ramai pengunjung. Bahkan ada yang sepi dan blas nggak ada wisatawan lain! <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Siapa dong yang mau saya mintain tolong?</p>
<p>Berikut beberapa dokumentasi saya saat jalan ke Makassar:<br />
<a href="http://isnuansa.com/makassar-kebaikan-yang-tak-terhapus-1/" >Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #1</a><br />
<a href="http://isnuansa.com/makassar-kebaikan-yang-tak-terhapus-2/" >Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #2</a><br />
<a href="http://isnuansa.com/makassar-kebaikan-yang-tak-terhapus-3/" >Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #3</a><br />
<a href="http://isnuansa.com/makassar-kebaikan-yang-tak-terhapus-4/" >Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #4</a><br />
<a href="http://isnuansa.com/makassar-kebaikan-yang-tak-terhapus-5/" >Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #5</a><br />
<a href="http://isnuansa.com/makassar-kebaikan-yang-tak-terhapus-6/" >Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #6</a><br />
<a href="http://isnuansa.com/makassar-kebaikan-yang-tak-terhapus-7/" >Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #7</a></p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Pernah jalan-jalan ke mana saja sendirian?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/pernahkah-jalan-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjir Kata-Kata Kasar di Twitter</title>
		<link>http://isnuansa.com/banjir-kata-kata-kasar-di-twitter/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/banjir-kata-kata-kasar-di-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 10:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/banjir-kata-kata-kasar-di-twitter/</guid>
		<description><![CDATA[Hehehe, sebelum nulis lebih lanjut, ada baiknya saya ngaku dulu kalau judul artikel ini dapet ide dari @pitra di tulisan  Banjir Hashtag Di Twitter. *sungkem* Udah pengen nulis tentang kata-kata kasar sih, tapi judulnya masih bingung, eh ada tulisan itu, jadi ya diikutin aja. 
Ketika orang bilang banyak alaydi twitter saya nggak begitu percaya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hehehe, sebelum nulis lebih lanjut, ada baiknya saya ngaku dulu kalau judul artikel ini dapet ide dari <a href="http://twitter.com/pitra/" target="_blank">@pitra</a> di tulisan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/03/24/banjir-hashtag-di-twitter/" target="_blank"> Banjir Hashtag Di Twitter</a>. *sungkem* Udah pengen nulis tentang kata-kata kasar sih, tapi judulnya masih bingung, eh ada tulisan itu, jadi ya diikutin aja. </p>
<p>Ketika orang bilang banyak <a href="http://isnuansa.com/soal-dewasa-dan-logika-dari-status-facebook/" target="_blank">alay</a>di twitter saya nggak begitu percaya. <a href="http://twitter.com/isnuansa/" target="_blank">Timeline saya</a> bersih, nggak ada yang ngetik dengan huruf-huruf aneh nan meriah itu.</p>
<p>Tapi kalau soal kata-kata kasar di twitter, mata saya langsung terbuka lebar saat teman-teman memperbincangkan seorang ABG 14 tahun yang bertengkar dan memaki-maki bot.<br />
Harus mengelus dada juga ya, alangkah mudahnya sebuah kata makian keluar di status twitter. Bukannya saya atau teman-teman yang saya ikuti nggak pernah memaki, tetapi bisa dikatakan, memaki dengan cara elegan lah, tanpa mengeluarkan kata-kata jorok.</p>
<p>Twitter, bukan tempat untuk saling memaki dengan teman atau mengumpat orang tua (bahkan guru) dengan kata-kata yang sangat kasar. Sayangnya, kedua hal tersebut mudah kita temukan di twitter. Ketika salah satu sudah mulai nyolot, benarkah jika kita harus menanggapi ajakan pertengkaran itu melalui media twitter yang terbuka?</p>
<p>Namun agak menghibur juga apa yang dilakukan oleh pembuat bot <strong>@guru_PKN</strong> dan <strong>@adik_balita</strong> yang menjawab makian kata-kata kasar dengan: &#8220;tolong ya mulutnya dijaga&#8221; atau &#8220;mama, kakak ngomong kasar tuh&#8221;. Saya juga ketawa dengan jawaban &#8220;cuci mulutnya dengan sabun ya&#8221;, ketika ada yang mengumpat di twitter.</p>
<p>Sebenarnya demi apa sih kata-kata makian yang vulgar itu harus tertulis di status twitter? Apakah itu salah satu pertanda supaya terlihat &#8220;gaul&#8221;?</p>
<p>Inisiatif untuk membuat bot oleh teman-teman yang peduli, dan dimaksudkan untuk membuat jera orang-orang yang memiliki kebiasaan memaki di twitter, akankah efektif?</p>
<p>Barusaja ini, saya melihat ada <a href="http://twitter.com/masova/" target="_blank">@masova</a> yang mengkampanyekan hashtag di twitter, #stopNKMJ. Buat yang penasaran apa arti NKMJ, bisa dilihat <a href="http://bit.ly/NKMJwords" target="_blank">di sini</a>.Saya mendukung sepenuhnya #stopNKMJ.</p>
<p>Menulis kata-kata kasar di social media itu, sama saja dengan membiarkan orang lain yang berada dalam lingkaran kita, membaca apa yang kita tulis. Memang menjadi lega dengan mengumpat, tapi hindari kata-kata <a href="http://bit.ly/NKMJwords" target="_blank">NKMJ</a>!</p>
<p>Bagaimana cara Anda mengumpat? <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/banjir-kata-kata-kasar-di-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasang Widget Twitter Pada Blog, Perlu Tidak?</title>
		<link>http://isnuansa.com/pasang-widget-twitter-pada-blog-perlu-tidak/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/pasang-widget-twitter-pada-blog-perlu-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 18:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/pasang-widget-twitter-pada-blog-perlu-tidak/</guid>
		<description><![CDATA[Saya nulis lagi! Apa ada hubungannya dengan tadi siang saya creambath dan potong rambut ya, jadi ide bisa ngalir lancar tanpa hambatan? *sisiran* Biasanya mau nulis aja susahnya minta ampun belakangan ini. Ohiya, gara-gara potongan rambut yang ada poninya juga, kali ya. *benerin poni*
Udah ah, pendahuluan nggak pentingnya. Balik lagi ke pertanyaan awal di judul: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya nulis lagi! Apa ada hubungannya dengan tadi siang saya creambath dan potong rambut ya, jadi ide bisa ngalir lancar tanpa hambatan? *sisiran* Biasanya mau nulis aja susahnya minta ampun belakangan ini. Ohiya, gara-gara potongan rambut yang ada poninya juga, kali ya. *benerin poni*</p>
<p>Udah ah, pendahuluan nggak pentingnya. Balik lagi ke pertanyaan awal di judul: “Penting nggak sih, pasang widget twitter di blog yang kita miliki?” Saya tertarik buat mengetahui hal ini karena belakangan lebih aktif di twitter (microblogging) daripada di blog. Dan banyak blogger juga mungkin melakukan hal yang sama, kini lebih aktif ngetwit daripada nulis blog.</p>
<p><span id="more-2451"></span></p>
<p>Jika kita menelusuri Google, akan ada banyak sekali tulisan seperti: <strong>Cara Membuat Widget Twitter, Cara Pasang Widget Twitter Pada Blog, Update Status Twitter di Blog, </strong> dan lain sebagainya, tapi, apakah itu penting untuk dipasang di sidebar blog kita? Apa saja sih, widget yang seharusnya dipasang di blog kita?</p>
<p>Jawaban atas pertanyaan saya tadi tentu saja akan sangat beragam, tergantung dari sisi mana kita melihatnya dan kebutuhan blogger tentu juga berbeda-beda. Nah, tadi saya sempat bertanya melalui twitter, dan mendapatkan jawaban sebagai berikut.</p>
<p><strong>@dimasnovriandi: </strong> Penting dong @isnuansa, karena status twitter satu-satunya yang selalu update di blog daku (&#8211;&#8217;)~<br />
<strong>@sumartok: </strong> Oke, jadi @dimasnovriandi mengupdate blog-nya dengan status twitter? <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  eniwei, your blog is cool <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  cc: @isnuansa<br />
<strong>@iniRudy: </strong>  Penting! Karena status twitter justru lebih up to date daripada blog *meminta maap pd blog sendiri* <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
<strong>@fanabis: </strong> Penting, promo ID,  user dapat info seberapa jangkauan kicauanmu di soc-media lain dan apa yg dibincangkan <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>@haridiva: </strong> Ga penting <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<strong>@agussiswoyo: </strong> Nggak penting. Malah harus dicerai tuh. twitter is microblogging. Tujuan terselubungnya mau nyaingi blog utama.</p>
<p>Kalau berdasarkan yang saya baca, fungsi widget itu antara lain untuk mempercantik blog, tapi kalo saya &#8211;yang suka blog terlihat bersih&#8211; kok merasa kotor ya kalau memasukkan segala hal ke dalam sidebar? Apa iya, pembaca datang ke blog kita untuk membaca status twitter kita? Mereka datang untuk membaca tulisan kita kan?</p>
<p>Tetapi, saya setuju jika tujuannya untuk memberikan navigasi kepada pembaca blog agar mereka tahu akun twitter yang kita miliki. Ini bisa dilakukan tanpa memasang widget, cukup dengan menuliskan ID yang kita miliki pada profil (promo). @dimasnovriandi cukup masuk akal juga, karena blognya tidak lagi secara aktif ditulisi, setidaknya ada hal baru yang bisa dibaca oleh pengunjung blog, meskipun itu hanya kicauannya saja. Sebagai pengobat kecewa pada pengunjung. *sodorin iPad ke Dimas supaya update blog*</p>
<p>Jadi, saya ulang ya pertanyaannya, “Penting nggak sih, pasang widget twitter di blog yang kita miliki?”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/pasang-widget-twitter-pada-blog-perlu-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Bersama Para Pemburu Kuis</title>
		<link>http://isnuansa.com/buka-bersama-para-pemburu-kuis/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/buka-bersama-para-pemburu-kuis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 17:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nunik Banget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/buka-bersama-para-pemburu-kuis/</guid>
		<description><![CDATA[
Kalau cerita soal kegiatan saya yang berawal dari twitter, sekarang ini bakalan banyak banget deh. Heran juga saya, kenapa sekarang begitu tergantung pada mainan yang satu itu. Bahkan boleh dibilang, saya sekarang ini makin jarang update blog, salah satunya ya karena twitter. 
Jadi bukan karena saya sedang sibuk berlomba-lomba meraih kebajikan selama bulan puasa ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" style="margin: 10px 25px;" title="buka-bersama-para-pemburu-gratisan" src=" http://farm5.static.flickr.com/4101/4898149914_508b777753_z.jpg" alt=" buka-bersama-para-pemburu-gratisan " width="500" height="375" /></p>
<p>Kalau cerita soal kegiatan saya yang berawal dari twitter, sekarang ini bakalan banyak banget deh. Heran juga saya, kenapa sekarang begitu tergantung pada mainan yang satu itu. Bahkan boleh dibilang, saya sekarang ini makin jarang update blog, salah satunya ya karena twitter. </p>
<p>Jadi bukan karena saya sedang sibuk berlomba-lomba meraih kebajikan selama bulan puasa ini yang bikin nggak nulis-nulis dalam 4 hari belakangan. Semuanya salahkan pada twitter. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-2450"></span></p>
<p>Tanggal 13 Agustus jam 15.00 WIB, saat baru beberapa menit online dan jawab kuis di twitter (belakangan saya sadar jawaban kuisnya salah, jadi nggak menang deh) saya sudah dapat mention “Heh, kenapa belum ngesot ke Plaza Semanggi?”.  Mention itu dari teman yang sudah janjian buat buka puasa bersama. Buka puasa bersama saya yang pertama di puasa kali ini. Dan saya dapat tugas buat memesan tempat karena lokasi saya paling deket dengan Plaza itu, takutnya penuh banget.</p>
<p>Dan bener, jam 15.30 WIB aja sudah full booked di Comedy Caffe Plaza Semanggi. (Eh, ini bukan postingan berbayar ya, hahaha.) Nggak berapa lama muncul juga teman-teman saya yang lain. Sebelumnya kami nggak pernah kenal. Ketemu pertama kali saat menang kuis dari twitter dan berhadiah jalan-jalan ke Bali waktu itu. Karena sama-sama di Bali selama 3 hari, jadilah kami sekarang akrab.</p>
<p>Sehari-hari saling bahu-membahu (aihh bahasanya) mencari kuis-kuis yang ada di twitter, dan saling memberitahu jika ada yang menemukan. Sama sekali nggak kepikiran kalo nanti orang lain tahu, akan jadi saingan. Malah selama ini yang sering, kami sama-sama menang barengan.</p>
<p>Acara buka bersama para pemburu kuis, yang diomongin nggak jauh-jauh dari seputaran kuis dan kejadian yang ada di twitter. Dan kami pun bisa ngakak kalau ada kejadian yang lucu di twitter yang kami obrolin bareng. Dosa dikit sih, soalnya ngomongin orang lain juga, hahahaha..</p>
<p>Dan selama makan, tangan juga nggak lepas dari gadget masing-masing buat memantau perkembangan timeline. *halah* Dari kuis yang ada hari itu, adalah berhadiah contact lens, jadi yang laki-laki pada nggak mau ikutan. Untungnya sebelum pulang, ada kuis berhadiah nonton bareng yang muncul. Langsung ikutan semua, dan kami menang! Tanggal 19 Agustus besok, kami akan ketemu lagi buat nonton bareng (4 orang yang menang, jadi 8 tiket). Enaknya, kalo dapet gratisan terus. *balik pantengin timeline lagi*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/buka-bersama-para-pemburu-kuis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resmi Jadi Anggota Kopdar Jakarta</title>
		<link>http://isnuansa.com/resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 04:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nunik Banget]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar Syaban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=2447</guid>
		<description><![CDATA[
Aaaarrghh! Lihat foto di atas jadi nyesel kenapa saya nggak ngikutin tips panduan supaya lebih ngeksis. Pake high heels supaya kalo di foto kelihatan mukanya, nggak setengah-setengah kayak gitu. *Jitak Icit yang nutupin muka saya*

Lihat fotonya aja seru kan? Serulah, kopdar jakarta yang diberi nama Kopdar Syaban kemarin dihadiri tak kurang dari 55 orang blogger! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" style="margin: 10px 25px;" title="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" src="http://farm5.static.flickr.com/4099/4878468691_c56b4b776f.jpg" alt="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" width="500" height="375" /></p>
<p><em>Aaaarrghh!</em> Lihat foto di atas jadi nyesel kenapa saya nggak ngikutin tips panduan supaya lebih ngeksis. Pake high heels supaya kalo di foto kelihatan mukanya, nggak setengah-setengah kayak gitu. *Jitak <a href="http://icitluvnesta.blogspot.com">Icit</a> yang nutupin muka saya*</p>
<p><span id="more-2447"></span></p>
<p>Lihat fotonya aja seru kan? Serulah, kopdar jakarta yang diberi nama <strong>Kopdar Syaban</strong> kemarin dihadiri tak kurang dari 55 orang blogger! Kebayang ramenya kan? 5 orang kumpul aja udah pasti heboh, ini 55.</p>
<p>Meski sudah bertahun-tahun tinggal dan ngeblog di Jakarta, ya baru hari Minggu 8 Agustus lalu saya secara resmi diakui menjadi anggota Kopdar Jakarta. Selama ini saya memang nggak pernah ikutan acara mereka, meski ada yang sejak 2008 (<em>cmiiw</em>) saya sudah pernah kopdar dengan beberapa anggota Kopdar Jakarta. Eh, bukannya kalo sudah pernah Kopdar dengan minimal dua orang anggota sudah bisa masuk ya? Saya sudah banyak lho, ketemu dengan anggota Kopdar Jakarta, meski kopdarnya kadangkala tak diniati (seperti tak sengaja ketemu di suatu acara). Ah, sudahlah, intinya, sekarang udah resmi.</p>
<p>Jika ada blogger yang masih bertanya, kenapa emangnya kalau sudah resmi? Kayaknya seneng banget, padahal cuma jadi anggota biasa saja. Eh, eh, jadi begini ya teman-teman blogger. Boleh saja sih Anda blogger yang sangat aktif, blog Anda keren dan bisa menghasilkan banyak uang, tapi ada juga lho, beberapa kesempatan yang hanya bisa Anda dapatkan jika Anda bergabung ke dalam sebuah komunitas. Beberapa kali saya merasa seperti &#8220;<em>kehilangan moment</em>&#8221; dan sangat &#8220;<em>merugi</em>&#8221; hanya karena terbentur pada legalitas itu. &#8211;tak perlu diuraikan lagi ya, pokoknya adalah&#8211;</p>
<p>Nggak ada ruginya buat gabung dengan komunitas. Dan jika ada yang sudah ketakutan duluan buat gabung hanya karena nama-nama besar dan kepopuleran blogger-blogger yang sudah ada lebih dahulu seperti <a href="http://dimasnovriandi.com">Dimas Novriandi</a>, <a href="http://chikastuff.wordpress.com">Chika Nadya</a>, <a href="http://media-ide.com">Pitra Anak Cerdas</a>, <a href="http://venus-to-mars.com">Simbok Venus</a>, <a href="http://blog.ichanx.net">Ichanx</a> -yang sudah nerbitin 2 buku-, <a href="http://www.benablog.com">Benakribo</a>, <a href="http://simplychi.wordpress.com">Chic</a>, atau <a href="http://goenrock.com">GoenRock</a> [Maaf buat blogger lain yang namanya tak tersebut], Anda salah besar! Mereka nggak nggigit kok, malah nanti akan ada kecup-kecup. *plak*</p>
<p><img class="alignnone" style="margin: 10px 25px;" title="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" src="http://farm5.static.flickr.com/4134/4878915460_50b8ba2c72.jpg" alt="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" width="375" height="500" /></p>
<p>Itu waktu saya didaulat buat perkenalan. Yang pertama maju kedepan, bo&#8217;. Meski sedikit grogi, pas saya lihat tayangan ulangnya di <em>video streaming</em>-nya, ternyata waktu saya perkenalan paling panjang. Setelah perkenalan, langsung dikasih pin <a href="http://parampaa.net/">Parampaa</a>, permainan yang diciptakan oleh blogger juga, <a href="http://www.mustova.com">Ova</a>.</p>
<p><em><strong>[Chika, kalo masih ada Pin Parampaa-nya aku mau lagi dong satu, buat temen ada yang minta, boleh ya, boleh ya, sisain. Trims]</strong></em></p>
<p><img class="alignnone" style="margin: 10px 25px;" title="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" src="http://farm5.static.flickr.com/4074/4878915454_f29bbdc77d.jpg" alt="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" width="500" height="375" /></p>
<p><img class="alignnone" style="margin: 10px 25px;" title="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" src="http://farm5.static.flickr.com/4077/4878915464_a7d153264d.jpg" alt="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" width="500" height="375" /></p>
<p><em>Door prize</em> yang dibagikan waktu Kopdar Syaban banyak banget dan seru-seru. Mulai dari Pin Parampaa buat anggota baru, Pin ID4SQ buat yang nunjukin check in-nya di venue @CaffeCabins tempat berlangsungnya acara, buku dari Simbok Venus, goodie bag dari WWF yang dibawa oleh <a href="http://titiw.com/">Titiw</a>, beberapa buku [hiks maaf saya lupa siapa namanya], oleh-oleh dari <a href="http://hidungmengembang.blogspot.com/">Umen</a> -blogger yang menang kuis dan jalan-jalan ke Afrika Selatan nonton piala dunia-, kaos dari <a href="http://gantibaju.com/">GantiBaju.Com</a>, dan apalagi ya? Pokoknya banyak deh. Plus diskon 15% dari Coffe Cabins yang pemiliknya <a href="http://slackblog.org/">Bayu Albelly</a> juga anggota Kopdar Jakarta! Top markotop.</p>
<p><img class="alignnone" style="margin: 10px 25px;" title="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" src="http://farm5.static.flickr.com/4137/4878915466_024d887615.jpg" alt="resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta" width="500" height="375" /></p>
<p>Ayo, blogger Jakarta, ikutan gabung di Kopdar Jakarta yuk. Nanti akan ada buka puasa bersama, sayangnya sampai tulisan ini selesai diketik, belum ada kepastian tanggalnya, buat yang mau datang, silahkan kontak-kontakan sama saya.</p>
<p>Mau lihat foto-foto lengkap hasil jepretan selama Kopdar Syaban? Nih, <a href="http://bit.ly/aTOLmm">bisa diintip di sini</a>. Daftar blogger-blogger yang hadir ada <a href="http://bit.ly/9CmNWK">di sini</a>, silahkan kalau mau kenalan dan baca-baca blognya, atau follow twitternya.</p>
<p><strong>Makasih buat Chika, foto diatas semua hasil jepretannya.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/resmi-jadi-anggota-kopdar-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dapat Buku When Silly Met Venus!</title>
		<link>http://isnuansa.com/dapat-buku-when-silly-met-venus/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/dapat-buku-when-silly-met-venus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 09:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isnuansa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=2442</guid>
		<description><![CDATA[
Akhirnya saya resmi juga jadi anggota Kopdar Jakarta. Apa itu Kopdar Jakarta? Besok ya ceritanya. Sekarang cerita buku When Silly Met Venus dulu. Mumpung baru selesai bacanya, takut lupa lagi, hihihi&#8230;
When Silly Met Venus adalah buku yang sebenernya udah lama terbit, tahun 2009 kemaren, karangan duo blogger terkenal Silly dan Venus. Belom pernah denger? Wah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" style="margin: 10px 25px;" title="when-silly-met-venus" src="http://farm5.static.flickr.com/4116/4878625704_d2f32163ba.jpg" alt="when-silly-met-venus" width="500" height="375" /></p>
<p>Akhirnya saya resmi juga jadi anggota Kopdar Jakarta. Apa itu Kopdar Jakarta? Besok ya ceritanya. Sekarang cerita buku <strong>When Silly Met Venus</strong> dulu. Mumpung baru selesai bacanya, takut lupa lagi, hihihi&#8230;</p>
<p>When Silly Met Venus adalah buku yang sebenernya udah lama terbit, tahun 2009 kemaren, karangan duo blogger terkenal <a href="http://sillystupidlife.com/">Silly</a> dan <a href="http://venus-to-mars.com/">Venus</a>. Belom pernah denger? Wah, keterlaluan!</p>
<p>Pas baca halaman-halaman awal aja udah bikin saya senyum-senyum. Jadi inget ada seseorang yang bilang: &#8220;<em>Lo tuh orang yang nggak cukup cuma tau bahwa lo dicintai, tapi juga perlu dikatakan kalo lo dicintai.</em>&#8221; Eh, itu dia sendiri lho yang bilang, bukan atas permintaan saya buat digombalin kata-kata cinta tiap hari, hihihi&#8230; *dadah-dadah ke seseorang*</p>
<p>Buku yang membahas tentang perempuan ini banyak yang bikin merasa &#8220;<em>iya nih, gw banget</em>&#8220;, tapi ada juga beberapa bagian yang saya nggak pernah ngalaminnya. Seperti soal nyetir dan nyasar. Kalo simbok Venus biasa nyasar ke mana-mana, kalo saya milih naik <strong>kopaja</strong> ke mana-mana. Satu, ya karena dasarnya nggak bisa nyetir. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Dua, kalopun ada orang rumah yang mau nganterin, biasanya dengan mulut manyun beberapa sentimeter, dan belum tentu tau jalan pulak. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Sama dodolnya soal jalan.</p>
<p>Suka deh, dibagian &#8220;<strong>Oh No</strong>&#8221; yang dua-duanya ditulis sama Simbok, bacanya sambil mesam-mesem. *ihik*</p>
<p>Dan dihalaman terakhir, ada juga ditulis tips, <strong>10 cara mudah menjadi seleblog</strong>. Hayooo, siapa yang nggak mau jadi seleblog? Mau kan? Beli bukunya ya. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya sendiri, dapet gratisan karena Simbok bawa 7 buku ke acara Kopdar Jakarta, dan sekali lagi dewi fortuna hinggap pada saya! Makasih ya, Mbok, buku gratisannya. *<em>mwaah</em>* *siapiin pulpen buat minta tanda tangan*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/dapat-buku-when-silly-met-venus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
