<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>isnuansa.com</title>
	<atom:link href="http://isnuansa.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://isnuansa.com</link>
	<description>Tempat Curhatnya Isnuansa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 17:07:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>3 Nilai Personal Menjadi Narablog Tamu</title>
		<link>http://isnuansa.com/3-nilai-personal-menjadi-narablog-tamu/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/3-nilai-personal-menjadi-narablog-tamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 17:07:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Tamu]]></category>
		<category><![CDATA[Narablog Tamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1757</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini hasil karya Putu Sudayasa, pemilik blog tusuda.com.  Jika Anda ingin menjadi Guest Blogger [menulis di Isnuansa.Com] baca peraturannya.

Suatu tantangan spesial ketika mendapatkan peluang bisa menjadi guest blogger atau narablog tamu pada sebuah blog yang menawarkan kesempatan itu, apalagi bila blog tersebut sudah terkenal dan dikenal sahabat blogger. Tantangan dan peluang ini menyangkut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan ini hasil karya <strong>Putu Sudayasa</strong>, pemilik blog <a href="http://tusuda.com/">tusuda.com</a>.  Jika Anda ingin menjadi Guest Blogger [menulis di Isnuansa.Com] <a href="../guest-blogger/">baca peraturannya</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Suatu tantangan spesial ketika mendapatkan peluang bisa menjadi <em>guest blogger</em> atau narablog tamu pada sebuah blog yang menawarkan kesempatan itu, apalagi bila blog tersebut sudah terkenal dan dikenal sahabat blogger. Tantangan dan peluang ini menyangkut bagaimana memotivasi diri untuk bisa lebih berkreasi menyampaikan pengalaman dalam belajar ngeblog. Tidak gampang juga meyakinkan diri apakah layak untuk berbagi cerita, saat memutuskan menjadi blogger tamu, karena harus mengikuti ketentuan dan syarat-syarat yang berlaku Namun layak atau tidak layak, ada baiknya mencoba menjadi narablog tamu, mengingat banyak manfaat  dan nilai tambah yang saling menguntungkan bisa diperoleh dalam dunia ngeblog, seperti yang sering dipaparkan para sahabat blogger. Menurut hemat tusuda, ringkasnya ada 3 (tiga) nilai personal yang didapatkan ketika meluangkan diri menjadi blogger tamu.</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Ajang Apresiasi Spesial Kepada Sahabat Blogger</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saling harga menghargai merupakan budaya adiluhung bangsa yang perlu diwariskan dalam setiap kesempatan bersama, khususnya di dunia ngeblog. Blog penyedia blogger tamu memberikan apresiasi kepada kiriman tulisan <em>guest blogger</em>, tentu sebaliknya narablog tamu mendapatkan sumbangsih nilai spesial ketika pengalamannya layak dimuat.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Wahana Aktualisasi dan Ekspresi Pribadi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ide-ide mendasar apapun yang telah dituangkan dalam wujud tulisan ngeblog merupakan salah satu bentuk pengembangan kemampuan diri, disamping kehandalan dalam mengekspresikan berbagai tema pokok sesuai dengan apa yang telah diketahui dan dialami bersama.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Media Promosi dan Sosialisasi Narablog</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pesan-pesan secara tidak langsung melalui medium narablog tamu, menjadikan kesempatan berharga ini untuk memperkenalkan jenis blog yang tengah dikelola sekaligus mengajak sahabat blogger berkunjung perdana atau datang kembali kendatipun hanya sekadar berbagi kata bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap tantangan dan peluang dalam bentuk apapun, sebaiknya tidak harus terpaku kepada nilai-nilai apa yang akan didapatkan. Sebab yang harus menjadi prioritas utama dalam pengalaman ngeblog, adalah bagaimana memanfaatkan peluang yang sangat terbuka tersebut, untuk mengembangkan kesempatan berbagi informasi bersama, sembari terus belajar membenahi diri. Seorang motivator taraf internasional pernah menyatakan bahwa, ”Semakin banyak yang diberikan, akan semakin banyak pula yang diperoleh”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/3-nilai-personal-menjadi-narablog-tamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger Kurang Kerjaan</title>
		<link>http://isnuansa.com/blogger-kurang-kerjaan/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/blogger-kurang-kerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 17:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nggak Penting]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Bagus]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Duplicate Content]]></category>
		<category><![CDATA[Google Adsense]]></category>
		<category><![CDATA[Komentator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1755</guid>
		<description><![CDATA[Apa jadinya jika seorang blogger sudah mulai kurang kerjaan? Dia akan menyalurkan kelebihan energinya untuk mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat. Padahal, sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan.
Sudah lama saya mengetahui bahwa selain ada Komentator Yang Menyamar di blog ini, ada pula blogger iseng kurang kerjaan. Apa yang dilakukannya? Membuat blog khusus untuk memposting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa jadinya jika seorang blogger sudah mulai kurang kerjaan? Dia akan menyalurkan kelebihan energinya untuk mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat. Padahal, sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan.</p>
<p>Sudah lama saya mengetahui bahwa selain ada <a href="http://isnuansa.com/komentator-blog-yang-menyamar/">Komentator Yang Menyamar di blog ini</a>, ada pula blogger iseng kurang kerjaan. Apa yang dilakukannya? Membuat blog khusus untuk memposting ulang tulisan saya. Sengaja saya nggak kasih link, nanti rekan-rekan datang ke sana, dia seneng, kerjaannnya dilihat banyak orang, hehehe…</p>
<p>Entah apa tujuan pastinya saya nggak tahu, tetapi saya menebak, dia melakukan itu agar posisi tulisan saya di SERP turun. Tujuannya supaya Google mendeteksi adanya <a href="http://isnuansa.com/pro-dan-kontra-duplicate-content/">DUPLICATE CONTENT</a>, dan tulisan saya mendapat hukuman diturunkan dari posisi 1 di Google. Kalau sudah turun posisinya, maka pengunjung blog ini menjadi sepi.</p>
<p>Tapi tak semudah itu pelaksanaannya. Toh, setelah beberapa bulan blogger kurang kerjaan itu beraksi, blog saya baik-baik saja. <a href="http://isnuansa.com/cara-menemukan-blog-bagus/">Malah makin bagus</a>. Makin ngetop. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yayang Google tetep seneng-seneng saja dengan tulisan-tulisan saya. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' />  Bahkan, mudah-mudahan, dengan semakin banyaknya tulisan saya, makin banyak pula yang naik posisi setelah saya sundul dengan memberikan link [dari blog ini-ini juga].</p>
<p>Yang aneh, minggu kemarin saya mendapati satu lagi blog baru yang melakukan hal yang sama. Malah lebih parah: tulisan saya disandingkan dengan berbagai <strong>konten porno</strong>. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Weleh, weleh. Ada-ada aja ya otak kotor manusia bekerja.</p>
<p>Saya, meski sedikit jengkel, nggak akan memikirkan hal-hal seperti itu sebagai sebuah hambatan dalam ngeblog. Niatan saya hanya belajar menulis dan menulis. Jika ada yang nggak suka dengan tulisan-tulisan saya, ya kebangetan, wong yang saya tulis ya cuma hal remeh temeh saja kok, nggak ada yang spektakuler.</p>
<p>Energi saya ya hanya akan saya curahkan untuk mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan yang lebih baru. Syukur-syukur jika [sedikit] berguna bagi pembaca lainnya. Jika tidakpun, ya dinikmati sendiri saja, hahaha…</p>
<p>Kembali kepada blogger kurang kerjaan itu tadi, mbok ya, kalo pengen dengan keberhasilan orang lain, dipelajari apa rahasianya, bagaimana cara meraihnya, bukan dengan melakukan hal-hal yang malah menyita waktu dan tidak menghasilkan apa-apa selain dosa. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_evil.gif' alt=':evil:' class='wp-smiley' />  Itupun kalo kenal dengan yang namanya dosa. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya banyak membaca tulisan-tulisan blogger lain yang memasang banner-banner Pay Per Click atau menjalankan bisnis Google Adsense, juga sering diisengi oleh ‘lawan’nya dengan cara mengklik berkali-kali banner atau iklan yang ada, dengan tujuan supaya yang bersangkutan di <em>banned</em>. Itulah makanya, biasanya blog yang digunakan sebagai ‘ladang uang’ dirahasiakan keberadaannya dari blogger lain, supaya tidak ada yang mengisengi dengan sengaja.</p>
<p>Untungnya, pihak penyelenggara juga makin pintar, kecurangan tersebut bisa diatasi dengan peraturan yang hanya menghitung satu klik yang pertama saja, dan klik selanjutnya diabaikan. Si blogger usil tinggal gigit jari, usaha untuk mengerjai lawan sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara tersebut.</p>
<p>Isnuansa dot com sampai saat ini belum mengikuti program-program Pay Per Click atau program semacam Google Adsense yang kini juga sudah ada di Indonesia, karena masih merasa trafik yang ada belum terlalu tinggi. Masih menunggu beberapa waktu lagi sampai siap dipasangi iklan jenis itu.</p>
<p>Yang bisa dilakukan kini ya kembali lagi: menulis. Jika blogger kurang kerjaan berhasil menurunkan peringkat salah satu tulisan saya, setidaknya saya sudah mempunyai banyak stok baru untuk menduduki peringkat yang bagus di mata Yayang Google. Waktu saya masih cukup banyak kok, untuk menghasilkan tulisan-tulisan bagus yang lain, bukan saya buang-buang untuk melakukan hal-hal seperti orang yang kurang kerjaan itu. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Apakah Anda pernah juga diisengi blogger lain?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/blogger-kurang-kerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog Baru, Sebuah Mimpi</title>
		<link>http://isnuansa.com/blog-baru-sebuah-mimpi/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/blog-baru-sebuah-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 07:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Bagus]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1753</guid>
		<description><![CDATA[Saya membayangkan memiliki sebuah blog baru. Tetapi hingga kini belum saya wujudkan, karena masih banyak pertanyaan yang belum mampu saya jawab sendiri. Mudah memang memiliki lebih dari satu buah blog [apalagi yang gratisan], tetapi yang sulit adalah bagaimana setelah blog itu selesai dibuat.
Sebelum memulainya, saya harus bisa memastikan bahwa apa yang akan saya kerjakan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya membayangkan memiliki sebuah blog baru. Tetapi hingga kini belum saya wujudkan, karena masih banyak pertanyaan yang belum mampu saya jawab sendiri. Mudah memang memiliki lebih dari satu buah blog [apalagi yang gratisan], tetapi yang sulit adalah bagaimana setelah blog itu selesai dibuat.</p>
<p>Sebelum memulainya, saya harus bisa memastikan bahwa apa yang akan saya kerjakan untuk blog yang baru, tidak akan mengganggu jadwal saya dalam melakukan pengembangan untuk blog saya yang ini, dimana ini adalah blog utama saya.</p>
<p>Berat memang membayangkannya, karena disamping sebagai blogger, saya masih memiliki <a href="http://isnuansa.com/kopdar-dengan-kutu-baca-buku-1/">tugas lain di dalam keseharian saya</a>. Dengan adanya kesibukan mengurus satu blog ini, waktu saya sudah cukup tersita, apalagi jika ingin secara serius mengembangkan yang satunya lagi. Tetapi ide dasarnya untuk blog satu lagi saya sangat suka dan membayangkan prospeknya ke depan akan sangat bagus.</p>
<p>Ide dan inspirasi untuk blog baru tersebut sangat terbuka luas, meskipun niche yang saya bidik sangatlah spesifik. Dan prospek bisnis ke depannya juga sebenarnya akan lebih jelas daripada blog pribadi saya yang ini, hehehe…</p>
<p>Tetapi berhubung blog ini juga masih baru [jika dilihat dari daftar arsip saya yang belum ada satu tahun] meskipun umur sebenarnya sebelum arsipnya hilang sudah tua, untuk sementara waktu saya memutuskan berkonsentrasi mengurus blog ini terlebih dahulu.</p>
<p>Saya juga sedang merayu adik saya untuk mau mengurus blog yang menjadi mimpi saya itu, sehingga tahun ini bisa diwujudkan meski belum bisa dipublikasikan. Kalau gagal, ya terpaksa mundur dulu jadwalnya…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/blog-baru-sebuah-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog Di Blogspot Banyak Dihapus, Bagaimana Wordpress?</title>
		<link>http://isnuansa.com/blog-di-blogspot-banyak-dihapus-bagaimana-wordpress/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/blog-di-blogspot-banyak-dihapus-bagaimana-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 17:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Blogspot]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1689</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya saya membaca postingan dari rekan Toni Jauhari melalui feed yang mengabarkan blognya dihapus oleh Blogger tanpa ampun, padahal sudah lama dikelola, dengan jumlah postingan yang sudah ribuan.
Blog-blog yang &#8216;menumpang&#8217; memang lebih rentan dihapus oleh pemiliknya, jika melanggar ketentuan yang telah disepakati dalam TOS [Term of Services].
Beberapa rekan blogger yang lain, menyusul Toni, menulis bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya saya membaca postingan dari rekan Toni Jauhari melalui feed yang mengabarkan blognya dihapus oleh Blogger tanpa ampun, padahal sudah lama dikelola, dengan jumlah postingan yang sudah ribuan.</p>
<p>Blog-blog yang &#8216;menumpang&#8217; memang lebih rentan dihapus oleh pemiliknya, jika melanggar ketentuan yang telah disepakati dalam TOS [Term of Services].</p>
<p>Beberapa rekan blogger yang lain, menyusul Toni, menulis bahwa Blogspot juga menghapus blog-blog mereka. Pertanyaannya, mengapa?</p>
<p>Ada yang berspekulasi karena menghilangkan navbar Blogger. Jika itu masalahnya, maka akan banyak sekali yang kena razia oleh Blogspot, karena seingat saya, ada banyak bloger yang menulis tutorial cara menghilangkan navbar di Blogspot dan pasti banyak pengikutnya.</p>
<p>Saya pikir saya cenderung percaya bahwa penghapusan blog oleh Blogspot disebabkan pelanggaran berat. Semacam <em>spamming</em> dan blog yang memuat <em>auto content</em>.</p>
<p>Nah, itu blog yang numpang di Blogspot. Bagaimana dengan blog yang di Wordpress?</p>
<p>Saya masih ingat ketika itu [tahun 2007?] blog-blog di Wordpress dihapus massal gara-gara mengikuti kontes SEO. Jadi untuk Anda yang belum tahu bahwa <a href="http://isnuansa.com/anchor-text-berlebihan-dalam-kontes-seo/">mengikuti kontes SEO</a> adalah haram hukumnya bagi pengguna Wordpress, maka jangan gunakan blog Anda untuk ikutan mendukung kontes SEO ya.</p>
<p>Selain itu tentu Anda sudah sangat paham, jika blog wordpress dilarang untuk nyari duit.</p>
<p>Untuk pengguna TLD [<em>top level domain</em>], domain blog berbayar, ruang gerak Anda cenderung lebih leluasa, meski tetap harus hati-hati dalam mengelola blog.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/blog-di-blogspot-banyak-dihapus-bagaimana-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah  Kaos Dari Menulis Review</title>
		<link>http://isnuansa.com/hadiah-kaos-dari-menulis-review/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/hadiah-kaos-dari-menulis-review/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 17:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nunik Banget]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Kaos]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1693</guid>
		<description><![CDATA[
Hari Selasa yang lalu, ketika terjadi kericuhan di tempat saya kopdar, saya malah dapet rejeki. Kaos yang saya nanti-nanti akhirnya sampe juga.
Beberapa waktu lalu, saya menulis review tentang blognya Mashengky. Memang nggak seserius ketika saya mengerjakan Jambore on the Blog-nya Bhirawa, tetapi ya cukup serius juga lah bikinnya. Namanya juga berharap menang.  
Rupanya, memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1694" title="Hadiah  Kaos Dari Menulis Review 1" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2010/03/Hadiah-Kaos-Dari-Menulis-Review-1-300x225.jpg" alt="Hadiah  Kaos Dari Menulis Review 1" width="300" height="225" /></p>
<p>Hari Selasa yang lalu, ketika terjadi kericuhan di tempat saya kopdar, saya malah dapet rejeki. Kaos yang saya nanti-nanti akhirnya sampe juga.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, saya menulis <a href="http://isnuansa.com/pengen-kaos-mashengky/">review tentang blognya Mashengky</a>. Memang nggak seserius ketika saya mengerjakan <a href="http://isnuansa.com/review-bhirawa-prakoso-amargo-gandengan-mbarek-konco/">Jambore on the Blog-nya Bhirawa</a>, tetapi ya cukup serius juga lah bikinnya. Namanya juga berharap menang. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Rupanya, memang pesertanya nggak terlalu banyak, jadi saya menang juga [semua peserta menang] dan dapat hadiah kaos keren dari MasHengky.</p>
<p>Cepet juga ya ternyata kirim kaosnya, saya lihat tanggal pengirimannya hari Senin 1 Maret jam 12.30an dari Bandung, eh, hari Selasa 2 Maret jam 11.30an sudah sampe di tangan saya hadiah kaosnya.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1695" title="Hadiah  Kaos Dari Menulis Review" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2010/03/Hadiah-Kaos-Dari-Menulis-Review-300x225.jpg" alt="Hadiah  Kaos Dari Menulis Review" width="300" height="225" /></p>
<p>Langsung deh, narsis ambil foto dengan webcam komputer, dan diaplot ke Facebook. Permintaan MasHengky, foto dengan kaos hadiah ditag ke Facebooknya. Sukses, sudah dikerjain semuanya.</p>
<p>Makasih ya MasHengky, sudah ngasih hadiah kaos. Sering-sering aja nyelenggarain acara dan ngasih hadiah ke pembaca blog Ngobrol Seputar Bisnis Online. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Inilah salah satu manfaat kita menjadi seorang blogger, dapat menggunakan blognya sebagai sebuah sarana berbagi ilmu, memperluas jaringan dan mendapatkan hadiah &#8211; hadiah tak terduga.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Pernahkah memperoleh hadiah dari blogger lain?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/hadiah-kaos-dari-menulis-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trafik Blog Anjlok Parah</title>
		<link>http://isnuansa.com/trafik-blog-anjlok-parah/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/trafik-blog-anjlok-parah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 12:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Google Analytics]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Mendrofa]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Onrust]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tidung]]></category>
		<category><![CDATA[Trafik Tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1744</guid>
		<description><![CDATA[
Sebenernya ini nggak mau ditulis, soalnya trafik blog antara penting nggak penting, tapi kalo blog tiap hari down dan susah diakses ya kesel juga lama-lama.
Beberapa hari yang lalu saja, tanpa online sedetikpun [saya piknik ke Pulau Tidung dan Pulau Onrust] karena memang tidak ada sinyal di sana, blog saya masih didatangi lebih 300 orang.
Tiba-tiba, mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" style="margin: 10px 15px;" title="Trafik Blog" src="http://farm5.static.flickr.com/4010/4408667596_7a9909572a.jpg" alt="Trafik Blog" width="500" height="244" /></p>
<p>Sebenernya ini nggak mau ditulis, soalnya <a href="http://isnuansa.com/trafik-tinggi-dengan-alexa-keyword/">trafik blog</a> antara penting nggak penting, tapi kalo blog tiap hari down dan susah diakses ya kesel juga lama-lama.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu saja, tanpa online sedetikpun [saya piknik ke <a href="http://isnuansa.com/pulau-tidung-liburan-sangat-menyenangkan/">Pulau Tidung</a> dan <a href="http://isnuansa.com/pulau-onrust-tak-pernah-istirahat/">Pulau Onrust</a>] karena memang tidak ada sinyal di sana, blog saya masih didatangi lebih 300 orang.</p>
<p>Tiba-tiba, mulai bulan Maret, padahal saya sudah mulai beredar ke mana-mana, pengunjungnya malah makin dikit, bukannya makin nambah. Trafik anjlok abis! [Lihat Gambar]</p>
<p>Curhat ke teman, bahkan saya mau <a href="http://www.mendrofa.com/">dikasih hosting gratis sama dia</a>! Sedang dipertimbangkan, meskipun saya belom sebulan bayar renewal hosting. Eh, yang dapat gratisan cuma saya doang lho&#8230; <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/trafik-blog-anjlok-parah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah Cetak Tebal Semua Keyword Di Blog?</title>
		<link>http://isnuansa.com/perlukah-cetak-tebal-semua-keyword-di-blog-2/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/perlukah-cetak-tebal-semua-keyword-di-blog-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 07:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[Cetak]]></category>
		<category><![CDATA[Keyword]]></category>
		<category><![CDATA[Miring]]></category>
		<category><![CDATA[Postingan]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Tebal]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1738</guid>
		<description><![CDATA[Dalam salah satu tulisan di blognya yang pernah saya baca, Brokencode menyentil pelaku SEO yang hobinya menebalkan, memiringkan, menggarisbawahi, membesarkan ukuran, dan membuat warna norak norak bergembira di hampir semua keyword yang digunakannya. Pernah lihat blog seperti itu? Atau malah Anda pelakunya?
Pertanyaannya, seberapa efektifkah hasil yang didapat setelah melakukan semua itu?
Tebal sudah. Miring ada. Garis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam salah satu tulisan di blognya yang pernah saya baca, Brokencode menyentil pelaku SEO yang hobinya menebalkan, memiringkan, menggarisbawahi, membesarkan ukuran, dan membuat warna norak norak bergembira di hampir semua keyword yang digunakannya. Pernah lihat blog seperti itu? Atau malah Anda pelakunya?</p>
<p>Pertanyaannya, seberapa efektifkah hasil yang didapat setelah melakukan semua itu?</p>
<p>Tebal sudah. Miring ada. Garis bawah banyak. Ukuran besar beberapa. Warna warni pelangi dipakai. Trus?</p>
<p>Apakah tulisan Anda jadi nomer satu di Google? Ah, itu kan susah. Okelah. Apakah tulisan Anda setidaknya muncul di halaman pertama? Belum juga?</p>
<p>Kalaupun muncul di halaman pertama. Berapa banyak yang mengklik tulisan Anda dibanding yang lain, yang sama-sama ada di halaman pertama?</p>
<p>Jikapun tulisan Anda di klik, setelah itu apa?</p>
<p>Saya nggak akan terlalu jauh membahas pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Balik lagi ke topik, mengapa harus <strong>tebal</strong>, <em>miring</em>, garis bawah, dan berpelangi?</p>
<p>Lho, memangnya ada cara lain yang lebih efektif dalam SEO?</p>
<p>Entahlah, saya sendiri nggak tahu. Belum memutuskan bereksperimen membuat jenis tulisan seperti itu dan membandingkannya dengan teknik lain. Tentu saja, bisa jadi cara itu cukup ampuh, terbukti ada juga pengikut alirannya.</p>
<p>Tapi saya tidak sedang membicarakan sisi SEOnya. Saya hanya merasa kok menulis dengan cara itu <span style="text-decoration: underline;">terkesan kurang profesional aja</span>.</p>
<p><em><strong>&#8220;Huuuu, enak aja lo ngomong. Gw kan blogger, bebas, suka suka gw dong.&#8221;</strong></em></p>
<p><em>Fine</em>. Itu kalimat yang memang saya tunggu. Saya menulis nggak sedang menyalahkan, kok. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/perlukah-cetak-tebal-semua-keyword-di-blog-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Onrust, Tak Pernah Istirahat</title>
		<link>http://isnuansa.com/pulau-onrust-tak-pernah-istirahat/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/pulau-onrust-tak-pernah-istirahat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 03:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nunik Banget]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Onrust]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1680</guid>
		<description><![CDATA[
Jalan-jalan hari kedua dilanjutkan ke salah satu pulau dari sekian banyak pulau di Kepulauan Seribu. Namanya Pulau Onrust. Pulau dengan luas 5 Ha ini dapat kita kelilingi dalam waktu 30an menit berjalan kaki. Tidak begitu luas memang, tapi sangat eksotis.
Pulau Onrust adalah pulau yang sangat terkenal pada jamannya. Bali? Jangan ditanya. Tahun 1700an, orang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1681" title="pulau onrust 1" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2010/03/pulau-onrust-1-300x200.jpg" alt="pulau onrust 1" width="300" height="200" /></p>
<p>Jalan-jalan hari kedua dilanjutkan ke salah satu pulau dari sekian banyak pulau di Kepulauan Seribu. Namanya Pulau Onrust. Pulau dengan luas 5 Ha ini dapat kita kelilingi dalam waktu 30an menit berjalan kaki. Tidak begitu luas memang, tapi sangat eksotis.</p>
<p>Pulau Onrust adalah pulau yang sangat terkenal pada jamannya. Bali? Jangan ditanya. Tahun 1700an, orang lebih kenal dengan Pulau Onrust, sama seperti kini orang mengenal Pulau Bali.</p>
<p>Rombongan merapat di dermaga Pulau Onrust sekitar pukul 14.00. Sudah agak sore. Koko Ray langsung mengajak berkeliling sambil menceritakan sejarah Pulau Onrust, beserta seluruh bangunan yang ada di situ. Kebanyakan tinggal puing puingnya saja, meski masih ada beberapa yang berdiri tegak. Diantara yang masih kokoh adalah bekas rumah sakit dan rumah tinggal dokter. Bekas bangunan penjara juga masih ada, namun sangat disayangkan, tangan tangan jail mencorat coret dindingnya dengan kejam.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1682" title="Pulau Onrust 2" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2010/03/Pulau-Onrust-2-300x225.jpg" alt="Pulau Onrust 2" width="300" height="225" /></p>
<p>Pulau Onrust adalah pulau yang dijadikan sebagai asrama penampungan Haji. Ada 35 blok penampungan, dimana para calon Haji diasrama sebelum diberangkatkan menuju tanah suci menggunakan kapal laut.</p>
<p>Pulau Onrust pernah terjadi wabah tikus yang sangat parah, hingga menewaskan banyak sekali penghuninya. Bahkan struktur bangunan di Pulau Onrust dibuat dengan memasang perangkap tikus di sekitar pondasi bangunan.</p>
<p>Tikus &#8211; tikus di Pulau Onrust tidak berasal dari Indonesia melainkan import dari negeri Belanda. Mereka menumpang pada kapal kapal barang yang merapat di pelabuhan dan akhirnya beranak pinak di pulau tersebut.</p>
<p>Kisah yang paling terkenal dari Pulau Onrust adalah kasih tak sampainya Maria Van De Veldes yang meninggal pada usia 25 tahun. Maria lahir di Belanda 1694 dan meninggal di pulau Onrust tahun 1719. Maria meninggal mengenakan baju pengantinnya, menunggu sang kekasih yang akan datang dari Belanda. Penantiannya tersebut sia sia juga seandainya Maria tidak meninggalpun, karena sang kekasih ternyata juga sudah meninggal terlebih dulu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1685" title="Pulau Onrust 4" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2010/03/Pulau-Onrust-4-200x300.jpg" alt="Pulau Onrust 4" width="200" height="300" /></p>
<p>Hingga kini Maria masih terus menampakkan dirinya di Pulau Onrust. Entah sampai kapan.</p>
<p>Oiya, makam Maria ini berada di satu lingkungan pemakaman khusus untuk orang orang Belanda. Masih banyak lagi makam lain yang lebih tua. Makam orang Belanda memang dipisahkan dari makam orang orang pribumi. Kok ada orang pribumi di Onrust? Pribumi ini adalah calon haji yang meninggal sebelum berangkat. Gw sempet foto foto di makam Maria, kalo mo liat, <a href="http://facebook.com/isnuansa/">tentu harus add facebook gw dulu</a>.</p>
<p>Ada satu lagi makam yang katanya juga keramat. Tapi saya tak melihatnya sendiri. Hanya cerita Mas Dhanang yang keliling sampe sana. Yaitu makamnya Kartosuwiryo. Buat yang jago sejarah, pastinya kenal dong siapa bapak yang satu itu. Hanya saja nggak jelas makamnya yang mana diantara dua makam yang ada di situ.</p>
<p>Yang menarik lagi dari Pulau Onrust adalah pohon-pohonnya yang rindang dan lebat. Pulau Onrust adalah pulau yang paling lebat pohonnya diantara semua pulau yang ada di kepulauan seribu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1683" title="Pulau Onrust 3" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2010/03/Pulau-Onrust-3-300x200.jpg" alt="Pulau Onrust 3" width="300" height="200" /></p>
<p>Bagaimana kalau mau ke Onrurs? Naik perahu dari Angke, hanya setengah jam. Tapi jangan harap Anda bisa menginap, nggak ada guest house di sana. Entahlah jika kemping, diijinkan atau tidak. Berapa tarif kapalnya saya nggak tahu. Mungkin lebih murah dari ke Pulau Tidung yang bertarif Rp. 35.000.</p>
<p>Nggak rugi sesekali jalan-jalan ke Onrust. Asyik lho.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/pulau-onrust-tak-pernah-istirahat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Tidung, Liburan Sangat Menyenangkan</title>
		<link>http://isnuansa.com/pulau-tidung-liburan-sangat-menyenangkan/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/pulau-tidung-liburan-sangat-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 12:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nunik Banget]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Menyelam]]></category>
		<category><![CDATA[Muara ANgke]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Onrust]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tidung]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tidung Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tidung Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1661</guid>
		<description><![CDATA[
Sudah agak lama perjalanan ke Pulau Tidung ini gw rencanain. Awalnya, dapet email dari Nduth [adek gw] yang menginformasikan sebuah iklan dari tour travel, jalan-jalan ke kepulauan seribu dengan harga yang terjangkau. Emang dasar udah lama nggak pernah jalan-jalan selain Mudik tiap tahun ke Klaten, gw pengen nyobain juga sekali-kali ngerasain piknik.
Piknik kali inipun ngutang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-1673  " style="border: 1px solid black;" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2010/03/1-300x200.jpg" alt="Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Indonesia" width="300" height="200" /></p>
<p>Sudah agak lama perjalanan ke Pulau Tidung ini gw rencanain. Awalnya, dapet email dari Nduth [adek gw] yang menginformasikan sebuah iklan dari tour travel, jalan-jalan ke kepulauan seribu dengan harga yang terjangkau. Emang dasar udah lama nggak pernah jalan-jalan selain Mudik tiap tahun ke Klaten, gw pengen nyobain juga sekali-kali ngerasain piknik.</p>
<p>Piknik kali inipun ngutang dulu. Dibayarin sama Nduth karena gw lagi nggak punya uang. *Buka aib nih ceritanya* Bayarnya bulan depan. Enak kan? Buat beli makanan kecil bekel di perjalanan, pake <a href="http://isnuansa.com/memberdayakan-ekonomi-rakyat/">voucher hadiah yang dapet setelah nulis ini</a>. Lumayan. Isi tas nggak kosong-kosong amat.</p>
<p>Karena perjalanan dimulai hari Jumat pagi, maka hari Kamis sepulang kerja, nggak mungkin gw pulang dulu ke rumah. Jumat jam 6 pagi sudah harus ngumpul di Muara Angke, gw terpaksa nginep dulu di Budhe di daerah Harmoni. Nggak bisa tidur semaleman, biasa kalo <em>excited</em> mo bepergian, bawaannya udah pengen langsung pergi aja. Jam 03.30 udah mandi, dan keluar rumah jam 04.30. Gw pikir busway molai jalan jam 04.30, nggak taunya jam 05.00. Itupun setelah gw ngeshoot ambil video pake Ipod karena jam 05.15 belom juga dibuka loketnya. Gw udah naik pitam, kalo jam 06.00 gw belom sampe Muara Angke dan ditinggal sama rombongan, pasti gw bakal tuntut tuh busway karena molor dari jam operasional yang tertulis di jadwal, mentang-mentang hari itu bukan hari kerja.</p>
<p>Sesuai informasi yang kami cari, abis naek busway turun di Halte Jelambar, ganti naek angkot B01 jurusan Angke. Meski diturunin di tengah jalan karena si angkot muter dan ogah macet-macetan di pasar, terpaksa gw harus jalan melintasi pasar ikan yang bau dan beceknya minta ampun. Mo naek becak, nggak jadi, gara-gara nanya ke ibu-ibu di pasar, jauh nggak pom bensin Muara Angke, dijawab, enggak. Padahal ya lumayan juga. Huh dasar.</p>
<p>Untungnya, kapal berangkat jam 07.00 pagi. Dan perjalanan di atas kapal menuju Pulau Tidung memakan waktu 2 jam. Kenalan sama 3 orang cowok di atas perahu, salah satunya bernama Bashir. Entah yang dua lagi siapa, lupa. Perahu kapal yang membawa kami ke Tidung, bisa memuat hingga 150an orang penumpang beserta barang-barang bawaannya, dan terdiri dari dua lantai. Ada bagian bawah dek kapal dan di bagian atas dengan atap terbuka separuh, yang separuh lagi di beri tutup terpal. Harga menyeberang ke Pulau Tidung sekali jalan Rp. 35.000,-</p>
<p>Masih pagi, langit cerah, dan matahari tidak begitu meyengat, membuat mata jadi mengantuk dan cocok dimanfaatkan buat tidur. Bayar utang semalam nggak tidur sama sekali. Pasang ipod di telinga, ambil posisi, dan zzzzzzz…. Nggak bisa menikmati pemandangan selama perjalanan deh.</p>
<p>Baru setelah beberapa puluh menit sebelum tiba di Pulau tujuan, gw kebangun dan matahari sudah mulai panas, meski gw memutuskan untuk tetap berada di bagian yang panas dan tidak beratap, sekalian buat pemanasan, nanti kan bakalan bejemur juga akhirnya. Sesampainya di Tidung, rombongan dibagi menjadi dua group, Group A dan B. Gw sama Nduth masuk ke Group A. Sebelum memulai petualangan, semua peserta masuk ke penginapan terlebih dahulu. Sebuah Guest House di Pulau Tidung berharga antara Rp. 250.000,- sampai dengan Rp. 300.000,- dan bisa menampung hingga 6 orang. Gw masuk Guest House yang lumayan bagus dibandingkan yang lain, yaitu di rumah Ibu Titin, tepat di sebelah Puskesmas Pulau Tidung. Guest House kami posisinya sangat strategis, berada tepat di tengah ‘kota’ Pulau Tidung, hanya berjarak beberapa meter dari Taman, Pelabuhan, Puskesmas, dan Kantor Kelurahan.</p>
<p>Gw menempati guest house ini bersama teman-teman lainnya, total 10 orang, dan 8 adalah teman baru yang ketemu di Pulau Tidung untuk pertama kalinya. Ada Mas Dhanang, Dony, Erwin, Gafur, Husnul, Mio, Ega dan Mamen. Pada akhirnya, orang-orang ini ancur semua!</p>
<p>Pulau Tidung berbentuk memanjang. Puanjang banget, sampe capek deh kalo jalan menuju salah satu ujungnya. Lebar Pulau Tidung hanya paling dua ratus meter saja. Dibelah dengan jalan setapak tepat di tengah Pulau, sebelah kanan jalan nggak sampai seratus meter, dan sebelah kirinya juga sama. Jadi jika Anda berjalan di satu-satunya jalan yang ada, laut akan tampak di sebelah kanan dan sebelah kiri jika Anda melemparkan pandangan. Di mana-mana air.</p>
<p>Tujuan pertama adalah laut di bagian timur Pulau Tidung. Karena jadwalnya snorkeling, makanya gw ganti kostum buat ke laut. Inget kan cerita gw jalan-jalan NgeMall nyari tank top, tapi dapetnya jaket pink? Untung masih ada stok tank top yang masih bisa dipake. Nggak perlu pake yang baru deh.</p>
<p>Jam 11.00 siang, gw pikir sama sekali bukan saat yang tepat untuk berendam di laut, tapi apa boleh buat, jadwal yang gw dapet seperti itu, ya dijalanin aja deh. Toh, kulit hitam sama sekali bukan hal yang menakutkan buat gw yang anak seorang petani ini. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nduth sudah punya pengalaman terlebih dahulu sebelumnya karena pernah snorkeling di Kepulauan Karimunjawa beberapa waktu yang lalu. Buat gw, ini pengalaman pertama. Untungnya, adaptasi dengan peralatan snorkel nya nggak begitu susah. Satu-satunya masalah adalah: gw nggak bisa berenang! Untungnya Koko Ray [si penyelenggara yang hebad ituh] mau dengan baik hatinya mendorong gw dan teman-teman lain yang nggak bisa berenang, berkeliling melihat-lihat terumbu karang yang ada. Kereeennn! [Sewa alat snorkel Rp. 30.000,-]</p>
<p>Habis snorkeling, foto-foto dulu di jembatan. Jembatan kayu ini, menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan pulau Tidung Kecil yang berada di sebelah timurnya. Pulau Tidung Besar berpenghuni [menurut informasi sebanyak 5.000 KK] sedangkan Pulau Tidung Kecil tidak berpenghuni dan dianggap oleh masyarakat sekitar sebagai Pulau yang agak angker.</p>
<p>Jam satu siang, gw sama Nduth balik ke Guest House untuk makan siang, dan mendapati ke-8 kawan serumah nggak ada. Mereka sudah selesai makan siang dan jadwalnya ganti snorkeling. Gw dan Nduth jalan ke bagian barat dari Pulau Tidung. Karena cape dan nggak ada yang terlalu menarik perhatian kami, makanya gw sama Nduth balik ke Guest House untuk tidur! Ya, kami butuh istirahat. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Baru sore harinya, kami balik lagi menuju pantai timur Pulau Tidung, untuk menikmati sunset. Di situlah, baru kami bener-bener mengenal ke-8 teman ‘serumah’ yang ternyata seru-seru semua. Nyesel juga kenapa kami nggak se Group, soalnya mereka tadi terjun dari jembatan semua! Berbekal kamera DSLR milik Mamen, gambar-gambar mereka keren semua… Ngiler gw ngeliatnya! Nggak mungkin kan udah habis sunset gini nyebur ke laut. Lagian, air juga sudah surut. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pulang ke Guest House, dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol sambil minum kopi. Hanya itu yang bisa kami lakukan, karena di Pulau Tidung, kami sama sekali nggak mendapatkan sinyal! Simpati, mati. XL mati. Hanya Indosat saja yang masih bisa online, itupun dengan sinyal yang sangat memprihatinkan.</p>
<p>Malemnya, ada acara barbeque yang dimulai jam 23.30. Saking berisiknya kami ber-10, kelompok lain yang dateng ke acara barbeque sampe balik lagi dan nggak ikut acara, hahahha… Bakar-bakar ikannya bener-bener penuh perjuangan karena nyalain apinya bermodalkan kayu-kayu hasil nyari di jalanan. Dan terakhir, kami makan ikan <strong>utik</strong>, ikan hiu dalam ukuran kecil.</p>
<p>Semua langsung tepar kelelahan dan tidur dengan sukses sepulangnya ke penginapan. Udah nggak ada lagi yang becanda, karena perut udah keras semua, keketawaan nggak berenti-berenti. Jadwal bangun pagi jam 5 untuk menikmati sunrise, nggak ada yang mampu bangun kecuali Husnul, yang dengan semangat 45 bangun dan jalan sendiri sampai ke ujung Pulau Tidung Kecil! Dari Husnul pulalah kami mendengar cerita bahwa di Pulau Tidung kecil itu terdapat makam dari salah satu pahlawan yang bernama Pangeran Hitam.</p>
<p>Yang lain, baru ‘berangkat’ melihat sunrise setelah pukul 7! Hahahaha… Itupun, dengan mengendarai Kaisar, sebuah ‘motor’ roda tiga yang biasanya digunakan untuk mengangkut sayuran di pasar induk, atau untuk berdagang keliling jika di sini. Kaisar, sorry sebut merk, adalah satu-satunya ‘mobil’ yang ada di Pulau Tidung. Alat transportasi yang lain adalah sepeda motor dan sepeda <em>onthel</em>. Harga sewa sepeda motor adalah Rp. 50.000,- per hari, dan sepeda <em>onthel</em> sebesar Rp. 15.000,- per harinya.</p>
<p>Tapi, worth banget deh, bayar Rp. 5.000,- sekali jalan naek Kaisar, mengurangi pegel-pegel pada kaki. Mumpung masih pagi, ambil foto-foto lagi. Teuteup, narsis adalah nomer satu. Pulangnya juga nungguin Kaisar lagi. Dan harus check out dari penginapan. Nanti jam 12.00 siang sudah harus meninggalkan Pulau Tidung. Dari Pulau Tidung, nggak langsung pulang ke Jakarta lho, kami mampir dulu di Pulau Onrust. Tapi ceritanya bersambung nanti di postingan selanjutnya ya, <strong>Ijah</strong> cape nih. <img src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>~~~<br />
Kalo mo ngelihat foto-foto jalan-jalan gw, <a href="http://facebook.com/isnuansa/">harus nge-add Facebook gw dulu</a>. Males ngaplod di blog.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/pulau-tidung-liburan-sangat-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Truck Mud Flaps</title>
		<link>http://isnuansa.com/truck-mud-flaps/</link>
		<comments>http://isnuansa.com/truck-mud-flaps/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 11:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nunik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advertisement]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=1669</guid>
		<description><![CDATA[
A mud flap is not only serves as a truck floor covering. A mud flap is one of the products that can get to protect your vehicle. Carpets were also serves as footwear, which does not directly damage the surface of the truck floor.
The flexibility of a truck mud flaps is also high, so it [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1668" title="mud flaps" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2010/03/a.jpg" alt="mud flaps" width="132" height="200" /></p>
<p>A mud flap is not only serves as a truck floor covering. A mud flap is one of the products that can get to protect your vehicle. Carpets were also serves as footwear, which does not directly damage the surface of the truck floor.</p>
<p>The flexibility of a <a href="http://www.realtruck.com/mud_flaps/R191104CS.html">truck mud flaps</a> is also high, so it can be placed in every truck. RealTruck.com has a large selection of truck mud flaps major brands and splash guards including Enkay, Go Industries, Putco, Dee Zee, CRE and Weather Tech.</p>
<p>Materials manufacturer is also increasingly diverse materials ranging from natural to synthetic materials.</p>
<p><em>[Sponsored Post]</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isnuansa.com/truck-mud-flaps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
