Guest Posting Bukan Tempat Beriklan

Sejauh pengalaman saya menerima tulisan tamu, baru kali ini mengalami yang menggelikan. Selama ini berjalan baik-baik saja. Hampir selalu saya menerima setiap tulisan yang masuk. Saya nggak mengajukan persyaratan yang aneh-aneh, kok. Bahkan tulisan dengan tema-tema yang tidak fresh, yang sudah dibahas berkali-kali di mana-mana, saya juga terima. Yang penting tidak salin tempel saja.

Paling banter selama ini sedikit masalah ada di proses proof read dan editing. Tidak semua artikel yang dikirim sudah melewati proses tersebut, sehingga terkadang waktu yang saya butuhkan untuk proof read dan editing malah lebih banyak daripada kalau saya menulis sendiri sebuah tulisan, saking banyaknya typo dan kesalahan. Hahahaha.

Tapi nggak papa, itu seninya blog yang menerima tulisan tamu. Salah satu tujuan saya kan supaya blog ini masih tetep update secara reguler, di saat konsistensi saya dalam menulis (di blog ini) sudah mulai turun (di blog lain sih masih tetep). Makanya standar yang saya tetapkan pun nggak terlalu tinggi. Saya juga menyadari, sebagian teman-teman mencari tempat untuk dapat melakukan link building, mendapatkan backlink berkualitas dari situs atau blog lain.

Sama-sama win-win solution, kan?

Tiba-tiba kemarin saya mendapatkan email permintaan guest posting yang berisi 7 artikel dalam HTML mode. Ih, baek bener pikir saya. Satu orang mengirimkan 7 tulisannya untuk di-posting di blog saya.

Segera saya cek. Dan ternyata, itu semuanya iklan. IYA. IKLAN!

Guest Blogging

“Saya punya produk X. Produk saya ini begini-begini. Harapan saya seperti itu. Demikian sedikit informasi tentang X.”

DYAAARRR! 7 artikel sodara-sodara.

Nggak sampai 10 menit, saya langsung tolak permintaan guest posting tersebut. Yang pasti sih, alasan utamanya karena tidak sesuai dengan syarat tema yang saya inginkan, yaitu tentang blog atau aktifitas blogging. Kalau di persyaratan pertama saja sudah nggak memenuhi, kenapa sik harus memaksakan diri mengirimkan permintaan guest posting? 😉

Halaman blog orang lain itu bukan tempat untuk dapat kita pasangi iklan secara gratisan, pulak!

Kalau mau puas menerbitkan artikel-artikel berisi iklan, ya bikin blog sendiri. Cari pembaca sendiri. :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

18 thoughts on “Guest Posting Bukan Tempat Beriklan

  1. Ini nih…

    Saya juga belakangan ini sering nerima permintaan guest post dari orang lain. Isinya ngiklan semua tentang produk mereka. Dari sekian ratus/ribu kata, yang bermanfaat untuk pembaca cuma 1%, sisanya 99% promosi.

    Padahal kalo mereka bikin artikel yang bener-bener bermanfaat buat pembaca, kita juga pasti terima dengan senang hati tanpa biaya. Meskipun ada unsur promosinya di tengah-akhir…wajar.

    Tapi akhirnya gara-gara terlalu “rakus” jadi ditolak.
    Darmawan selesai posting 7 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Membuat Konten yang Mampu Meningkatkan Penjualan

  2. Apa lagi postingan iklan bisa tampil di sini, saya kirim artikel original asli saya ketik sesuai pemikiran saya pun, sudah hampir sebulan kurang lebihnya juga belum juga di update.

    Tak apa lah, salam sukses aja bwt mbak Isnuansa…..!!?

  3. Wah pengalamannya kok hampir sama ya mbak, baru-baru ini saya juga tiba-tiba dapat email tanpa basa-basi berisi 7 file artikel. Langsung saya balas, ini maksudnya apa ya? Walau saya ngerti maksudnya minta ditayangkan di blog saya. Tapi kalau tiba-tiba kirim segitu banyak tanpa kata pengantar dan memperkenalkan diri ini siapa, rasanya seperti dikirimin sekeranjang bunga tanpa tau siapa pengirimnya. Anehnya dia balas tanpa basa-basi, nama saya bla-bla…”kalau saya kirim artikel bisa tayangkan link berapa banyak?” hahaha…aneh-aneh aja…sudah gitu artikelnya sampe ribuan kata dan cenderung membosankan karena isinya 99% iklan ke situs tertentu.
    Untung saya mulai menyadari ini ada yang tidak beres persis setelah saya dapat newsletter artikel ini via email. TOP pokoknya info dari mbak Isnuansa ini…
    Suatu saat saya mesti dari blogger tamu disini…insyaAllah…

    1. Whaaa, rupanya pengalaman dokter Nasir juga sama. Iya, berarti si pengirim menyasar semua blog yang menerina Guest Posting.

      Dipikirnya blogger itu ndak ngerti apa-apa kali ya? Hahahahaa.

      Ayok dokter, tak tunggu Guest Post-nyaaaa~

  4. Salam Kenal Mbak Is, Saya Aji Angkasa.
    Saya memiliki beberapa blog salah satunya dolandolan

    Saya mau ikut mengirimkan artikel ke blog mbak.
    Kalau misalkan Mbak is tolak nanti karena tulisannya mungkin jelek, mohon saya diberikan info alasannya ya jadi ga php 🙂

  5. Hahaha, bener nih mba, blog saya juga dulu ada yang mengirim begituan, padahal kalau di rilis lagi satu demi satu bisa efek buat blog sendiri dengan beberapa trik posting share di sosmed..
    emangnya garatis bisa iklan di blog kita.. haha, thanks info ny mba isnuansa

  6. Terkadang sulit juga untuk menangani hal tersebut, kebanyakan orang ingin langsung dikenal produknya tanpa persuasi terlebih dahulu. Padahal jika artikel tersebut lebih bermanfaat, tanpa diminta pun, akan banyak orang bertanya-tanya mengenai penulisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge