Inilah Penyebab Bounce Rate Blog Saya Turun

Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya masih punya utang untuk menjelaskan apa yang bisa menyebabkan bounce rate blog saya tiba-tiba menjadi 0,99%. Setelah diselingi dengan satu buah tulisan guest blogger, tiba saatnya saya punya waktu buat menulis sendiri. Yuks, mari disimak…

Seperti gambar screenshot di atas, masih belum ada perubahan bounce rate saya sampai tanggal 13 Januari [saat saya membuatnya], masih di kisaran 1%. Belum pernah naik drastis lagi menjadi 70an% seperti sebelumnya. Berarti, perubahan yang saya lakukan di blog saya tersebut berhasil membuat pengunjung membuka [setidaknya] 1 halaman lagi saat membaca tulisan saya.

Hanya satu yang saya lakukan, makanya saya yakin itulah penyebabnya: Mengganti Recent Post dengan Popular Post di sidebar blog. Ciyus?

Yap!

Lantas, saya pun tergerak untuk menduplikasi keberhasilan saya tersebut di blog saya yang satu lagi, untuk meyakinkan bahwa Popular Post bakalan berhasil membuat bounce rate blog menjadi turun.

Ternyata gagal.

Bounce rate blog bayi saya tetap tinggi, 76%.

Padahal sidebarnya sudah dibikin semirip mungkin dengan blog saya yang bounce rate-nya 1% itu. Malah sidebar blog bayi lebih simpel karena iklannya hanya ada 1.

Berarti, penggunaan Popular Post di sidebar tak selalu berhasil menekan angka bounce rate menjadi kecil. Lalu, saya berpikir, mungkin soal pilihan tema yang ikut andil dalam menurunkan angka bounce rate blog saya. Jelas ada perbedaan jauh di antara dua buah blog saya tersebut, meskipun sama-sama temanya spesifik, yang satu seputar bayi yang satu lagi soal pariwisata.

Untuk sementara kesimpulan saya, pencari informasi tempat wisata akan tertarik dengan objek wisata lain yang banyak dibaca orang (popular post) meskipun itu tidak sedang dibutuhkannya, sedangkan ibu rumah tangga yang nyasar ke blog bayi saya ketika mencari informasi, kurang tertarik dengan masalah bayi lainnya (yang sedang tidak dibutuhkan) saat membaca meskipun ditawari dengan judul tulisan lain yang banyak dibaca.

Ini saya kutip lagi komentar Mas Okto di tulisan sebelumnya soal pengalamannya dengan bounce rate blognya:

1. Cara kita menarik pengunjung ke blog bisa berpengaruh. Jika pengunjung yang datang melalui Search engine biasanya akan betah berlama-lama berbeda dengan pengunjung yang sifatnya referral (dari blog commenting)
2. Tergantung topik blog. Jika pengunjung betah berlama-lama berarti memang topik yang ditawarkan sesuai kebutuhan mereka
3. Jumlah artikel. Semakin banyak jumlah artikel semakin besar kemungkinan pengunjung betah berlama-lama karena banyak pilihan artikel untuk dibaca
4. Judul. Semakin menarik judul semakin penasaran pengunjung untuk membaca
5. Aspek lainnya, seperti popularitas blog (mencakup jumlah share tiap artikel, fanpage, followers, dll) bisa berpengaruh kepada psikologi pengunjung untuk memutuskan apakah akan berlama-lama di sebuah blog atau tidak.

Jadi begitu ya teman-teman, untuk sementara informasinya… Maaf terlambat nulisnya. 😀

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

72 thoughts on “Inilah Penyebab Bounce Rate Blog Saya Turun”

  1. kalo saya lirik, kok di sidebarnya “Yang Masih Anget” alias recent post ya itu.. Udah diganti berati. Berati emang terantung tema blognya yah. Popular post kurang menarik ya. Soalnya saya sendiri juga gak tertarik sama embel2 “popular” kalo dari judulnya aku gak tertarik baca hehe
    ndop selesai posting Latihan Ngomong di Depan Kamera

  2. kok di poin ini “1. Cara kita menarik pengunjung ke blog bisa berpengaruh. Jika pengunjung yang datang melalui Search engine biasanya akan betah berlama-lama berbeda dengan pengunjung yang sifatnya referral (dari blog commenting)” saya kurang sependapat ya, malah bisa sebaliknya kalau kunjungan dari blogwalking malah biasanya berlama-lama lho karena pengunjung tipikal ini sperti punya “hutung” kunjungan balik, dan biasanya akan membaca postingan dengan saksama agar komnatar yg ditinggalkan nyampung mas postingan, tapi tergantung sifat bloggernya jg ding, hehehe
    Yos Beda selesai posting Antara Saya, AS Roma, FC Barcelona dan Timnas Argentina

    1. Hmmm, soal “hutang” kunjungan balik, kalau di kamus saya nggak ada… Berkunjung balik sih pasti, tapi kalau pas berkunjung balik nggak ada tulisan yang menarik hati buat dikomentari, saya nggak maksain komentar.

    1. Yap, dengan pengalaman ini, saya jadi tahu, merubah tampilan blog sebisa mungkin satu per satu dulu, baru dilihat efeknya.

      Kalau langsung banyak yang dirubah, bisa-bisa nggak tahu faktor mana yang menjadi penyebab masalah atau peningkatan blog. 😀

  3. Saya memasang popular post dengan harapan pengunjung meluncur kesana, namun setelah saya nggak mikir statistik, maka biarlah blog saya mengalir apa adanya. Ada yang datang syukur nggak ada ya ndak masalah yang penting nulis sesuai dengan kemampuan
    Apa kabar Mbak ? gimana si kecil, sehat dan tambah lucu kan ?
    Pakies selesai posting Curahan Hati

  4. Saya belum mengerti lah soal bounce rate ini. Tapi jika saya amati, pengunjung yg datang melalui search engine memang memiliki kemungkinan lebih lama bertahan di halaman-halaman blog kita

  5. aku bloher awam mbak, gak tau bounce-bouncenan. Aku sekadar ingin menulis dan membagi cerita, kalo yang kayak gini aku menyimak dulu aja sama kamu, mbak.. 😀
    bermanfaat 🙂

  6. Saya sementara kembangkan blog baru saya mba dan untuk memperhatikan hal2 seperti ini masih belum terpikirkan coz konten2 yg ada di blog itu masih bisa dihitung dengan jari. Mohon dukungannya ya… 🙂

  7. biasanya gara gara kebanyakan backlink.. tapi apakah setiap blog yang di kasih backlink dalam satu hari, misal backlink cuma di kasih 5 dlm sehari, apakah rangkinnya bakal jauh ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge