Jalan Jalan Ke Taman Mini Indonesia Indah

Akhir pekan lalu saya jalan-jalan ke TMII. Entah kapan terakhir kali ke sana, bisa jadi hampir dua puluh tahun lalu. Bisa dibilang semacam ‘obat’ karena seminggu sebelumnya saya sakit dan hanya di rumah saja. Dulu, saya pernah bilang, kalau sampai punya hand phone N8 bakal dipakai foto-foto di TMII, dan baru kesampaian kemarin ini.

Berhubung kesiangan dan jalan-jalannya bareng pasangan, jadi ya fotonya nggak bisa dapet banyak. Sampai di lokasi aja udah jam 12 lebih, tapi hampir seluruh anjungan bisa kami kunjungi lho…

Dimulai dari Propinsi Jambi yang di dalamnya ada pelaminannya segala. Jadi pengen cepet-cepet. #eh

Proponsi Sumatera Barat rumahnya bener-bener mewah ya. Dengan halamannya yang luas, menjadikan anjungan ini terlihat ramai.

Sumatera Utara nggak begitu bagus menurut saya. Gelap. Tapi isi di dalamnya lumayan lengkap senjata-senjata tradisional, alat musik dan patung-patung tentang alat memasak tradisionalnya.

Yang tak disangka, ada pasar buku-buku langka di salah satu sudut TMII. Awalnya saya tak semangat. Paling-paling juga nggak ada buku yang menarik. Ternyata, kami menemukan ‘harta karun’ di sana. Beli murah, hanya Rp. 25.000,- sudah bisa dijadikan referensi menulis blog satu tahun ke depan. Yeay!

Karena kami memilih berkeliling dengan jalan kaki, ya lumayan lama juga buat mengunjungi satu per satu anjungan. Sempat juga kami lompat pagar biar cepet, dari pada jalan memutar lewat pintu depan.

TMII saya sendiri nggak yakin sekarang siapa yang memiliki saham dan menjalankan perusahaannya, karena berbeda dengan puluhan tahun lalu yang sepertinya setiap hari Sabtu Minggu masing-masing anjungan ada acara dan panggung hiburan, kini terlihat sepi.

Kualitas dan pemeliharaan bangunan masing-masing propinsi pun tak terlihat dilakukan secara proporsional dan seimbang. Ada yang terlihat megah, bersih dan terawat, ada yang (maaf) sampai bau tai burung karena dipakai bersarang burung-burung.

Bisa melihat bedanya kan ya, antara yang warna cat dan bangunannya berkilau, dengan bangunan yang kayunya mulai tua dan melapuk. Saya tidak tahu apakah hal tersebut karena pengaruh bentuk bangunan yang memang mengharuskan dibangun dengan kualitas sempurna, dibandingkan dengan bentuk bangunan rumah adat yang memang dari propinsi asalnya sederhana tidak mengharuskan pembangunannya terlihat ‘wah’.

Kunjungan kemarin memang tidak sempat masuk ke dalam museum. Padahal ada banyak sekali museum yang ada di TMII. Jika masuk ke museum, kita harus membayar lagi tiket masuk yang beragam harganya, mulai dari Rp. 2.000,- seperti di Museum Pos, Rp. 5.000,- sampai Rp. 10.000,- di Museum Komodo. Kami hanya mengabadikan gambar-gambar museum tersebut dari luarnya saja.

Pengen juga nanti balik lagi kapan hari buat masuk ke dalam museum. Tapi, yang penting sebenarnya jalan-jalan sama pasangan, soalnya biasanya saya jalan sendiri. #eaaa

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

48 thoughts on “Jalan Jalan Ke Taman Mini Indonesia Indah”

  1. Aaaaaaa pertamax! Keren mbak, saya jadi inget pas WordCamp Nokia bagi2 N8 gratis, tapi saya blm beruntung T_T

    Btw, nice shoot! πŸ™‚

    1. Wisata alam juga bagus. Malah saya lebih suka wisata ke alam, kaya sungai atau sawah. Berhubung di Jakarta sudah susah ditemuin, ya paling alternatif jalan-jalannya ke Mall, Musium atau tempat-tempat wisata seperti WaterBoom atau Wisata Kuliner deh. πŸ™‚

  2. cihuyy..Taman Mini..:)
    bagi saya yang dari luar Jakarta, Taman Mini dulu adalah tujuan utama kalau ke Jakarta, setelah Monas tentu saja..:D

    pulang kampung bawa foto dari Taman Mini bangganya luar biasa..hahaha

  3. tiap hari aku lewatin ajah..
    belum ke sanah,cuma dulu waktu masih kecil…

    hemm..ternyata menarik yah,

    jarak antara anjungan yang satu ke anjungan yang lain jauh tak?

    1. Jauh sih, tapi kita bisa sewa sepeda, sepeda motor, dan bahkan sepeda kayuh yang mirip becak dan dapat dinaiki empat orang. Soal harga sewa sepeda, sepeda motor dan “becak kayuh” itu saya nggak tau karena nggak tanya-tanya.

      Emang dari awal saya nggak niat buat sewa-sewa kendaraan dan niatnya jalan-jalan doang…

  4. saya suka ke museum πŸ™‚
    tentu perjalanannya jadi menyenangkan
    apalagi bersama pasangan ya Mbak πŸ™‚
    dan saya doakan mudah2an bisa cepat naik pelaminan πŸ™‚

  5. Taman mini, terakhir kesana malam tahun baruan 2010. Liat Ari Laso manggung, kalo mengunjungi sampe kedalam dalamnya kayaknya juga sudah lama banget.

    Potonya keren keren juga hasilnya ya.
    Btw, sudah punya pasangan yak, apakah saya mengenalnya ? πŸ˜›
    mood selesai posting Miss U

  6. waaaa.. jadi inget juga pernah ke TMII belum lama-lama ini. Karena udah lama banget dan ga tau medannya lagi, saya sama istri jalan kaki kedalemnya, pegel banget bo!

    Sempet juga tuh foto-foto kayak mbak is diatas. TMII is cool, buat kopdar asik juga tuh mbak…

  7. Saya baru bulan lalu ke sana, mboyong 2 ponakan.
    Cuma engga menjelajah ke dalam rumah adatnya
    ke museum pun tidak πŸ™
    soalnya bocah2 engga mau disuruh jalan jauh huhuhu
    jadi deh boncos kantongnya karena buat naik maenan ini itu.

    btw, soal rumah adat yg semakin tak indah dipandang mata,
    bisa jadi karena dana apbd nya abis buat nyokong sepak bola nya hahaha
    *nggosip mode on*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge