Kualitas Tulisan Blog

Seberapa cepat Anda membuat satu tulisan?
Adakah waktu khusus sebagai syarat untuk membuat tulisan yang berkualitas?

Kadangkala, saya duduk berjam-jam di depan komputer dan berharap ide mengalir dari kepala ke atas keyboard, namun yang saya lakukan adalah mengetik dan selanjutnya bolak-balik menekan tombol backspace.

Terlalu banyak yang berputar-putar di dalam otak, namun tidak mampu memilih kata yang tepat untuk menceritakan kejadian tersebut dengan bahasa yang saya inginkan. Atau, tulisan sudah selesai dibuat, tetapi rasanya tidak seperti apa yang saya bayangkan akan dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca tulisan tersebut.

Seringkali pula, beberapa paragraf sudah diketik, namun saya tidak mampu mebuat endingnya dengan baik. Semua mengambang dan saya tidak dapat menyelesaikannya. Sekali lagi, tulisan tersebut tidak dapat ditampilkan.

Tetapi, tidak jarang pula, dalam suatu kali kesempatan, beberapa tulisan mampu saya tulis sekaligus. Ide deras sekali dan jari tangan menari dengan lincah di atas keyboard tanpa mampu dicegah.

Sampai suatu waktu saya terpikir, setelah menyaksikan tayangan Oprah, bahwa lagu soundtrack Titanic yang dinyanyikan Celine Dion, karya David Foster, sampai sekarang tidak disukai oleh pengarangnya sendiri, tetapi disukai oleh puluhan juta rakyat di dunia ini.

Apa kesimpulan saya?

Menulis juga jangan terlalu berpikir apakah orang lain akan menyukainya atau tidak. Hanya tulis saja. Dan bagikan. Biarkan orang lain yang menilai.

Apakah karena itu pula, ya, lagunya Kangen Band disukai banyak penduduk negeri ini, sedangkan banyak pula yang mencacinya bahwa dari segi kualitas musik mereka sangat mengecawakan?

So, tulisan yang dikonsumsi dan dikomentari lebih banyak orang bukan jaminan atau berbanding lurus dengan kualitas dari tulisan tersebut. Terus menulis adalah lebih baik, meskipun saat ini masih sepi yang mengunjungi, karena dengan begitu kita akan terlatih dan belajar sambil berjalan, mengetahui apa yang kurang dari tulisan kita.

——————————————————————
Nunik yang jarang bijak seperti ini ๐Ÿ˜‰

18 thoughts on “Kualitas Tulisan Blog

  1. -sejak tahun 1971,saya terlatih untuk membuat tulisan dinas yang bentuknya sudah baku,sehingga staf reniknya sudah hafal diluar kepala.Ini berarti selama 35 tahun saya menggeluti tulisan baku itu.Namun kadang saya menulis berbentuk prosa untuk konsumsi luar dinas atau bahan pidato(soalnya saya pernah menjadi speech writernya menteri he..he..he)
    -Kata orang, membuat tulisan yang paling sulit adalah menyusun kalimat pertama.Jika ini sudah dilalui maka sisanya akan mengalir.
    -Untuk blog saya,belum ada keinginan untuk membuat tulisan yang ilmiah,saya lebih seneng membuat postingan yang seger saja.
    -Emang benar mbak,tulis saja deh.
    -salam

  2. Betul mbak, awalnya dulu saya bingung, namun setelah ada blogger menyarankan “tulis aja” akhirnya saya jadi terbiasa menulis, bahkan mampu menemukan “Cara jitu mengumpulkan ide” karena ide bisa muncul setiap saat di kepala namun kalo tidak segera dikumpulkan agar hilang oleh waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge