Lebih Dalam Lagi Tentang Bounce Rate

Saya tertarik menulis bounce rate setelah melihat statistik saya di Google Analytics. Lagipula sudah lama nggak nulis soal blog. Arti Bounce Rate sudah pernah saya jelaskan di tulisan lama Page View dan Bounce Rate. Kurang lebih berarti prosentase banyaknya pengunjung yang langsung meninggalkan blog setelah hanya membuka satu halaman saja. Semakin tinggi Bounce Rate, berarti page viewnya semakin kecil.

Memangnya Penting?

Salah satu teman bilang, nggak ada masalah jika nilai bounce rate blog kita tinggi, jika yang dimaksudkan adalah pengunjung pergi mengklik iklan yang ada di blog kita. Dengan kata lain, blog memang hanya dimaksudkan sebagai landing page. Tak perlu membuat pembaca berputar-putar di blog. Tetapi jika blog kita memang bertujuan untuk dibaca orang, tentu menyedihkan jika mereka berlalu begitu saja dari blog, setelah membaca satu halaman saja.

Masih ada satu lagi alasan, bisa saja memang teman blogger kita sudah membaca tulisan-tulisan yang lalu, jadi tidak ada lagi halaman lainnya yang perlu dibaca, cukup tulisan terbaru saja, ya setelah baca satu halaman tentu pergi dong, melanjutkan blogwalking. Sip, bisa jadi pembaca jenis ini memang hanya satu kali klik halaman, setelah itu pergi.

Nah, buat pengunjung baru, atau yang datang ke blog dari mesin pencari, tentu kita inginkan mereka puas dengan tulisan yang kita sajikan. Salah satu indikatornya ya itu tadi: penting untuk mengetahui, apakah mereka langsung pergi meninggalkan blog kita (yang bisa berarti tidak puas, atau tidak menemukan apa yang sebenarnya mereka cari di blog kita), atau membaca tulisan kita yang lainnya (yang bisa berarti tulisan kita memang bagus, atau sesuai dengan yang mereka butuhkan).

Berapa Seharusnya Nilainya?

Berdasarkan beberapa bacaan yang saya baca, nilai bounce rate sebesar 70% adalah nilai yang cukup tinggi. Hayoo, cek berapa nilai Anda? Blog saya ini pernah mencapai angka 60%, tetapi kini sudah tidak dapat mempertahankannya lagi. Saat ini nilainya sangat tinggi: 77,56%! Artinya, jika ada 100 orang berkunjung ke blog saya, 78 orang langsung lari/kabur/ngacir menuju tempat lain. Dan hanya ada 22 orang yang mengklik halaman lain dari blog saya.

Kenapa 78 orang itu langsung kabur? Ya itulah yang perlu saya evaluasi. Begitu juga dengan Anda. Berapa banyak pembaca blog yang langsung kabur setelah selesai (atau bahkan langsung kabur bahkan sebelum) membaca tulisan? Kenapa? Apakah karena halaman tidak ditemukan? Karena loadingnya sangat lama? Karena kualitas tulisan buruk? Atau lebih tertarik dengan iklan yang ada, sehingga dia memilih klik iklan? πŸ˜†

Bagaimana Mengatasinya?

Komunikasi yang lebih baik dengan pembaca bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat bounce rate yang tinggi. Salah satunya dengan menawarkan posting terkait, yang bisa memberikan alternatif bacaan lain yang sejenis dengan tulisan yang sedang mereka baca sekarang.

Salah satu yang sedang saya perhatikan sekarang ini adalah pengaruh dari theme yang saya gunakan. Dengan adanya artikel terkait yang memakai thumbnail, akankah berpengaruh terhadap nilai bounce rate? Apakah gambar menarik minat pembaca untuk mengklik tulisan lainnya? Ataukah judul yang “bombastis” yang lebih berpengaruh?

Yang jelas, tentu yang paling harus diingat, ya jumlah link menuju external sites jangan terlalu banyak kalau ingin nilai bounce rate-nya nggak tinggi. Soalnya, mereka kaburnya menuju link di luar blog Anda sendiri, hehe… Bukan berarti ini larangan buat ngasih link yang relevan menuju blog lainnya kalau memang dibutuhkan lho, karena banyak yang salah paham soalnya baca tulisan-tulisan saya.

40 thoughts on “Lebih Dalam Lagi Tentang Bounce Rate

  1. apakah saya yang pertamaxx…????
    menurut saya sih kalo sebentar kabur tak betah lama diblog sih :
    – loadingnya berat
    – thme-nya ribet
    – tata penataan banner / link dsb kurang bagus “semrawut”
    – tulisannya terlalu banyak “sbagian kecil banyak yang malas baca”
    untuk masalah link open new tab “mungkin yang anda maksud demikian yg diakhir kalimat”
    kalo memang masih membutuhkan kelanjutan artikel / isi dari blog kita, pasti pengunjung akan balik kehalaman blog kita lagi “menurut saya sih”

    salam sejahterah selalu
    andipeace selesai posting Download TuneUp dan Theme Windows

  2. ya, solusi yg paling mudah memang komunikasi itu Mbak..Tapi buat blog baru kyk saya, ada enaknya juga dikunjungi sebentar daripada nggak,,hehehe…Terimakasih bagi2 ilmunya;

  3. bounce rate blog saya sekitar 60 persen.
    Pernah tembus 59 persen.
    #bersyukur

    yang penting blog punya navigasi yang baik.

  4. Bounce rate blog saya 36.37%
    Uniq visitor 1,350
    Kalo diitung-itung ada 859 kunjungan yang nge-klik artikel. :hammer:

    Kalo gambar kayaknya emang bisa kok dipake untuk menarik perhatian pengunjung. Makanya saya selalu pakai gambar di setiap artikel.
    hehehe
    dimasangga selesai posting 10 Daftar Situs Paid to Upload

  5. Saya kurang mengerti untuk hal ini, paling hanya mengaktifkan readmore untuk pageview di blog saya. Ya, allhamdulilah selama ini pengunjung ada terus dengan kata kunci yang tidak melenceng (kalu kata kunci melenceng berarti blog itu tidak tepat sasaran kata kuncinya) walaupun sedikit sekali, karena memang saya jarang berkunjung (karena waktu dan materi).
    Tentang bouncerate saya justru baru tau di sini.

    Thank’s a lot

  6. Saya ngak memperhatikan mbak…saya sekedar menulis saja heee…syukur2 mbak Is mampir (ngarep), tapi benar tuh dengan membuat artikel terkait dan blognya ringan, pasti akan membuat pembaca ingin tau.

    OOT tentang artikel terkait saya dapat pelajaran dari Satrya, walaupun jarang komentar tapi sering masuk diam-diam untuk mencuri Ilmunya heee (dia juga udah ngerti)
    budiarnaya selesai posting Mitos dan Fakta Jantung

  7. morning say… (^_^)v
    aq juga gak ngerti yang beginian..
    he….he..
    kan masih amatiran..
    ntar dech..kalau udah lama..
    baru belajar…
    sekarang yang penting nulis dulu..

  8. bentar2, dah lama nih saya ga liat analytic. bounce rate saya kira2 berapa??? hehhmmm..

    thanks sudah bikin saya penasaran dengan tulisan ini, mba. oh y, kayanya artikel terkait sangat mujarab tuh untuk mendietkan bounce rate. πŸ˜€

  9. Saya baru tau hal ini, Mba.
    Karena itu, saya belum memikirkannya.
    O ya, dulu saya paling rajin bolak-balik arsip blog ini hampir tiap hari. Sekarang, kolom arsipnya di mana ya, Mba?

  10. Wah menarik sekali bicara tentang bounce rate ini ya. Karena banyak blogger yang menginginkan bounce ratenya rendah. Apakah prosentase itu bisa dipertanggung jawabkan, tanya saja ke Mbah google, bagaimana analisis bounce rate tersebut. Terkadang saya juga mengalami keanehan. Misalnya, di analytic mengatakan bahwa 60 dari 100 orang ngaciir (ngikut pakai kata isnuansa), tapi ketika melihat kunjungan, ternyata angka pages today 2xlipat bahkan 3xlipat dari visitor, artinya setiap pengunjung (gampangane) rata-rata buka 2-3 halaman lain. Entahlah yang penting evaluasi terus sampai …. anyway tulisannya bagus mas, keep posting! Thanks.

    1. Bounce Rate tidak selalu berhubungan dengan page view yang tinggi lho, karena bisa saja 60 orang langsung ngacir begitu membuka halaman pertama, dan 40 orang sisanya berkali-kali membuka halaman, bahkan sampai halaman ke 10 atau ke 20. Jika dihitung page viewnya, bisa jadi 2 atau 3 kali lipat dari visitor, karena ada 40 orang yang membuka halaman sampai berpuluh-puluh. Bukan begitu, Mas?

      Dan satu lagi: Saya Perempuan.

  11. mungkin orang krng tau kl sekali baca tulisan isnuansa pasti ketagihan.

    blog saya baru 4 bulan, tapi bounce rate 46,75%. menurut mbak isnuansa gmn ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge